Open Innovation – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Thu, 23 Nov 2023 04:56:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Open Innovation – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Open Innovation jadi Kunci Keberhasilan Perusahaan Capai Tujuan Keberlanjutan https://designthinking.id/eksklusif/open-innovation-jadi-kunci-keberhasilan-perusahaan-capai-tujuan-keberlanjutan/ https://designthinking.id/eksklusif/open-innovation-jadi-kunci-keberhasilan-perusahaan-capai-tujuan-keberlanjutan/#respond Tue, 07 Nov 2023 07:18:46 +0000 https://designthinking.id/?p=2268 Walau inovasi terbuka atau open innovation bukanlah konsep yang baru, pendekatan inovasi satu ini dinilai kian relevan dalam menghadapi lanskap bisnis yang semakin kompleks. Seiring meningkatnya urgensi iklim, open innovation diyakini banyak perusahaan sebagai pendekatan yang tepat dalam menjawab tantangan keberlanjutan atau sustainability yang dicita-citakan banyak perusahaan di dunia.

Dalam survei terhadap 1.000 perusahaan yang dilangsungkan pada Februari hingga Maret 2023, Capgemini Research Institute mencatat, 75% perusahaan memandang open innovation sebagai hal yang krusial untuk mengatasi permasalahan kompleks dalam bisnis mereka.

Open innovation bahkan dinilai jauh lebih penting dari sebelumnya mengingat besarnya tuntutan bagi perusahaan untuk menerapkan model bisnis yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Bahkan, 83% perusahaan yang disurvei mengakui open innovation sebagai faktor penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan keberlanjutan.

Seperti namanya, open innovation merupakan upaya mendapatkan pengetahuan atau bahkan solusi atas suatu permasalahan dengan melibatkan pihak internal dan eksternal perusahaan. Open innovation dinilai kian penting untuk mengatasi kesenjangan dan keterbatasan sumber daya internal perusahaan, seraya mempersingkat waktu dalam menjawab tantangan eksternal secepat mungkin.

Dengan begitu perusahaan bisa mendapatkan solusi yang lebih beragam, out-of-the-box, dalam waktu singkat dan tentunya dengan biaya yang lebih sedikit. Tak heran jika 55% perusahaan mengakui bahwa inovasi terbuka mampu meningkatkan percepatan inovasi, sementara 62% perusahaan mengatakan inovasi dapat meningkatkan ketangkasan dan kemampuan beradaptasi karyawan. Lebih dari 60% perusahaan pun telah merealisasikan manfaat finansial seperti peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. 

Dalam konteks keberlanjutan atau sustainability, kebutuhan untuk mempercepat transisi menuju net zero emission mendorong organisasi untuk memanfaatkan sumber inovasi eksternal dan kehadiran open innovation telah membuka jalan bagi perusahaan untuk melakukan kolaborasi. Open innovation memungkinkan setiap perusahaan untuk berkolaborasi dengan pemasok, pelanggan, startup, pemerintah, organisasi nirlaba atau bahkan pesaing untuk menjawab tantangan keberlanjutan yang bersifat sistemik. 

Bahkan, 68% perusahaan mengaku telah berinvestasi pada open innovation sebagai metode untuk menjawab tantangan keberlanjutan. Unilever misalnya, perusahaan FMCG multinasional yang telah melibatkan banyak pihak eksternal dalam open innovation sebagai upaya untuk mewujudkan bisnis berkelanjutan.

Mencapai Tujuan Keberlanjutan Melalui Open Innovation Bersama Startup

Pada tahun 2021, Unilever bekerja sama dengan LanzaTech –startup bioteknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS)– dan India Glycols –produsen bahan kimia yang berbasis di India– berhasil menciptakan cairan pencuci piring pertama di dunia yang terbuat dari emisi karbon industri yang didaur ulang. Tak hanya itu, Unilever juga berpartisipasi dalam proyek Flue2Chem, sebuah inisiatif open innovation yang melibatkan 15 organisasi di Inggris dengan tujuan mengubah gas limbah industri menjadi gas berkelanjutan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam berbagai produk FMCG.

Pada tahun yang sama, perusahaan utilitas listrik asal Spanyol, Iberdrola, melangsungkan Global Smart Grids Innovation Hub yang melibatkan 91 mitra di sektor teknologi termasuk startup untuk menggandakan jumlah proyek inovasi smart grid di seluruh dunia. Melalui open innovation, Iberdrola mencoba menciptakan solusi digitalisasi jaringan listrik, integrasi energi terbarukan, hingga optimalisasi sistem penyimpanan energi.

Berkat teknologi dan ketangkasan yang dimiliki startup, banyak perusahaan besar melihat startup sebagai mitra paling ideal dalam mencapai upaya keberlanjutan mereka. Bahkan, tujuh dari sepuluh perusahaan yang disurvei Capgemini Research Institute meyakini pentingnya berkolaborasi dengan startup dalam open innovation untuk mengatasi tantangan keberlanjutan. 

Sebanyak 55% perusahaan mengatakan bahwa mereka sudah mulai terlibat dalam open innovation bersama startup teknologi dalam dua tahun terakhir. Mereka meyakini, teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, biologi sintetis, dan teknologi kuantum yang dibawa startup merupakan kunci untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan penipisan sumber daya alam.

Senada, Akilah LeBlanc, General Manager Commercial Innovation Partnerships di Shell, menyatakan bahwa startup mampu menghasilkan solusi digital dalam menghadapi tuntutan emisi nol bersih berkat perspektif segar yang mereka bawa, juga sistem kerja yang berbeda dari perusahaan besar pada umumnya.

Startup dan pengusaha membawa pola pikir yang berbeda dan perspektif baru dalam tantangan net-zero emission. Mereka dapat bergerak lebih cepat daripada organisasi besar dan lebih mudah melakukan hal-hal baru. Hal ini membuat mereka sangat cocok untuk perusahaan seperti Shell, yang kurang gesit, tetapi dapat menawarkan dukungan finansial yang kuat, kapasitas teknis yang luas, dan akses mudah ke mitra dan pasar global,” ujar Akilah LeBlanc, General Manager Commercial Innovation Partnerships di Shell, seperti dilansir dari laman resmi Shell.

Kolaborasi lintas industri yang dimungkinkan open innovation inilah yang secara luas diakui mampu membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan mereka. Dalam laporan bertajuk The Power of Minds: How Open Innovation Over Benefits for All, mayoritas atau 63% perusahaan yang disurvei mengaku bahwa inisiatif open innovation yang mereka lakukan mampu meningkatkan indikator keberlanjutan lingkungan perusahaan dan 55% melaporkan peningkatan dalam indikator keberlanjutan sosial mereka.

Dengan segenap keuntungan yang ditawarkan, tak heran jika 71% dari 1.000 perusahaan yang disurvei berencana untuk meningkatkan investasi dalam open innovation selama dua tahun ke depan. Tak hanya itu, mereka juga meyakini bahwa 70% inovasi perusahaan di masa depan akan lahir dari kolaborasi, mengingat besarnya tantangan global, termasuk perubahan iklim.

]]>
https://designthinking.id/eksklusif/open-innovation-jadi-kunci-keberhasilan-perusahaan-capai-tujuan-keberlanjutan/feed/ 0
3 Ajang Open Innovation Bantu Pemerintah Hadapi Isu Lingkungan dan Sosial https://designthinking.id/gaya-hidup/3-ajang-open-innovation-bantu-pemerintah-hadapi-isu-lingkungan-dan-sosial/ https://designthinking.id/gaya-hidup/3-ajang-open-innovation-bantu-pemerintah-hadapi-isu-lingkungan-dan-sosial/#respond Wed, 25 Oct 2023 09:55:04 +0000 https://designthinking.id/?p=2248

Open innovation atau inovasi terbuka tak hanya menawarkan cara baru bagi pemerintah dalam mengatasi masalah yang kompleks, tapi juga meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Mulai dari perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga kesenjangan sosial, pemerintah dituntut masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang kian mendesak. Sayangnya, solusi yang diperlukan jarang sekali hadir dari sektor pemerintahan itu sendiri. Dalam menyelesaikan isu sosial dan lingkungan yang semakin menantang, pemerintah dituntut untuk  berkolaborasi dengan berbagai pihak dari berbagai sektor.

Dalam laporan bertajuk The Nine Trends Reshaping Government in 2023, Deloitte menekankan bahwa pencapaian tujuan kebijakan publik semakin bergantung pada upaya terkoordinasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk memanfaatkan pengetahuan bersama dan kekuatan unik dalam rangka mendorong solusi yang inovatif. 

Berkat kerja sama dengan sektor swasta melalui open innovation, pemerintah mempunyai potensi besar untuk menghadirkan solusi inovatif guna menciptakan manfaat sosial dan lingkungan yang nyata bagi seluruh penduduknya. Dalam hal ini, open innovation dinilai sangat berguna untuk menemukan pendekatan dan solusi baru terhadap permasalahan sosial serta lingkungan yang mendesak dan belum terpecahkan.

Open innovation juga mampu menstimulasi pemerintah untuk menemukan cara-cara baru agar dapat bekerja dengan cara yang lebih tangkas dibandingkan kerangka kerja konvensional yang silo. 

Pendekatan open innovation juga membuka jalan untuk membangun sistem pemerintahan yang terbuka dan proses demokrasi berskala besar karena memungkinkan siapapun untuk berpartisipasi menjawab isu-isu kompleks yang dihadapi masyarakat. Pada akhirnya, keterlibatan sektor swasta dan masyarakat dalam open innovation memungkinkan meningkatnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintah.

Berikut tiga inisiatif open innovation yang berhasil menghubungkan pemerintah dengan pihak swasta untuk menjawab isu sosial dan lingkungan:

1. The InoveMob Challenge

Ilustrasi kepadatan kota (Sumber: Chris Griffin/Flickr)

Seiring pertumbuhan penduduk, pemerintah bertanggung jawab membentuk inovasi dalam sektor mobilitas untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan mengurangi kemacetan. The InoveMob Challenge yang berlangsung pada 2018 menjadi bukti bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan swasta berhasil menciptakan inovasi mobilitas di perkotaan.

