Ramah Lingkungan – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Thu, 23 Nov 2023 04:41:13 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Ramah Lingkungan – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Asian Games Hangzhou Rendah Karbon dengan Platform Kecerdasan Buatan https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-rendah-karbon-dengan-platform-kecerdasan-buatan/ https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-rendah-karbon-dengan-platform-kecerdasan-buatan/#respond Mon, 16 Oct 2023 06:46:39 +0000 https://designthinking.id/?p=1637 Maskot memang menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan satu acara dan acara lainnya. Dalam konteks Asian Games, setiap maskot memiliki keunikan karena menggambarkan budaya dan nilai-nilai dari negara tuan rumah, begitu juga dengan Asian Games di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Sekilas, tak ada yang berbeda dengan Congcong, Lianlian, dan Chenchen, tiga boneka robot berjuluk ”The Smart Triplets” atau ”Si Kembar Tiga yang Cerdas” dipilih sebagai maskot Asian Games Hangzhou. Ketiganya dipilih sebagai lambang transformasi peradaban baik di Hangzhou maupun Tiongkok yang mengombinasikan warisan budaya dengan keunggulan ragam inovasi teknologi.

Uniknya, ketiga boneka itu dilengkapi dengan QR code atau kode batang yang bisa dipindai. Namun, bukan deskripsi atau arti dari masing-masing maskot yang muncul melainkan sumber produksi hingga jejak karbon atau carbon footprint yang dihasilkan dari proses produksinya.

Ketika di klik, tautan menunjukkan bahwa Chenchen, Congcong, dan Lianlian—memiliki jejak karbon masing-masing sebesar 1,59 kilogram setara karbon dioksida (kg CO2e) per produk. Besaran emisi itu dilaporkan berasal dari penggunaan listrik, bahan baku, dan pengemasan.

Boneka maskot Asian Games ke-19 (Sumber: hangzhou22.cn)

Namun, berkat komitmen produsen dan pemerintah Tiongkok dalam penggunaan energi bersih, jejak karbon setiap boneka dari salah satu maskot itu berhasil dikurangi hingga 0,15 kg CO2e per item, serta mereduksi emisi 1,59 kg CO2e setiap produk dengan skema kredit karbon. Artinya, 1,59 kg CO2e emisi yang sebelumnya dihasilkan dari produksi boneka itu telah berhasil dihilangkan.

Melalui platform ini, para atlet, relawan, kru dan seluruh tamu undangan yang tinggal di Asian Games Villages mengetahui besaran emisi dari setiap aktivitas atau produk yang mereka temui di kawasan tersebut. Harapannya, partisipan dapat terdorong untuk mengadopsi aktivitas atau gaya hidup rendah karbon selama menikmati Asian Games Hangzhou.

Langkah ini diambil Alibaba Cloud untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan mengingat emisi berbasis konsumsi dari produksi barang dan jasa serta aktivitas rumah tangga menyumbang sekitar 53% dari total emisi karbon dioksida di Tiongkok pada tahun 2019, menurut  penelitian Chinese Academy of Sciences yang diterbitkan pada tahun 2021.

Untuk lebih memotivasi peserta Asian Games Hangzhou, Alibaba Cloud juga menyiapkan rewards bagi peserta. Di mana baik atlet, kru, relawan dan tamu undangan yang tinggal di kawasan Asian Games Villages dapat memindai kode batang untuk mencatat aktivitas rendah karbon mereka di aplikasi web. Mulai dari tidak menggunakan kantong plastik ketika berbelanja di supermarket, menggunakan kendaraan umum bertenaga listrik, hingga mengambil foto piring bersih usai makan untuk mengurangi limbah makanan.

Semakin banyak aktivitas rendah karbon yang mereka lakukan, partisipan dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan pin bertema Asian Games edisi terbatas dan produk yang bersertifikat rendah karbon, seperti tas, pakaian, dan boneka di Low Carbon Store yang berdiri di Asian Games Villages.

Membantu Perusahaan Mengurangi Emisi

Platform Energy Expert dalam gelaran Asian Games ke-19 (Sumber: alizila)

Alibaba Cloud juga menerapkan platform keberlanjutan Energy Expert untuk membantu mengurangi emisi dalam produksi produk berlisensi Asian Games dan operasional harian toko-toko di Asian Games Villages, seperti dalam produksi boneka maskot Asian Games Hangzhou. Melalui platform Energy Expert, pabrik Hangzhou Kayford Branding Co., Ltd yang memproduksi boneka Lianlian telah sukarela mengurangi emisi karbon.

Menariknya, perusahaan seperti Hangzhou Kayford Branding Co., Ltd tidak lagi perlu membangun ruang server sendiri mengingat platform Energy Expert berbasis teknologi cloud computing atau komputasi awan.

Cloud memanfaatkan internet sebagai pusat pengolahan dan manajemen data, serta pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang memudahkan kerja manusia. Inilah yang terjadi pada Energy Expert, dengan memungkinkan setiap perusahaan dari berbagai industri menghitung besaran jejak karbon dari operasional serta keseluruhan value chain mereka.

