Spanyol – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Tue, 17 Oct 2023 14:26:50 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Spanyol – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Praktik Win-win Solution antara Perusahaan dan Startup di Basque Country, Spanyol https://designthinking.id/teknologi/praktik-win-win-solution-antara-perusahaan-dan-startup-di-basque-country-spanyol/ https://designthinking.id/teknologi/praktik-win-win-solution-antara-perusahaan-dan-startup-di-basque-country-spanyol/#respond Thu, 10 Aug 2023 09:58:32 +0000 https://designthinking.id/?p=1448 Program inovasi terbuka BIND 4.0 Open Innovation kembali menawarkan kesempatan bagi para startup untuk terhubung dengan 70 perusahaan terkemuka dalam program Accelerator. 

Dibuka untuk yang ke-8 kalinya, BIND 4.0 Open Innovation menawarkan kesempatan bagi startup yang masih dalam tahap pengembangan awal sekalipun untuk berkolaborasi bersama perusahaan besar demi mengambangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan. Adapun empat tema utama yang menjadi tantangan pada tahun ini mencakup industri cerdas atau manufaktur lanjutan, energi bersih dan keberlanjutan, teknologi kesehatan juga teknologi pangan.

Pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 di Basque Country, Spanyol, BIND  4.0 adalah inisiatif publik-swasta yang didanai oleh Pemerintah Basque dan Society for the Promotion of Industrial Innovation (SPRI Group), badan pengembangan bisnis pemerintah yang ditujukan mendorong inovasi dan pengembangan industri di wilayah Basque Country.

Bersama-sama, keduanya mencoba membangun Basque Country menjadi pusat industri dengan ekosistem kewirausahaan yang kuat. Hal ini dilakukan melalui open innovation yang menghubungkan startup inovatif dengan perusahaan industri terkemuka untuk memberikan solusi eksternal dalam menghadapi tantangan transformasi digital. 

Pendekatan inilah yang diakui BIND 4.0 sebagai win-win solution di mana perusahaan terkemuka di Basque Country dapat memanfaatkan keahlian dan ketangkasan startup. Sementara bagi startup, BIND 4.0 menawarkan akses ke pendanaan, pendampingan dan konsultasi bisnis yang amat berharga dari 70 perusahaan terkemuka. Pada sisi lain, para startup tetap dapat mempertahankan kekayaan intelektual mereka atas solusi yang dikembangkan melalui program akselerasi ini.

Tak heran jika pada tahun 2020, BIND 4.0 dianugerahi penghargaan European Enterprise Promotion Award oleh Komisi Eropa atau European Commission. Tak cuma itu, BIND 4.0 juga dinyatakan sebagai salah satu platform terbaik yang mendorong inovasi dalam ekosistem industri oleh perusahaan konsultasi internasional Gartner. 

Tahun ini, BIND 4.0 telah memprioritaskan program Accelerator pada startup yang tengah mengembangkan solusi di 12 kasus penggunaan atau use cases yang diusulkan oleh 70 perusahaan mitra BIND 4.0, berdasarkan kebutuhan bisnis mereka. 

Adapun ke-12 kasus tersebut mencakup: pemantauan siklus hidup produk dan rantai nilai atau value chain; meningkatkan dampak lingkungan melalui efisiensi energi dan penerapan prinsip keberlanjutan; digitalisasi dan optimalisasi proses internal; mobilitas; pemeliharaan sarana produksi; inovasi dalam proses industri untuk pengalaman pekerja atau pengguna akhir; robotika tingkat lanjut; meningkatkan pengalaman pengguna; inovasi elektrolisis; quality control; daur ulang serta ekonomi sirkular; dan terakhir menangkap, menganalisis, dan menilai biomarker.

Manfaat Open Innovation Bersama Startup

rfcab.org

Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan akan model bisnis yang berkelanjutan, perusahaan dituntut berkolaborasi untuk mengembangkan model bisnis atau teknologi melalui inovasi. Kini mengandalkan pengetahuan internal saja tak cukup, perusahaan bahkan yang mapan sekalipun diharuskan mengantisipasi perubahan industri dan pasar dengan mengandalkan wawasan eksternal, tak terkecuali startup. 

Ketika berbicara inovasi teknologi, perusahaan mapan cenderung tertinggal. Skalanya yang besar seringkali membuat mereka bergerak lambat. Pada sisi lain, startup memiliki kemampuan untuk bergerak cepat dan sangat terspesialisasi. Ketangkasan dan fleksibilitas mereka menjadikan startup lebih unggul dalam menciptakan solusi berbasis teknologi. 

Dengan cepat mereka mampu menguasai teknologi yang disruptif seperti kecerdasan buatan (AI), Big Data, internet of things (IoT), robotik, dan lain sebagainya. Dua hal inilah yang membuat startup menjadi mitra yang cocok bagi perusahaan mapan untuk berkolaborasi dalam inovasi. Melalui kolaborasi seperti dalam open innovation, perusahaan mapan dapat memanfaatkan keahlian dan fleksibilitas startup untuk menghadapi tantangan bisnis. 

