Innovesia – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Thu, 23 Nov 2023 05:02:34 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Innovesia – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Jawab Tantangan Bonus Demografi, Innovesia Bimbing Mahasiswa Unika Atma Jaya Kembangkan Ide Bisnis https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/ https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/#respond Tue, 24 Oct 2023 08:14:19 +0000 https://designthinking.id/?p=2232 Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis, kembali dipercaya menanamkan pola pikir design thinking bagi mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya melalui program Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB). Terkenal akan nilai-nilai kewirausahaannya, program AJIB menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide inovasi mereka dari sebuah konsep menjadi rencana bisnis yang matang.

Memiliki mayoritas penduduk yang didominasi usia produktif dengan 69,25% populasi berusia 15 sampai 64 tahun, Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi yang bisa menjadi anugerah sekaligus tantangan besar. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah setidaknya harus menyediakan 3,6 juta lapangan pekerjaan tiap tahunnya.

Atas dasar itulah, menanamkan jiwa pengusaha sedini mungkin menjadi salah satu opsi yang dinilai Menko Effendy mampu membawa Indonesia melewati puncak bonus demografi dengan baik.

“Bonus demografi menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi keuntungan ekonomi karena banyaknya penduduk usia kerja (produktif) yang berkorelasi dengan meningkatnya produktivitas. Namun, untuk menjadikan bonus demografi sebagai keuntungan ada syarat yang harus dipenuhi yakni penduduk usia produktif harus memiliki kompetensi untuk memenangkan persaingan,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

Menjadikan bonus demografi sebagai anugerah juga merupakan cita-cita Unika Atma Jaya yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk tak sekedar menjadi tenaga kerja tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi bangsa Indonesia.

“Kami melihat kalau semua orang maunya hanya bekerja dan tidak ada yang menciptakan lapangan pekerjaan, lama-lama tingkat persaingannya akan semakin keras, makin sulit dan tidak mungkin perusahaan yang sudah ada itu bisa menampung semua penduduk usia produktif di Indonesia. Jadi mau tidak mau harus ada pengusaha-pengusaha baru yang muncul yang memang bisa mengisi kekosongan di dalam pasar,” ujar Devi Angrahini A. Lembana, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) AJIB.

Mematangkan Ide Bisnis Melalui Design Thinking

Innovesia ajarkan pendekatan Design Thinking dalam Bootcamp Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Sumber: Innovesia)

Semangat inilah yang mendorong AJIB menyelenggarakan serangkaian bootcamp untuk membimbing mahasiswa Unika Atma Jaya yang tertarik berwirausaha untuk mematangkan ide bisnis secara intensif. Bootcamp sendiri merupakan bagian dari program inkubasi AJIB yang telah memasuki Angkatan ke-3.

Bootcamp dibuat karena kami melihat bahwa pengembangan ide bisnis itu perlu dilakukan secara intensif. Jadi, dengan bootcamp ini kami mencoba membuat kelas yang mendalam sehingga dalam waktu dua minggu, mahasiswa yang mengikuti program ini dapat fokus mengembangkan ide bisnis sampai bisa menghasilkan satu prototype dan agar mereka siap menceritakan ide bisnis mereka ke orang lain,” jelas Devi.

Sebanyak 27 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM), secara aktif terlibat dalam Bootcamp Design Thinking yang dibawakan Innovesia. 

Bertempat di Gedung K2 Unika Atma Jaya, Innovesia mengajak seluruh peserta menggunakan design thinking, sebuah pola pikir yang berpusat pada pengguna, untuk mengembangkan ide bisnis mereka dengan memusatkan calon pelanggan pada setiap langkah perumusan rencana bisnis mereka.

Selama empat hari, Innovesia secara intensif mengajarkan design thinking agar peserta mendapatkan first-hand-experience tentang bagaimana menemukan bisnis yang cocok dengan minat mereka selagi menjawab kebutuhan pasar. Dengan begitu, ide bisnis yang mereka kembangkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang belum terjawab atau bahkan terabaikan.

“Innovesia mengajak seluruh peserta untuk bisa menelusuri kembali ide awal mereka, agar ide bisnis yang mereka bangun didasarkan pada fakta dan data yang kuat akan esensi keberadaannya bagi target pelanggan,” ujar Fiter Bagus.

Pola pikir design thinking sendiri dipilih Unika Atma Jaya karena dinilai menjadi metode yang paling tepat untuk membuka pikiran mahasiswa agar dapat mengesampingkan asumsi dan perasaan mereka ketika merancang sebuah ide bisnis.

Innovesia menanamkan pendekatan Design Thinking pada Bootcamp Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Dok. Innovesia)

“Kami sudah beberapa kali bekerja bersama Innovesia dan kami lihat memang metode design thinking ini paling bisa diterapkan untuk mengajarkan mahasiswa. Hal terpenting adalah, kalau membuat atau mendirikan bisnis itu tidak bisa berdasarkan pikiran atau perasaan kita, atau hanya dengan menganalisa pesaing. Akan tetapi, harus benar-benar mendalami apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen. Inilah manfaat terbesar design thinking,” jelas Devi.

Selain dapat membimbing mahasiswa untuk merancang ide atau rencana bisnis yang sesuai kebutuhan pasar. Pola pikir design thinking juga dinilai Unika Atma Jaya relevan dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diajarkan universitas serta praktik nyata di lapangan.

“Pendekatan design thinking dari Innovesia kita lihat itu memang berkesinambungan dengan teori yang kami ajarkan di kelas juga dengan apa yang diterapkan di lapangan. Metode ini yang kami rasa merupakan pilihan terbaik untuk saat ini,” lanjut Devi.

Selama empat hari, Innovesia mengajarkan metode design thinking secara intensif. Mulai dari membimbing setiap peserta yang mengikuti program AJIB untuk menemukan ide bisnis yang sesuai kaidah design thinking, mengidentifikasi masalah untuk mencari peluang, memahami permasalahan tersebut dari sudut pandang calon pelanggan, sampai pada pencarian ide untuk memberikan solusi bagi pelanggan dalam bentuk prototype sederhana.

Tak hanya membimbing peserta mematangkan ide bisnis mereka melalui pendekatan design thinking, Innovesia turut memastikan bahwa setiap peserta mampu mengemas dan mengomunikasikan inovasi mereka secara menarik. Melalui kelas Proposal Writing yang digelar secara daring pada 4 September, Innovesia memastikan setiap peserta Bootcamp AJIB mampu membangun pitch deck yang efektif dan menguasai teknik dasar storytelling guna menunjukkan keunggulan inovasinya dengan baik.

Innovesia mengisi kelas Proposal Writing dalam Bootcam Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Sumber: Innovesia)

“Inovasi yang baik belum tentu punya dampak yang baik, dari segi revenue maupun sosial jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Kami berharap mahasiswa Unika Atma Jaya bisa mengomunikasikan ide inovasinya dengan sempurna, baik secara verbal maupun non verbal agar setiap goals atau tujuan dari ide tersebut bisa dikomunikasikan dengan jelas,” ujar Fiter Bagus.

Innovesia Mendorong Lahirnya Wirausaha Muda di Indonesia

Seperti Unika Atma Jaya, Innovesia berharap kedepannya akan semakin banyak universitas yang melihat pengembangan kewirausahaan sebagai hal yang krusial untuk dijadikan materi pengajaran dalam kurikulum perkuliahan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyambut masa puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030.

Menciptakan lebih banyak wirausaha juga sejalan dengan mandat Kementerian Koperasi dan UKM yang menargetkan Indonesia berada di peringkat ke-60 pada Global Entrepreneurship Index (GEI) dari saat ini di posisi ke-75 dari 132 negara. Target tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menjadi negara maju.

“Peringkat ini jelas menunjukkan bahwa peluang dunia kewirausahaan di Indonesia masih terbuka luas. Hal inilah yang membuat Innovesia optimis bahwa kehadiran program AJIB menjadi salah satu solusi dalam mencetak potensi wirausaha muda bagi Indonesia. Kami berharap akan semakin banyak perguruan tinggi yang melihat potensi serupa,” ujar Fiter Bagus.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/feed/ 0
Implementasi Crowdsourcing yang Tepat untuk Memajukan Bisnis https://designthinking.id/eksklusif/implementasi-crowdsourcing-yang-tepat-untuk-memajukan-bisnis/ https://designthinking.id/eksklusif/implementasi-crowdsourcing-yang-tepat-untuk-memajukan-bisnis/#respond Tue, 12 Sep 2023 06:32:36 +0000 https://designthinking.id/?p=1555 Perkembangan teknologi tak hanya menuntut perusahaan untuk terus berinovasi, tapi juga mengubah cara mereka dalam berinovasi. Jika dahulu inovasi dilakukan melalui penelitian internal perusahaan oleh departemen litbang, internet telah membuka peluang bagi perusahaan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan ratusan bahkan ribuan pakar lintas ilmu disiplin. Semua itu dimungkinkan melalui crowdsourcing.

Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis, mengartikan crowdsourcing sebagai pendekatan yang memungkinkan perusahaan atau organisasi lainnya untuk memperoleh ide atau konten yang dibutuhkan dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang.

“Melalui crowdsourcing, perusahaan atau bisnis dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan banyak orang untuk membantu mereka mencapai sejumlah keuntungan. Dan dengan internet, orang-orang ini tidak hanya terbatas pada suatu demografi saja, tapi di seluruh dunia,” jelas Fiter Bagus.

Luasnya ruang lingkup ini dinilai Fiter Bagus membuat banyak perusahaan mulai mengadopsi crowdsourcing untuk tetap relevan di industri dan mencapai keunggulan kompetitif.

“Dalam hal ini, crowdsourcing dinilai jauh lebih efektif daripada pendekatan inovasi terbuka lainnya, seperti program startup inkubator, model klien ventura atau venture client model, dan jauh lebih unggul dari membangun pusat atau laboratorium inovasi,” ujar Fiter Bagus.

Senada, Digital Transformation Expert, Daniel Oscar Baskoro, metode crowdsourcing membuka kesempatan bagi perusahaan untuk bekerja sama dengan publik guna mencapai ragam tujuan yang luas. Dengan crowdsourcing, Oscar menyebut, perusahaan mampu memanfaatkan ‘crowd’ atau keramaian untuk menghimpun ide dalam jumlah yang masif, mengembangkan produk, bahkan sampai membantu melakukan monitoring dan evaluasi.

“Crowdsourcing ini bisa digunakan untuk tujuan yang luas, misalnya untuk mengembangkan sebuah produk, untuk menghimpun ide dari masyarakat, itu pernah saya lakukan. Kemudian untuk monitoring dan evaluasi, banyak sekali,” ujar Oscar yang telah berpengalaman membantu perusahaan dan pemerintah melakukan crowdsourcing.

Menghimpun Ide atau Gagasan Inovasi Secara Masif

Ilustrasi ideation (Dok. Innovesia)

Mengingat tujuannya untuk menghimpun beragam ide atau solusi, manfaat paling signifikan dari crowdsourcing adalah kemampuannya untuk menemukan solusi yang tidak terduga atau out-of-the-box.

Sumber daya manusia menjadi hambatan terbesar bagi banyak perusahaan untuk berinovasi. Riset bertajuk Gartner CMO Brand Strategy and Innovation Survey mencatat sebanyak 41% perusahaan kesulitan berinovasi karena kurangnya sumber daya manusia dengan keterampilan yang dibutuhkan.

Menurut Oscar, crowdsourcing telah memungkinkan apa yang tidak bisa dilakukan tim riset internal perusahaan. Pasalnya, crowdsourcing mampu mengatasi masalah keterbatasan sumber daya manusia dengan mengundang kelompok pemikir atau inovator dari berbagai disiplin ilmu untuk menyumbangkan pengetahuan mereka dan membantu perusahaan berinovasi. Khususnya bagi bisnis dengan basis pengguna atau user yang melimpah.

“Ketika mereka memiliki user yang besar, akan sulit bagi perusahaan untuk menangkap permasalahan terhadap produknya atau juga masukan terhadap produknya, dan dengan crowdsourcing perusahaan bisa menghimpun data yang lebih luas, lebih besar, lebih banyak, jadi mereka akan mendapatkan point of view yang lebih luas,” jelas sosok dibalik berbagai inovasi teknologi kemanusiaan di Indonesia.

Memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan banyak orang dari luar perusahaan, disebut sosok yang berpengalaman memimpin pengelolaan inisiatif digital pemerintah itu, juga mampu membantu perusahaan keluar dari cara-cara lama mereka memecahkan masalah dan keluar dari stagnasi.

Crowdsourcing bisa jadi jalan keluar ketika perusahaan sudah kehabisan ide atau stuck dan membutuhkan ide baru, atau ketika produk mereka sudah dikembangkan secara maksimal tapi tidak punya gagasan untuk menciptakan produk baru. Saat itu lah crowdsourcing menjadi semacam jalan keluar bagi perusahaan untuk menjaring ide-ide, gagasan dan solusi yang tidak terpikirkan sebelumnya,” ujar Oscar.

Mengesampingkan Asumsi Perusahaan

Tak cuma menghimpun ide secara masif, crowdsourcing disebut Oscar mendorong perusahaan mengumpulkan data dan informasi berdasarkan pengalaman nyata dan fakta yang diperoleh langsung dari masyarakat atau pengguna. Dengan begitu, perusahaan dapat mengesampingkan segala asumsi mereka, baik ketika menghimpun masalah utama yang sebenarnya dihadapi perusahaan atau ketika mencari solusi atas permasalahan berikut. Alhasil, solusi yang dihasilkan sudah pasti tepat sasaran.

“Satu hal mendasar dalam crowdsourcing adalah menghilangkan asumsi. Karena ketika kita menghimpun masalah melalui crowdsourcing, we got all the problem from the real user. Sebaliknya, ketika masalahnya ditentukan berdasarkan asumsi, solusi yang dibuat sudah pasti tidak sesuai karena cara mereka mendapatkan masalahnya saja berdasarkan asumsi,” jelas Oscar yang sempat menghabiskan waktunya bekerja untuk  Lembaga Internasional di bidang teknologi untuk kemanusiaan.

Crowdsourcing juga bisa digunakan untuk menguji asumsi yang telah ada. Dengan mengajukan pertanyaan kepada masyarakat, perusahaan dapat melihat apakah asumsi mereka diterima atau dipertanyakan oleh mayoritas orang. Hal ini juga disebut Oscar sebagai salah satu keuntungan crowdsourcing dalam hal menilai kedalaman suatu masalah.

“Yang paling penting juga dari crowdsourcing kita bisa melihat kedalaman masalahnya. Misalnya ketika ada ratusan orang menyebutkan masalah yang sama, maka masalah itu kemungkinan menjadi masalah utama yang benar-benar dihadapi masyarakat,” tutur Oscar menjelaskan.

Berinovasi Lebih Cepat dan Hemat Biaya

Ilustrasi (Sumber: Freepik)

Saat memecahkan masalah secara internal, perusahaan dibatasi dengan seberapa cepat departemen litbang atau karyawan mereka dapat bekerja. Crowdsourcing juga memungkinkan perusahaan mengeluarkan lebih sedikit biaya.

Menurut Oscar, melalui crowdsourcing, perusahaan tidak perlu mempekerjakan para ahli, insinyur, atau membangun laboratorium inovasi. Mereka hanya perlu meluncurkan tantangan atau pertanyaan, menyusun tujuan atau goals, menyusun metodologi crowdsourcing secara end-to-end dan memberikan insentif bagi pihak yang mengurunkan dayanya. Oscar menekankan, insentif yang diberikan tak melulu berbentuk materi, bisa berupa sertifikat, penghargaan, dan lain sebagainya.

“Sebenarnya perusahaan bisa mempekerjakan researcher atau peneliti ya, tapi tentu membutuhkan biayanya besar sekali. Dengan crowdsourcing, biayanya lebih rendah dan perusahaan bisa menghimpun ide dengan lebih maksimal,” kata Oscar.

Salah satu bukti nyata kesuksesan crowdsourcing terlihat dari kompetisi The Goldcorp Challenge pada tahun 2000. Dengan mempublikasikan 400 megabyte data geologis hasil riset perusahaan dan menawarkan CAD 575.000 (Rp3,6 miliar), Goldcorp dikirimi 1.000 ide inovasi yang salah satunya memungkinkan perusahaan mengidentifikasi 110 lokasi deposit emas dan menemukan emas senilai CAD 6 miliar (Rp38 triliun).

Sarana Pemasaran Terbaik dalam Meningkatkan Brand Awareness

Ilustrasi (Sumber: Investopedia)

Memiliki aspek komunal serta kompetitif, membuat crowdsourcing tidak hanya menawarkan kesempatan untuk mengembangkan solusi atau ide inovasi, tapi juga meningkatkan awareness atau kesadaran di masyarakat.

Crowdsourcing pastinya mampu meningkatkan awareness perusahaan karena masyarakat sangat dilibatkan disitu,” jelas Oscar.

Lays misalnya, produsen makanan ringan asal Amerika itu beralih ke crowdsourcing untuk meminta penggemar keripik kentang menyumbangkan ide terbaik untuk rasa keripik kentang baru mereka. Melalui crowdsourcing bertajuk ‘Do Us Flavor’, Lays menerima 14,4 juta ide rasa baru sekaligus meningkatkan citra positif merek tersebut.

Dari kasus Lays tercermin bagaimana crowdsourcing menawarkan sarana pemasaran yang cerdas karena dapat menjadi sarana memasarkan nama perusahaan mereka ke khalayak luas dan melibatkan mereka dengan cara yang menyenangkan. Tentu hal ini akan membantu membangun jaringan penggemar yang lebih besar.