Melalui kolaborasi, National Front of Mayors, sebuah organisasi non-partisan yang terdiri dari walikota di seluruh Brasil, Toyota Mobility Foundation dan World Resources Institute (WRI) Brasil berhasil meluncurkan kompetisi inovasi InoveMob Challenge untuk menghadirkan solusi yang dapat meningkatkan mobilitas di sekitar universitas, sekolah, gedung administrasi, dan kawasan pusat bisnis.

Dari 80 proposal yang diajukan, lima di antaranya terpilih menerima dukungan finansial dan teknis untuk proyek percontohan. Mereka adalah Bikxi, layanan ridesharing yang menggunakan sepeda tandem bertenaga listrik sehingga memberikan kenyamanan dan kecepatan berkendara; Carona dan Pé, sebuah inisiatif yang mendorong anak-anak untuk berjalan kaki ke sekolah dengan membuat rute berjalan kaki dan mendorong mereka untuk pergi dalam kelompok yang dipandu; Nina, platform yang memungkinkan pengguna angkutan umum melaporkan pelecehan yang mereka derita atau saksikan; OnBoard Mobility yang menawarkan solusi tiket elektronik untuk angkutan umum untuk menghindari antrean umum di terminal; terakhir Bynd, menawarkan layanan berbagi tumpangan bagi karyawan.

2. Helsinki Energy Challenge

Kick off Helshinky Energy Challenge (Sumber: HEC)

Meski emisi karbon yang dihasilkan kota Helsinki dilaporkan 28% lebih kecil dibandingkan tahun 1990-an, bahan bakar fosil masih menjadi masalah utama di ibukota Finlandia tersebut. Kota berpenduduk 632 ribu jiwa itu masih mengandalkan sistem pemanas yang bersumber dari bahan bakar fosil, yang menyumbang lebih dari separuh total emisi karbon Helsinki.

Fenomena inilah yang mendorong Jan Vapaavuori, yang pernah menjabat sebagai Walikota Helsinki periode 2017-2021, untuk menggelar open innovation. Bertajuk Helsinki Energy Challenge, Jan Vapaavuori menawarkan hadiah €1.000.000 bagi para inovator yang mampu merancang ide inovasi guna mempercepat dekarbonisasi sistem pemanasan kota Helsinki.

Dimulai pada 27 Februari 2020, Helsinki Energy Challenge berlangsung selama setahun dan menginspirasi 252 tim dari 35 negara di seluruh dunia untuk berpartisipasi memerangi krisis iklim. Sepuluh tim dengan ide inovasi terbaik kemudian diundang untuk mengikuti fase co-creation.

Melalui Helsinki Energy Challenge, Helsinki menemukan tidak hanya satu tetapi sepuluh alternatif, di mana empat diantaranya dianggap solusi terbaik untuk menghangatkan seisi kota tanpa bahan bakar fosil.

3. Bristol Smart City Challenge

Kota Bristol (Sumber: alamy)

Dengan populasi penduduk yang diproyeksikan meningkat sebesar 15% selama periode 2018-2043 dan mencapai total populasi 532.700 pada tahun 2043, pemerintah Bristol dituntut untuk membangun 24.000 rumah baru dengan harga terjangkau untuk menyelesaikan kesenjangan ekonomi di kota tersebut. Namun, rencana pembangunan puluhan ribu rumah baru ini membuka risiko terhadap krisis iklim.

Pasalnya, perumahan dilaporkan menyumbang sekitar 40% dari total jejak karbon atau carbon footprint di Inggris, di mana separuh dari jumlah tersebut berasal dari energi yang digunakan dalam bangunan dan infrastruktur, dan 28% berasal dari bahan yang digunakan dalam konstruksi bangunan. Atas dasar itu, pemerintah Bristol harus mampu menghadirkan hunian berkelanjutan tentunya dengan harga terjangkau yang dinilai kian mustahil.

Tantangan ini mendorong pemerintah Bristol untuk menghadirkan solusi yang merangkul kompleksitas dari hubungan tersebut melalui kompetisi inovasi, Bristol Smart City Challenge. Melalui open innovation, pemerintah Bristol menantang pengembang, investor di sektor ESG, ahli teknologi hunian ramah lingkungan serta pakar keuangan real estat untuk menghadirkan model pembiayaan dalam pembangunan kawasan hunian baru di lahan Brownfield di Bristol yang selama ini dianggap tidak layak, namun dinilai sebagai kunci untuk membuka ratusan rumah yang hemat energi, netral karbon, dan terjangkau.

Pemenang kompetisi, tim Thriving Places terpilih untuk mengembangkan ide mereka lebih lanjut dan mendemonstrasikan solusi mereka di Bristol pada tahun 2023. Solusi dari Thriving Places akan fokus pada penguatan Bristol sebagai kota yang sehat secara holistik. Prioritas mereka mencakup optimalisasi potensi setiap lahan yang kurang dimanfaatkan dan mendefinisikan ulang nilai pembangunan untuk definisi kelayakan yang baru.

]]>
https://designthinking.id/gaya-hidup/3-ajang-open-innovation-bantu-pemerintah-hadapi-isu-lingkungan-dan-sosial/feed/ 0
EIGER Innoventure Ajak Inovator Indonesia Rancang Produk Hingga Strategi Pemasaran Baru https://designthinking.id/gaya-hidup/eiger-innoventure-ajak-inovator-indonesia-rancang-produk-hingga-strategi-pemasaran-baru/ https://designthinking.id/gaya-hidup/eiger-innoventure-ajak-inovator-indonesia-rancang-produk-hingga-strategi-pemasaran-baru/#respond Fri, 22 Sep 2023 06:44:29 +0000 https://designthinking.id/?p=1586 Sebagai merek asli Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1989 silam, EIGER tumbuh berkat kreativitas ribuan anak bangsa. Karena itulah EIGER Innoventure mengajak siapapun untuk menciptakan inovasi yang menggemparkan, bahkan mengubah cara kita memaknai, menikmati dan menjelajahi petualangan di alam bebas.

Terbuka untuk umum sejak Agustus 2023, EIGER Innoventure diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang bukan hanya membuat bisnis semakin kompetitif di pasar industri, tapi juga menghasilkan kebaruan dan memecahkan masalah bagi setiap segmen pasar secara efektif.

Marketing General Manager EIGER, Jason Wuysang menjelaskan Eiger Innoventure berfokus memenuhi kebutuhan segmen aspirasional, yakni mereka yang aktif secara sosial dan gemar berpetualang selagi tetap peduli terhadap penampilan dan gaya mereka, serta mengutamakan  kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

“Innoventure terbuka untuk kalian yang memiliki solusi inovatif bagi para petualang di segmen aspirasional. Apakah kamu seorang wirausaha pemula, inovator, atau hanya seseorang dengan ide brilian, kami mendorong kamu untuk berpartisipasi dan wujudkan visi kamu bersama EIGER,” ujar Jason.

Adapun para peserta EIGER Innoventure dapat mengirimkan ide inovasi dalam tiga kategori, yakni kategori Pakaian dan Peralatan Luar Ruang, Inovasi Produk Digital, dan terakhir Inovasi Strategi Marketing.

Pada kategori Pakaian dan Peralatan Luar Ruang, EIGER mengajak para peserta yang menyukai eksplorasi kegiatan luar ruangan dan memiliki kemampuan desain untuk mengembangkan ide-ide brilian dalam mendesain pakaian dan peralatan aktivitas luar ruang yang berkualitas dengan estetika sebagai prioritas utama.

Sementara untuk peserta yang ahli dalam bidang teknologi, kategori Inovasi Produk Digital membuka kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan aplikasi, platform atau produk digital lainnya yang mampu memperkaya pengalaman dunia luar ruang. Misalnya, aplikasi yang mampu memudahkan para pendaki untuk mencari rute pendakian terbaik atau sebatas platform berbagi yang mampu menjadi tempat para pendaki bertukar pengalaman.

Terakhir, kategori Inovasi Strategi Marketing dikhususkan bagi peserta yang memiliki jiwa bisnis dan akrab dengan dunia pemasaran atau marketing. Pada kategori ini, peserta dapat mengirimkan ide atau strategi pemasaran yang out of the box untuk mempromosikan projek EIGER Green, lini pakaian dan peralatan luar ruang EIGER yang mengutamakan kelestarian lingkungan.

“Selama ide itu sejalan dengan tujuan utama INNOVENTURE, yakni menyediakan kesempatan kegiatan luar ruang bagi segmen aspirational yang terkadang terbatas oleh waktu, pengetahuan, dan akses. Kami mengundang ide-ide inovasi terbaik kamu untuk mengubah pengalaman kegiatan outdoor,” kata Jason.

Tak hanya sebatas mengirimkan ide inovasi, para peserta dengan ide inovasi yang paling menarik dan mampu diaplikasikan akan dibekali dengan mentoring bersama sejumlah ahli dari berbagai industri. Dengan begitu ide inovasi setiap finalis akan ditajamkan dan dimatangkan guna diimplementasikan EIGER selaku penyelenggara Inovasi.

Mengenali Manfaat Crowdsourcing

Seperti yang dilakukan EIGER, crowdsourcing yang merupakan salah satu bentuk open innovation memang telah diimplementasikan banyak bisnis. Dengan memanfaatkan keramaian atau crowd, perusahaan atau entitas organisasi lain mampu menghimpun ide inovasi secara masif dalam waktu yang singkat.

EIGER dalam hal ini menggunakan open innovation sebagai sarana untuk menghimpun ide inovasi dalam tiga aspek, yakni pengembangan produk, layanan, hingga strategi pemasaran.