“Dengan teknologi (Energy Expert), industri mengetahui jejak karbonnya dan berupaya membatasinya,” kata William Xiong, Wakil Presiden, Alibaba Cloud Intelligence dan General Manager Enterprise Service Cloud.

Selama gelaran Asian Games Hangzhou, platform berbasis Energy Expert yang disediakan Alibaba Cloud telah menarik lebih dari 310.000 kunjungan untuk berpartisipasi dalam kegiatan rendah karbon di seluruh kawasan Asian Games Villages. Lebih dari 7 ton karbon juga berhasil dikurangi sejak pembukaan desa Asian Games Hangzhou pada tanggal 16 September. Sementara di luar ajang Asian Games, Energy Expert telah melayani sekitar 2.900 perusahaan.

“Alibaba Cloud telah terbukti keahliannya dalam mendukung inisiatif keberlanjutan organisasi dan acara olahraga dengan teknologi digital,” kata William Xiong, Wakil Presiden, Alibaba Cloud Intelligence dan General Manager Enterprise Service Cloud.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-rendah-karbon-dengan-platform-kecerdasan-buatan/feed/ 0
Asian Games Hangzhou Buktikan Komitmen Tiongkok Menuju Sustainability https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-buktikan-komitmen-tiongkok-menuju-sustainability/ https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-buktikan-komitmen-tiongkok-menuju-sustainability/#respond Fri, 13 Oct 2023 08:05:13 +0000 https://designthinking.id/?p=1639

Gelaran Asian Games Hangzhou tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet bertalenta, tetapi juga ajang unjuk gigi pemerintah Tiongkok dalam memerangi perubahan iklim.

Setelah melewati 15 hari kompetisi olahraga yang sengit, Asian Games ke-19 resmi berakhir dengan upacara penutupan yang berlangsung di Stadion Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Lebih dari 12.000 atlet dari seluruh Asia merayakan pencapaian dan kerja keras mereka selama berkompetisi di 480 cabang olahraga.

Uniknya, meski tanpa atraksi kembang api yang identik dengan perayaan, upacara penutupan Asian Games Hangzhou tetap berlangsung meriah berkat pertunjukkan pesta audiovisual yang didukung oleh teknologi mutakhir. Berkat teknologi kontrol numerik komputer atau computer numerical control (CNC), lapangan stadion diubah menjadi layar dengan 40.000 titik cahaya. Teknologi ini berhasil mengubah rumput lapangan sepak bola menjadi palet warna raksasa yang menyambut para atlet dengan warna dan gambar penuh kilau yang senantiasa berubah-ubah.

Selama 85 menit, ribuan atlet dan tamu undangan yang datang disuguhkan dengan layar proyeksi visual yang memperlihatkan simbol-simbol dari setiap cabang olahraga, proyeksi seribu teratai dan bunga osmanthus raksasa yang merupakan ciri khas Hangzhou. Tak luput pembawa obor digital yang diberi nama “Pioneer” yang melambangkan jutaan orang dalam estafet obor digital.

Upacara penutupan Asia Games ke-19 di Hangzhou, Tiongkok (Sumber: CMG)

Menggabungkan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), Asian Games Hangzhou telah mengurangi emisi jejak karbon melalui penggantian pesta kembang api yang berpolusi dengan kemeriahan audiovisual yang terkesan nyata nan memukau.

“Melalui bunga virtual, Anda dapat merasakan kekuatan alam, kemanusiaan, dan teknologi,” ujar Cui Wei, Wakil Direktur Upacara Penutupan Asian Games ke-19.

Digelar di tengah tantangan keberlanjutan yang semakin digaungkan, pemerintah Tiongkok telah mengambil sikap tegas dalam komitmennya menyelenggarakan Asian Games ke-19 secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk dalam hal pembangunan venue, pasokan energi, dan operasional acara.

Venue Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Stadion Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok (Sumber: Xinhua)

Di antara 56 venue yang digunakan dalam gelaran Asian Games ke-19 di Hangzhou, hanya 12 venue di antaranya yang baru dibangun sementara puluhan sisanya sekedar direvitalisasi atau dibangun sementara untuk gelaran tersebut. Pembangunan venue-pun dilakukan dengan menganut prinsip ramah lingkungan, cerdas dan hemat sepenuhnya.

Qiu Peihuang, Direktur Departemen Venue, Komite Penyelenggara Asian Games Hangzhou, menjelaskan pembangunan venue dilakukan dengan melibatkan teknologi building information modeling (BIM) yang mampu mensimulasikan seluruh informasi terkait proyek pembangunan ke dalam model tiga dimensi.

Venue Asian Games ke-19 di Hangzhou, Tiongkok (Sumber: Hangzhou2022.cn)

Selain dari proses konstruksi, seluruh venue Asian Games ke-19 di Hangzhou dipastikan menggunakan listrik ramah lingkungan. Bersumber dari tenaga fotovoltaik di Cekungan Qaidam, Kota Jiayuguan, dan Dataran Tinggi Loess di barat laut Tiongkok, serta energi angin dari Hami, Daerah Otonomi Uygur Xinjiang, gelaran Asian Games ke-19 diyakini telah  memangkas penggunaan 76.000 ton batubara dan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 15.200 metrik ton.