Memastikan Keberhasilan Crowdsourcing 

Terlepas dari segudang manfaat yang diberikan, melaksanakan crowdsourcing tidak bisa dianggap sepele. Oscar menegaskan, banyak perusahaan terjebak dan menganggap metode satu ini sebagai ajang kompetisi inovasi. Meski melibatkan tantangan yang perlu diselesaikan, crowdsourcing lebih dari sekedar menghimpun ide inovasi.

“Ada miskonsepsi di mana perusahaan melihat crowdsourcing hanya sebagai kompetisi menghimpun ide. Dapat proposal, penjurian, menentukan juara sudah selesai. Kadang-kadang semua berhenti di competition, ga diteruskan dan itu bukan crowdsourcing. Karena crowdsourcing itu harus sampai pada implementasi dari ide atau solusi tersebut,” ujar Oscar menekankan.

Sosok Daniel Oscar Baskoro (Dok. Istimewa)

Atas dasar itu Oscar menekankan dibutuhkan strategi atau metodologi secara end-to-end mulai dari mengkurasi masalah yang dihadapi perusahaan dan menentukan masalah utama yang hendak diselesaikan, lalu menghimpun solusi hingga memastikan solusi tersebut bisa diimplementasikan di dalam perusahaan.

End-to-end ini yang terkadang suka lepas di perusahaan-perusahaan, jadi saya kira perlu memang ada satu framework untuk memastikan crowdsourcing ini ga cuma collecting the information, collecting the idea, tapi juga memikirkan langkah selanjutnya setelah mendapatkan solusi tadi,” lanjut Oscar.

Mengingat besarnya keuntungan yang didapat perusahaan melalui crowdsourcing, Oscar berharap akan lebih banyak bisnis mengadopsi metode satu ini dalam memecahkan masalah dan membantu perusahaan untuk tetap relevan di lanskap bisnis yang kian kompetitif.

“Saya kira crowdsourcing menjadi metode yang harusnya sudah mulai dilakukan banyak perusahaan ya. Apalagi kita berpindah pada sebuah era kompetisi yang sangat ketat dan juga situasi yang tidak pasti. Dengan crowdsourcing perusahaan akan terbantu untuk memahami apa yang betul-betul dibutuhkan masyarakat terkait produk atau layanan perusahaan. Dengan begitu bisnis mereka bisa terus berkembang,” tutup Oscar.

Paham betul krusialnya strategi end-to-end dalam praktik crowdsourcing, Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, telah berpengalaman menuntun perusahaan atau organisasi lainnya untuk mengembangkan strategi dan eksekusi crowdsourcing demi mengembangkan model bisnis melalui layanan konsultasi end-to-end yang strategis.

Berdiri sejak 2015, Innovesia tak hanya dipercaya atas kemampuannya menjelajahi potensi inovasi dari luar perusahaan. Tapi juga membantu perusahaan mengidentifikasi dan mendalami masalah utama mereka dalam bisnis. Lebih dari itu, melalui program inkubasi yang ditawarkan, Innovesia turut memastikan solusi yang dihimpun selama proses crowdsourcing dapat dimatangkan dari sekedar konsep untuk kemudian diimplementasikan dengan baik oleh perusahaan.

“Dengan visi membantu pengembangan inovasi yang fokus pada target pengguna, Innovesia membuka peluang bagi setiap perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui crowdsourcing. Dengan jaringan expert dari berbagai disiplin ilmu berbeda, Innovesia memastikan crowdsourcing dilakukan secara strategis, mulai dari memperdalam masalah yang dihadapi perusahaan hingga memastikan setiap ide inovasi yang dihimpun benar-benar mampu menyelesaikan masalah tersebut secara menyeluruh,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

]]>
https://designthinking.id/eksklusif/implementasi-crowdsourcing-yang-tepat-untuk-memajukan-bisnis/feed/ 0
5 Inovasi Medis Hasil Metode yang Berfokus pada Pengguna Hapus Hambatan di Bidang Kesehatan https://designthinking.id/kesehatan/5-inovasi-medis-hasil-metode-yang-berfokus-pada-pengguna-hapus-hambatan-di-bidang-kesehatan/ https://designthinking.id/kesehatan/5-inovasi-medis-hasil-metode-yang-berfokus-pada-pengguna-hapus-hambatan-di-bidang-kesehatan/#respond Thu, 07 Sep 2023 09:54:09 +0000 https://designthinking.id/?p=1546

Bidang kesehatan terus mengalami transformasi yang mengagumkan berkat serangkaian inovasi. Mulai dari yang mengubah cara kita mendiagnosis, mengobati dan hingga bagaimana pelayanan kesehatan diberikan.

Dari pengembangan teknologi medis mutakhir hingga pendekatan pengobatan yang lebih personal, inovasi di bidang kesehatan telah mengubah kehidupan jutaan orang di seluruh dunia dan dengan design thinking, inovasi yang diciptakan lebih mampu menjawab kebutuhan pasien dan praktisi medis.

Aspek kreativitas, empati, dan analisis yang dihadirkan design thinking telah memungkinkan penyelidikan yang lebih mendalam tentang bagaimana pasien berinteraksi dengan pengobatan mereka. Kemampuan inilah yang mendorong penciptaan inovasi medis agar lebih baik dalam merespon kebutuhan setiap pasien.

Berikut lima inovasi medis luar biasa yang dihasilkan melalui pendekatan design thinking, yang diyakini mampu membuka jendela baru menuju masa depan pelayanan kesehatan yang lebih inovatif.

1. Proses Komunikasi Teratur untuk Pasien, Stanford Hospital

Kelas Design Thinking di Stanford Hospital. (Sumber: Stanford Hospital)

Selama dua hari, 14 manajer di Stanford Hospital, California, Amerika Serikat, meninggalkan pekerjaan harian mereka sebagai ahli medis dan kembali ‘bersekolah’. Bersama-sama mereka mengikuti kursus design thinking yang disediakan d.school.

Dalam pelatihan ini, setiap peserta bermain peran sebagai keluarga pasien dan ahli medis untuk merasakan langsung bagaimana rasanya berada dalam kekacauan UGD. Tujuannya adalah untuk mencari cara dalam meningkatkan pengalaman pasien dan keluarga mereka selama berada di UGD.

Para ahli medis yang terlibat dalam kelas design thinking juga diharuskan mewawancarai pasien dan keluarganya tentang pengalaman mereka terhadap perawatan medis yang mereka dapatkan selama berada di UGD.

Hasilnya luar biasa, wawancara dan bermain peran telah mendorong mereka untuk berempati terhadap kesulitan yang dihadapi pasien dan keluarganya. Dari kursus itu, mereka mengetahui bahwa pasien menginginkan aliran informasi yang lebih teratur untuk membantu mereka meredakan kecemasan dan ketakutan mereka selama berada di UGD.

2. MRI Ramah Anak, GE Healthcare

Mesin MRI ramah anak dari GE Healthcare (Sumber: GE Healthcare)

Besarnya mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI), acapkali membuat anak-anak yang harus melewati pemeriksaan medis ketakutan. Fenomena inilah yang mendorong Doug Dietz, seorang arsitek yang telah lama bekerja di GE HealthCare, mengembangkan desain MRI yang ramah anak.

Alih-alih merancang mesin baru, Doug Dietz meluncurkan serangkaian MRI bertema petualangan yang dinamakan “The Adventure Series”. Berkat riset pengguna yang ekstensif dan uji coba rumah sakit, Doug Dietz mengubah mesin MRI dari yang menyeramkan menjadi bernuansa kapal bajak laut dengan pemandangan pantai, istana pasir, dan lautan.

Berkat solusi kreatifnya, skor kepuasan pasien naik 90%. Anak-anak tidak lagi menderita kecemasan ketika berhadapan dengan mesin pencitraan satu ini. Mesin MRI ramah anak itu juga memudahkan anak-anak untuk tetap diam selama prosedur, yang pada gilirannya mencegah dokter untuk mengulangi pemindaian. Artinya, lebih banyak pasien yang dapat dipindai setiap harinya.

3. Sarana Edukasi dan Komunikasi Menstruasi, UNICEF dan Innovesia

Ilustrasi Menstruasi (Sumber: Freepik)

Kurangnya edukasi dan maraknya stigma negatif terkait menstruasi menjadi tantangan tersendiri bagi implementasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di tanah air. Di berbagai daerah, menstruasi kerap menimbulkan rasa tidak nyaman yang dialami siswa perempuan. Ditambah dengan perundungan dari siswa lain, membuat menstruasi kerap menjadi momok menakutkan bagi siswa perempuan di Indonesia.

Situasi inilah yang melatari kerja sama UNICEF dan Innovesia untuk memahami permasalahan nyata yang dialami siswa terkait menstruasi di lima kota besar di Indonesia yakni, Surabaya, Banda Aceh, Kupang, Makassar dan Jayapura.

