UNIKA Atma Jaya – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Tue, 24 Oct 2023 08:33:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png UNIKA Atma Jaya – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Jawab Tantangan Bonus Demografi, Innovesia Bimbing Mahasiswa Unika Atma Jaya Kembangkan Ide Bisnis https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/ https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/#respond Tue, 24 Oct 2023 08:14:19 +0000 https://designthinking.id/?p=2232 Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis, kembali dipercaya menanamkan pola pikir design thinking bagi mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya melalui program Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB). Terkenal akan nilai-nilai kewirausahaannya, program AJIB menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide inovasi mereka dari sebuah konsep menjadi rencana bisnis yang matang.

Memiliki mayoritas penduduk yang didominasi usia produktif dengan 69,25% populasi berusia 15 sampai 64 tahun, Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi yang bisa menjadi anugerah sekaligus tantangan besar. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah setidaknya harus menyediakan 3,6 juta lapangan pekerjaan tiap tahunnya.

Atas dasar itulah, menanamkan jiwa pengusaha sedini mungkin menjadi salah satu opsi yang dinilai Menko Effendy mampu membawa Indonesia melewati puncak bonus demografi dengan baik.

“Bonus demografi menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi keuntungan ekonomi karena banyaknya penduduk usia kerja (produktif) yang berkorelasi dengan meningkatnya produktivitas. Namun, untuk menjadikan bonus demografi sebagai keuntungan ada syarat yang harus dipenuhi yakni penduduk usia produktif harus memiliki kompetensi untuk memenangkan persaingan,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

Menjadikan bonus demografi sebagai anugerah juga merupakan cita-cita Unika Atma Jaya yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk tak sekedar menjadi tenaga kerja tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi bangsa Indonesia.

“Kami melihat kalau semua orang maunya hanya bekerja dan tidak ada yang menciptakan lapangan pekerjaan, lama-lama tingkat persaingannya akan semakin keras, makin sulit dan tidak mungkin perusahaan yang sudah ada itu bisa menampung semua penduduk usia produktif di Indonesia. Jadi mau tidak mau harus ada pengusaha-pengusaha baru yang muncul yang memang bisa mengisi kekosongan di dalam pasar,” ujar Devi Angrahini A. Lembana, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) AJIB.

Mematangkan Ide Bisnis Melalui Design Thinking

Innovesia ajarkan pendekatan Design Thinking dalam Bootcamp Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Sumber: Innovesia)

Semangat inilah yang mendorong AJIB menyelenggarakan serangkaian bootcamp untuk membimbing mahasiswa Unika Atma Jaya yang tertarik berwirausaha untuk mematangkan ide bisnis secara intensif. Bootcamp sendiri merupakan bagian dari program inkubasi AJIB yang telah memasuki Angkatan ke-3.

Bootcamp dibuat karena kami melihat bahwa pengembangan ide bisnis itu perlu dilakukan secara intensif. Jadi, dengan bootcamp ini kami mencoba membuat kelas yang mendalam sehingga dalam waktu dua minggu, mahasiswa yang mengikuti program ini dapat fokus mengembangkan ide bisnis sampai bisa menghasilkan satu prototype dan agar mereka siap menceritakan ide bisnis mereka ke orang lain,” jelas Devi.

Sebanyak 27 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM), secara aktif terlibat dalam Bootcamp Design Thinking yang dibawakan Innovesia. 

Bertempat di Gedung K2 Unika Atma Jaya, Innovesia mengajak seluruh peserta menggunakan design thinking, sebuah pola pikir yang berpusat pada pengguna, untuk mengembangkan ide bisnis mereka dengan memusatkan calon pelanggan pada setiap langkah perumusan rencana bisnis mereka.

Selama empat hari, Innovesia secara intensif mengajarkan design thinking agar peserta mendapatkan first-hand-experience tentang bagaimana menemukan bisnis yang cocok dengan minat mereka selagi menjawab kebutuhan pasar. Dengan begitu, ide bisnis yang mereka kembangkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang belum terjawab atau bahkan terabaikan.

“Innovesia mengajak seluruh peserta untuk bisa menelusuri kembali ide awal mereka, agar ide bisnis yang mereka bangun didasarkan pada fakta dan data yang kuat akan esensi keberadaannya bagi target pelanggan,” ujar Fiter Bagus.

Pola pikir design thinking sendiri dipilih Unika Atma Jaya karena dinilai menjadi metode yang paling tepat untuk membuka pikiran mahasiswa agar dapat mengesampingkan asumsi dan perasaan mereka ketika merancang sebuah ide bisnis.