“Daripada memusatkan semua upaya inovasi dalam R&D internal, organisasi dapat memanfaatkan kreativitas dan pengetahuan tim internal dan eksternal melalui Inovasi Terbuka dan proyek inovatif dengan solusi yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis.

Menurut, Fiter Bagus, open innovation memiliki sejumlah manfaat utama bagi perusahaan, yakni mengurangi risiko dan biaya inovasi yang besar, berinovasi dengan cepat berkat ketangkasan startup, hingga memiliki spesialisasi di bidang tertentu.

“Dengan berinovasi bersama startup, perusahaan mendapatkan keuntungan yang signifikan karena potensi mereka untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan produktivitas, mendapatkan paparan model bisnis baru, dan meningkatkan penjualan dengan menemukan peluang baru untuk pertumbuhan,” jelas Fiter Bagus.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/praktik-win-win-solution-antara-perusahaan-dan-startup-di-basque-country-spanyol/feed/ 0
Patriotamat Locakzp https://designthinking.id/gaya-hidup/melon-watermelon-innovation-day-di-spanyol-soroti-inovasi-pertanian-terbaru/ https://designthinking.id/gaya-hidup/melon-watermelon-innovation-day-di-spanyol-soroti-inovasi-pertanian-terbaru/#respond Thu, 27 Jul 2023 08:01:31 +0000 https://designthinking.id/?p=1372 Bulan Juli ditandai dengan semangat inovasi dalam industri pertanian khususnya sektor buah-buahan, karena ajang “Melon and Watermelon Innovation Day” hadir untuk memamerkan inovasi terbaru dalam varietas melon dan semangka. Diselenggarakan pada 27 Juni hingga 6 Juli 2023, sejumlah perusahaan benih terkemuka turut hadir dan membagikan pengalaman inovasi mereka. 

Pameran inovasi “Melon and Watermelon Innovation Day” menawarkan kesempatan langka bagi para petani dan tenaga profesional lainnya untuk melihat langsung sekaligus mempelajari inovasi terbaru yang dibawa perusahaan-perusahaan besar di industri pertanian. Sebut saja perusahaan benih terkemuka seperti Seminis, Enza Zaden, Nunhems, Rijk Zwaan, Semillas Fitó, Syngenta, dan masih banyak lagi yang turut hadir memamerkan hasil inovasi terbaru mereka di Murcia, Spanyol.

Kota Murcia sendiri dipilih karena popularitasnya sebagai produsen melon dan semangka terbesar di Spanyol. Menurut Proexport, asosiasi produsen dan eksportir buah dan sayuran Murcia, kota itu menyumbang sekitar 50% dari total ekspor buah melon di Spanyol. Pada 2022, Murcia mengekspor 169.019 ton melon senilai 143 juta euro.

Sementara untuk semangka, Murcia menghasilkan 20% dari total ekspor semangka Spanyol. Menjadikannya pengekspor semangka terbesar kedua setelah Andalusia dengan total ekspor mencapai 129.861 ton semangka senilai 82,8 juta euro hanya pada 2022.

Dalam hal produksi, kota yang berada di tenggara Spanyol ini mencurahkan 4.609 hektar lahan pertanian hanya untuk menanam melon atau sekitar 28,4% dari total lahan perkebunan melon di Spanyol. Sedangkan 2.788 hektar lahan lainnya didedikasikan untuk produksi semangka, yang menyumbang 12,9% dari total nasional. Pada 2022, Murcia menghasilkan 181.883 ton semangka dan 171.744 ton melon. Angka ini setara dengan 15,63% dan 32,8% dari total produksi nasional untuk masing-masing komoditi tersebut.

Adapun di Murcia, varietas semangka tanpa biji menjadi jenis semangka yang banyak diproduksi baik untuk ekspor maupun untuk pasar nasional. Diikuti melon Piel de Sapo untuk pasar nasional. 

Menghadapi Tantangan Iklim dengan Open Innovation

Inisiatif “Melon and Watermelon Innovation Day” sekaligus ditujukan untuk memposisikan Kota Murcia sebagai pusat inovasi agronomi dan genetik. Melalui “Melon and Watermelon Innovation Day”, Murcia membuka pintu bagi para peserta untuk menyaksikan varietas melon dan semangka terbaik yang dihasilkan dari upaya penelitian dan pengembangan terdepan dalam industri tersebut.

Pameran inovasi “Melon and Watermelon Innovation Day” juga penting untuk menambah wawasan para petani terkait dampak perubahan iklim bagi produksi mereka. Mengingat produsen melon dan semangka di Spanyol tengah dilanda cuaca buruk yang mengakibatkan gagal produksi dan melonjaknya harga kedua komoditas buah itu di pasaran.

Asosiasi Proexport menjelaskan fenomena hujan es dan hujan lebat yang melanda Murcia telah menghancurkan sebagian lahan pertanian dan menyebabkan peningkatan masalah fitosanitari atau kesehatan tumbuhan, seperti jamur dan Powdery Mildew di wilayah tersebut.