Bersama-sama, UNICEF dan Innovesia, mendalami bagaimana para siswa baik perempuan dan laki-laki memahami siklus menstruasi guna membangun kesadaran dan mengedukasi para murid terkait menstruasi, khususnya MKM itu sendiri.

Dengan bimbingan dari jaringan expert Innovesia, para siswa dibimbing membuat sejumlah prototype sarana edukasi MKM, seperti pembuatan mading kelas atau sekolah, website, buku cerita hingga aplikasi mobile, yang tidak hanya mampu memberikan edukasi tapi juga menghubungkan para murid dengan para pakar untuk bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai MKM.

4. Kemasan Obat Tersortir, PillPack

PillPack (Sumber: PillPack)

Berkomitmen memudahkan pasien untuk meminum obat yang tepat pada waktu yang tepat, TJ Parker dan Elliot Cohen membuat PillPack, startup di bidang farmasi yang memiliki misi untuk mempermudah akses pasien terhadap obat-obatan.

Dengan pendekatan yang berpusat pada manusia seperti design thinking, Parker dan Cohen mendesain seperangkat layanan yang mencerminkan pemahaman yang benar tentang para pasien. Selama proses pengujian prototype, keduanya juga memastikan bahwa setiap interaksi pelanggan dengan PillPack, mulai dari mendaftar ke layanan secara online hingga menggunakan produknya setiap hari, dapat dilakukan secara langsung dan meyakinkan.

Hal inilah yang membuat PillPack menemukan model bisnis yang tepat. Begini cara kerjanya, pasien dapat mengirimkan resep obat-obatan secara langsung ke apoteker di PillPack secara daring atau online. Setelahnya, tim apoteker di PillPack akan mengatur obat-obatan pasien ke dalam paket atau kemasan kecil yang telah disortir dan dipersonalisasi.

Dengan model layanan ini, PillPack tak hanya mempermudah pasien mendapatkan obat-obatan tapi juga mempermudah mereka mengonsumsi obat-obatan.

5. Pengukur Gula Darah Otomatis, CONTOUR USB

CONTOUR USB dari Ascensia Diabetes Care (Sumber: Ascensia)

Fenomena inilah yang mendorong Ascensia Diabetes Care bermitra dengan IDEO, untuk mendalami apa yang sebenarnya membuat banyak pasien diabetes kesulitan mendapatkan perawatan kesehatan yang mumpuni. Dari sana, Ascensia sadar bahwa banyak penderita diabetes yang merasakan stigma negatif, khususnya ketika harus melakukan pemeriksaan kadar gula darah di depan umum.

Mengetahui masalah ini, Ascensia dan IDEO lantas merancang alat pengukur gula darah yang didesain layaknya perangkat teknologi canggih. Keduanya mengembangkan “CONTOUR USB”,  alat pengukur gula darah pertama yang mampu dihubungkan langsung ke komputer. Seperti namanya, CONTOUR USB memungkinkan pasien untuk mengunggah data kadar gula darah mereka secara otomatis ke aplikasi sehingga pasien tidak perlu lagi mencatatkannya secara manual.

Inovasi ini juga dilengkapi dengan fitur smartLIGHT berwarna merah, hijau, atau kuning untuk memberikan umpan balik instan tentang apakah kadar gula darah berada di bawah atau di atas kisaran target. Dengan begitu, CONTOUR USB dapat membantu memandu pasien untuk mengambil keputusan secara real-time terkait kondisi kesehatannya.

]]>
https://designthinking.id/kesehatan/5-inovasi-medis-hasil-metode-yang-berfokus-pada-pengguna-hapus-hambatan-di-bidang-kesehatan/feed/ 0
Mampu Tingkatkan Pendapatan, Banyak Perusahaan Berencana Adopsi Open Innovation https://designthinking.id/teknologi/mampu-tingkatkan-pendapatan-banyak-perusahaan-berencana-adopsi-open-innovation/ https://designthinking.id/teknologi/mampu-tingkatkan-pendapatan-banyak-perusahaan-berencana-adopsi-open-innovation/#respond Thu, 24 Aug 2023 06:24:45 +0000 https://designthinking.id/?p=1507

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sebanyak 71% dari 1.000 perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan.

open innovation

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2003 oleh Henry Chesbrough melalui bukunya  Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology, inovasi terbuka atau open innovation menjadi semakin penting dalam pengembangan bisnis. Di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompleks, yang didorong oleh cepatnya laju perkembangan teknologi, open innovation menjadi semakin relevan bagi setiap bisnis.

Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology,
open innovation
open innovation
open innovation
pen innovation
value
open innovation
startup,

Menurut Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia sebuah perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, open innovation memberi perusahaan akses ke pengetahuan, keahlian dan sumber daya vital lainnya yang jauh lebih luas dan beragam jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki departemen R&D internal perusahaan. 

open innovation

Dengan begitu, Fiter Bagus menilai open innovation mampu menyelesaikan keterbatasan sumber daya manusia dan membantu perusahaan untuk memecahkan tantangan bisnis.

open innovation

Open innovation merupakan pendekatan inovasi yang lebih terdistribusi, partisipatif, dan terdesentralisasi yang menciptakan lebih banyak manfaat bagi bisnis. Pendekatan ini bagus untuk mengakses pengetahuan eksternal dan mengadopsinya ke dalam kepentingan dan kemajuan perusahaan,” ujar Fiter Bagus.

Open innovation
try this website

Sederet Benefit Open Innovation Bagi Operasional dan Keuangan Perusahaan

Sederet Benefit Open Innovation Bagi Operasional dan Keuangan Perusahaan

Closed Innovation dan Open Innovation. (Sumber: Istimewa)

Closed Innovation dan Open Innovation. (Sumber: Istimewa)
The Power of Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
,
open innovation
open innovation

Dalam jangka panjang, open innovation turut membawa keuntungan finansial bagi bisnis. Sebanyak 62% perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan berkat open innovation. Tak hanya itu, 40% perusahaan juga melaporkan open innovation yang mereka lakukan mampu meningkatkan jumlah peluncuran produk atau layanan yang sukses secara komersial. Sementara 30% perusahaan mengaku open innovation memudahkan mereka untuk mendapatkan akses ke pendanaan publik untuk projek inovasi mereka.

open innovation
open innovation
open innovation
open innovation

Survei yang dilakukan pada Februari hingga Maret 2023 itu juga menunjukkan kemampuan open innovation bagi perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru. Dalam hal ini, open innovation telah membantu 58% perusahaan untuk mengatasi tantangan teknis yang mereka hadapi dalam menskalakan teknologi baru. Sementara, 51% perusahaan terbantu dalam mengadopsi penggunaan atau penerapan teknologi baru dalam bisnis mereka.

open innovation
open innovation

Mercedes-Benz misalnya bermitra dengan Nokia Bell Labs dan Bosch untuk menguji penggunaan 5G guna memajukan pengembangan pabrik otomotif yang cerdas. Kolaborasi ketiga perusahaan inidilakukan melalui ARENA2036, sebuah program penelitian kolaboratif di Universitas Stuttgart di Jerman, yang didedikasikan untuk mengembangkan mobilitas dan produksi otomotif generasi berikutnya.

Adapun dalam kolaborasi bersama Nokia dan Bosch, penggunaan 5G untuk mengoperasikan kendaraan terpandu otomatis atau automated guided vehicle (AGV) dengan lebih efisien dan aman di lantai pabrik. Selain itu, open innovation juga memungkinkan keduanya mempelajari kegunaan teknologi 5G untuk untuk mengunduh dan menginstal perangkat lunak kendaraan yang disesuaikan secara otomatis pada saat yang tepat selama perakitan kendaraan.

automated guided vehicle
open innovation

Dengan menyatukan ekosistem mitra dari komunitas ilmiah dan sektor industri, ARENA2036 membantu industri otomotif secara kolektif mengatasi tantangan di berbagai bidang seperti keberlanjutan, konektivitas, dan rantai pasokan.

Open innovation dalam hal ini telah membantu Mercedes-Benz untuk mengembangkan teknologi inovatif untuk kinerja robot produksi mereka di masa depan. Temuan ini kian krusial mengingat industri otomotif menggunakan lebih banyak robot daripada sektor lainnya. 

Open innovation

“Open innovation memang terbukti telah memberikan berbagai manfaat bagi banyak perusahaan tak terkecuali bagi industri otomotif. Pasalnya, industri otomotif menempati posisi kedua sebagai industri yang paling merasakan manfaat open innovation menurut survei Capgemini Research Institute,” jelas Bagus. 

