Roche Diagnostics – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Thu, 23 Nov 2023 04:40:33 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Roche Diagnostics – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Open Innovation Mungkinkan FibriCheck Penuhi Kebutuhan Pasien Fibrilasi Atrium https://designthinking.id/kesehatan/open-innovation-mungkinkan-fibricheck-penuhi-kebutuhan-pasien-fibrilasi-atrium/ https://designthinking.id/kesehatan/open-innovation-mungkinkan-fibricheck-penuhi-kebutuhan-pasien-fibrilasi-atrium/#respond Mon, 25 Sep 2023 06:23:42 +0000 https://designthinking.id/?p=1594 Jantung merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Dalam keadaan normal, jantung berdetak dengan irama beraturan agar dapat mengalirkan darah dari serambi ke bilik jantung, untuk selanjutnya dialirkan ke seluruh jaringan tubuh manusia. Namun, pada fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi (AF), irama jantung cenderung tidak teratur, yang dalam keadaan parah dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung.

Mengingat kondisi ini utamanya disebabkan karena usia, penyakit jantung bawaan dan pola hidup tidak sehat, CDC memperkirakan, 12,1 juta orang di Amerika Serikat akan menderita fibrilasi atrium pada tahun 2030. Sementara di Eropa, diperkirakan 14 hingga 17 juta penduduk benua biru akan menderita fibrilasi atrium pada tahun 2030, dengan 120.000 hingga 215.000 kasus baru setiap tahunnya.

Walaupun kondisi ini umumnya tidak mengancam jiwa, fibrilasi atrium yang tidak diobati dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit serius tertentu, seperti gagal jantung, diabetes, demensia, hipertensi, bahkan stroke. Sayangnya bagi banyak orang, fibrilasi atrium tidak menunjukkan gejala. Sekitar 40% pasien fibrilasi atrium tidak pernah merasakan gejala apapun sehingga sering kali tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut.

Menciptakan Solusi Medis Melalui Kolaborasi

Pasalnya walaupun tanpa gejala, fibrilasi atrium sebenarnya bisa dicegah dengan diagnosa dini melalui perangkat digital berbasis teknologi elektrokardiogram (EKG) untuk mengukur ritme jantung dan photoplethysmograph (PPG), yang dapat mendeteksi perubahan volume darah menggunakan sensor optik.

Pengetahuan inilah yang membuat Jochen Hurlebaus, Head of Digital Health Innovation di Roche Diagnostic memperkenalkan FibriCheck, yang menyediakan aplikasi ponsel cerdas bersertifikat medis yang dapat digunakan untuk mendeteksi atau memantau irama jantung tidak teratur, seperti fibrilasi atrium.

Roche Diagnostics meyakini bahwa untuk melahirkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, dibutuhkan kolaborasi antar lembaga dan tak ada satu entitas pun yang mampu memulai transformasi perangkat atau layanan medis tanpa berkolaborasi.

Melalui program inovasi terbuka atau open innovation bertajuk Startup Creasphere, tim gabungan Roche Diagnostics dan FibriCheck mengeksplorasi bagaimana solusi digital yang dimiliki aplikasi FibriCheck dapat diperkuat untuk skrining pasien fibrilasi atrium yang tidak terdiagnosis.

Dua skenario kolaborasi yang berbeda pun muncul. Pada proyek pertama, tim gabungan kedua perusahaan melakukan pengujian dengan menawarkan aplikasi FibriCheck secara gratis selama minggu untuk memastikan bagaimana pengguna berinteraksi terhadap aplikasi tersebut.

Sementara itu, proyek kedua mengeksplorasi prototype yang dapat melengkapi proses skrining dan diagnosis fibrilasi atrium dengan stratifikasi risiko dan panduan terapi potensial untuk para pasien. Salah satu instrumen terbaru yang tersedia adalah skor ABC yang menggunakan usia, data biomarker, serta riwayat klinis untuk menilai kondisi terkini pasien  fibrilasi atrium yang didiagnosis.