Innovesia menanamkan pendekatan Design Thinking pada Bootcamp Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Dok. Innovesia)

“Kami sudah beberapa kali bekerja bersama Innovesia dan kami lihat memang metode design thinking ini paling bisa diterapkan untuk mengajarkan mahasiswa. Hal terpenting adalah, kalau membuat atau mendirikan bisnis itu tidak bisa berdasarkan pikiran atau perasaan kita, atau hanya dengan menganalisa pesaing. Akan tetapi, harus benar-benar mendalami apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen. Inilah manfaat terbesar design thinking,” jelas Devi.

Selain dapat membimbing mahasiswa untuk merancang ide atau rencana bisnis yang sesuai kebutuhan pasar. Pola pikir design thinking juga dinilai Unika Atma Jaya relevan dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diajarkan universitas serta praktik nyata di lapangan.

“Pendekatan design thinking dari Innovesia kita lihat itu memang berkesinambungan dengan teori yang kami ajarkan di kelas juga dengan apa yang diterapkan di lapangan. Metode ini yang kami rasa merupakan pilihan terbaik untuk saat ini,” lanjut Devi.

Selama empat hari, Innovesia mengajarkan metode design thinking secara intensif. Mulai dari membimbing setiap peserta yang mengikuti program AJIB untuk menemukan ide bisnis yang sesuai kaidah design thinking, mengidentifikasi masalah untuk mencari peluang, memahami permasalahan tersebut dari sudut pandang calon pelanggan, sampai pada pencarian ide untuk memberikan solusi bagi pelanggan dalam bentuk prototype sederhana.

Tak hanya membimbing peserta mematangkan ide bisnis mereka melalui pendekatan design thinking, Innovesia turut memastikan bahwa setiap peserta mampu mengemas dan mengomunikasikan inovasi mereka secara menarik. Melalui kelas Proposal Writing yang digelar secara daring pada 4 September, Innovesia memastikan setiap peserta Bootcamp AJIB mampu membangun pitch deck yang efektif dan menguasai teknik dasar storytelling guna menunjukkan keunggulan inovasinya dengan baik.

Innovesia mengisi kelas Proposal Writing dalam Bootcam Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Sumber: Innovesia)

“Inovasi yang baik belum tentu punya dampak yang baik, dari segi revenue maupun sosial jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Kami berharap mahasiswa Unika Atma Jaya bisa mengomunikasikan ide inovasinya dengan sempurna, baik secara verbal maupun non verbal agar setiap goals atau tujuan dari ide tersebut bisa dikomunikasikan dengan jelas,” ujar Fiter Bagus.

Innovesia Mendorong Lahirnya Wirausaha Muda di Indonesia

Seperti Unika Atma Jaya, Innovesia berharap kedepannya akan semakin banyak universitas yang melihat pengembangan kewirausahaan sebagai hal yang krusial untuk dijadikan materi pengajaran dalam kurikulum perkuliahan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyambut masa puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030.

Menciptakan lebih banyak wirausaha juga sejalan dengan mandat Kementerian Koperasi dan UKM yang menargetkan Indonesia berada di peringkat ke-60 pada Global Entrepreneurship Index (GEI) dari saat ini di posisi ke-75 dari 132 negara. Target tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menjadi negara maju.

“Peringkat ini jelas menunjukkan bahwa peluang dunia kewirausahaan di Indonesia masih terbuka luas. Hal inilah yang membuat Innovesia optimis bahwa kehadiran program AJIB menjadi salah satu solusi dalam mencetak potensi wirausaha muda bagi Indonesia. Kami berharap akan semakin banyak perguruan tinggi yang melihat potensi serupa,” ujar Fiter Bagus.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/feed/ 0
Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan, Innovesia Sambut Atma Jaya Business Expo https://designthinking.id/edukasi/tumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-innovesia-sambut-atma-jaya-business-expo/ https://designthinking.id/edukasi/tumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-innovesia-sambut-atma-jaya-business-expo/#respond Wed, 24 May 2023 07:53:00 +0000 https://designthinking.id/?p=579

Bertemakan “Creating an Ecosystem for Innovation and Collaboration,” UNIKA Atma Jaya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi civitas akademika untuk memamerkan hasil penelitian dan mewujudkan ide bisnis dalam bentuk prototype. Alhasil, para pengunjung berkesempatan untuk bereksperimen dengan produk yang ditampilkan.

