Bukan dengan Cara Marketing Biasa, L’Oréal Pilih Tingkatkan Brand Value Melalui Kompetisi Inovasi

Pada era di mana nilai perusahaan atau brand value sangat penting, open innovation menjadi alat penting bagi perusahaan untuk berinovasi sekaligus meningkatkan atau menyegarkan citra dan reputasi perusahaan. Pasalnya, open innovation seperti kompetisi inovasi memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk terhubung dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Sekaligus menunjukkan upaya perusahaan dalam mengatasi tantangan sosial.

Sadar akan manfaat ini, L’Oréal yang telah lama mempercayai efektivitas open innovation, memutuskan menggelar kompetisi inovasi lintas negara untuk meningkatkan brand value perusahaan dalam rangka memperluas jangkauan mereka di pasar kecantikan China, Jepang dan Korea Selatan.

Hadir di acara konferensi teknologi tahunan terbesar di Prancis, Viva Technology, L’Oréal meluncurkan kompetisi inovasi bertajuk Northeast Asia Big Bang Beauty Tech & Innovation Challenge pada 15 Juni 2023. Bahkan, kompetisi inovasi ini didapuk sebagai platform open innovation regional pertama, yang berfokus mendorong pengembangan produk kecantikan dan melahirkan beauty experience baru di pasar Asia Timur.

Bukannya bermitra dengan para influencer untuk menggaet calon konsumen, L’Oréal justru memilih berkolaborasi bersama startup dan pemerintah untuk menciptakan terobosan baru dalam industri kecantikan yang didorong oleh keunikan tiga negara. Sebelum meluncurkan kompetisi inovasi ini, L’Oréal telah lebih dulu meluncurkan program inovasi “Big Bang” di China. Melalui kemitraan dengan Oriental Beauty Valley dan Business France, L’Oréal telah menarik lebih dari 1.500 startup dan menginkubasi lebih dari 50 proyek dalam tiga tahun terakhir. 

Ekspansi terbaru L’Oréal ke pasar Korea Selatan dan Jepang menandai tonggak penting bagi jenama kecantikan untuk memanfaatkan dan mengaktifkan ekosistem inovasi unik “C-J-K Beauty Triangle” melalui kolaborasi lintas pasar dan lintas sektor. Semuanya untuk melahirkan terobosan terbaru dalam industri kecantikan. Didorong oleh pusat penelitian dan inovasinya di Shanghai, Tokyo, dan Seoul, L’Oréal berupaya memanfaatkan kekuatan unik dan sinergi pasar ketiga negara untuk berinovasi di seluruh rantai bisnis.

Barbara Lavernos, Deputy CEO L’Oréal Group, yang bertanggung jawab atas Riset, Inovasi, dan Teknologi.

“Di L’Oréal, kami merangkul dan memelihara inovasi, dan percaya pada open innovation melalui kemitraan. Oleh karena itu, kami bekerja dengan startup inovatif, usaha kecil dan menengah, institusi pendidikan serta pemerintah untuk menginspirasi dan terinspirasi. Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan startup dari China, Korea, dan Jepang melalui program Big Bang, dan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dari Asia Utara secara global,” ujar Barbara Lavernos, Deputy CEO L’Oréal Group, yang bertanggung jawab atas Riset, Inovasi, dan Teknologi.

Di Korea Selatan, L’Oréal bermitra dengan kementerian yang menaungi usaha kecil menengah (UKM) dan startup dalam rangka mendorong pertumbuhan startup yang menjanjikan di bidang perangkat kecantikan, teknologi kecantikan, diagnosis kulit, hingga sistem pengiriman yang menerapkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Selagi memanfaatkan kekuatan unik ekosistem kecantikan Korea Selatan yang memang terkenal akan industri kecantikannya.

Lee Young, Menteri UKM dan Startup Korea. (Sumber: Kementerian UKM dan Startup Korea)

“Mendukung UKM dan startup Korea yang menjanjikan untuk berperan aktif di pasar global adalah misi besar bagi kami di Kementerian UKM dan Startup. Dalam hal ini, kolaborasi dengan pemimpin kecantikan global, L’Oréal Group sangat berarti. Kementerian akan terus mendukung perusahaan Korea dengan teknologi inovatif untuk berkolaborasi dengan perusahaan global untuk memperkuat daya saing pasar mereka dan memperluas ke pasar global,” ujar Lee Young, Menteri UKM dan Startup Korea.

Sementara di Jepang, kompetisi inovasi Northeast Asia Big Bang Beauty Tech & Innovation Challenge akan berfokus pada upaya menciptakan solusi yang berkelanjutan dan bioteknologi. Untuk mencapai ini, L’Oréal menjalin kemitraan dengan J-Startup dan Hello Tomorrow untuk mendukung startup Jepang dan kolaborator lintas industri untuk membuka peluang inovasi dan pengembangan bersama. 

Sebagai informasi, J-Startup merupakan program pemerintah Jepang yang dijalankan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang atau Minister of Economy, Trade and Industry of Japan (METI) bersama Japan External Trade Organization (JETRO) untuk membantu pertumbuhan startup di Jepang.