“Semua listrik kami adalah listrik ramah lingkungan. Semua venue harus menggunakan listrik ramah lingkungan selama kompetisi,” ujar Qiu Peihuang.

Walaupun ajang Asian Games ke-19 di Hangzhou telah berakhir, gedung-gedung olahraga yang baru dibangun khusus untuk ajang olahraga se-Asia itu akan dialih fungsikan menjadi pusat kebugaran bagi warga setempat.

Qiu Peihuang menekankan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk mengalih fungsikan venue Asian Games menjadi lokasi komersial seperti konser musik, pesta, atau bahkan kompetisi olahraga tingkat lokal dan nasional. Semuanya telah dipikirkan dengan matang bahkan sebelum proses konstruksi dilakukan.

“Kami telah sepenuhnya mempertimbangkan penggunaan kembali tempat dalam periode perencanaan dan konstruksi. Di satu sisi banyak venue yang akan menjadi pusat kebugaran warga di beberapa daerah, dan di sisi lain banyak venue yang akan bekerjasama dengan perusahaan komersial. Sebenarnya, selama setahun terakhir operasi uji coba, banyak venue telah mengadakan konser, pesta, kegiatan olahraga,” tutur Qiu Peihuang.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-buktikan-komitmen-tiongkok-menuju-sustainability/feed/ 0
Buktikan Komitmen Berkelanjutan Perusahaan, United Tractors Raih Sertifikat Greenship Net Zero Healthy Building https://designthinking.id/teknologi/buktikan-komitmen-berkelanjutan-perusahaan-united-tractors-raih-sertifikat-greenship-net-zero-healthy-building/ https://designthinking.id/teknologi/buktikan-komitmen-berkelanjutan-perusahaan-united-tractors-raih-sertifikat-greenship-net-zero-healthy-building/#respond Mon, 09 Oct 2023 07:42:15 +0000 https://designthinking.id/?p=1613 Krisis iklim dan seiring cita-cita Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060, mengurangi emisi gas rumah kaca kian menjadi langkah krusial yang harus ditempuh. Tak terkecuali dalam mendesain bangunan yang ramah lingkungan. Pasalnya, bangunan bertanggung jawab atas 39% emisi karbon global dan menjadikannya sebagai sektor penyumbang terbesar terhadap perubahan iklim.

Atas dasar itu untuk mencapai emisi nol bersih guna mempertahankan suhu di bawah batas 1,5 derajat Celcius, emisi global dari bangunan harus dikurangi sebesar 90% dari tingkat emisi tahun 2015. Tujuan ini tentunya hanya bisa ditempuh melalui peningkatan efisiensi, pengurangan permintaan energi dan elektrifikasi, sekaligus dekarbonisasi secara menyeluruh di sektor kelistrikan dan langkah inilah yang berusaha dicapai oleh United Tractors.

Sebagai penyandang sertifikat Greenship Net Zero Healthy Building, United Tractors sekali lagi telah membuktikan komitmennya terhadap infrastruktur berkelanjutan dengan membangun gedung-gedung ramah lingkungan yang mengedepankan kesehatan dan kebersihan ekosistem.

Menciptakan Gedung Kantor yang Berkelanjutan dengan Merangkul Energi Terbarukan

United Tractors raih Rekor Muri (Sumber: UT)

Gedung kantor pusat United Tractors yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur dibangun dengan kombinasi desain arsitektur tropis dengan bangunan komersial industri modern, di mana eksterior maupun interior gedung telah menerapkan konsep ramah lingkungan yang berkesinambungan. Mengusung konsep net zero carbon, gedung ini memanfaatkan sumber daya terbarukan, panel surya, untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi operasional gedung.

Selain bergantung pada sumber energi terbarukan yang merupakan salah satu penilaian sertifikasi Greenship Net Zero Healthy Building, gedung United Tractors juga telah memenuhi tiga kriteria lainnya, yakni penggunaan ventilasi dan pencahayaan alami; optimalisasi kinerja sistem pendingin udara, penerangan dan peralatan lainnya; juga menciptakan kualitas udara yang sehat dan nyaman dalam gedung.

Bagaimana tidak, gedung United Tractors memiliki area dengan luas keseluruhan 10.591 meter persegi, di mana 45% luas area terdiri dari lahan hijau, vertical garden, dan roof garden. Tak hanya itu, 69.83% luas area gedung juga menggunakan cahaya alami sebagai sumber pencahayaan utama. Sementara sisanya didesain menggunakan kaca yang dilaminasi sehingga bisa menambah jumlah cahaya matahari yang masuk.

Meski bergantung pada tenaga surya untuk pencahayaan, suasana di dalam gedung United Tractors tidak lantas menjadi lebih panas. Hal ini menjadi mungkin karena gedung United Tractors didesain sedemikian rupa sehingga memiliki nilai overall thermal transfer value (OTTV) atau konservasi energi pada bangunan yang mengatur nilai perpindahan panas pada fasad dinding bangunan, yang rendah. Alhasil, radiasi matahari tidak langsung masuk ke dalam gedung yang membuat udara di dalam bangunan tetap sejuk.