Creating an Ecosystem for Innovation and Collaboration
prototype

Diselenggarakan selama dua hari sejak Rabu (24/5/23), Atma Jaya Business Expo dibuka dengan penandatanganan MoU antara UNIKA Atma Jaya dan Innovesia. Baik Innovesia dan UNIKA Atma Jaya percaya, inovasi dan kolaborasi menjadi dua elemen kunci bagi kemajuan organisasi bisnis di tengah tantangan bisnis yang semakin kompleks dan cepat berubah. 

Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kreatif dan kolaboratif, yang mampu mendorong terciptanya inovasi dan perkembangan bisnis yang dimulai melalui edukasi mahasiswa.

Penandatanganan MoU antara Innovesia dan UNIKA Atma Jaya. (Sumber: Dok Innovesia)

Penandatanganan MoU antara Innovesia dan UNIKA Atma Jaya. (Sumber: Dok Innovesia)

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB), Devi Angrahini A. Lembana, banyak mahasiswa dan civitas akademik Atma Jaya yang memiliki beragam hasil penelitian dan sumber daya potensial yang berpotensi untuk komersialisasi. Sayangnya, hasil penelitian dan ide-ide yang tersimpan pada masing-masing fakultas masih banyak yang belum diperkenalkan secara luas. 

Atas dasar itu, Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) sebagai UPT yang bertujuan mendorong dan memfasilitasi masalah tersebut, berinisiatif untuk mengadakan Atma Jaya Business Expo.

Business Expo ini ditujukan untuk memfasilitasi mahasiswa inkubasi yang mulai mengembangkan ide bisnis sampai akhirnya mereka bisa menjualnya. Tapi AJIB ini bukan hanya memfasilitasi mahasiswa yang ikut inkubasi tapi sebenarnya semua mahasiswa yang mengikuti program kewirausahaan sehingga Business Expo ini juga merupakan ajang untuk mahasiswa serta dosen yang punya hasil penelitian di lab atau pengembangan riset, agar dapat memamerkannya ke publik. Kami berharap agar apa yang sudah mereka temukan itu dapat diketahui banyak orang,” jelas Devi Angrahini.

Business Expo
Business Expo

Pada kerja sama ini, Innovesia berperan membekali pembentukan bisnis yang tepat bagi para peserta program Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) dengan menggunakan metode Design Thinking, Critical Thinking dan Creative Thinking. 

Design Thinking
Critical Thinking
Creative Thinking.

“Dalam rangkaian proses pembangunan sebuah bisnis, peserta Business Expo telah menjalankan proses Design Thinking yang melibatkan penelusuran peluang bisnis, produk atau jasa yang ditawarkan sampai model bisnis yang cocok untuk diterapkan. Business Expo ini selain menjadi sarana untuk pengujian produk atau jasa dan model bisnis, juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan membangun jejaring yang mendukung bisnis mereka nanti,” jelas Mia Astari, VP of Corporate Innovation, Innovesia.

Business Expo
Design Thinking
Business Expo

Sebagai informasi, program AJIB sendiri ditujukan sebagai solusi kewirausahaan bagi mahasiswa. Melalui AJIB, mahasiswa-mahasiswa dapat lebih mempersiapkan dan mematangkan ide bisnis mereka untuk selanjutnya dapat menyajikan bisnis yang dapat menjawab kebutuhan pasar.

Terkait hal tersebut, Innovesia telah berpartisipasi aktif dalam pengembangan kurikulum program AJIB dan menyadari bahwa kerja sama ini amat berharga untuk menanamkan pola pikir inovasi di lingkungan universitas.

“Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara praktisi dan civitas akademika, dimana ruang lingkup universitas selain merupakan lingkungan yang aman untuk belajar dan berani bereksperimen, juga sangat ideal dalam menanamkan salah satu prinsip inovasi, yakni berani mencoba, berani gagal untuk meraih sukses,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

Selaku Kepala UPT AJIB, Devi pun mengapresiasi keterlibatan Innovesia dalam pegembangan kurikulum program AJIB. Ia berharap kerja sama ini tak hanya berdampak baik bagi universitas, tapi juga pembangunan Indonesia.

“Kami sangat terbantu oleh Innovesia dalam hal dalam pengembangan kurikulum kami. Kami berharap yang selama ini atau hal-hal baru yang dikembangkan Innovesia itu bisa dibagikan ke kami dan semoga kerja sama ini bisa berlangsung bukan hanya satu atau dua tahun, sehingga kolaborasi kita bisa berguna bagi pembangunan Indonesia khususnya,” jelas Devi Angrahini.