“Pemerintah Jepang meningkatkan ekosistem startup untuk mewujudkan manfaat sosial dan pertumbuhan ekonomi dan J-Startup adalah program andalannya. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan L’Oréal dalam program Big Bang akan membuat J-Startup lebih global dan berkontribusi untuk dunia yang lebih baik,” ujar Yoshiaki Ishii, Direktur Startup dan Promosi Bisnis Baru di METI.

Di China sendiri, di mana program Big Bang pertama kali dilaksanakan di regional tersebut, program Big Bang masih berjalan hingga kini dengan sumber daya yang terus ditingkatkan. Lebih lanjut, China, Korea Selatan dan Jepang sendiri termasuk dalam zona Asia Utara L’Oréal bersama dengan Hong Kong dan Taiwan. Melansir media nasional China, Jing Daily, zona ini telah menyumbang 29,6% dari total penjualan global L’Oréal pada tahun lalu.

“Asia Utara adalah pasar kecantikan paling dinamis di dunia dengan sepertiga dari pasar kecantikan global dan lima pasar yang terhubung secara geografis dan budaya. Memanfaatkan ekosistem inovasi di tiga negara yang unik dan keahlian penelitian dan inovasi kami yang kuat di China, Korea, dan Jepang, kami yakin program Big Bang di wilayah ini akan melepaskan kekuatan co-creation melalui open innovation untuk melahirkan solusi kecantikan yang disruptif bersama smartup dan mitra di seluruh China, Korea, dan Jepang. Mari menginspirasi dunia dengan inovasi dari Asia Utara, untuk menciptakan keindahan yang menggerakkan dunia,” jelas Fabrice Megarbane, presiden zona Asia Utara dan CEO L’Oréal China.

Sebagai salah satu perusahaan kecantikan terbesar di dunia, L’Oréal Groupe sadar betul pentingnya kolaborasi melalui open innovation dalam bisnis mereka. Melalui open innovation dan kemitraan bersama startup, L’Oréal terus berupaya menciptakan model bisnis dan teknologi baru untuk meningkatkan beauty experience konsumen.

“Kolaborasi dan kemitraan adalah kunci untuk berinovasi lebih baik, lebih cepat, dan untuk menawarkan pengalaman dan layanan kecantikan terbaik kepada pelanggan kami. Bersama-sama kita membentuk masa depan industri kecantikan, dalam kemitraan yang saling membangun,” ujar Asmita Dubey, Direktur Digital & Pemasaran L’Oréal Groupe.

Bagaimana Open Innovation Mampu Meningkatkan Citra Perusahaan?

Tak bisa dipungkiri, kompetisi inovasi seperti yang dijalankan L’Oréal tak hanya membantu perusahaan mengembangkan produk atau layanan baru tapi juga meningkatkan eksposur di masyarakat. 

Melalui Northeast Asia Big Bang Beauty Tech & Innovation Challenge, L’Oréal tak hanya menunjukkan dirinya sebagai inovator tapi juga memperlihatkan keseriusan perusahaan kecantikan itu beralih ke model bisnis yang sesuai dengan prinsip sustainability. Kondisi ini terlihat dari bagaimana perusahaan berkolaborasi dengan pihak-pihak eksternal untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan memanfaatkan bioteknologi yang lebih ramah lingkungan untuk lini produk kecantikan mereka.

Upaya L’Oréal tentu dapat meningkatkan ketertarikan calon pelanggan, mengingat kini semakin banyak konsumen membuat keputusan pembelian mereka pada nilai yang dibawa perusahaan. Dalam studi bertajuk The Truths, Myths and Nuances Behind Purpose, mayoritas konsumen khususnya, 76% Gen Z mengaku memprioritaskan keputusan pembelian mereka pada misi atau nilai yang dibawa perusahaan bagi masyarakat. Gen Z tercatat 2 kali lebih mungkin daripada generasi milenial.

Sementara itu, studi lain dari Cone Gen Z CSR Study juga menemukan bahwa 94% Gen Z sekarang ini menganggap perusahaan harus terlibat dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan yang mendesak. Tak hanya itu, 86% dari mereka juga mengaku akan membeli produk dari perusahaan yang mengadvokasi masalah yang mereka pedulikan.

“Dengan semakin banyak konsumen yang peduli akan brand value, open innovation membuka peluang bagi perusahaan untuk memperkenalkan nilai mereka kepada masyarakat, selagi menciptakan solusi atau inovasi yang membawa perusahaan untuk memperkuat nilai atau value tersebut. Dengan kata lain, open innovation membantu perusahaan memperlihatkan seberapa besar komitmen mereka kepada khalayak luas,” ujar Fiter Bagus, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • All Post
  • Design Thinking
  • Edukasi
  • Eksklusif
  • Gaya Hidup
  • Innovation
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Open Innovation
  • Otomotif
  • Pemerintahan
  • Pertambangan
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Workshop

Investing in Innovation

Everyone can innovate, including you. We help people and organizations to innovate in the era of Industrial Revolution 4.0

building

Design Thinking

Newsletter

About Us

PT Investasi Inovasi Indonesia

innovesia.co.id

designthinking.id

Business Address:

Equity Tower, 35th Floor, SCBD Lot 9

Jl. Jendral Sudirman, Kav 52-53, Jakarta 12910

P: +62 21 2939 8903