Open Innovation Ambil Bagian dalam Kontrol Tenaga Listrik Melalui Smart Grid

Berkolaborasi dengan pemerintah setempat, perusahaan utilitas multinasional Spanyol meluncurkan Global Smart Grid Innovation Hub (GSGIH), sebuah pusat penelitian, pengembangan dan pengujian teknologi jaringan cerdas atau smart grid, dengan semangat open innovation. Fasilitas inovasi seluas seribu meter persegi yang terletak di Kota Bilbao, Spanyol itu ditujukan sebagai platform untuk mengembangkan solusi baru yang mampu membentuk jaringan smart grid di masa depan.

Sejak didirikan pada 2021 silam, Global Smart Grid Innovation Hub telah menampung lebih dari 80 peserta yang terdiri dari berbagai industri seperti utilitas, teknologi, dan universitas. Bersama-sama, mereka memanfaatkan digitalisasi, kecerdasan buatan, dan analisis data canggih yang disediakan pusat inovasi tersebut untuk menciptakan solusi pengembangan smart grid dalam rangka mempercepat transisi ke energi terbarukan.

Adapun inti dari kolaborasi ini adalah bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengurangi dampak lingkungan dari infrastruktur listrik dan bagaimana teknologi komunikasi terbaru seperti 5G dapat digunakan untuk digitalisasi jaringan untuk memastikan penghematan energi. Para peneliti akan melihat bagaimana smart meter dapat digunakan untuk meningkatkan digitalisasi jaringan tegangan rendah dalam persiapan penerapan teknologi smart city dan Internet of Things.

Sebagai informasi, smart meter merupakan perangkat yang dapat mengumpulkan informasi penggunaan atau konsumsi listrik pelanggan secara otomatis untuk kemudian mengirimkannya ke perangkat milik konsumen dan produsen.

Ignacio Galán, Executive Chairman di Iberdrola, meyakini Global Smart Grid Innovation Hub yang dibangun perusahaan akan mampu membantu mencapai kesepakatan hijau serta mengatasi situasi harga energi dan tantangan dekarbonisasi ekonomi dari perspektif Eropa. Pada akhirnya, Global Smart Grid Innovation Hub diyakini Galán akan mampu membantu mengatasi situasi harga energi dan tantangan dekarbonisasi ekonomi dari perspektif Eropa.

“Komitmen kami untuk dekarbonisasi hanya dapat berhasil jika kami mendigitalkan jaringan listrik. Kami memiliki teknologi, perusahaan, dan kapasitas, tetapi kami perlu menghilangkan hambatan yang ada untuk berinvestasi dalam jaringan dan menciptakan iklim kepercayaan bagi investor dengan stabilitas yang sama dengan yang ada di negara lain tempat kami beroperasi,” ujar Ignacio Galán, Executive Chairman di Iberdrola.

Lebih lanjut Galán menyebut kolaborasi bersama melalui Global Smart Grid Innovation Hub berpotensi menghasilkan solusi yang dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor energi terbarukan. Pasalnya, pusat inovasi ini didirikan sebagai ruang kolaboratif yang berorientasi pasar, di mana talenta internasional terbaik akan selalu berhubungan dengan pemasok, perusahaan baru, dan universitas untuk merangsang kapasitas industri mereka dan mempercepat proses inovasi.

Pembentukan Global Smart Grid Innovation Hub juga ditujukan untuk menggandakan jumlah proyek inovasi di sektor smart grid dan memperluas model kolaborasi dengan produsen peralatan listrik. Sementara itu, Iberdrola berupaya memanfaatkan Global Smart Grid Innovation Hub untuk menarik bakat, teknologi baru, dan melatih tenaga kerjanya dengan kemampuan yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuan yang ditetapkan di bawah inisiatif transformasi digital dan energi terbarukan senilai 150 miliar euro (Rp2,472 triliun). 

Hingga akhir 2022 sendiri, perusahaan telah mengidentifikasi lebih dari 120 proyek inovasi bersama lebih dari 90 mitra dan organisasi. Salah satu proyek paling terkenal yang dihasilkan Global Smart Grid Innovation Hub adalah eLVIS, sebuah sistem kontrol listrik tegangan rendah yang mampu menyediakan kemampuan perhitungan dan simulasi jaringan baru. Di tingkat Eropa, pusat inovasi ini meluncurkan proyek BeFlexible yang tujuan utamanya adalah meningkatkan partisipasi guna meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan.

Ada juga FLEXENER, sebuah projek kolaborasi yang tujuan utamanya adalah untuk meneliti teknologi dan model simulasi baru di bidang pembangkit listrik energi terbarukan, sistem penyimpanan, manajemen permintaan yang fleksibel, dan pengoperasian jaringan distribusi. 