Sebanyak 30 booth, yang terdiri dari mahasiswa serta dosen, memamerkan ide inovasi mereka. Ide-ide inovasi itu meliputi penanggulangan kesehatan mental atlet e-sport, penanggulangan kondisi sampah, peningkatan literasi, bisnis fesyen, makanan dan minuman unik, juga berbagai inovasi dalam teknologi seperti aplikasi survei berbasis daring, hingga smart encryption.

booth,
fesyen,
smart encryption.

Salah satu booth inovasi mahasiswa di Atma Jaya Business Expo. (Sumber: Dok Innovesia)

Salah satu booth inovasi mahasiswa di Atma Jaya Business Expo. (Sumber: Dok Innovesia)

Tidak hanya mempromosikan produk dan layanan mereka, setiap peserta juga berkesempatan berpartisipasi dalam beragam acara yang dirancang khusus untuk membangun keterampilan, dan meningkatkan pengetahuan.

Berbagai acara itu meliputi, seminar, workshop, dan sejumlah kompetisi yang ditujukan sebagai bentuk pengembangan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam rangka membangun lingkungan bisnis yang inovatif dan saling mendukung. Ada tiga jenis perlombaan yang bisa peserta ikuti, yakni The Most Creative Booth Design, The Best Marketing Presentation, dan kategori The Best Poster. 

workshop
The Most Creative Booth Design, The Best Marketing Presentation
The Best Poster. 

Salah satu booth inovasi mahasiswa di Atma Jaya Business Expo. (Sumber: Dok Innovesia)

Salah satu booth inovasi mahasiswa di Atma Jaya Business Expo. (Sumber: Dok Innovesia)

Melalui Atma Jaya Business Expo, mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya digitalisasi dan ekosistem usaha, juga langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan pendanaan atau modal usaha. Pasalnya, Business Expo kali ini turut mengundang praktisi dari platform digitalisasi UMKM, seperti CariNih, dan penghubung perusahaan rintisan atau UMKM dengan investor, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), yang memberikan wawasan mengenai tren peluang bisnis serta pendanaan startup di Indonesia.

.
Business Expo
,
startup

Talkshow Atma Jaya Business Expo (Sumber: Dok Innovesia)

Talkshow Atma Jaya Business Expo (Sumber: Dok Innovesia)

Oleh karena itu, Atma Jaya Business Expo diharapkan dapat menjadi pintu bagi mahasiswa untuk berkomunikasi dengan para investor dan berpeluang mendapatkan pendanaan.


one

Lebih dari itu, diharapkan Atma Jaya Business Expo dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan, menemukan peluang bisnis baru, serta memperkuat kemitraan dan kerja sama dalam rangka mewujudkan ekosistem bisnis yang lebih produktif dan berkembang.

“Kami berharap semoga ada startup baru dari Atma Jaya sehingga mendorong mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terjun menjadi entrepreneur, karena jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit sekali. Kalau di negara maju itu kan minimal 10 persen, di Indonesia itu baru 4 persen, sehingga kami berharap agar semua fakultas yang punya program entrepreneur untuk bisa menunjukkan hasil pengembangan bisnis mereka di Business Expo,” ujar Devi.

startup
entrepreneur
entrepreneur
entrepreneur
Business Expo,

]]>
https://designthinking.id/edukasi/tumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-innovesia-sambut-atma-jaya-business-expo/feed/ 0
Innovesia Dipercaya Menilai Proyek Inovasi Dua Negara https://designthinking.id/edukasi/innovesia-dipercaya-menilai-proyek-inovasi-dua-negara/ https://designthinking.id/edukasi/innovesia-dipercaya-menilai-proyek-inovasi-dua-negara/#respond Fri, 19 May 2023 08:10:00 +0000 https://designthinking.id/?p=604 Pada kesempatan ini, Innovesia yang diwakili Mia Astari selaku VP of Corporate Innovation, bersama Antonius Arif dari Korpora Consulting Indonesia dan Dylan Lopez dari Borq Filipina, serta Louis Kym Pioco dari Mabuhay Capital Corporation Filipina, dipercaya menilai proyek inovasi yang dikerjakan mahasiswa dari dua universitas.

Sebanyak 12 kelompok, yang terdiri dari 6 kelompok mahasiswa UNIKA Atma Jaya dan 6 kelompok dari Adamson University, mempresentasikan ide inovasi yang telah dibangun menggunakan metode Design Thinking untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

blog
Design Thinking

Design Thinking sendiri merupakan proses dan pola pikir untuk berempati dengan masalah yang berfokus pada manusia, untuk kemudian menemukan pendekatan dan ide-ide inovatif melalui visualisasi dan purwarupa. Melalui Design Thinking, inovasi yang ditawarkan diharapkan dapat menjadi solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan target penggunanya atau product market-fit dan bukan mengedepankan teknologi atau fiturnya.