Dengan mengundang kelompok pemikir atau inovator, crowdsourcing juga memungkinkan EIGER untuk berinovasi secara cepat. Perusahaan tidak perlu mempekerjakan para ahli, insinyur, atau membangun laboratorium inovasi dan menghabiskan banyak waktu untuk merancang produk dan layanan baru. Mereka hanya perlu meluncurkan tantangan atau pertanyaan, menyusun tujuan atau goals, menyusun metodologi crowdsourcing secara komprehensif dan memberikan insentif bagi pihak yang mengurunkan dayanya.

]]>
https://designthinking.id/gaya-hidup/eiger-innoventure-ajak-inovator-indonesia-rancang-produk-hingga-strategi-pemasaran-baru/feed/ 0
Roche Diagnostics Ungkap Transformasi Industri Perangkat Medis Dimulai dari Kolaborasi https://designthinking.id/kesehatan/roche-diagnostics-ungkap-transformasi-industri-perangkat-medis-dimulai-dari-kolaborasi/ https://designthinking.id/kesehatan/roche-diagnostics-ungkap-transformasi-industri-perangkat-medis-dimulai-dari-kolaborasi/#respond Thu, 21 Sep 2023 06:14:09 +0000 https://designthinking.id/?p=1582 Secara definisi, open innovation atau inovasi terbuka merupakan upaya mendapatkan pengetahuan atau bahkan solusi atas suatu permasalahan dari pihak internal dan eksternal perusahaan. Jika sebelumnya perusahaan berpegang pada gagasan bahwa inovasi yang efisien adalah tentang kontrol tertentu atas proses inovasi, transformasi teknologi kini memaksa pelaku bisnis untuk meninggalkan gagasan itu dan mengadopsi inovasi berbasis kolaborasi tak terkecuali dengan pihak eksternal perusahaan.

Open innovation yang memanfaatkan kebijaksanaan dan keahlian kolektif dari dalam dan luar perusahaan, secara luas diyakini mampu mempercepat pengembangan teknologi medis yang inovatif.

Platform inovasi yang menghubungkan dan mendorong kolaborasi berbagai pelaku industri itu didirikan Roche Diagnostics untuk meningkatkan kemampuan analisis data dan praktik klinis guna meningkatkan pengalaman pasien di seluruh rangkaian perawatan.

Menurutnya, tidak ada satu entitas pun yang dapat menghadapi transformasi teknologi perangkat medis sendirian. Kolaborasi di seluruh industri layanan kesehatan lah yang dinilai Bao mampu mendorong Roche Diagnostics menghadirkan inovasi-inovasi yang tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tapi juga memberdayakan masyarakat untuk mengelola kesehatan mereka dengan lebih baik.

Itulah sebabnya kolaborasi di seluruh industri layanan kesehatan dinilai Roche Diagnostics sangatlah penting. Pemahaman inilah yang mendorong Roche Diagnostics untuk merangkul pendekatan open innovation, sebuah langkah yang Bao anggap penting guna memastikan keberlangsungan dan kesuksesan perusahaan di masa depan.

Memperluas Peluang Inovasi melalui Startup Creasphere

Sosok Wendy Bao dalam wawancara bersama Korea Biomedical Review (Sumber: Koreabiomed.com)

Startup Creasphere telah menjadi inisiatif yang paling menonjol dalam perjalanan inovasi Roche Diagnostics. Melalui Startup Creasphere, Roche Diagnostics terus memperluas upaya kerja sama dengan para inovator untuk memberikan para profesional di laboratorium, dokter, peneliti, dan pasien ke akses layanan kesehatan dan perangkat medis yang cerdas.

Platform inovasi kesehatan digital global itu telah berhasil menghubungkan startup dengan mitra perusahaan terkemuka untuk mendorong transformasi industri layanan kesehatan melalui kolaborasi.

Menurut Bao, Startup Creasphere telah mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang mendorong Roche Diagnostics memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dan pasien dalam rangka meningkatkan keseluruhan penawaran perusahaan.

“Startup Creasphere memberikan peluang unik bagi startup untuk berkolaborasi dengan Roche Diagnostics,” kata Bao.

Beberapa inovasi paling terkenal yang telah dihasilkan dari inisiatif Startup Creasphere adalah kolaborasi dengan Cobas Pulse dalam menciptakan cobas® pulse system, perangkat manajemen glukosa darah profesional pertama yang dilengkapi dengan solusi digital yang terintegrasi sehingga mampu membantu meningkatkan perawatan pasien.

Juga kolaborasi bersama startup FibriCheck dalam mengeksplorasi bagaimana solusi digital seperti aplikasi FibriCheck dapat menambah nilai bagi perawatan pasien fibrilasi atrium, misalnya skrining untuk pasien yang tidak terdiagnosis.

Kesuksesan inilah yang mendorong Roche Diagnostics memperluas jangkauan Startup Creasphere ke kawasan Asia Pasifik guna menjaring lebih banyak startup dengan solusi digital yang mampu meningkatkan perawatan pasien.

“Kemitraan yang sukses ini menunjukkan potensi program ini dalam menumbuhkan inovasi dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi industri layanan kesehatan, itulah sebabnya kami membawa program ini ke APAC,” katanya.

Di Asia Pasifik, Wendy Bao menjelaskan Startup Creasphere ditujukan untuk menciptakan solusi digital yang mampu meningkatkan pemantauan pasien jarak jauh dan pengalaman pasien secara keseluruhan.

“Perawatan terdesentralisasi merupakan solusi yang belum tentu menjadi alat diagnostik namun dapat memungkinkan pemantauan pasien jarak jauh dan meningkatkan perjalanan pasien secara keseluruhan. Kami sedang mencari cara untuk menghadirkan solusi perawatan terdesentralisasi ke dalam platform perusahaan untuk memberikan solusi yang lebih komprehensif,” ujar Wendy Bao.

Ke depannya, Wendy Bao percaya bahwa open innovation akan memperbesar kontribusi Roche Diagnostics terhadap transformasi layanan kesehatan.

“Kompleksitas dan kecepatan transformasi layanan kesehatan memerlukan pendekatan kolaboratif, dan saya melihat Roche Diagnostics sebagai pemain kunci dalam perjalanan ini,” kata Wendy Bao.

]]>
https://designthinking.id/kesehatan/roche-diagnostics-ungkap-transformasi-industri-perangkat-medis-dimulai-dari-kolaborasi/feed/ 0
Implementasi Crowdsourcing yang Tepat untuk Memajukan Bisnis https://designthinking.id/eksklusif/implementasi-crowdsourcing-yang-tepat-untuk-memajukan-bisnis/ https://designthinking.id/eksklusif/implementasi-crowdsourcing-yang-tepat-untuk-memajukan-bisnis/#respond Tue, 12 Sep 2023 06:32:36 +0000 https://designthinking.id/?p=1555 Perkembangan teknologi tak hanya menuntut perusahaan untuk terus berinovasi, tapi juga mengubah cara mereka dalam berinovasi. Jika dahulu inovasi dilakukan melalui penelitian internal perusahaan oleh departemen litbang, internet telah membuka peluang bagi perusahaan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan ratusan bahkan ribuan pakar lintas ilmu disiplin. Semua itu dimungkinkan melalui crowdsourcing.

Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis, mengartikan crowdsourcing sebagai pendekatan yang memungkinkan perusahaan atau organisasi lainnya untuk memperoleh ide atau konten yang dibutuhkan dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang.

“Melalui crowdsourcing, perusahaan atau bisnis dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan banyak orang untuk membantu mereka mencapai sejumlah keuntungan. Dan dengan internet, orang-orang ini tidak hanya terbatas pada suatu demografi saja, tapi di seluruh dunia,” jelas Fiter Bagus.

Luasnya ruang lingkup ini dinilai Fiter Bagus membuat banyak perusahaan mulai mengadopsi crowdsourcing untuk tetap relevan di industri dan mencapai keunggulan kompetitif.

“Dalam hal ini, crowdsourcing dinilai jauh lebih efektif daripada pendekatan inovasi terbuka lainnya, seperti program startup inkubator, model klien ventura atau venture client model, dan jauh lebih unggul dari membangun pusat atau laboratorium inovasi,” ujar Fiter Bagus.

Senada, Digital Transformation Expert, Daniel Oscar Baskoro, metode crowdsourcing membuka kesempatan bagi perusahaan untuk bekerja sama dengan publik guna mencapai ragam tujuan yang luas. Dengan crowdsourcing, Oscar menyebut, perusahaan mampu memanfaatkan ‘crowd’ atau keramaian untuk menghimpun ide dalam jumlah yang masif, mengembangkan produk, bahkan sampai membantu melakukan monitoring dan evaluasi.

“Crowdsourcing ini bisa digunakan untuk tujuan yang luas, misalnya untuk mengembangkan sebuah produk, untuk menghimpun ide dari masyarakat, itu pernah saya lakukan. Kemudian untuk monitoring dan evaluasi, banyak sekali,” ujar Oscar yang telah berpengalaman membantu perusahaan dan pemerintah melakukan crowdsourcing.

Menghimpun Ide atau Gagasan Inovasi Secara Masif

Ilustrasi ideation (Dok. Innovesia)

Mengingat tujuannya untuk menghimpun beragam ide atau solusi, manfaat paling signifikan dari crowdsourcing adalah kemampuannya untuk menemukan solusi yang tidak terduga atau out-of-the-box.

Sumber daya manusia menjadi hambatan terbesar bagi banyak perusahaan untuk berinovasi. Riset bertajuk Gartner CMO Brand Strategy and Innovation Survey mencatat sebanyak 41% perusahaan kesulitan berinovasi karena kurangnya sumber daya manusia dengan keterampilan yang dibutuhkan.

Menurut Oscar, crowdsourcing telah memungkinkan apa yang tidak bisa dilakukan tim riset internal perusahaan. Pasalnya, crowdsourcing mampu mengatasi masalah keterbatasan sumber daya manusia dengan mengundang kelompok pemikir atau inovator dari berbagai disiplin ilmu untuk menyumbangkan pengetahuan mereka dan membantu perusahaan berinovasi. Khususnya bagi bisnis dengan basis pengguna atau user yang melimpah.