Gedung kantor United Tractors juga didesain hemat air, di mana penggunaan air tercatat 44.14% lebih rendah dari baseline, dengan penggunaan fitur air yang sesuai dengan kapasitas buangan di bawah standar maksimum kemampuan alat keluaran air. Kebutuhan untuk flushing dan gardening juga telah difasilitasi dari air daur ulang grey water.

United Tractors gunakan panel surya sebagai sumber energi operasional gedung kantor (Sumber: UT)

Mengingat operasional bisnis tak lepas dari sampah, gedung United Tractors dilengkapi dengan fasilitas pemilahan sampah terpadu serta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan dan pemanfaatan daur ulang sampah. Anak perusahaan PT Astra International Tbk itu juga mengusung konsep zero run off, untuk mengurangi volume limpasan air hujan hingga 230%. Dengan begitu, limpasan air hujan tidak akan membebani volume drainase kota.

Tak heran jika ketika baru selesai dibangun saja, United Tractors langsung meraih sertifikat Platinum atas bangunan baru dengan pencapaian Platinum dan sedang dalam proses sertifikasi existing building di tahun 2022. Kala itu, gedung United Tractors tercatat menggunakan energi 38% lebih rendah dari baseline gedung baru, dengan total konversi penghematan energi sebesar 1.641.027 kg CO2/tahun.

Kedua sertifikasi dari Green Building Council Indonesia jelas memperlihatkan betapa serius komitmen United Tractors untuk menjadi perusahaan yang sustainable serta dapat terus memberikan dampak positif terhadap kebersihan ekosistem dan lingkungan.

Memastikan Kesehatan Karyawan dan Masyarakat

Diakui sebagai salah satu perusahaan terbaik untuk bekerja di Asia, langkah United Tractors membangun gedung kantor yang ramah lingkungan juga tak terlepas dari upaya perusahaan dalam menciptakan suasana yang positif bagi para pekerjanya. Tentunya dengan memprioritaskan kesejahteraan dan kenyamanan mereka.

Dengan luasnya lahan hijau di area perkantoran, United Tractors mendorong karyawannya untuk menerapkan hidup sehat. Penerapan pola hidup sehat ini juga dilakukan perusahaan dengan menyediakan 100 slot parkir khusus sepeda. Tak hanya itu, perusahaan juga aktif mengatur jumlah konsentrasi karbon dioksida di dalam ruangan agar tidak lebih dari 1.000 ppm, menggunakan sensor karbon dioksida di area dengan tingkat kepadatan tinggi dan memiliki mekanisme untuk mengatur jumlah ventilasi udara luar.

Tak hanya mengutamakan kenyamanan bagi internal perusahaan, United Tractors  juga berkomitmen menciptakan lingkungan positif serta berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Bagi United Tractors, keberlanjutan berarti kehadiran perusahaan yang tidak hanya sekedar menyediakan produk dan layanan berkualitas, melainkan memberi nilai lebih bagi para pemangku kepentingan yang selaras dengan value chain, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/buktikan-komitmen-berkelanjutan-perusahaan-united-tractors-raih-sertifikat-greenship-net-zero-healthy-building/feed/ 0
Rilis iPhone 15, Apple Buktikan Komitmen Perusahaan Capai Netralitas Karbon 2030 https://designthinking.id/uncategorized/rilis-iphone-15-apple-buktikan-komitmen-perusahaan-capai-netralitas-karbon-2030/ https://designthinking.id/uncategorized/rilis-iphone-15-apple-buktikan-komitmen-perusahaan-capai-netralitas-karbon-2030/#respond Wed, 27 Sep 2023 07:09:11 +0000 https://designthinking.id/?p=1604 Siapa yang tak kenal Apple, perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat itu telah dikenal luas akan inovasi yang out-of-the-box dalam setiap lini produknya, khususnya iPhone. Mulai dari Touch ID, desain layar berponi, kamera boba, hingga Dynamic Island, setiap inovasi yang dihadirkan Apple dalam jajaran produk smartphone mereka telah menjadi kiblat atau trendsetter, yang diikuti oleh produsen-produsen gawai pintar di dunia.

Kini, Apple kembali merilis smartphone terbarunya, iPhone 15 yang menjanjikan serangkaian fitur inovatif. Apple melangkah lebih jauh dari yang disyaratkan Uni Eropa dengan tidak hanya mengadopsi USB-C untuk membantu mengurangi limbah elektronik atau e-waste, tapi juga menggunakan lebih banyak bahan daur ulang untuk komponen iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max. Emas yang digunakan Apple untuk melapisi konektor USB-C tersebut misalnya, juga berasal dari emas daur ulang.

Tak hanya itu, sebagai langkah signifikan menuju keberlanjutan, Apple mengumumkan bahwa 20% komponen dari kedua seri dari iPhone 15 itu berasal dari bahan daur ulang. Langkah ini termasuk menggunakan bahan daur ulang untuk semua komponen alumunium, timah, mineral tanah jarang atau rare earth, tembaga dan plastik yang digunakan untuk memproduksi iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max.

Apple gunakan emas daur ulang untuk melapisi konektor USB-C (Sumber: Apple).