Kolaborasi Roche Diagnostics dan FibriCheck berhasil menawarkan akses langsung ke hasil pengukuran yang membantu pasien fibrilasi atrium memantau ritme jantung mereka kapan saja dan di mana saja. Memanfaatkan kemampuan digital platform Extra Horizon, sebuah platform backend-as-a-service khusus medis, aplikasi FibriCheck mampu menawarkan layanan terintegrasi solusi yang memberi pasien opsi untuk mendapatkan peninjauan hasil diagnosa oleh tim medis langsung.

Dengan merangkul perkembangan teknologi dan kolaborasi, startup seperti FibriCheck mampu terus beradaptasi untuk menyempurnakan bisnis mereka guna mendapatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Melalui kolaborasi bersama Roche Diagnostics, FibriCheck mampu memenuhi kebutuhan pasien yang belum terpenuhi dan memberikan rasa aman pada setiap pasien fibrilasi atrium.

“Merupakan kenyataan bahwa perusahaan layanan kesehatan digital seperti FibriCheck mengubah cara pasien dikelola secara klinis. Semakin dini kita menghadapi kenyataan ini dan menjajaki sinergi tanpa bias, semakin baik kesiapan kita untuk mendorong transformasi digital. Saya senang Startup Creasphere menyediakan kerangka pragmatis untuk mengevaluasi potensi solusi digital,” ujar Bjoern Schwanhaeusser, yang kini menjabat Global Project Leader Critical Care & Women`s Health di Roche Diagnostics.

Yakin bahwa selalu ada peluang untuk inovasi, FibriCheck berkomitmen untuk terus melangkah maju dan menghadirkan solusi-solusi baru yang tidak terbatas. Termasuk berkolaborasi untuk menjangkau sebanyak mungkin pasien dan memberdayakan masyarakat untuk mengelola kesehatan mereka dengan lebih baik. Bersama Roche Diagnostics, FibriCheck akan terus mengidentifikasi peluang inovasi untuk meningkatkan layanan medis terkait penyakit gagal jantung, yang merupakan fokus Roche Diagnostics.

“Kami mendapat banyak manfaat dari kerja sama dengan Roche dan jaringannya, serta mampu membuka area bisnis baru dan tumbuh secara internasional,” ujar Bieke Van Gorp, Co-founder di FibriCheck.

]]>
https://designthinking.id/kesehatan/open-innovation-mungkinkan-fibricheck-penuhi-kebutuhan-pasien-fibrilasi-atrium/feed/ 0
Roche Diagnostics Ungkap Transformasi Industri Perangkat Medis Dimulai dari Kolaborasi https://designthinking.id/kesehatan/roche-diagnostics-ungkap-transformasi-industri-perangkat-medis-dimulai-dari-kolaborasi/ https://designthinking.id/kesehatan/roche-diagnostics-ungkap-transformasi-industri-perangkat-medis-dimulai-dari-kolaborasi/#respond Thu, 21 Sep 2023 06:14:09 +0000 https://designthinking.id/?p=1582 Secara definisi, open innovation atau inovasi terbuka merupakan upaya mendapatkan pengetahuan atau bahkan solusi atas suatu permasalahan dari pihak internal dan eksternal perusahaan. Jika sebelumnya perusahaan berpegang pada gagasan bahwa inovasi yang efisien adalah tentang kontrol tertentu atas proses inovasi, transformasi teknologi kini memaksa pelaku bisnis untuk meninggalkan gagasan itu dan mengadopsi inovasi berbasis kolaborasi tak terkecuali dengan pihak eksternal perusahaan.

Open innovation yang memanfaatkan kebijaksanaan dan keahlian kolektif dari dalam dan luar perusahaan, secara luas diyakini mampu mempercepat pengembangan teknologi medis yang inovatif.

Platform inovasi yang menghubungkan dan mendorong kolaborasi berbagai pelaku industri itu didirikan Roche Diagnostics untuk meningkatkan kemampuan analisis data dan praktik klinis guna meningkatkan pengalaman pasien di seluruh rangkaian perawatan.