“Ketika mereka memiliki user yang besar, akan sulit bagi perusahaan untuk menangkap permasalahan terhadap produknya atau juga masukan terhadap produknya, dan dengan crowdsourcing perusahaan bisa menghimpun data yang lebih luas, lebih besar, lebih banyak, jadi mereka akan mendapatkan point of view yang lebih luas,” jelas sosok dibalik berbagai inovasi teknologi kemanusiaan di Indonesia.

Memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan banyak orang dari luar perusahaan, disebut sosok yang berpengalaman memimpin pengelolaan inisiatif digital pemerintah itu, juga mampu membantu perusahaan keluar dari cara-cara lama mereka memecahkan masalah dan keluar dari stagnasi.

Crowdsourcing bisa jadi jalan keluar ketika perusahaan sudah kehabisan ide atau stuck dan membutuhkan ide baru, atau ketika produk mereka sudah dikembangkan secara maksimal tapi tidak punya gagasan untuk menciptakan produk baru. Saat itu lah crowdsourcing menjadi semacam jalan keluar bagi perusahaan untuk menjaring ide-ide, gagasan dan solusi yang tidak terpikirkan sebelumnya,” ujar Oscar.

Mengesampingkan Asumsi Perusahaan

Tak cuma menghimpun ide secara masif, crowdsourcing disebut Oscar mendorong perusahaan mengumpulkan data dan informasi berdasarkan pengalaman nyata dan fakta yang diperoleh langsung dari masyarakat atau pengguna. Dengan begitu, perusahaan dapat mengesampingkan segala asumsi mereka, baik ketika menghimpun masalah utama yang sebenarnya dihadapi perusahaan atau ketika mencari solusi atas permasalahan berikut. Alhasil, solusi yang dihasilkan sudah pasti tepat sasaran.

“Satu hal mendasar dalam crowdsourcing adalah menghilangkan asumsi. Karena ketika kita menghimpun masalah melalui crowdsourcing, we got all the problem from the real user. Sebaliknya, ketika masalahnya ditentukan berdasarkan asumsi, solusi yang dibuat sudah pasti tidak sesuai karena cara mereka mendapatkan masalahnya saja berdasarkan asumsi,” jelas Oscar yang sempat menghabiskan waktunya bekerja untuk  Lembaga Internasional di bidang teknologi untuk kemanusiaan.

Crowdsourcing juga bisa digunakan untuk menguji asumsi yang telah ada. Dengan mengajukan pertanyaan kepada masyarakat, perusahaan dapat melihat apakah asumsi mereka diterima atau dipertanyakan oleh mayoritas orang. Hal ini juga disebut Oscar sebagai salah satu keuntungan crowdsourcing dalam hal menilai kedalaman suatu masalah.

“Yang paling penting juga dari crowdsourcing kita bisa melihat kedalaman masalahnya. Misalnya ketika ada ratusan orang menyebutkan masalah yang sama, maka masalah itu kemungkinan menjadi masalah utama yang benar-benar dihadapi masyarakat,” tutur Oscar menjelaskan.

Berinovasi Lebih Cepat dan Hemat Biaya

Ilustrasi (Sumber: Freepik)

Saat memecahkan masalah secara internal, perusahaan dibatasi dengan seberapa cepat departemen litbang atau karyawan mereka dapat bekerja. Crowdsourcing juga memungkinkan perusahaan mengeluarkan lebih sedikit biaya.

Menurut Oscar, melalui crowdsourcing, perusahaan tidak perlu mempekerjakan para ahli, insinyur, atau membangun laboratorium inovasi. Mereka hanya perlu meluncurkan tantangan atau pertanyaan, menyusun tujuan atau goals, menyusun metodologi crowdsourcing secara end-to-end dan memberikan insentif bagi pihak yang mengurunkan dayanya. Oscar menekankan, insentif yang diberikan tak melulu berbentuk materi, bisa berupa sertifikat, penghargaan, dan lain sebagainya.

“Sebenarnya perusahaan bisa mempekerjakan researcher atau peneliti ya, tapi tentu membutuhkan biayanya besar sekali. Dengan crowdsourcing, biayanya lebih rendah dan perusahaan bisa menghimpun ide dengan lebih maksimal,” kata Oscar.

Salah satu bukti nyata kesuksesan crowdsourcing terlihat dari kompetisi The Goldcorp Challenge pada tahun 2000. Dengan mempublikasikan 400 megabyte data geologis hasil riset perusahaan dan menawarkan CAD 575.000 (Rp3,6 miliar), Goldcorp dikirimi 1.000 ide inovasi yang salah satunya memungkinkan perusahaan mengidentifikasi 110 lokasi deposit emas dan menemukan emas senilai CAD 6 miliar (Rp38 triliun).

Sarana Pemasaran Terbaik dalam Meningkatkan Brand Awareness

Ilustrasi (Sumber: Investopedia)

Memiliki aspek komunal serta kompetitif, membuat crowdsourcing tidak hanya menawarkan kesempatan untuk mengembangkan solusi atau ide inovasi, tapi juga meningkatkan awareness atau kesadaran di masyarakat.

Crowdsourcing pastinya mampu meningkatkan awareness perusahaan karena masyarakat sangat dilibatkan disitu,” jelas Oscar.

Lays misalnya, produsen makanan ringan asal Amerika itu beralih ke crowdsourcing untuk meminta penggemar keripik kentang menyumbangkan ide terbaik untuk rasa keripik kentang baru mereka. Melalui crowdsourcing bertajuk ‘Do Us Flavor’, Lays menerima 14,4 juta ide rasa baru sekaligus meningkatkan citra positif merek tersebut.

Dari kasus Lays tercermin bagaimana crowdsourcing menawarkan sarana pemasaran yang cerdas karena dapat menjadi sarana memasarkan nama perusahaan mereka ke khalayak luas dan melibatkan mereka dengan cara yang menyenangkan. Tentu hal ini akan membantu membangun jaringan penggemar yang lebih besar.

Memastikan Keberhasilan Crowdsourcing 

Terlepas dari segudang manfaat yang diberikan, melaksanakan crowdsourcing tidak bisa dianggap sepele. Oscar menegaskan, banyak perusahaan terjebak dan menganggap metode satu ini sebagai ajang kompetisi inovasi. Meski melibatkan tantangan yang perlu diselesaikan, crowdsourcing lebih dari sekedar menghimpun ide inovasi.

“Ada miskonsepsi di mana perusahaan melihat crowdsourcing hanya sebagai kompetisi menghimpun ide. Dapat proposal, penjurian, menentukan juara sudah selesai. Kadang-kadang semua berhenti di competition, ga diteruskan dan itu bukan crowdsourcing. Karena crowdsourcing itu harus sampai pada implementasi dari ide atau solusi tersebut,” ujar Oscar menekankan.

Sosok Daniel Oscar Baskoro (Dok. Istimewa)

Atas dasar itu Oscar menekankan dibutuhkan strategi atau metodologi secara end-to-end mulai dari mengkurasi masalah yang dihadapi perusahaan dan menentukan masalah utama yang hendak diselesaikan, lalu menghimpun solusi hingga memastikan solusi tersebut bisa diimplementasikan di dalam perusahaan.

End-to-end ini yang terkadang suka lepas di perusahaan-perusahaan, jadi saya kira perlu memang ada satu framework untuk memastikan crowdsourcing ini ga cuma collecting the information, collecting the idea, tapi juga memikirkan langkah selanjutnya setelah mendapatkan solusi tadi,” lanjut Oscar.

Mengingat besarnya keuntungan yang didapat perusahaan melalui crowdsourcing, Oscar berharap akan lebih banyak bisnis mengadopsi metode satu ini dalam memecahkan masalah dan membantu perusahaan untuk tetap relevan di lanskap bisnis yang kian kompetitif.

“Saya kira crowdsourcing menjadi metode yang harusnya sudah mulai dilakukan banyak perusahaan ya. Apalagi kita berpindah pada sebuah era kompetisi yang sangat ketat dan juga situasi yang tidak pasti. Dengan crowdsourcing perusahaan akan terbantu untuk memahami apa yang betul-betul dibutuhkan masyarakat terkait produk atau layanan perusahaan. Dengan begitu bisnis mereka bisa terus berkembang,” tutup Oscar.

Paham betul krusialnya strategi end-to-end dalam praktik crowdsourcing, Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, telah berpengalaman menuntun perusahaan atau organisasi lainnya untuk mengembangkan strategi dan eksekusi crowdsourcing demi mengembangkan model bisnis melalui layanan konsultasi end-to-end yang strategis.

Berdiri sejak 2015, Innovesia tak hanya dipercaya atas kemampuannya menjelajahi potensi inovasi dari luar perusahaan. Tapi juga membantu perusahaan mengidentifikasi dan mendalami masalah utama mereka dalam bisnis. Lebih dari itu, melalui program inkubasi yang ditawarkan, Innovesia turut memastikan solusi yang dihimpun selama proses crowdsourcing dapat dimatangkan dari sekedar konsep untuk kemudian diimplementasikan dengan baik oleh perusahaan.

“Dengan visi membantu pengembangan inovasi yang fokus pada target pengguna, Innovesia membuka peluang bagi setiap perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui crowdsourcing. Dengan jaringan expert dari berbagai disiplin ilmu berbeda, Innovesia memastikan crowdsourcing dilakukan secara strategis, mulai dari memperdalam masalah yang dihadapi perusahaan hingga memastikan setiap ide inovasi yang dihimpun benar-benar mampu menyelesaikan masalah tersebut secara menyeluruh,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

]]>
https://designthinking.id/eksklusif/implementasi-crowdsourcing-yang-tepat-untuk-memajukan-bisnis/feed/ 0
Helsinki Energy Challenge, Solusi Inovatif Pemerintah Menuju Kota Netral Karbon https://designthinking.id/gaya-hidup/helsinki-energy-challenge-solusi-inovatif-pemerintah-menuju-kota-netral-karbon/ https://designthinking.id/gaya-hidup/helsinki-energy-challenge-solusi-inovatif-pemerintah-menuju-kota-netral-karbon/#respond Tue, 05 Sep 2023 07:25:08 +0000 https://designthinking.id/?p=1539 Seperti banyak kota lainnya, krisis iklim juga menjadi tantangan paling krusial yang dihadapi kota Helsinki. Meski emisi karbon yang dihasilkan ibukota Finlandia itu tercatat 28% lebih kecil dibandingkan tahun 1990-an, bahan bakar fosil masih menjadi masalah utama di Helsinki.