“Open innovation
open innovation

Membantu Perusahaan Mencapai Target Sustainability

Membantu Perusahaan Mencapai Target Sustainability
Sustainability

Ilustrasi prinsip keberlanjutan (Sumber: Shutterstock)

Ilustrasi prinsip keberlanjutan (Sumber: Shutterstock)
open innovation
sustainability
The Power of Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation
open innovation
open innovation

“Melalui open innovation, perusahaan mampu bekerja sama dengan pihak manapun untuk menemukan solusi terhadap masalah terkait. Perusahaan misalnya bisa bekerja dengan sejumlah startup dan memanfaatkan teknologi mereka seperti artificial intelligence, blockchain, dan sebagainya untuk mencapai tujuan keberlanjutan perusahaan,” kata Bagus.

open innovation,
startup
artificial intelligence, blockchain

Enel misalnya, produsen dan distributor listrik dan gas multinasional asal Italia, yang menjadi satu dari sekian perusahaan energi yang berkolaborasi dalam open innovation untuk mencapai target sustainability. Kemitraan Enel dengan startup Wegaw untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik tenaga air milik Enel.

open innovation
sustainability.
startup

Wegaw menawarkan teknologi geospasial yang kompleks membantu perusahaan di seluruh dunia untuk mengoptimalkan aset dengan pemantauan dan perkiraan sumber daya air. Teknologi yang dimiliki Wegaw dalam hal ini membantu Enel mengurangi biaya proyek energi bersih dengan memasukkan data ke dalam model energi yang ada. Dengan begitu, Enel mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang variabel lingkungan yang memungkinkan mereka menyesuaikan harga perdagangan yang lebih tepat. Alhasil, pilot project mereka di Spanyol dan Swiss berhasil melaporkan peningkatan produksi hingga 10% dalam pembangkit energi tenaga air dan peningkatan 5% dalam perdagangan energi dan optimalisasi biaya.

pilot project

Open Innovation Bersama Innovesia

Open Innovation Bersama Innovesia
Open Innovation

Kegiatan Youth4Health oleh UNICEF bersama Innovesia (sumber: Dok.Innovesia)

Kegiatan Youth4Health oleh UNICEF bersama Innovesia (sumber: Dok.Innovesia)

Mengingat besarnya keuntungan yang diperoleh, tak mengherankan jika semakin banyak perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan investasi mereka pada projek open innovation dalam dua tahun kedepan. Meski begitu, survei Capgemini Research Institute mencatat masih banyak perusahaan yang belum mampu memanfaatkan potensi open innovation secara menyeluruh.

open innovation
open innovation

Atas dasar itu, sebagai perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, Innovesia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja untuk berinovasi secara kolaboratif melalui open innovation. Sejak berdiri pada 2015, Innovesia telah dipercaya lebih dari 100 perusahaan, pemerintah, perusahaan dan institusi pendidikan secara lokal dan global untuk menjelajahi potensi inovasi dari luar perusahaan melalui open innovation untuk mengembangkan kemitraan strategis dan kolaborasi untuk ide-ide inovatif. 

open innovation.
open innovation

Sebagai pengadopsi awal metode design thinking di Indonesia, Innovesia tak hanya membantu perusahaan mempertajam ide inovasi tapi juga memastikan ide inovasi yang dimiliki mampu menjawab kebutuhan pengguna atau pasar. 

design thinking

“Design thinking mengedepankan pola pikir untuk berempati dengan masalah yang berfokus pada manusia, untuk kemudian menemukan pendekatan dan ide-ide inovatif melalui visualisasi dan prototype. Dengan begitu, apa yang dihasilkan oleh design thinking baik produk maupun layanan sudah pasti memenuhi kebutuhan pengguna,” jelas Bagus.

“Design thinking
prototype
design thinking

]]>
https://designthinking.id/teknologi/mampu-tingkatkan-pendapatan-banyak-perusahaan-berencana-adopsi-open-innovation/feed/ 0
Inovasi Hadapi Tech Winter, Innovesia Bekali Peserta di UI Innovation War 2023 https://designthinking.id/edukasi/inovasi-hadapi-tech-winter-innovesia-bekali-peserta-di-ui-innovation-war-2023/ https://designthinking.id/edukasi/inovasi-hadapi-tech-winter-innovesia-bekali-peserta-di-ui-innovation-war-2023/#respond Wed, 16 Aug 2023 07:14:21 +0000 https://designthinking.id/?p=1473 Bertema “Resilient Business Strategy: Turning Volatility into Opportunity with Dynamic Up-to-Date Solution”, kompetisi business plan dan business case tingkat nasional itu ditujukan untuk meningkatkan kreativitas para peserta dalam menciptakan rencana bisnis yang berkelanjutan, juga menyediakan inovasi dan strategi dalam memecahkan business case nyata di tengah fenomena tech winter.

business plan
business case
tech winter
startup
startup
rapid growth.
startup

Namun, dengan berangsur pulihnya kondisi dunia dari pandemi Covid-19 ditambah meningkatnya laju inflasi dan kondisi geopolitik yang tak stabil, mendorong Bank Sentral Amerika Serikat untuk kembali meningkatkan suku bunganya bahkan hingga menyentuh tujuh kali lipat pada tahun 2022. Sayangnya, peningkatan suku bunga ini turut menjadi cikal bakal adanya tech Winter, sebuah kondisi dimana perusahaan startup satu per satu runtuh karena berkurangnya dana investasi yang mereka terima dari para investor.

tech Winter
startup. 

Fenomena ini menjadi tantangan besar yang diangkat UI Innovation War 2023 tahun ini. Pasalnya, fenomena tech winter telah memaksa perusahaan seperti startup untuk tak cuma mengejar rapid growth tapi mulai berfokus pada pertumbuhan profit. Fenomena tech winter jelas menuntut startup untuk berinovasi, menciptakan sumber pendapatan atau revenue stream baru tanpa lagi harus membakar uang demi menarik lebih banyak pelanggan.

tech winter
startup
rapid growth
tech winter
startup
revenue stream

Atas dasar itu, ajang Workshop Business Case Competition and Mini Case Trial ini diharapkan mampu menambah wawasan, menumbuhkan kreativitas dan kemampuan analitis para peserta untuk menjawab tantangan bisnis yang kompleks.

Workshop ini adalah ajang di mana para peserta dapat menambah wawasan dan inspirasi di era inovasi dan teknologi yang berkembang pesat bagi bisnis. Dengan tujuan untuk memperkaya wawasan dan pemahaman tentang berbagai aspek bisnis, acara ini menghadirkan serangkaian webinar dengan speaker ternama yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya masing-masing,” ujar Caturangga Argya, Vice Project Officer UI Innovation War 2023, dalam sambutannya pada Sabtu (5/8).

Workshop

Poster ajang UI Innovation War 2023 (Sumber: Istimewa)

Poster ajang UI Innovation War 2023 (Sumber: Istimewa)

Pada kesempatan kali ini, Innovesia dipercaya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) selaku penyelenggara UI Innovation War 2023 untuk menyediakan studi kasus yang menjadi bahan diskusi para peserta selama workshop berlangsung. Dalam waktu 45 menit, para peserta diharapkan dapat berkolaborasi untuk memecahkan masalah bisnis secara inovatif dan visioner. Innovesia dalam hal ini juga terlibat dalam menilai hasil studi para peserta dalam mini case competition.

workshop
mini case competition.

“Acara ini juga menyelenggarakan mini case competition di mana peserta akan menghadapi tantangan sebenarnya dalam rangkaian kasus yang menarik. Dalam 45 menit, para peserta diharapkan mampu menerapkan kemampuan analitis, kreativitas dan kerja tim mereka dalam menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks,” jelas Caturangga Argya.

mini case competition

Fiter Bagus Cahyono selaku Direktur Innovesia berpendapat, Workshop Business Case Competition and Mini Case Trial memberi kesempatan bagi para peserta untuk mengasah keterampilan mereka dalam menciptakan ide bisnis dengan belajar langsung dari kasus bisnis di dunia nyata.

“Dengan adanya UI Innovation War, mahasiswa yang menjadi peserta diharapkan mampu mengasah keterampilannya dalam melihat situasi bisnis terkini serta ke depan dan mengaplikasikan pola pikir jangka panjang agar bisnis yang dijalani bisa berkelanjutan,” ujar Fiter Bagus.

Selain menyediakan studi kasus untuk diselesaikan, Mia Astari Vice President of Corporate Innovation yang mewakili Innovesia, juga membekali para peserta dengan pendekatan design thinking untuk membantu para peserta membangun atau menciptakan inovasi produk, layanan atau model bisnis yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan atau pasar. 

design thinking

Dengan materi design thinking, Mia berharap para peserta mampu menciptakan ide bisnis yang benar-benar menjawab kebutuhan target penggunanya atau product market-fit dan bukan mengedepankan teknologi atau fiturnya.

design thinking,
product market-fit

Design thinking merupakan sebuah jembatan dalam pembangunan Kanvas Model Bisnis yang membantu pendefinisian Segmen Pelanggan dan Proposisi Nilai yang ditawarkan untuk pengguna. Dengan design thinking, pelaku bisnis bisa mendalami kebutuhan pelanggan dan memperbaiki produknya agar kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan dan keberlanjutan bisnis bisa dipertahankan,” ujar Mia Astari.