Untuk iPhone 15, Apple juga menjanjikan kapasitas baterai yang digadang-gadang lebih tahan lama dari para pendahulunya dengan rentang kapasitas mencapai 3.349 mAh hingga 4.383 mAh untuk seri tersebut. Tak hanya dari segi kapasitas, inovasi dalam komponen baterai iPhone 15 juga berasal dari 100 persen kobalt daur ulang yang semakin memperjelas komitmen Apple untuk mengurangi dampak lingkungan dari setiap produk yang dihasilkan.

Sebagai perusahaan teknologi yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Apple tak hanya bermimpi menjadikan setiap produk yang diproduksinya netral karbon pada tahun 2030, tapi juga memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam membuat, menggunakan, dan mendaur ulang produk Apple, serta membatasi penggunaan ratusan zat berbahaya. Untuk melindungi manusia dan lingkungan, Apple memastikan bahwa iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max bebas dari zat berbahaya seperti berilium, PVC, ftalat, arsenik, merkuri dan kaca layar bebas arsenik.

Selain memelopori penggunaan banyak bahan daur ulang dalam produknya, Apple turut mengakhiri penggunaan kulit di seluruh lini produknya, termasuk aksesori iPhone dan tali jam Apple Watch. Melansir laman resmi perusahaan, Apple mengganti kulit dengan tekstil baru yang disebut FineWoven, yang terbuat dari 68 persen bahan daur ulang dan memiliki emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan kulit. FineWoven akan melengkapi produk casing hingga tali jam Apple Watch Magnetic Link dan Modern Buckle.

Untuk selangkah lebih maju dalam menghilangkan seluruh penggunaan plastik dari kemasan pada 2025, 99% dari kemasan iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max menggunakan serat kayu yang berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. Uniknya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan serat kayu, Apple terlibat secara aktif dalam melindungi dan menciptakan cukup banyak hutan yang dikelola secara bertanggung jawab.

Langkah ini diambil Apple untuk memastikan sumber daya yang mereka gunakan tidak mengganggu fungsi hutan dalam membersihkan udara sekaligus memurnikan sumber air kita.

Mengingat aktivitas distribusi iPhone 15 dari pabrik ke tangan konsumen di seluruh belahan dunia menyumbang sekitar 9% jejak karbon dari seluruh operasional Apple, perusahaan telah beralih ke moda transportasi laut yang diyakini Apple menghasilkan emisi 95 persen lebih sedikit dibandingkan melalui udara.

Langkah Apple Menuju Netralitas Karbon pada 2030

Apple sejauh ini telah mengurangi total emisi sebesar lebih dari 45% sejak tahun 2015, seraya tetap meningkatkan pendapatan hingga 65% lebih besar dalam periode yang sama. Semua tercapai berkat hasil kerja cerdas dan inovasi signifikan yang diterapkan Apple, baik dalam operasional maupun rantai pasokan globalnya.

Dengan menghindari aktivitas yang menghasilkan karbon, Apple telah secara signifikan memperluas implementasi energi terbarukan termasuk memanfaatkan bahan daur ulang. Dalam hal ini, Apple telah memelopori penggunaan banyak bahan daur ulang melalui rekayasa produk kelas dunia, kualifikasi desain yang ekstensif, dan menerapkan aturan yang ketat terhadap rantai pasokan. Sejak 2020, Apple telah menetapkan target yang lebih ambisius untuk mencapai netralitas karbon di seluruh rantai nilai perusahaan pada 2030.

]]>
https://designthinking.id/uncategorized/rilis-iphone-15-apple-buktikan-komitmen-perusahaan-capai-netralitas-karbon-2030/feed/ 0
Kompetisi Inovasi Dorong Pemerintah Bristol Bangun Hunian Ramah Lingkungan yang Terjangkau https://designthinking.id/gaya-hidup/kompetisi-inovasi-dorong-pemerintah-bristol-bangun-hunian-ramah-lingkungan-yang-terjangkau/ https://designthinking.id/gaya-hidup/kompetisi-inovasi-dorong-pemerintah-bristol-bangun-hunian-ramah-lingkungan-yang-terjangkau/#respond Tue, 19 Sep 2023 08:15:06 +0000 https://designthinking.id/?p=1577 Salah satu kota terpadat di Inggris, Bristol, tengah dihadapkan dengan krisis perumahan sekaligus krisis iklim secara bersamaan. Sebagai kota dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, masih banyak penduduk Bristol yang belum memiliki hunian tetap. Tercatat, lebih dari 15.000 individu dan keluarga di Bristol berada dalam daftar tunggu perumahan dan lebih dari 800 rumah tangga berada di akomodasi sementara.

Dengan populasi penduduk yang diproyeksikan meningkat sebesar 15% selama periode 2018-2043 dan mencapai total populasi 532.700 pada tahun 2043, Pemerintah Bristol menargetkan membangun 24.000 rumah baru yang terjangkau pada 2050. Namun, rencana pembangunan puluhan ribu rumah baru ini bukan tanpa risiko.

Pasalnya, perumahan dilaporkan menyumbang sekitar 40% dari total jejak karbon atau carbon footprint di Inggris, di mana separuh dari jumlah tersebut berasal dari energi yang digunakan dalam bangunan dan infrastruktur, dan 28% berasal dari bahan yang digunakan dalam konstruksi bangunan.