Design Thinking
Design Thinking
product market-fit

“Sebagai salah satu pelopor ekosistem inovasi dan pengadopsi awal Design Thinking, Innovesia tidak hanya membantu bisnis mengimplementasikan metodologi Design Thinking, tapi juga aktif memberikan edukasi terkait paradigma Design Thinking pada bidang akademik,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.


Design Thinking,
Design Thinking,
Design Thinking

Sebelum mengikuti penilaian ini, setiap kelompok mahasiswa lebih dulu dibekali dengan program inkubasi di AJIB dan AdUNEST yang dijalankan oleh masing-masing universitas.

Dalam penilaian babak penyisihan atau preliminary yang diselenggarakan secara daring melalui platform ZOOM pada 17 Mei 2023, kedua belas tim menyampaikan ide inovasi yang cukup beragam, mulai dari menyasar kebutuhan lansia, penderita kanker, pemilik hewan peliharaan, isu lingkungan hidup, kesehatan mental, sampai pada material penunjang proses pengeboran minyak.

preliminary

Adapun penilaian didasarkan pada sejumlah kriteria yang mencakup, Desirability yang menyasar seberapa penting nilai ide kelompok dalam menyelesaikan sebuah masalah; Technical Feasibility yang menilai seberapa besar kemungkinan realisasi ide dari segi teknis; Business Viability yang mencakup penilaian mengenai rencana pengembangan bisnis dari ide yang ada; IP Potential yang menilai unsur kebaruan ide; dan yang terakhir adalah Delivery, yakni seberapa baik penyampaian presentasi setiap kelompok. 

Desirability
Technical Feasibility
Business Viability
Delivery

“Kami sangat senang untuk bisa mendengarkan keragaman ide yang muncul dari mahasiswa baik yang dari UNIKA Atma Jaya maupun dari Adamson University. Yang paling membuat kami senang adalah semua kelompok yang berpresentasi, mengutarakan proses yang mereka lalu dengan tahapan Empati, sesuai dengan prinsip Design Thinking yang diusung selama persiapan. Mereka benar-benar telah memahami kebutuhan pelanggannya dengan baik,” jelas Mia Astari.

Design Thinking

Setelah melewati penilaian yang ketat di babak penyisihan ini, dipilih empat tim dari UNIKA Atma Jaya dan empat tim dari Adamson University dengan inovasi yang dianggap potensial untuk bisa dilanjutkan ke tahap produksi yang lebih banyak, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kedelapan tim selanjutnya akan mengikuti babak final pada 31 Mei 2023 yang akan datang. Pada babak final, setiap tim diharuskan untuk menyampaikan presentasinya lengkap dengan peningkatan skala usahanya, rencana keberlanjutannya, strategi pemasaran dan juga strategi keluarnya.

Sekilas Mengenai AJIB dan AduNEST

Sekilas Mengenai AJIB dan AduNEST

AJIB merupakan program kemahasiswaan yang didirikan dengan visi menjadi program yang mampu memberikan solusi kewirausahaan bagi mahasiswa. Program AJIB diadakan pada tiap semester dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai fakultas, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang berada di UNIKA Atma Jaya.

Di periode inkubasi baru dalam semester genap tahun ajaran 2023, yang telah dimulai dari Februari lalu, AJIB telah melaksanakan tahap awal dengan menjaring 50 mahasiswa yang berasal dari 13 kelompok dengan beragam ide.

Ide-ide yang terkumpul kemudian dimatangkan bersama dengan Innovesia, tenaga pengajar dari UNIKA Atma Jaya dan juga beberapa praktisi pada bidang terkait. Proses pematangan ide atau yang umum disebut incubation ini akan berlangsung hingga Juni 2023. 

incubation

Pada program AJIB, Innovesia berperan untuk membekali pembentukan bisnis yang tepat bagi peserta program dengan menggunakan metode design thinking dan critical thinking. 

design thinking
critical thinking.
,

AdUNEST menyediakan layanan untuk memupuk ide dan solusi dari akademisi dan industri yang peka terhadap masalah masyarakat yang terpinggirkan, alam, dan kesejahteraan. Program ini berkomitmen untuk mempromosikan inovasi, technopreneurship, dan keberlanjutan melalui inisiatif terdepan dalam pendidikan, kolaborasi, dan inkubasi.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/innovesia-dipercaya-menilai-proyek-inovasi-dua-negara/feed/ 0