Design thinking

Mia Astari sebagai salah satu pemateri dalam UI Innovation War 2023. (Sumber: Tangkapan Layar)

Mia Astari sebagai salah satu pemateri dalam UI Innovation War 2023. (Sumber: Tangkapan Layar)

Pada kesempatan yang sama, Mia juga memberikan pemahaman terkait kanvas model bisnis atau business model canvas (BMC) yang akan menuntun para peserta menyusun ide bisnis mereka dengan lebih terstruktur. Dengan BMC, para peserta dituntun melihat hubungan logis antara komponen-komponen dalam bisnis mereka dan membantu mereka menemukan proposisi nilai. BMC juga dapat berguna untuk menguji konsistensi keterkaitan antara satu komponen dapat memiliki pengaruh terhadap komponen lainnya.

business model canvas

Adapun setelah penyelenggaraan Workshop Business Case Competition and Mini Case Trial, ajang UI Innovation War 2023 akan dilanjutkan dengan Workshop Business Plan Competition dan Business Model Canvas Trial untuk membantu para peserta membangun bisnis mereka dengan cara yang ahli. 

Para peserta nantinya juga akan dibekali dengan serangkaian kegiatan pendampingan atau mentoring untuk menguatkan rancangan bisnis mereka sebelum mempresentasikannya di hadapan dewan juri. Rangkaian workshop, mentoring dan kompetisi UI Innovation War 2023 ini tak lain ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan di kalangan remaja.

mentoring
workshop, mentoring

“Innovesia berharap, ke depannya akan semakin banyak kegiatan atau kompetisi seperti UI Innovation War 2023 untuk pengembangan jiwa kewirausahaan sedini mungkin, juga meningkatkan keterampilan pelajar dalam analisis bisnis, dan pemecahan masalah melalui serangkaian workshop dan pendampingan atau mentoring,” ujar Fiter Bagus.

workshop
mentoring,”

Innovesia selalu terbuka akan kesempatan baik seperti ini dalam mendukung pengembangan kapabilitas generasi masa depan Indonesia demi kemajuan bangsa.

you can find out more

]]>
https://designthinking.id/edukasi/inovasi-hadapi-tech-winter-innovesia-bekali-peserta-di-ui-innovation-war-2023/feed/ 0
Bersama Innovesia, Shell Mobility Ciptakan Peluang Bisnis Baru Melalui Inovasi https://designthinking.id/otomotif/bersama-innovesia-shell-mobility-ciptakan-peluang-bisnis-baru-melalui-inovasi/ https://designthinking.id/otomotif/bersama-innovesia-shell-mobility-ciptakan-peluang-bisnis-baru-melalui-inovasi/#respond Tue, 08 Aug 2023 09:20:14 +0000 https://designthinking.id/?p=1439 Menjadi peritel di sektor mobilitas terbesar di dunia tak lantas membuat Shell Mobility berpuas diri. Tersebar di lebih dari 46.000 lokasi dengan 32 juta pelanggan secara global, Shell Mobility terus berupaya menjadi pemain utama di sektor mobilitas yang tak hanya menawarkan pembelian bahan bakar minyak (BBM), tapi juga penggantian pelumas dan pencucian mobil. Bahkan kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pengendara seperti makanan dan minuman.

Dengan semangat itulah, Shell Mobility memutuskan perlunya berinovasi untuk tetap relevan di lanskap bisnis yang terus berubah. Namun, perjalanan inovasi Shell Mobility tidaklah mulus. Dihadapkan pada banyak ide inovasi justru membuat Michael Tumengkol yang sempat menduduki posisi Head of Organizational Development and Learning di Shell Mobility Indonesia mengalami kesulitan.

you can try this out

“Sebelum berinovasi kita berdiskusi bersama banyak pihak di Shell Mobility. Tapi kesimpulannya sederhana, bahwa kita perlu berinovasi mengenai bagaimana kita mengkonstruksi ide, karena idenya banyak tapi cenderung serabutan. Kita kesulitan menerjemahkan ide jadi action,” ujar Michael Tumengkol, yang kini menjabat sebagai Global Learning and Development Advisor di Shell.

Kesulitan menerjemahkan banyaknya ide inovasi yang terkumpul, lantas membuat Michael berpikir perlunya mempelajari pendekatan atau pola pikir yang akan membantu Shell Mobility berinovasi secara terstruktur. Saat itulah Michael memutuskan untuk bekerja sama dengan Innovesia dalam tujuan menanamkan pendekatan inovasi yang tepat.

“Jadi pertimbangan awal kita untuk berinovasi maksudnya adalah membuat pendekatan yang terstruktur dalam menerjemahkan berbagai ide baru menjadi rencana dan action,” lanjut Michael.

Innovesia dipercaya Shell menanamkan pola pikir design thinking kepada pegawai Shell Mobility melalui lokakarya “Innovation by Design for Shell Mobility Indonesia”. Diselenggarakan secara daring serta luring untuk observasi dan wawancara pada Februari 2021, workshop design thinking ditujukan melatih manajerial Shell Mobility dan retailer agar mampu menghasilkan solusi inovatif untuk mempertahankan dan meningkatkan profitabilitas. 

Lebih dari 30 peserta yang terdiri dari sejumlah departemen di Shell Mobility ikut serta mempelajari pendekatan design thinking dari Innovesia yang mencakup tiga tahapan besar, yakni inspiration yang menuntut mereka memahami masalah dengan mempelajari kebutuhan pelanggan melalui imersi, ideation yang membantu Shell Mobility membingkai wawasan dari masalah yang ditemui dan menghasilkan ragam solusi inovatif, juga implementation di mana para peserta lokakarya harus mewujudkan solusi mereka dalam bentuk prototype.

Dari banyaknya pendekatan pemecahan masalah, design thinking dipilih Michael karena pendekatan satu ini mudah dipelajari dan bisa menuntun Shell Mobility memahami masalah utama yang mereka hadapi, menentukan ide inovasi mana yang paling dibutuhkan dan mewujudkan ide itu dari sekedar konsep menjadi solusi nyata.

“Kalau design thinking karena itu adalah hal sederhana untuk menerjemahkan ide jadi rencana, kita bisa melihat bahwa design thinking adalah sesuatu yang bisa dipelajari secara cepat dan orang bisa menangkap konsepnya dengan mudah serta menerjemahkan idenya menjadi action,” jelas Michael.

Dengan bimbingan dari sejumlah fasilitator Innovesia, para peserta yang dibagi ke dalam enam kelompok tak hanya dibimbing untuk memahami akar masalah dari sudut pandang konsumen, tapi juga menghadirkan solusi dan bagaimana mengeksekusi ide tersebut ke dalam situasi bisnis sebenarnya melalui business model canvas.

Pada tahap inilah para peserta dari Shell Mobility diajarkan memetakan solusi pada sejumlah faktor eksternal, seperti seberapa besar ide inovasi itu diinginkan atau mampu menciptakan nilai bagi pelanggan. Para peserta juga dituntut untuk mengkritisi kelayakan ide inovasi serta memetakan konsekuensi implementasi ide inovasi tersebut terhadap keuangan perusahaan. Dengan begitu, ide inovasi yang nantinya diimplementasikan sudah pasti tepat sasaran.

Terlebih, metode design thinking mewajibkan prototype untuk diujikan kepada para calon pelanggan sehingga Shell Mobility sebagai inovator mampu melihat apakah ide inovasi atau solusi yang mereka kembangkan diterima baik atau tidak. Umpan balik dari pelanggan inilah yang digunakan untuk meningkatkan atau memperbaiki ide inovasi tersebut.

Terciptanya Dua Peluang Bisnis Baru

Adapun selama dua bulan menjalankan lokakarya Innovation by Design for Shell Mobility Indonesia bersama Innovesia, para peserta tak hanya berhasil mengembangkan satu tapi enam buah ide inovasi yang kemudian diwujudkan dalam bentuk prototype. Dua diantaranya bahkan diimplementasikan sebagai bentuk layanan baru di Shell Mobility.

Kedua inovasi itu adalah pojok kuliner dan Shell Smart Club Apps atau yang kini dikenal sebagai Shell Go+. Pojok kuliner sendiri merupakan penambahan komoditas makanan lokal khususnya produk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Shell Select. Dengan pojok kuliner, diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan pengendara roda dua ke SPBU Shell.

Pojok kuliner di Shell Select.

Berkat pendekatan design thinking yang ditanamkan Innovesia melalui lokakarya, Shell Mobility paham betul pentingnya mengidentifikasi kebutuhan target pelanggan setiap lokasi SPBU Shell, yang tentunya berbeda-beda. Wawasan inilah yang menuntun Shell Mobility untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai target pelanggan mereka dan kebutuhannya guna menyediakan produk yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Yang pertama, dikembangkan adalah yang pojok kuliner di Shell Indonesia. Jadi memang sedikit dikembangkan karena kita mengidentifikasi lebih jelas setiap toko [Shell Select] itu bisa punya pojok kuliner yang berbeda-beda dan itukan tergantung siapa supplier-nya siapa konsumen yang biasa kesitu dan apa yang mereka mau. Nah itu yang kita terapkan terus mulai dari produk apa yang harus ditaruh di mana, dan berapa banyak,” jelas Michael.