Angka-angka ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Bristol yang telah mendeklarasikan darurat iklim pada tahun 2018 dan berkomitmen untuk mencapai net zero emission serta netralitas karbon pada tahun 2030. Mencapai emisi nol bersih jelas sangat penting bagi Bristol mengingat dalam skenario emisi tinggi, pada tahun 2080, Bristol diperkirakan akan mengalami kenaikan permukaan air laut hingga 72 cm di garis pantai Bristol.

Tingkat curah hujan musim dingin bisa meningkat hingga 48% sementara suhu maksimum ketika musim panas diperkirakan meningkat lebih dari 9 derajat Celcius. Lebih parahnya, tingkat curah hujan selama musim panas di Bristol juga diproyeksi menurun hingga 68% pada tahun 2080.

Menghadirkan hunian yang berkelanjutan jelas menjadi prioritas Bristol. Pemerintah harus mampu menghadirkan puluhan ribu hunian tanpa menambah jejak karbon dan menjauhkan Bristol dari bahaya krisis iklim yang mengintainya di masa depan. Pada sisi lain, biaya yang dibutuhkan untuk membangun hunian sejenis ini tentulah tidak murah sehingga hampir mustahil untuk membuatnya tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Atas dasar itu diperlukan model keuangan baru untuk mencapai prioritas netralitas karbon dan perumahan yang terjangkau.

Kepadatan Kota Bristol, Inggris. (Sumber: raconteur.net)

Tantangan ini mendorong pemerintah Bristol untuk menghadirkan solusi yang merangkul kompleksitas dari hubungan tersebut melalui kompetisi inovasi, Bristol Smart City Challenge. Berkolaborasi dengan Nesta Challenge dan UN-Habitat, Bristol Smart City Challenge mencerminkan komitmen pemerintah Bristol dalam mendorong inovasi dan pemahaman akan bagaimana menyeimbangkan kebutuhan dekarbonisasi dengan kebutuhan untuk menciptakan rumah yang benar-benar terjangkau agar dapat memerangi kesenjangan sosial.

“Atas tujuan ini, saya bersemangat untuk bekerja sama dengan Nesta Challenge, dan UN-Habitat dalam menghadirkan tantangan yang tidak mengabaikan kompleksitas masalah ini dan menyambut baik perbincangan tentang solusi bagi keseluruhan masalah,” ujar Marvin Rees, Walikota Bristol.

Melalui Bristol Smart City Challenge, pemerintah Bristol menantang pengembang, investor di sektor ESG, ahli teknologi hunian ramah lingkungan serta pakar keuangan real estat dari seluruh dunia untuk menghadirkan model pembiayaan dalam pembangunan kawasan hunian baru di lahan Brownfield di Bristol yang selama ini dianggap tidak layak, namun dinilai sebagai kunci untuk membuka ratusan rumah yang hemat energi, netral karbon, dan terjangkau.

“Kompetisi ini juga mencerminkan penerapan pendekatan Satu Kota, dimana para pemangku kepentingan di seluruh kota berkolaborasi untuk mengartikulasikan tantangan yang dihadapi Bristol dan solusi yang dibutuhkan dari para inovator global. Saya berharap, melalui kemitraan dengan organisasi-organisasi internasional ini, kita akan mendorong perubahan perilaku dalam cara kita mengembangkan dan membangun rumah serta mengatasi permasalahan kompleks ini bersama-sama sebagai sebuah kota,” tutur Marvin Rees.

Diselenggarakan sejak 2021, tim Thriving Places terpilih untuk mengembangkan ide mereka lebih lanjut dan mendemonstrasikan solusi mereka di Bristol pada tahun 2023. Solusi dari Thriving Places akan fokus pada penguatan Bristol sebagai kota yang sehat secara holistik. Prioritas mereka mencakup optimalisasi potensi setiap lahan yang kurang dimanfaatkan dan mendefinisikan ulang nilai pembangunan untuk definisi kelayakan yang baru. Tujuan utamanya adalah menyediakan perumahan layak bagi semua orang dengan menggunakan solusi cerdas iklim yang netral karbon.

Tim Thriving Places juga akan bekerja sama dengan pemerintah kota, investor, dan mitra lainnya untuk menunjukkan jalur dan kemampuan baru dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus berkontribusi terhadap restorasi alam, keadilan sosial, kesehatan, keamanan, lapangan kerja, dan manfaat sosial lainnya.

“Tim Thriving Places merasakan pengalaman bergabung di Bristol Smart City Challenge sebagai pengalaman yang sangat positif. Kompetisi ini menjadi tempat di mana hubungan baru dibentuk dengan banyak finalis berbeda di fase pertama kompetisi, untuk menetaskan ide-ide baru, memprovokasi satu sama lain, dan menantang satu sama lain untuk berpikir berbeda. Hal ini memungkinkan kami untuk membentuk hubungan baru yang belum pernah ada sebelumnya dan benar-benar mempertimbangkan bagaimana kami dapat menjadi berani melalui kekuatan kolektif kami untuk mengatasi tantangan kota Bristol,” ujar Zoe Metcalfe, Client Director di Atkins Global, yang bergabung dalam Thriving Places.