La Unió Llauradora atau serikat pertanian peternakan Spanyol, memperkirakan cuaca buruk akan mengakibatkan produsen melon dan semangka di wilayah Spanyol lainnya, seperti Valencia, diperkirakan menderita kerugian langsung sebesar 44 juta Euro (sekitar Rp736 miliar) pada 2023.

Atas dasar itu, Fernando Gomez, Direktur Umum Proexport, menekankan pentingnya inovasi dalam sektor agrikultur agar tidak hanya untuk menghasilkan produk buah-buahan yang unggul tapi juga memastikan industri pertanian mampu beradaptasi dengan tantangan krisis iklim yang tak terhindarkan.

“Investasi dalam penelitian dan pengembangan sangat penting untuk pertanian. Dalam kasus melon dan semangka, produsen mencari bahan tanaman yang memberikan lebih banyak rasa, warna, aroma dan tekstur yang menarik, ketahanan terhadap hama dan penyakit, optimalisasi pasokan atau adaptasi terhadap perubahan iklim, di antara banyak faktor lainnya,” kata Fernando Gomez, Direktur Umum Proexport.

Ragam Inovasi yang Dipamerkan

Salah satu hasil inovasi yang dipamerkan adalah rangkaian melon Charentais oleh HM.Clause, perusahaan benih terkemuka yang terkenal akan benih melonnya. Inovasi HM.Clause terletak pada benih yang mampu ditanam dalam cuaca dan kondisi tanah yang berbeda. Di mana proses penanaman bisa disesuaikan dengan metode penanaman yang berbeda, yang pada akhirnya memungkinkan pasokan sepanjang tahun. Buah yang dihasilkan juga memiliki umur simpan yang lebih lama tanpa menurunkan kualitas rasa.

Selain HM.Clause, produsen benih terkemuka lainnya, Hazera, turut memperkenalkan rangkaian hasil inovasi mereka salah satunya budidaya semangka yang tahan akan Powdery Mildew atau jamur yang menyerang berbagai tanaman. 

Inovasi ini disebut-sebut merupakan pencapaian inovasi genetik dalam sektor pertanian semangka yang sangat bermanfaat bagi para petani, khususnya petani organik. Pasalnya, Powdery Mildew dapat menginfeksi berbagai macam tanaman dan menurunkan kualitas dan kuantitas bunga dan buah yang dihasilkan.

Selain melihat rangkaian inovasi terbaru, petani lokal yang menghadiri “Melon and Watermelon Innovation Day” juga berkesempatan berinteraksi dengan para ahli dan pakar pertanian, bertukar pengetahuan, dan mengeksplorasi potensi kemajuan dalam budidaya dan teknologi tanaman.

Lebih lanjut, pameran inovasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi melon dan semangka. Termasuk memberikan dampak positif bagi industri pertanian secara keseluruhan.

Meluasnya Praktik Inovasi di Sektor Pertanian

Dewasa ini, inovasi telah mewarnai seluruh rantai nilai agrikultur mulai dari praktik pertanian, produk hingga layanan pesan antar makanan. Dalam industri pertanian, inovasi yang konstan tak bisa lagi disangkal.

Laporan bertajuk The State of Open Innovation in Agri-food Sector 2022, industri pertanian tengah dihadapkan pada perubahan gaya hidup konsumen yang menuntut produk makanan yang lebih sehat, dan menerapkan prinsip berkelanjutan. Ditambah perubahan iklim yang menantang sektor tersebut.

Dengan tantangan yang kian besar, perusahaan makin sulit untuk bekerja sendiri. Faktanya, lebih dari 90% perusahaan pada sektor pertanian berencana berinvestasi dalam inovasi terbuka atau open innovation dalam 3 tahun mendatang. 

Fiter Bagus Cahyono, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang mengkhususkan diri pada inovasi, menerangkan bahwa open innovation semakin dilirik karena mendorong perusahaan yang sudah mapan sekalipun untuk mempercepat  proses inovasi mereka dan sekaligus meningkatkan kreativitas internal, karena inspirasi dan motivasi yang berasal dari proses ini.

get the facts

“Dengan industri yang makin positif dalam menyambut manfaat open innovation, laporan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan inovasi satu ini menjadi seperangkat alat untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan,” ujar Fiter Bagus.

Menurut Fiter Bagus, kolaborasi melalui open innovation berperan penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang berarti dan menciptakan masa depan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. 

“Open innovation dapat menarik lebih banyak pendanaan dan dukungan untuk inovasi pertanian dari berbagai sumber, sekaligus membuka jalan bagi proyek inovatif yang berpotensi menghadirkan manfaat besar bagi pertanian dan masyarakat,” jelas Fiter Bagus.

Sebagai pelopor awal ekosistem open innovation di Indonesia, Innovesia membuka kesempatan bagi setiap elemen dalam industri pertanian untuk memanfaatkan berbagai keahlian dan sumber daya eksternal dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan keberlanjutan.

]]>
https://designthinking.id/gaya-hidup/melon-watermelon-innovation-day-di-spanyol-soroti-inovasi-pertanian-terbaru/feed/ 0