Sementara itu, Shell SmartClub hadir dalam bentuk aplikasi di ponsel yang lebih mudah dan praktis, yang menawarkan kemudahan bagi konsumen Shell untuk menemukan lokasi SPBU Shell terdekat, bertransaksi secara digital hingga mendapatkan berbagai keuntungan lainnya di Shell.

Tampilan aplikasi Shell Go+ (Sumber: Shell Indonesia)

Menurut Michael, ide membuat aplikasi sudah lama terpikirkan oleh Shell Mobility. Namun, lagi-lagi kesulitan mewujudkan ide menjadi produk nyata membuat Shell Mobility belum bisa mengeksekusi ide itu hingga mengikuti lokakarya design thinking bersama Innovesia.

“Shell Smart Club Apps ini yang kita kembangkan menjadi aplikasi mobile Shell untuk memudahkan transaksi di SPBU Shell. Itu dari workshop bersama Innovesia. Memang idenya sudah ada dari sebelum workshop ya, tapi ketika mengikuti workshop ini diakselerasi menggunakan design thinking itu tadi,” ujar Michael.

Menanamkan Pola Pikir yang Berharga

Meski lokakarya design thinking bersama Innovesia mendorong Shell Mobility menciptakan peluang bisnis baru, Michael menekankan bahwa keuntungan utama lokakarya tersebut adalah perubahan pola pikir pegawai Shell Mobility.

Menurut Michael, mengenal design thinking memungkinkan pegawai untuk meninggalkan ketakutan yang dulu mereka rasakan ketika berinovasi. Rasa takut ini juga yang telah menghambat upaya Shell Mobility untuk mewujudkan ide inovasi mereka. Poin inilah yang masih melekat di Shell, meski lokakarya telah berakhir pada 2020 silam.

“Setelah workshop, saya lihat ya cara orang menerjemahkan ide jadi action itu memang bergeser [menjadi lebih baik]. Ada beberapa hal yang mereka implementasikan. Mereka jadi lebih berani. Misalnya, kita coba saja terlebih dahulu, ide tidak harus perfect, minimal MVP [minimum viable product],” tutur Michael.

Bahkan Michael menuturkan bahwa pola pikir seperti ini tak hanya tertanam pada mereka yang mengikuti lokakarya design thinking bersama Innovesia, tapi juga ditularkan kepada mereka yang tidak mengikuti lokakarya tersebut. Kini, pendekatan design thinking menjadi salah satu cara berpikir yang masih digunakan Shell Mobility dalam pekerjaan sehari-hari.

“Cara berpikir seperti itu digunakan terlepas ini sudah di luar workshop. Bahkan di level lain, pembicaraan seperti itu masih berlangsung. TIdak perlu perfect, minimum MVP kita coba saja, kita trial nanti kita evaluasi lagi itu jadi pendekatan yang sering kita lakukan,” lanjut Michael.

Ketika ditanya mengenai pengalamannya berinovasi bersama Innovesia, Michael mengaku lokakarya yang diselenggarakan pada 2020 lalu menjadi pengalaman yang berharga bagi Shell Mobility.

“Berharga, maksudnya memang pengalaman belajarnya singkat tapi yang berharga itu kita belajar mengenai cara berpikirnya, framework-nya, langkah-langkahnya dan dari waktu belajar yang singkat, cara berpikir itu tetap bisa dipakai sampai kapanpun,” tutup Michael.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/bersama-innovesia-shell-mobility-ciptakan-peluang-bisnis-baru-melalui-inovasi/feed/ 0
Patriotamat Locakzp https://designthinking.id/otomotif/5-perusahaan-ciptakan-masa-depan-berkelanjutan-melalui-open-innovation/ https://designthinking.id/otomotif/5-perusahaan-ciptakan-masa-depan-berkelanjutan-melalui-open-innovation/#respond Mon, 31 Jul 2023 06:13:26 +0000 https://designthinking.id/?p=1375 Pemanasan global dan krisis iklim telah menjadi tantangan serius yang dihadapi dunia saat ini. Kekeringan, gelombang panas, dan banjir telah lebih sering terjadi dengan intensitas yang semakin parah dari sebelumnya. Di hadapan perubahan iklim, dekarbonisasi menjadi salah satu prioritas utama untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan.

Melalui Paris Agreement 2015, pemerintah lintas negara bersama-sama berkomitmen membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Kesepakatan itu turut mendorong perusahaan dari berbagai industri berlomba menetapkan target dan membuat komitmen untuk mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi.

Secara definisi, dekarbonisasi mengacu pada proses pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari aktivitas manusia di atmosfer. Tujuan dekarbonisasi tidak lain adalah menghilangkan emisi karbon dioksida. Adapun untuk mencapai dekarbonisasi, perusahaan dituntut mengadopsi pendekatan inovatif untuk mempercepat peralihan dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan sumber energi rendah karbon.

Sadar tak bisa melakukannya seorang diri, banyak perusahaan berkolaborasi melalui open innovation untuk mempercepat langkah mereka mencapai net zero emission atau emisi nol bersih. Melalui open innovation, perusahaan lintas industri sekalipun dapat berbagi pengetahuan untuk mencapai solusi yang lebih baik dan lebih efektif.

Artikel ini akan mengeksplorasi lima perusahaan yang telah melangkah maju, memerangi perubahan iklim melalui pendekatan open innovation. Dengan membuka pintu untuk ide-ide out of the box dari mitra eksternal, kelima perusahaan ini telah memimpin jalan dalam menciptakan solusi dekarbonisasi yang berdampak nyata dan memberikan contoh inspiratif bagi sektor industri lainnya.

Berikut lima perusahaan inovatif yang bertekad mencapai dekarbonisasi melalui open innovation sebagai upaya menyelamatkan bumi dari dampak perubahan iklim yang semakin serius:

1. Shell

Shell (Sumber: Ina Fassbender/Afp/Getty Images)

Sebagai perusahaan energi dan petrokimia terkemuka di dunia, Shell turut andil dalam dekarbonisasi. Perusahaan asal Inggris itu bahkan menargetkan untuk menjadi perusahaan energi dengan emisi nol bersih atau net-zero emission (NZE) pada tahun 2050 mendatang. Untuk mencapai itu semua, Shell bermitra dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dunia untuk mengembangkan dan menerapkan solusi digital dalam skala besar di seluruh rantai bisnis mereka.

Menurut Shell, dekarbonisasi memerlukan upaya yang signifikan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Karenanya Shell memilih strategi open innovation secara global untuk berkolaborasi dengan mitra bisnis, universitas dan lembaga penelitian, pemasok, dan bahkan konsumen Shell itu sendiri. 

Startup dan pengusaha membawa pola pikir yang berbeda dan perspektif baru dalamke tantangan net-zero emission. Mereka dapat bergerak lebih cepat daripada organisasi besar dan lebih mudah melakukan hal-hal baru. Hal ini membuat mereka sangat cocok untuk perusahaan seperti Shell, yang kurang gesit, tetapi dapat menawarkan dukungan finansial yang kuat, kapasitas teknis yang luas, dan akses mudah ke mitra dan pasar global,” ujar Akilah LeBlanc, General Manager Commercial Innovation Partnerships di Shell, seperti dilansir dari laman resmi Shell.

2. Unilever

Logo Unilever (Sumber: Unilever)

Sebagai perusahaan manufaktur, pemasaran dan distribusi barang konsumsi, Unilever sadar akan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari tingkat konsumsi produk saat ini. Alasan inilah yang mendorong Unilever untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan untuk membantu konsumen mengurangi dampak iklim. Unilever berkomitmen mengganti formula setiap produk pembersih yang berasal dari bahan bakar fosil dengan bahan terbarukan pada 2030. 

Pasalnya, sebagian besar produk detergen yang beredar di pasar saat ini mengandung bahan kimia, yang terbuat dari bahan baku bahan bakar fosil. Bahan kimia inilah yang menjadi penyumbang emisi karbon terbesar dari seluruh siklus hidup produk detergen. Atas dasar itu, Unilever menilai beralih dari bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil dalam formulasi produk akan menjadi peluang besar untuk mengurangi jejak karbon.

Pada 2021 misalnya, Unilever bersama LanzaTech dan India Glycols  berhasil memproduksi surfaktan dari bahan terbarukan untuk merek detergen OMO. Surfaktan yang umumnya terbuat dari bahan bakar fosil adalah bahan penting untuk menciptakan busa dalam produk detergen, mulai dari sabun cuci piring hingga detergen.