Kedepannya, Marvin Rees berharap Bristol Smart City Challenge dapat memotivasi kota-kota lain di Inggris dan di seluruh dunia untuk menghadapi krisis iklim dengan cara yang baru dan lebih melibatkan masyarakat.

“Bristol adalah salah satu dari 10 kota inti di Inggris yang menyumbang lebih dari seperempat perekonomian negara. Sebagai kota inti, Bristol berada pada posisi yang tepat untuk mempengaruhi perubahan dalam cara masyarakat berinteraksi dengan keadaan darurat iklim, dan untuk mengkatalisis tindakan secara regional, nasional dan internasional,” ujar Marvin Rees.

]]>
https://designthinking.id/gaya-hidup/kompetisi-inovasi-dorong-pemerintah-bristol-bangun-hunian-ramah-lingkungan-yang-terjangkau/feed/ 0
Kunci Sukses Unilever Kembangkan Formula Detergen Ramah Lingkungan Melalui Open Innovation https://designthinking.id/gaya-hidup/kunci-sukses-unilever-kembangkan-formula-detergen-ramah-lingkungan-melalui-open-innovation/ https://designthinking.id/gaya-hidup/kunci-sukses-unilever-kembangkan-formula-detergen-ramah-lingkungan-melalui-open-innovation/#respond Tue, 04 Jul 2023 06:45:02 +0000 https://designthinking.id/?p=1253 sustainability.
open innovation,
sustainable.

Bersama Arzeda, Unilever menggabungkan ilmu fisika dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat jenis enzim baru yang ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit air dan energi. Dalam rilis perusahaan, Unilever menuturkan enzim baru ini memiliki kemampuan luar biasa untuk memecah berbagai jenis noda, serta mengurangi separuh jumlah bahan yang diperlukan untuk memformulasikan produk pembersih pakaian atau detergen.

artificial intelligence

Tak hanya itu, jenis enzim baru ini juga didapuk mampu menggantikan penggunaan bahan kimia apapun yang diperoleh dari bahan bakar fosil atau petrokimia dalam produksi produk pembersih pakaian. Selain dari sisi teknologi, kolaborasi melalui open innovation telah memungkinkan Unilever dan Arzeda untuk mengembangkan enzim baru hanya dalam waktu 18 bulan atau lima kali lebih cepat dari waktu produksi enzim yang dibutuhkan sebelumnya.


open innovation

Peter ter Kulve, yang menjabat sebagai Unilever Home Care President, menuturkan kemitraannya dengan Arzeda telah mendukung strategi Clean Future di Unilever, yang mencakup komitmen untuk mengubah beberapa produk detergen menjadi lebih rendah karbon dan limbah seraya mempertahankan kinerja yang sama atau bahkan lebih baik.

Clean Future
Clean Future
gamechanger

Kemajuan teknologi Arzeda menunjukkan bagaimana konvergensi AI dan biologi mampu mengubah permainan, termasuk bagi Unilever perusahaan besar yang berdiri sejak 1929. Kemitraan bersama Arzeda sekaligus mempercepat komitmen Unilever untuk mencapai emisi nol bersih atau net zero emission dari semua produk Unilever pada tahun 2039.

net zero emission

“Kemajuan yang telah kami buat hanya dalam 18 bulan merupakan bukti bahwa tidak hanya hubungan kolaboratif dengan Unilever tetapi juga dampak yang dapat dibuat oleh Intelligent Protein Design Technology™ kami. Kini, kami terus meningkatkan produksi dan sangat bersemangat serta optimis tentang potensi luar biasa yang dimiliki kemitraan ini bagi konsumen dan bumi,” kata Alexandre Zanghellini, CEO Arzeda. 

Mengapa Keberlanjutan Penting Bagi Unilever?

Mengapa Keberlanjutan Penting Bagi Unilever?

Sebagai perusahaan manufaktur, pemasaran dan distribusi barang konsumsi, Unilever sadar akan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari tingkat konsumsi produk saat ini. Alasan ini ditambah kekhawatiran konsumen akan dampak perubahan iklim, telah mendorong Unilever untuk mengelola dan menjalankan bisnis mereka dengan lebih bertanggung jawab.

Unilever juga menanggapi kekhawatiran konsumen dengan mempercepat transisi ke energi terbarukan untuk membantu konsumen mengurangi dampak iklim. Dalam hal ini, Unilever berkomitmen mengganti formula setiap produk pembersih yang berasal dari bahan bakar fosil dengan bahan terbarukan pada 2030. Ambisi ini termasuk dalam komponen inti program Clean Future, yang ditujukan untuk mengubah cara produk pembersih diproduksi dalam rangka mengurangi jejak karbon produk tersebut.

Clean Future,

Pasalnya, sebagian besar produk detergen yang beredar di pasar saat ini mengandung bahan kimia, yang terbuat dari bahan baku bahan bakar fosil. Bahan kimia inilah yang menjadi penyumbang emisi karbon terbesar dari seluruh siklus hidup produk detergen. Atas dasar itu, Unilever menilai beralih dari bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil dalam formulasi produk akan menjadi peluang besar untuk mengurangi jejak karbon.