Di bidang integrasi jaringan, ada proyek FLEXIPOWER yang berhasil diselesaikan dengan tujuan mencapai integrasi berbagai sistem penyimpanan energi baterai (BESS) yang beroperasi, sebagai alternatif untuk memperkuat area jaringan yang lemah dengan pembangkit fotovoltaik atau tenaga surya. Tentunya, masih banyak lagi.

Bagaimana Open Innovation Mempercepat Pengembangan Smart Grid

click this

Secara definisi, smart grid adalah teknologi yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta perangkat lunak dan kendali sistem tenaga listrik mulai dari sistem pembangkitan dan transmisi tenaga listrik serta di seluruh jaringan distribusi listrik. Tujuan utama dari teknologi satu ini adalah untuk melakukan pengendalian dan pengoperasian sistem tenaga listrik dalam menyalurkan tenaga listrik.

Atas dasar itu, smart grid merupakan integrasi teknologi cerdas dalam jaringan listrik yang dicita-citakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Menurut , implementasi smart grid akan memberikan keuntungan lebih besar dalam energi terbarukan karena mampu menurunkan emisi karbon dioksida selagi meningkatkan keandalan melalui optimalisasi jaringan.

Untuk membangun smart grid, Todd Park, seorang pengusaha dan eksekutif pemerintah yang pernah menjabat sebagai Chief Technology Officer sekaligus penasihat bidang teknologi untuk Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menekankan pentingnya berkolaborasi melalui open innovation dalam sektor teknologi informasi.

Berbicara pada media Breaking Energy, Park menjelaskan bahwa pembangunan smart grid membutuhkan kolaborasi antara pengembang perangkat lunak atau software dan perusahaan energi dan utilitas, serta pemerintah, untuk bersama-sama menciptakan solusi di sektor smart grid. Menurut Park, pendekatan open innovation memungkinkan perusahaan utilitas dan pemerintah bergerak lebih cepat dalam hal transisi energi, daripada yang dapat mereka lakukan sendiri.

“Filosofi yang benar-benar kami rangkul adalah keseluruhan gagasan inovasi terbuka. Jika pemerintah berkolaborasi secara terbuka dan melepaskan kekuatan sektor swasta dan sektor nirlaba dan publik [ia dapat mencapai lebih banyak] daripada yang dapat dilakukannya sendiri,” ujar Todd Park.

Telah lama mengenali manfaat ini, Innovesia, perusahaan konsultasi yang berpengalaman membantu banyak pihak berinovasi melalui open innovation, membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan utilitas, energi, dan pemerintah untuk menemukan mitra inovasi yang tepat untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan seperti yang dicita-citakan dalam Paris Agreement. 

Open innovation sekarang ini telah menjadi semacam norma di sektor energi, di mana banyak perusahaan energi dan utilitas kini terlibat dengan entitas lain baik di sektor publik maupun swasta untuk mendorong kreativitas dan inovasi,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

Innovesia meyakini, kolaborasi melalui open innovation mampu membuka peluang bagi siapa saja tak terkecuali mereka yang berkecimpung di sektor energi untuk mengembangkan solusi baru dan model bisnis yang berkelanjutan. Lingkungan ini menyediakan platform untuk pertukaran pengetahuan dan ide. Ini membantu perusahaan seperti milik Anda mengembangkan produk atau model bisnis perubahan besar berikutnya.

“Seperti pada kasus Iberdrola, open innovation memungkinkan perusahaan utilitas terbesar di Spanyol itu untuk memanfaatkan sumber daya pihak eksternal, seperti universitas, perusahaan, dan lembaga penelitian, untuk mengakses keahlian yang diperlukan dalam menciptakan solusi inovatif dan membantu perusahaan untuk tetap memimpin persaingan di industri,” jelas Fiter Bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • All Post
  • Design Thinking
  • Edukasi
  • Eksklusif
  • Gaya Hidup
  • Innovation
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Open Innovation
  • Otomotif
  • Pemerintahan
  • Pertambangan
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Workshop

Investing in Innovation

Everyone can innovate, including you. We help people and organizations to innovate in the era of Industrial Revolution 4.0

building

Design Thinking

Newsletter

About Us

PT Investasi Inovasi Indonesia

innovesia.co.id

designthinking.id

Business Address:

Equity Tower, 35th Floor, SCBD Lot 9

Jl. Jendral Sudirman, Kav 52-53, Jakarta 12910

P: +62 21 2939 8903