Kota berpenduduk 632 ribu jiwa itu masih mengandalkan sistem pemanas yang bersumber dari bahan bakar fosil, yang menyumbang lebih dari separuh total emisi karbon Helsinki. Karena iklim dingin, kebutuhan panas di Helsinki memang cukup besar. Pada 2019 tercatat, produksi pemanasan distrik tahunan di Helsinki adalah sekitar 7 Terra Watt hour (TWh) dan lebih dari setengahnya dihasilkan dengan menggunakan batu bara.

Fenomena inilah yang mendasari Jan Vapaavuori, yang pernah menjabat sebagai Walikota Helsinki periode 2017-2021, untuk mengambil pendekatan yang lebih ambisius terhadap kebijakan iklim. Jika tadinya Helsinki ditargetkan untuk menjadi netral karbon (net-zero emission) pada 2050, Vapaavuori mempercepatnya. Ia berambisi membawa Helsinki netral karbon pada 2035, 15 tahun lebih cepat dari target awal.

Visi besar Vapaavuori inilah yang melahirkan kompetisi inovasi Helsinki Energy Challenge. Dengan hadiah €1.000.000, Vapaavuori mengundang para inovator dari seluruh dunia untuk merancang ide inovasi guna mempercepat dekarbonisasi sistem pemanasan kota Helsinki.

“Perubahan iklim adalah krisis global yang tidak dapat diselesaikan melalui perbaikan yang cepat. Melalui Helsinki Energy Challenge, kami mencari solusi inovatif baru, meskipun hal tersebut berarti perubahan signifikan terhadap sistem yang ada saat ini. Kami mengundang inovator dari seluruh dunia untuk memanfaatkan Helsinki sebagai tempat uji coba solusi yang benar-benar berkelanjutan untuk pemanasan perkotaan,” ujar Vapaavuori.

Jan Vapaavuori (Sumber: Markku Ulander / Lehtikuva)

Jan Vapaavuori (Sumber: Markku Ulander / Lehtikuva)

Dimulai pada 27 Februari 2020, Helsinki Energy Challenge berlangsung selama setahun dan menginspirasi 252 tim dari 35 negara di seluruh dunia untuk berpartisipasi memerangi krisis iklim. Sepuluh tim dengan ide inovasi terbaik kemudian diundang untuk mengikuti fase co-creation.

co-creation.

Selama tiga hari, sepuluh tim mengikuti pelatihan virtual untuk mengembangkan dan menyempurnakan ide inovasi mereka sebelum akhirnya mempresentasikan proposal akhir yang dievaluasi langsung oleh sejumlah juri internasional.

check these guys out

Melalui Helsinki Energy Challenge, Helsinki menemukan tidak hanya satu tapi sepuluh alternatif, di mana empat diantaranya dianggap solusi terbaik untuk menghangatkan seisi kota tanpa bahan bakar fosil. Berikut keempat solusi peraih penghargaan di Helsinki Energy Challenge:

1. HIVE (Helsinki Innovative & Versatile Energies )

1. HIVE (Helsinki Innovative & Versatile Energies )

Solusi pertama berasal dari kolaborasi lima negara yang tak hanya memberhentikan penggunaan batu bara sebagai sumber energi pemanas, tetapi juga memastikan kualitas udara yang lebih baik bagi penduduk Helsinki. Diberi nama HIVE, solusi ini memanfaatkan laut Baltik sebagai sumber energi bersih pengganti bahan bakar fosil.

Dengan pompa panas atau heat pumps, HIVE akan mampu mentransfer energi panas memanfaatkan sumber energi bersih dari laut Baltik yang akan mampu memenuhi hingga 50% kebutuhan pemanas Helsinki. Fitur solusi HIVE juga mengarah pada pengoperasian jaringan pemanas pada tingkat suhu yang lebih rendah, yang akan membuat sistem lebih optimal untuk pompa panas.

heat pumps,

2. Hot Heart Helsinki

2. Hot Heart Helsinki

Masih dengan heat pumps, Hot Heart Helsinki berhasil menciptakan sistem yang menggunakan pompa panas air laut untuk mengubah energi listrik bebas karbon menjadi panas.

heat pumps,

Menawarkan sistem fleksibel yang terbuat dari 10 reservoir silinder berdiameter 225 meter yang diisi dengan air laut panas, Hot Heart Helsinki dapat menerima sumber energi berbeda. Dari sana, energi listrik yang diterima akan diubah menjadi energi panas menggunakan heat pumps tersebut. Dengan begitu, sumber panas langsung terhubung ke sistem pemanas kota. Voilà, panas dapat didistribusikan langsung ke seluruh sistem pemanas yang ada di kota tersebut.

reservoir
heat pumps

3. Smart Salt City

3. Smart Salt City

Memadukan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi penyimpanan energi termokimia baru (EnerStore), Smart Salt City menawarkan sistem energi baru yang optimal dengan fitur pengendalian permintaan. EnerStore sebagai media penyimpanan energi akan diisi oleh kelebihan listrik terbarukan yang nantinya akan disalurkan saat dibutuhkan. 

Solusi yang diusulkan juga mencakup varian EnerStore yang memungkinkan energi dipindahkan secara geografis, dan digunakan sebagai bahan bakar yang dapat diisi ulang dan bersifat sirkular.

4. BEYOND fossil

4. BEYOND fossil

Selain melahirkan sumber energi alternatif baru dan sistem pengelolaan energi, solusi Helsinki Energy Challenge juga datang dari pendekatan lain. Diberi nama BEYOND fossil, ide inovasi itu menawarkan model manajemen transisi energi yang didasarkan pada pendekatan lelang.

Dengan pendekatan lelang, diharapkan pemerintah Helsinki mampu menemukan sumber panas dari energi bersih termurah dan terbaik setiap tahunnya. BEYOND fossil, didasarkan pemikiran bahwa inovasi sistem pemanas yang dianggap terbaik saat ini mungkin tidak akan sama dengan di tahun 2029. Terlebih, banyak perusahaan energi dan teknologi yang bersaing menciptakan sumber energi bersih yang murah.

Atas dasar itu, lelang dianggap sebagai pendekatan terbaik dan fleksibel bagi pemerintah Helsinki untuk selalu menemukan solusi pemanas berkelanjutan yang terbaik setiap tahunnya.

Dengan menetapkan persyaratan, pemerintah Helsinki akan mampu memastikan investasi hemat biaya dalam solusi sistem pemanas kota yang berkelanjutan di pasar energi rendah karbon yang berkembang pesat. Sekaligus membuka jalan menuju Helsinki yang netral karbon dengan cara yang fleksibel.

]]>
https://designthinking.id/gaya-hidup/helsinki-energy-challenge-solusi-inovatif-pemerintah-menuju-kota-netral-karbon/feed/ 0
Meningkatkan Efektivitas Crowdsourcing dengan Strategi End-to-End https://designthinking.id/eksklusif/meningkatkan-efektivitas-crowdsourcing-dengan-strategi-end-to-end/ https://designthinking.id/eksklusif/meningkatkan-efektivitas-crowdsourcing-dengan-strategi-end-to-end/#respond Mon, 04 Sep 2023 06:30:21 +0000 https://designthinking.id/?p=1534 Crowdsourcing memang menawarkan kemudahan untuk menghimpun ide atau gagasan baru yang segar. Melalui crowdsourcing, perusahaan atau organisasi lainnya bisa memperoleh ide atau konten yang dibutuhkan dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang. Dengan meluncurkan suatu tantangan ke publik, perusahaan bisa menjaring ide atau solusi secara masif. Namun dalam praktiknya, crowdsourcing sering kali tidak berjalan sesuai harapan karena penanganan yang kurang tepat.

Crowdsourcing
crowdsourcing,
crowdsourcing

Menurut Digital Transformation Expert, Daniel Oscar Baskoro, banyak perusahaan yang hingga kini masih terjebak dan menganggap crowdsourcing hanya sebatas kompetisi untuk mengumpulkan ide dari luar perusahaan.

crowdsourcing

“Ada miskonsepsi di mana perusahaan melihat crowdsourcing hanya sebagai kompetisi menghimpun ide. Dapat proposal, penjurian, menentukan juara sudah selesai. Kadang-kadang semua berhenti di competition, ga diteruskan dan itu bukan crowdsourcing. Karena crowdsourcing itu harus sampai pada implementasi dari ide atau solusi tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Oscar itu.


crowdsourcing
competition
crowdsourcing
crowdsourcing
crowdsourcing
Harvard Business Review
,
crowdsourcing,

crowdsourcing

Kegagalan ini bukan datang karena ketidakmampuan crowdsourcing dalam menjaring ide. Pasalnya HBR mencatat inisiatif tersebut menghasilkan lusinan ide inovasi yang layak untuk menyelesaikan setiap tantangan yang diluncurkan VDMA. 

crowdsourcing

Walau banyak ide berhasil dihimpun, tak ada satupun dari solusi itu yang diterapkan oleh anggota asosiasi yang jumlahnya lebih dari 3.200 perusahaan. Alasannya, karena seluruh anggota asosiasi menolak menggunakan ide atau solusi apapun yang tidak ditemukan secara internal.