Namun, sadar ketidakmampuannya untuk mencapai target keberlanjutannya sendirian, Unilever memilih berkolaborasi dalam open innovation bersama sejumlah mitra seperti akademisi, pemasok dan perusahaan-perusahaan berbagai latar belakang untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menskalakan teknologi yang memungkinkan Unilever menjadi lebih baik.

open innovation
boutiques

LanzaTech sendiri merupakan perusahaan daur ulang karbon, yang berpengalaman membuat bahan bakar dan bahan kimia berkelanjutan melalui konversi biologis emisi karbon limbah, termasuk limbah industri. Sementara India Glycols adalah perusahaan terkemuka yang memproduksi green technology.

green technology

Melalui open innovation ketiganya mampu memproduksi surfaktan yang dibuat dari emisi karbon industri dan bukan dari bahan bakar fosil. Inovasi ini memanfaatkan bioteknologi dan rantai pasokan yang baru dikonfigurasi antara ketiga mitra. Kemitraan ketiganya menandai pertama kalinya surfaktan dibuat menggunakan emisi karbon untuk kemudian digunakan dalam formula detergen.

open innovation
open innovation
,
sustainable.
Open innovation
sustainability
innovation
sustainability,

Seperti yang dirasakan Unilever, open innovation telah membantu perusahaan sebesar Unilever dalam mengadopsi teknologi baru untuk membuat formula detergen yang ramah lingkungan. Dalam hal ini, Unilever memanfaatkan kemajuan teknologi yang dimiliki perusahaan lain untuk membantunya meminimalkan dampak lingkungan. Tanpa open innovation, Unilever mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga kerja yang lebih handal untuk mencapai kemajuan saat ini.

open innovation
open innovation,
open innovation

Open innovation memang kian penting untuk mengatasi kesenjangan kompetensi internal perusahaan serta mempercepat perusahaan dalam merespon tantangan eksternal. Lebih dari sebelumnya, perusahaan kini perlu menerapkan praktik open innovation tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan R&D perusahaan, tapi juga untuk memenuhi tuntutan tujuan keberlanjutan.

Open innovation
open innovation

Atas semangat itu, Innovesia selaku pionir ekosistem open innovation di Indonesia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bisnis dari industri manapun untuk berinovasi melalui kolaborasi dan menemukan mitra yang tepat dalam mendukung tujuan keberlanjutan mereka.

open innovation

Berinovasi untuk Keanekaragaman Hayati Bersama Innovesia

Berinovasi untuk Keanekaragaman Hayati Bersama Innovesia

Pada 2019, Innovesia dipercaya United Nations Development Program Biodiversity Finance (UNDP BIOFIN) untuk menjalankan hackathon guna menciptakan solusi bagi masalah keanekaragaman hayati dan pengelolaan lahan dan laut yang berkelanjutan. Dalam kolaborasi kali ini, Innovesia bersama Makedonia mempertemukan UNDP dengan puluhan peserta dari wilayah Jakarta, Bandung dan Yogyakarta yang amat antusias mendukung pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.

hackathon

Peserta lantas diminta menciptakan solusi inovatif dalam tiga kategori yakni pengelolaan data keanekaragaman hayati, meningkatkan kesadaran terhadap masalah keanekaragaman hayati, dan pengelolaan lahan dan laut yang berkelanjutan. Para peserta juga dibekali wawasan berharga dari sejumlah pembicara, mulai dari perwakilan Kementerian PUPR yang berbicara mengenai pengelolaan sampah dari sudut pandang pemerintah, hingga Daniel Oscar Baskoro, seorang Peneliti ICT for Development di Columbia University, New York.

Didampingi oleh sejumlah mentor dan fasilitator dari Innovesia, para peserta berhasil menciptakan ragam solusi atas masalah keanekaragaman hayati, seperti pengelolaan sampah, pameran keanekaragaman hayati untuk edukasi, sistem internet of things (IoT) untuk membantu petani mengelola lahan dan tanaman mereka, hingga pengelolaan kebakaran hutan. 

internet of things

Dari banyaknya ide terkumpul dipilih tiga pemenang dengan solusi yang paling relevan. Mereka adalah Alam Kita berkat inovasi “BioMaze”, yang menggabungkan pengalaman langsung, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan aplikasi permainan untuk metode pembelajaran interaktif, sederhana, dan mudah yang akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang keanekaragaman hayati.

augmented reality
virtual reality

Pada posisi kedua, ada Wastebender yang menciptakan prosesor limbah otomatis guna membantu aktivis lingkungan dan para orang tua yang sibuk dalam mengurangi limbah organik mereka dengan mudah, lebih cepat, dan efisien. Sementara tempat ketiga di isi oleh oleh Bio NL yang mengembangkan “WESTI”, sebuah platform pengelolaan limbah makanan restoran yang memanfaatkan teknologi pengenalan gambar untuk mendeteksi jenis sayuran dan buah-buahan yang dibuang.

]]>
https://designthinking.id/gaya-hidup/kunci-sukses-unilever-kembangkan-formula-detergen-ramah-lingkungan-melalui-open-innovation/feed/ 0