Menurutnya, tidak ada satu entitas pun yang dapat menghadapi transformasi teknologi perangkat medis sendirian. Kolaborasi di seluruh industri layanan kesehatan lah yang dinilai Bao mampu mendorong Roche Diagnostics menghadirkan inovasi-inovasi yang tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tapi juga memberdayakan masyarakat untuk mengelola kesehatan mereka dengan lebih baik.

Itulah sebabnya kolaborasi di seluruh industri layanan kesehatan dinilai Roche Diagnostics sangatlah penting. Pemahaman inilah yang mendorong Roche Diagnostics untuk merangkul pendekatan open innovation, sebuah langkah yang Bao anggap penting guna memastikan keberlangsungan dan kesuksesan perusahaan di masa depan.

Memperluas Peluang Inovasi melalui Startup Creasphere

Sosok Wendy Bao dalam wawancara bersama Korea Biomedical Review (Sumber: Koreabiomed.com)

Startup Creasphere telah menjadi inisiatif yang paling menonjol dalam perjalanan inovasi Roche Diagnostics. Melalui Startup Creasphere, Roche Diagnostics terus memperluas upaya kerja sama dengan para inovator untuk memberikan para profesional di laboratorium, dokter, peneliti, dan pasien ke akses layanan kesehatan dan perangkat medis yang cerdas.

Platform inovasi kesehatan digital global itu telah berhasil menghubungkan startup dengan mitra perusahaan terkemuka untuk mendorong transformasi industri layanan kesehatan melalui kolaborasi.

Menurut Bao, Startup Creasphere telah mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang mendorong Roche Diagnostics memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dan pasien dalam rangka meningkatkan keseluruhan penawaran perusahaan.

“Startup Creasphere memberikan peluang unik bagi startup untuk berkolaborasi dengan Roche Diagnostics,” kata Bao.

Beberapa inovasi paling terkenal yang telah dihasilkan dari inisiatif Startup Creasphere adalah kolaborasi dengan Cobas Pulse dalam menciptakan cobas® pulse system, perangkat manajemen glukosa darah profesional pertama yang dilengkapi dengan solusi digital yang terintegrasi sehingga mampu membantu meningkatkan perawatan pasien.

Juga kolaborasi bersama startup FibriCheck dalam mengeksplorasi bagaimana solusi digital seperti aplikasi FibriCheck dapat menambah nilai bagi perawatan pasien fibrilasi atrium, misalnya skrining untuk pasien yang tidak terdiagnosis.

Kesuksesan inilah yang mendorong Roche Diagnostics memperluas jangkauan Startup Creasphere ke kawasan Asia Pasifik guna menjaring lebih banyak startup dengan solusi digital yang mampu meningkatkan perawatan pasien.

“Kemitraan yang sukses ini menunjukkan potensi program ini dalam menumbuhkan inovasi dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi industri layanan kesehatan, itulah sebabnya kami membawa program ini ke APAC,” katanya.

Di Asia Pasifik, Wendy Bao menjelaskan Startup Creasphere ditujukan untuk menciptakan solusi digital yang mampu meningkatkan pemantauan pasien jarak jauh dan pengalaman pasien secara keseluruhan.

“Perawatan terdesentralisasi merupakan solusi yang belum tentu menjadi alat diagnostik namun dapat memungkinkan pemantauan pasien jarak jauh dan meningkatkan perjalanan pasien secara keseluruhan. Kami sedang mencari cara untuk menghadirkan solusi perawatan terdesentralisasi ke dalam platform perusahaan untuk memberikan solusi yang lebih komprehensif,” ujar Wendy Bao.

Ke depannya, Wendy Bao percaya bahwa open innovation akan memperbesar kontribusi Roche Diagnostics terhadap transformasi layanan kesehatan.

“Kompleksitas dan kecepatan transformasi layanan kesehatan memerlukan pendekatan kolaboratif, dan saya melihat Roche Diagnostics sebagai pemain kunci dalam perjalanan ini,” kata Wendy Bao.

]]>
https://designthinking.id/kesehatan/roche-diagnostics-ungkap-transformasi-industri-perangkat-medis-dimulai-dari-kolaborasi/feed/ 0