Nasib yang sama juga menimpa perusahaan rintisan atau startup Quirky. Berdiri pada 2009, Quirky berfokus pada crowdsourcing melalui platform yang memungkinkan para inventor menyampaikan ide inovasi mereka dan mengembangkannya menjadi produk. 

startup
crowdsourcing

Meski sempat mendapatkan pendanaan hingga USD 170 juta, startup bentukan Ben Kaufman itu mengajukan kebangkrutan pada tahun 2015, sebagian karena kegagalan perusahaan dalam mengembangkan sistem untuk meningkatkan penemuannya ke dalam produksi.

startup

Baik, VDMA dan Quirky sama-sama menunjukkan bahwa crowdsourcing bukan hanya sekedar perkara menjaring ide inovasi atau solusi. 

crowdsourcing

Sikap keterbukaan terhadap ide-ide dari luar memang merupakan jiwa dari crowdsourcing. Namun, menurut Oscar, crowdsourcing lebih dari sekedar aktivitas menghimpun ide tapi juga memastikan ide yang dihimpun mampu diubah menjadi solusi atau program yang dapat diadopsi ke perusahaan.

crowdsourcing
crowdsourcing

Langkah lanjutan inilah yang dinilai pria lulusan Columbia University tersebut kerap luput dalam pelaksanaan crowdsourcing. Untuk menghindari apa yang terjadi pada VDMA dan Quirky, perusahaan perlu keluar dari miskonsepsi dan berhenti melihat crowdsourcing sebagai kompetisi. 

crowdsourcing.
crowdsourcing

Oscar menekankan, kompetisi untuk menjaring ide hanyalah langkah permulaan dalam crowdsourcing. Menurut Oscar, setiap entitas baik perusahaan atau organisasi lainnya membutuhkan strategi atau metodologi secara end-to-end ketika hendak menggunakan metode satu ini.

crowdsourcing.
end-to-end

“Kalau crowdsourcing mikirnya harus secara end-to-end, masalahnya apa yang hendak kita selesaikan, siapa target yang akan menghimpun masalahnya, bagaimana kita bisa mengkurasi si masalah, kemudian tahapan kita crowdsourcing idenya bukan hanya masalahnya, solusinya, abis crowdsourcing solusi baru bisa diadopsi menjadi sebuah program,” jelas Oscar.

crowdsourcing
end-to-end
crowdsourcing

Strategi end-to-end inilah yang menurut Oscar kerap dilupakan oleh banyak perusahaan ketika hendak memanfaatkan pengetahuan atau keterampilan masyarakat melalui crowdsourcing. Dalam pandangannya, Oscar menilai keberhasilan crowdsourcing tidak hanya terletak pada proses pengumpulan informasi dan gagasan semata, melainkan juga pada langkah-langkah yang diambil setelah solusi-solusi berharga berhasil ditemukan.

end-to-end
crowdsourcing.
crowdsourcing

“Pastikan tujuannya itu apa dan jelas, dan pastikan metodologi yang digunakan itu secara end-to-end dan tak hanya sekedar mengumpulkan ide tapi memastikan betul setelah ide terkumpul apa yang selanjutnya dilakukan,” tutur Oscar.

end-to-end

Sosok Daniel Oscar Baskoro (Sumber: Istimewa)

safe

Sosok Daniel Oscar Baskoro (Sumber: Istimewa)

Pemikiran ini menyoroti pentingnya merancang pendekatan yang komprehensif, yang melibatkan aspek penerapan, pengembangan, dan adaptasi dari ide-ide yang berasal dari crowdsourcing

crowdsourcing

End-to-end ini yang terkadang suka lepas di perusahaan-perusahaan, jadi saya kira perlu memang ada satu framework untuk memastikan crowdsourcing ini ga cuma collecting the information, collecting the idea, tapi juga memikirkan langkah selanjutnya setelah mendapatkan solusi tadi,” lanjutnya.

End-to-end
framework
crowdsourcing
collecting the information, collecting the idea

Mengingat besarnya keuntungan yang didapat perusahaan melalui crowdsourcing, Oscar berharap akan lebih banyak bisnis mengadopsi metode satu ini dalam memecahkan masalah dan membantu perusahaan untuk tetap relevan di lanskap bisnis yang kian kompetitif.

crowdsourcing,

“Saya kira crowdsourcing menjadi metode yang harusnya sudah mulai dilakukan banyak perusahaan ya. Apalagi kita berpindah pada sebuah era kompetisi yang sangat ketat dan juga situasi yang tidak pasti. Dengan crowdsourcing perusahaan akan terbantu untuk memahami apa yang betul-betul dibutuhkan masyarakat terkait produk atau layanan perusahaan. Dengan begitu bisnis mereka bisa terus berkembang,” tutup Oscar.

crowdsourcing
crowdsourcing

]]>
https://designthinking.id/eksklusif/meningkatkan-efektivitas-crowdsourcing-dengan-strategi-end-to-end/feed/ 0
Mampu Tingkatkan Pendapatan, Banyak Perusahaan Berencana Adopsi Open Innovation https://designthinking.id/teknologi/mampu-tingkatkan-pendapatan-banyak-perusahaan-berencana-adopsi-open-innovation/ https://designthinking.id/teknologi/mampu-tingkatkan-pendapatan-banyak-perusahaan-berencana-adopsi-open-innovation/#respond Thu, 24 Aug 2023 06:24:45 +0000 https://designthinking.id/?p=1507

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

open innovation

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2003 oleh Henry Chesbrough melalui bukunya  Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology, inovasi terbuka atau open innovation menjadi semakin penting dalam pengembangan bisnis. Di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompleks, yang didorong oleh cepatnya laju perkembangan teknologi, open innovation menjadi semakin relevan bagi setiap bisnis.

Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology,
open innovation
open innovation
open innovation
pen innovation
value
open innovation
startup,

Menurut Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia sebuah perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, open innovation memberi perusahaan akses ke pengetahuan, keahlian dan sumber daya vital lainnya yang jauh lebih luas dan beragam jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki departemen R&D internal perusahaan. 

open innovation

Dengan begitu, Fiter Bagus menilai open innovation mampu menyelesaikan keterbatasan sumber daya manusia dan membantu perusahaan untuk memecahkan tantangan bisnis.

open innovation

Open innovation merupakan pendekatan inovasi yang lebih terdistribusi, partisipatif, dan terdesentralisasi yang menciptakan lebih banyak manfaat bagi bisnis. Pendekatan ini bagus untuk mengakses pengetahuan eksternal dan mengadopsinya ke dalam kepentingan dan kemajuan perusahaan,” ujar Fiter Bagus.

Open innovation
try this website

Sederet Benefit Open Innovation Bagi Operasional dan Keuangan Perusahaan

Sederet Benefit Open Innovation Bagi Operasional dan Keuangan Perusahaan

Closed Innovation dan Open Innovation. (Sumber: Istimewa)

Closed Innovation dan Open Innovation. (Sumber: Istimewa)
The Power of Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
,
open innovation
open innovation

Dalam jangka panjang, open innovation turut membawa keuntungan finansial bagi bisnis. Sebanyak 62% perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan berkat open innovation. Tak hanya itu, 40% perusahaan juga melaporkan open innovation yang mereka lakukan mampu meningkatkan jumlah peluncuran produk atau layanan yang sukses secara komersial. Sementara 30% perusahaan mengaku open innovation memudahkan mereka untuk mendapatkan akses ke pendanaan publik untuk projek inovasi mereka.

open innovation
open innovation
open innovation
open innovation

Survei yang dilakukan pada Februari hingga Maret 2023 itu juga menunjukkan kemampuan open innovation bagi perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru. Dalam hal ini, open innovation telah membantu 58% perusahaan untuk mengatasi tantangan teknis yang mereka hadapi dalam menskalakan teknologi baru. Sementara, 51% perusahaan terbantu dalam mengadopsi penggunaan atau penerapan teknologi baru dalam bisnis mereka.

open innovation
open innovation

Mercedes-Benz misalnya bermitra dengan Nokia Bell Labs dan Bosch untuk menguji penggunaan 5G guna memajukan pengembangan pabrik otomotif yang cerdas. Kolaborasi ketiga perusahaan inidilakukan melalui ARENA2036, sebuah program penelitian kolaboratif di Universitas Stuttgart di Jerman, yang didedikasikan untuk mengembangkan mobilitas dan produksi otomotif generasi berikutnya.

Adapun dalam kolaborasi bersama Nokia dan Bosch, penggunaan 5G untuk mengoperasikan kendaraan terpandu otomatis atau automated guided vehicle (AGV) dengan lebih efisien dan aman di lantai pabrik. Selain itu, open innovation juga memungkinkan keduanya mempelajari kegunaan teknologi 5G untuk untuk mengunduh dan menginstal perangkat lunak kendaraan yang disesuaikan secara otomatis pada saat yang tepat selama perakitan kendaraan.

automated guided vehicle
open innovation

Dengan menyatukan ekosistem mitra dari komunitas ilmiah dan sektor industri, ARENA2036 membantu industri otomotif secara kolektif mengatasi tantangan di berbagai bidang seperti keberlanjutan, konektivitas, dan rantai pasokan.

Open innovation dalam hal ini telah membantu Mercedes-Benz untuk mengembangkan teknologi inovatif untuk kinerja robot produksi mereka di masa depan. Temuan ini kian krusial mengingat industri otomotif menggunakan lebih banyak robot daripada sektor lainnya. 

Open innovation

“Open innovation memang terbukti telah memberikan berbagai manfaat bagi banyak perusahaan tak terkecuali bagi industri otomotif. Pasalnya, industri otomotif menempati posisi kedua sebagai industri yang paling merasakan manfaat open innovation menurut survei Capgemini Research Institute,” jelas Bagus. 

“Open innovation
open innovation

Membantu Perusahaan Mencapai Target Sustainability

Membantu Perusahaan Mencapai Target Sustainability
Sustainability

Ilustrasi prinsip keberlanjutan (Sumber: Shutterstock)

Ilustrasi prinsip keberlanjutan (Sumber: Shutterstock)
open innovation
sustainability
The Power of Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation
open innovation
open innovation

“Melalui open innovation, perusahaan mampu bekerja sama dengan pihak manapun untuk menemukan solusi terhadap masalah terkait. Perusahaan misalnya bisa bekerja dengan sejumlah startup dan memanfaatkan teknologi mereka seperti artificial intelligence, blockchain, dan sebagainya untuk mencapai tujuan keberlanjutan perusahaan,” kata Bagus.

open innovation,
startup
artificial intelligence, blockchain

Enel misalnya, produsen dan distributor listrik dan gas multinasional asal Italia, yang menjadi satu dari sekian perusahaan energi yang berkolaborasi dalam open innovation untuk mencapai target sustainability. Kemitraan Enel dengan startup Wegaw untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik tenaga air milik Enel.

open innovation
sustainability.
startup

Wegaw menawarkan teknologi geospasial yang kompleks membantu perusahaan di seluruh dunia untuk mengoptimalkan aset dengan pemantauan dan perkiraan sumber daya air. Teknologi yang dimiliki Wegaw dalam hal ini membantu Enel mengurangi biaya proyek energi bersih dengan memasukkan data ke dalam model energi yang ada. Dengan begitu, Enel mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang variabel lingkungan yang memungkinkan mereka menyesuaikan harga perdagangan yang lebih tepat. Alhasil, pilot project mereka di Spanyol dan Swiss berhasil melaporkan peningkatan produksi hingga 10% dalam pembangkit energi tenaga air dan peningkatan 5% dalam perdagangan energi dan optimalisasi biaya.

pilot project

Open Innovation Bersama Innovesia

Open Innovation Bersama Innovesia
Open Innovation

Kegiatan Youth4Health oleh UNICEF bersama Innovesia (sumber: Dok.Innovesia)

Kegiatan Youth4Health oleh UNICEF bersama Innovesia (sumber: Dok.Innovesia)

Mengingat besarnya keuntungan yang diperoleh, tak mengherankan jika semakin banyak perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan investasi mereka pada projek open innovation dalam dua tahun kedepan. Meski begitu, survei Capgemini Research Institute mencatat masih banyak perusahaan yang belum mampu memanfaatkan potensi open innovation secara menyeluruh.

open innovation
open innovation

Atas dasar itu, sebagai perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, Innovesia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja untuk berinovasi secara kolaboratif melalui open innovation. Sejak berdiri pada 2015, Innovesia telah dipercaya lebih dari 100 perusahaan, pemerintah, perusahaan dan institusi pendidikan secara lokal dan global untuk menjelajahi potensi inovasi dari luar perusahaan melalui open innovation untuk mengembangkan kemitraan strategis dan kolaborasi untuk ide-ide inovatif. 

open innovation.
open innovation

Sebagai pengadopsi awal metode design thinking di Indonesia, Innovesia tak hanya membantu perusahaan mempertajam ide inovasi tapi juga memastikan ide inovasi yang dimiliki mampu menjawab kebutuhan pengguna atau pasar. 

design thinking

“Design thinking mengedepankan pola pikir untuk berempati dengan masalah yang berfokus pada manusia, untuk kemudian menemukan pendekatan dan ide-ide inovatif melalui visualisasi dan prototype. Dengan begitu, apa yang dihasilkan oleh design thinking baik produk maupun layanan sudah pasti memenuhi kebutuhan pengguna,” jelas Bagus.

“Design thinking
prototype
design thinking

]]>
https://designthinking.id/teknologi/mampu-tingkatkan-pendapatan-banyak-perusahaan-berencana-adopsi-open-innovation/feed/ 0
Selamatkan Lautan, Samsung Luncurkan Inovasi Filter Mesin Cuci Penyaring Mikroplastik https://designthinking.id/teknologi/selamatkan-lautan-samsung-luncurkan-inovasi-filter-mesin-cuci-penyaring-mikroplastik/ https://designthinking.id/teknologi/selamatkan-lautan-samsung-luncurkan-inovasi-filter-mesin-cuci-penyaring-mikroplastik/#respond Wed, 23 Aug 2023 07:00:24 +0000 https://designthinking.id/?p=1492 Produsen perangkat elektronik asal Korea Selatan, Samsung, kembali memamerkan inovasi terbarunya. Tahun ini, Samsung merilis Less Microfiber™, sebuah filter mesin cuci eksternal yang dirancang untuk secara signifikan mengurangi polusi mikroplastik dari proses mencuci pakaian. 

Melalui filter Less Microfiber, Samsung kembali membuka peluang bagi konsumen untuk mencintai lingkungan dengan mengurangi polusi mikroplastik hingga 98%. Polusi mikroplastik sendiri dapat diartikan sebagai serat kain berukuran mikro yang terlepas dari pakaian selama proses pencucian.

The New York Times

Keprihatinan inilah yang mendorong raksasa elektronik Korea Selatan itu tergerak menciptakan inovasi yang mampu mengurangi pelepasan mikroplastik dari pakaian selama proses pencucian. Uniknya, ide hingga proses inovasi Samsung dalam menciptakan Less Microfiber™ tak mereka lakukan sendiri.

Berkolaborasi untuk Masa Depan Lingkungan

check out the post right here
Berkolaborasi untuk Masa Depan Lingkungan

Filter Less Microfiber™ dari Samsung (Sumber: Samsung Electronics)

Filter Less Microfiber™ dari Samsung (Sumber: Samsung Electronics)

Menjadi salah satu produsen perangkat elektronik terbesar di dunia dan konglomerasi terbesar di Korea Selatan tak lantas membuat Samsung menutup masuknya ide-ide inovasi dari luar. Faktanya, Samsung justru memberdayakan ide-ide eksternal demi menciptakan inovasi yang ramah lingkungan bagi setiap lini produk elektroniknya, termasuk ketika menciptakan filter Less Microfiber.

Ide inovasi Less Microfiber dimulai dua tahun lalu ketika Patagonia, peritel pakaian luar ruangan asal Amerika, menginspirasi Samsung untuk mengatasi masalah polusi mikroplastik dengan memikirkan kembali produk mesin cuci mereka. 

Sebagai peritel pakaian, Patagonia memang telah lama berupaya menyelesaikan masalah polusi mikroplastik yang disebabkan industri tekstil. Mulai dari meneliti jenis kain mana yang paling mudah melepaskan serat mikro, menciptakan bulu sintetis dari plastik daur ulang, hingga menguji kinerja filter mesin cuci di pasar.

Isu inilah yang dibawa Patagonia ke meja diskusi bersama Samsung. Menurut Vincent Stanley yang bekerja di Patagonia, saat itu ia kesulitan menemukan produsen mesin cuci untuk berkolaborasi menyelesaikan masalah polusi mikroplastik. Namun, Samsung jelas berbeda. Selepas pertemuan pertama, kedua perusahaan setuju berkolaborasi untuk menyelesaikan isu ini.

Patagonia lantas menghubungkan Samsung dengan Ocean Wise, sebuah organisasi nirlaba yang menguji pelepasan serat di antara misinya untuk melindungi dan memulihkan lautan. Bersama Ocean Wise, Samsung mengirimkan sejumlah mesin cuci produksi mereka untuk diuji.

Filter mesin cuci Less Microfiber™ dari Samsung (Sumber: Samsung Electronics)

Filter mesin cuci Less Microfiber™ dari Samsung (Sumber: Samsung Electronics)

Bersama-sama Samsung, Patagonia dan Ocean Wise berhasil menciptakan apa yang mereka sebut sebagai filter Less Microfiber™, yang dibangun atas kesuksesan peluncuran Less Microfiber™ Cycle pada tahun sebelumnya. Jika Less Microfiber™ Cycle memungkinkan konsumen mengurangi pelepasan serat mikro dari pakaian hingga 54%. Filter Less Microfiber™ selangkah lebih maju.

Filter yang terbuat dari bahan daur ulang itu terbukti mampu mencegah pelepasan mikroplastik hingga 98% dari proses mencuci pakaian. Itu artinya, saat menggunakan filter ini, konsumen sama saja tengah mencegah terbuangnya delapan botol plastik berukuran 500 mililiter ke lautan setiap tahunnya.

“Dengan emisi mikroplastik ke lautan kita yang terus meningkat dan peraturan yang diperkuat di banyak negara, serta mikroplastik menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat bagi orang-orang di mana pun, Samsung bekerja dengan Ocean Wise dan Patagonia untuk merekayasa teknologi guna mencegah pelepasan mikroplastik dari keseharian,” kata Lee Moohyung, Executive Vice President sekaligus Head of R&D Team of Digital Appliances Business di Samsung Electronics.

Selain itu, untuk membantu lebih banyak pelanggan terlibat dalam pengurangan emisi mikroplastik, filter Less Microfiber™ memiliki desain yang dapat dipasangkan dengan model mesin cuci standar. Hal ini jelas menunjukkan dedikasi Samsung terhadap krisis iklim dan membantu konsumen merangkul prinsip keberlanjutan di rumah.

“Dengan inovasi seperti Less Microfiber™ Filter and Cycle, Samsung memungkinkan praktik Everyday Sustainability dalam rangkaian produk yang lebih luas dan menjadikan praktik sehari-hari yang sadar lingkungan sebagai kebiasaan kedua di rumah,” ujar Lee Moohyung.

Everyday Sustainability

Berinovasi Melalui Kolaborasi

Berinovasi Melalui Kolaborasi

Tak bisa dipungkiri, Patagonia dan Ocean Wise berhasil membawa Samsung untuk memikirkan inovasi produk yang tak hanya memiliki nilai jual bagi perusahaan elektronik itu, tapi juga membantu mengatasi masalah polusi mikroplastik. Kolaborasi telah memungkinkan ketiga lembaga yang berbeda latar belakang itu menyatukan keahlian mereka yang berbeda-beda untuk menciptakan filter Less Microfiber™, sebuah terobosan terbaru yang membuat proses mencuci pakaian lebih ramah lingkungan.

Telah lama mengenali manfaat kolaborasi, Fiter Bagus, Direktur, Innovesia, menjelaskan kolaborasi antara Patagonia, Ocean Wise, dan Samsung telah menciptakan ekosistem diskusi untuk merangsang kreativitas. Bersama-sama, ketiganya mengusulkan dan menguji ide satu sama lain untuk menghasilkan solusi terbaik dari masalah mikroplastik yang disebabkan industri tekstil.

“Dalam proses berinovasi, kolaborasi antar organisasi dari berbagai latar belakang, keahlian, dan pengalaman mampu menghasilkan beragam perspektif yang dapat menginspirasi pemikiran baru dan pendekatan yang berbeda terhadap masalah yang dihadapi. Alhasil, peluang untuk menemukan solusi inovatif tentunya akan lebih besar,” ujar Fiter Bagus.

Selain itu, kolaborasi dinilai Fiter Bagus juga mampu menguji atau memvalidasi ide-ide yang dilontarkan selama berdiskusi. Dengan begitu, kolaborasi memungkinkan hadirnya umpan balik yang konstruktif, yang dapat menyempurnakan dan mengubah ide menjadi konsep yang lebih matang.

Sebagai perusahaan konsultasi yang telah membantu banyak perusahaan dan organisasi lainnya untuk berinovasi, Innovesia percaya kolaborasi telah memungkinkan siapa saja untuk merangkul setiap masalah baik yang kompleks sekalipun seperti isu lingkungan dan merancang solusi yang lebih holistik.

Berdiri sejak 2015, Innovesia telah berhasil mempertemukan perusahaan, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, hingga institusi pendidikan dengan mitra inovasi yang sesuai dengan misi dan visi mereka. Semua kolaborasi ini dimungkinkan berkat layanan open innovation yang dimiliki Innovesia.

open innovation

Sebagai salah satu pelopor ekosistem open innovation pertama di Indonesia, Innovesia percaya bahwa setiap perusahaan dan organisasi memiliki keahlian dan pengetahuan yang unik dan kolaborasi membuka pintu bagi mereka sebagai akses menuju sumber daya inovasi yang lebih besar.

open innovation

]]>
https://designthinking.id/teknologi/selamatkan-lautan-samsung-luncurkan-inovasi-filter-mesin-cuci-penyaring-mikroplastik/feed/ 0
Inspirasi Juli: 5 Perusahaan Melangkah Lebih Cepat dengan Open Innovation https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juli-5-perusahaan-melangkah-lebih-cepat-dengan-open-innovation/ https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juli-5-perusahaan-melangkah-lebih-cepat-dengan-open-innovation/#respond Fri, 11 Aug 2023 06:04:43 +0000 https://designthinking.id/?p=1451 Bulan Juli 2023 menjadi saksi tingginya semangat inovasi bagi bisnis, di mana berbagai perusahaan visioner telah merangkul semangat kolaborasi dalam berinovasi melalui open innovation.

Tak lagi sekedar mengandalkan pengetahuan internal, sejumlah perusahaan ternama mulai memahami pentingnya mengakomodasi ide-ide segar dan kreatif dari pihak eksternal perusahaan melalui open innovation. Mulai dari industri kesehatan, kedirgantaraan, kelistrikan, hingga perusahaan teknologi terkemuka dunia, Meta, turut serta menyelenggarakan open innovation untuk memaksimalkan dan mempercepat inovasi mereka.

Tak hanya perusahaan, efektivitas open innovation juga mulai diakui oleh para pemerintah sejumlah negara dalam memajukan taraf hidup hingga memperkuat ekosistem kewirausahaan suatu wilayah pemerintahan.

for sale

Menurut Fiter Bagus Cahyono, Direktur Innovesia –perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis– open innovation memungkinkan perusahaan untuk lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Kolaborasi bersama sejumlah pihak dengan latar belakang berbeda yang dimungkinkan open innovation juga mampu menghasilkan ide-ide yang revolusioner.

“Dengan memanfaatkan ide-ide eksternal melalui open innovation, perusahaan dapat mengidentifikasi tren baru lebih awal dan mengubah strategi mereka sesuai kebutuhan. Open innovation juga membuka pintu bagi masukan dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu. Hal ini tentu akan menghasilkan diversifikasi ide dan solusi, yang bisa memicu terciptanya konsep atau solusi baru yang revolusioner,”

Mengingat pentingnya kemampuan open innovation untuk menciptakan keunggulan kompetitif, tak heran jika banyak perusahaan dan pemerintah yang berkomitmen mengoptimalkan inovasi mereka melalui open innovation. Berikut lima ajang open innovation yang diusung perusahaan dan pemerintah ternama di dunia:

1.  Open Innovation AI Research Community

META (Sumber: REUTERS/Dado Ruvic)

Untuk tetap kompetitif di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berkembang pesat, raksasa teknologi, Meta, meluncurkan program Open Innovation AI Research Community. Mengusung pendekatan inovasi terbuka atau open innovation, program ini dirancang Meta untuk mendorong transparansi, inovasi, dan kolaborasi di bidang AI.

Diluncurkan pada pertengahan Juli 2023, Open Innovation AI Research Community akan membuka kesempatan bagi para profesor di universitas terakreditasi di manapun di dunia, untuk berkontribusi dalam agenda penelitian terkait tantangan paling mendesak seputar perkembangan AI di lapangan.

Bersama-sama mereka akan mengeksplorasi topik yang berkaitan dengan privasi, keselamatan, dan keamanan model bahasa besar atau large language models (LLM). Mereka juga akan diminta untuk memberikan masukan mengenai penyempurnaan model dasar, dan menetapkan agenda bagi penelitian kolaboratif di masa mendatang. Meta percaya, kolaborasi melalui open innovation menjadi langkah tepat bagi perusahaan untuk mempercepat penelitian mereka terkait AI.

2. Imagineering by Daher

Daher (Sumber: Daher).

Daher, produsen pesawat terbang dan pemasok peralatan industri terkemuka asal Prancis, mengumumkan peluncuran program inovasi terbuka atau open innovation pada Juni 2023. Bertajuk “Imagineering by Daher”, program open innovation ini bertujuan memanfaatkan kecerdasan kolektif untuk merangsang transformasi dan dekarbonisasi di sektor aeronautika.

Imagineering by Daher disusun berdasarkan lima pedoman utama, yakni #explore yang mencakup pemantauan tren baru di industri kedirgantaraan, #connect untuk menciptakan lebih banyak sinergi antar pelaku industri, #test yang ditujukan untuk mematangkan solusi agar tidak hanya berhenti sebagai konsep, #scale yang berfokus pada kolaborasi untuk percepatan peluncuran solusi melalui aliansi strategis dan yang terakhir #communicate untuk menawarkan peluang karir yang besar di industri kedirgantaraan.

3. The BIND 4.0 Open Innovation Platform

BIND 4.0 Open Innovation (Sumber: SPRI Group)

Program inovasi terbuka BIND 4.0 Open Innovation kembali menawarkan kesempatan bagi para startup untuk terhubung dengan 70 perusahaan terkemuka dalam program Accelerator. Dibuka untuk yang ke-8 kalinya, BIND 4.0 Open Innovation menawarkan kesempatan bagi startup yang masih dalam tahap pengembangan awal sekalipun untuk berkolaborasi bersama perusahaan besar demi mengambangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.

BIND 4.0 adalah inisiatif publik-swasta yang didanai oleh pemerintah Basque di Spanyol dan Society for the Promotion of Industrial Innovation (SPRI Group). Inisiatif ini menawarkan perusahaan terkemuka di Basque Country kesempatan memanfaatkan keahlian dan ketangkasan startup. Sementara bagi startup, BIND 4.0 menawarkan akses ke pendanaan, pendampingan dan konsultasi bisnis yang amat berharga.

4. Aspire Academy

Tampak luar venue olahraga Aspire Academy (Sumber: Aspire Academy)

Berusaha menjadi institusi olahraga terkemuka, Aspire Academy meluncurkan tiga kompetisi inovasi melalui platform inovasi Qatar Open Innovation (QOI). Akademi olahraga yang berpusat di Doha, Qatar, itu mengundang startup dan perusahaan teknologi untuk menciptakan semacam sistem atau teknologi yang mampu memantau dan meningkatkan kesehatan para atlet.

Adapun ketiga kompetisi inovasi itu mencakup pengembangan perangkat teknologi yang mampu memantau status emosional para atlet, menciptakan teknologi cerdas yang dapat mengukur dan menilai makronutrien dan profil energi dari makanan yang dikonsumsi oleh para atlet di prasmanan milik Aspire Academy, terakhir mengembangkan perangkat yang dapat memantau serta memberikan perincian struktural dari kebiasaan tidur dan pola istirahat para atlet, termasuk durasi tidur total, kualitas, tahapan, dan ritme sirkadian. 

5. Gerresheimer

Tampak luar kantor utama Gerresheimer (Sumber: Gerresheimer)

Perusahaan terkemuka di industri farmasi dan kesehatan, Gerresheimer mengajak para startup, perusahaan, mahasiswa, dan peneliti untuk mengembangkan solusi terapi baru di seluruh rantai nilai perawatan kesehatan yang memenuhi kebutuhan banyak kelompok pasien. Dibuka hingga 27 Agustus 2023, solusi terbaik nantinya akan menerima hadiah uang 4.000 Euro (Rp66 juta) dan kesempatan bekerja sama dengan Gerresheimer untuk pengembangan lebih lanjut.

“Gagasan untuk mengizinkan pasien melanjutkan perawatan di rumah kapanpun sangat berharga. Kami sangat percaya bahwa akses ke layanan kesehatan harus senyaman dan semudah mungkin, terutama bagi pasien yang berada dalam situasi yang menantang, misalnya selama atau setelah terapi kanker,” kata Maike Wolf, Kepala Inovasi di Gerresheimer.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juli-5-perusahaan-melangkah-lebih-cepat-dengan-open-innovation/feed/ 0