3. L’Oréal

L’Oréal (Sumber: lbeaute.mx)

Pemanasan global dan krisis iklim yang tak terelakan juga membuat jenama kecantikan ternama L’Oréal mempercepat upaya mencapai target keberlanjutan atau sustainability. Melalui program bertajuk “L’Oréal for the Future”, L’Oréal merangkul pendekatan open innovation sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mewujudkan operasional bisnis yang lebih ramah lingkungan.

boutique

Ada tiga komitmen dalam program L’Oreal for The Future. Pertama, L’Oreal bertransformasi untuk memastikan aktivitas perusahaan menjalankan batasan-batasan lingkungan (planet) dalam upaya pengendalian dampak terhadap iklim, air, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam.

Kedua, L’Oreal berkomitmen memberdayakan pihak-pihak dalam ekosistem bisnis dengan membantu mereka bertransisi ke dunia yang lebih berkelanjutan. Ketiga, membantu mengatasi tantangan dunia, dengan mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan yang mendesak. 

“Dengan program L’Oréal for the Future, kami telah menetapkan target keberlanjutan yang ambisius untuk dicapai pada tahun 2030, termasuk bahwa 95% bahannya akan berasal dari sumber hayati, berasal dari mineral yang melimpah atau dari proses sirkuler. Karenanya kita perlu memikirkan kembali cara mencari dan memproduksi bahan-bahan yang diperlukan. Untuk mencapai hal ini, kami berkolaborasi dengan berbagai mitra eksternal, termasuk perusahaan rintisan, demi memperoleh keahlian baru dan mempercepat inovasi. Misalnya, kami mengeksplorasi penggunaan biologi sintetik dan fermentasi,” ujar Laurent Chantalat, manajer senior untuk inovasi terbuka R&I dan kemitraan startup teknologi mendalam di L’Oréal, seperti dilansir dari laporan Capgemini.

4. Daher

Daher dan Ascendance Flight Technologies mengumumkan kolaborasi strategis. (Sumber: Daher)

Daher, perusahaan kedirgantaraan ternama Prancis, juga mengumumkan kolaborasi strategis bersama Ascendance Flight Technologies, perusahaan rintisan Prancis dan perintis di pasar penerbangan rendah karbon. 

Kolaborasi antara Daher dan Ascendance Flight Technologies semakin menggarisbawahi ambisi Daher Group untuk meningkatkan inovasi dan mempercepat dekarbonisasi aktivitas perusahaan, dengan penekanan khusus pada divisi pesawatnya. Keduanya akan meneliti cara-cara baru hibridisasi sistem propulsi pesawat Daher berdasarkan teknologi yang dikembangkan Ascendance Flight Technologies.

“Kami senang bisa bermitra dengan Ascendance Flight Technologies. Sebagai pemain utama dalam penerbangan umum, Daher Group berkomitmen penuh untuk mencapai tujuan dekarbonisasi penerbangan pada tahun 2050, dan mengambil langkah maju yang signifikan menuju tujuan tersebut pada dekade ini,” ujar Didier Kayat, CEO Daher Group, seperti dilansir dari .

5. MIND ID

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia, menggelar kompetisi Boosting Innovator and Greenovator in the Mining Industry atau BIGMIND Innovation Award 2022.

Menggandeng Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, MIND ID melalui BIGMIND Innovation Award 2022 berupaya meningkatkan pertumbuhan industri pertambangan yang berkelanjutan dengan mengundang kontribusi riset dan inovasi anak bangsa melalui perkembangan teknologi digital demi memperkuat tata kelola operasional industri. Adapun dekarbonisasi menjadi salah satu dari tujuh topik utama yang dapat dieksplorasi para inovator.

Kompetisi inovasi ini berhasil melahirkan ragam inovasi berkelanjutan, seperti pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai fuel dan reductant pada proses peleburan timah, inovasi green technology pemanfaatan red mud (produk samping pemurnian alumina) sebagai sumber besi (fe) dengan metode bioflokulasi selektif. Juga pengembangan alat Electrolysis Management System (EMS) multi Anoda-Katoda berbasis Internet of Things sebagai upaya peningkatan unjuk kerja sel electrorefining di industri pemurnian logam.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/5-perusahaan-ciptakan-masa-depan-berkelanjutan-melalui-open-innovation/feed/ 0
Tiga Langkah Kunci Tingkatkan Efektivitas Open Innovation, Salah Satunya adalah Kolaborasi dengan Kompetitor https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/ https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/#respond Thu, 06 Jul 2023 05:14:01 +0000 https://designthinking.id/?p=1273 open innovation.
open innovation
startup,
open innovation

Fiter Bagus, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, menuturkan open innovation menjadi kian krusial untuk membantu perusahaan dengan cepat merespon segala bentuk perubahan dan tantangan bisnis terkini dan di masa depan.

open innovation

“Dalam konteks saat ini, organisasi perlu menerapkan praktik inovasi terbuka tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan R&D dalam berinovasi, tetapi juga untuk secara radikal memikirkan kembali strategi bisnis, bahkan untuk memenuhi tuntutan tujuan keberlanjutan perusahaan,” jelas Fiter Bagus.

Dengan lingkungan bisnis yang makin kompleks, open innovation menjadi lebih relevan dari sebelumnya dengan 71% perusahaan mengaku berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan. Sayangnya, masih banyak perusahaan kesulitan mencapai hasil optimal dari open innovation.

open innovation
open innovation
open innovation.
The Power of Open Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation

Ketika diminta menilai kualitas hasil atau output yang dicapai, 45% perusahaan mengaku lebih menyadari hasil positif ketika berkolaborasi bersama pelanggan diikuti pemasok dengan 40% suara. Sementara hanya 38% perusahaan yang memperoleh hasil positif ketika berkolaborasi dengan startup dalam open innovation. Padahal, mayoritas atau sekitar 65% pemimpin open innovation atau mereka yang telah berpengalaman luas mempraktikan open innovation lebih memilih bekerja sama dengan startup dibandingkan mitra eksternal lainnya.

output
startup
open innovation.
open innovation
open innovation
startup

Selain itu, hambatan lain dalam open innovation juga berasal kurangnya keselarasan inisiatif dan visi serta strategi antar mitra yang dirasakan oleh sekitar 58% perusahaan. Minimnya budaya yang mendorong perusahaan untuk mengambil risiko juga menjadi kendala terbesar penerapan open innovation. Hampir dua pertiga atau sekitar 64% organisasi menyebutkan kurangnya budaya seperti itu menjadi tantangan utama dalam menerapkan open innovation.

open innovation
open innovation.
open innovation.

Kabar baiknya, ada tiga langkah mudah yang perlu perusahaan lakukan untuk memastikan praktik open innovation yang dilakukan membuahkan hasil positif. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

open innovation

1. Membangun Landasan Open Innovation yang tepat

1. Membangun Landasan
Open Innovation
Open Innovation
yang tepat

Mengingat hambatan utama open innovation berasal dari minimnya keselarasan inisiatif dan visi antar mitra, perusahaan harus memiliki pondasi yang jelas dan tepat ketika menerapkan open innovation. Mulailah membangun pondasi dengan menetapkan tujuan yang hendak dicapai dari praktik open innovation yang akan dilakukan dan mengembangkan budaya serta pola pikir yang tepat.

open innovation
open innovation.
open innovation

Selanjutnya, pastikan tujuan itu selaras dengan visi dan strategi organisasi. Pasalnya, tujuan inilah yang akan memandu perusahaan dalam memilih mitra inovasi yang tepat dan menetapkan ekspektasi. Setelah mendapatkan mitra inovasi yang potensial, perusahaan wajib mempertimbangkan manfaat kolektif bagi perusahaan juga mitra inovasi. Open innovation juga mengharuskan perusahaan untuk terbuka terhadap data dan berbagi pengetahuan dengan para mitra agar inovasi bersama yang nantinya dihasilkan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal.

Open innovation
get the deal

“Kemitraan yang kuat didirikan atas dasar pertukaran nilai. Agar open innovation benar-benar berfungsi, perusahaan harus mempertimbangkan manfaat dan dampak kolektif dari kolaborasi agar pihak-pihak yang terlibat dapat sama-sama bertumbuh dengan baik,” jelas Fiter Bagus.

open innovation

2. Memperluas Ruang Lingkup Open Innovation

2. Memperluas Ruang Lingkup
Open Innovation
Open Innovation

Mengingat kompleksitas lingkungan bisnis saat ini, penting bagi perusahaan untuk berinovasi secara kolaboratif di berbagai bidang. Menurut Capgemini Research Institute, perusahaan yang telah menyadari hasil positif dari open innovation berencana memperluas inovasi mereka di area bisnis baru yang bahkan berpotensi lebih berisiko.

open innovation

“Risiko adalah aspek yang berhubungan erat dengan inovasi. Atas dasar itu, alih-alih menghindari risiko, perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang aman bagi tim inovasi untuk beroperasi. Lingkungan yang aman ini sendiri mencakup kebebasan untuk membuat kesalahan dan kegagalan, yang merupakan faktor kunci keberhasilan inovasi. Dengan begitu proses inovasi akan mampu menghasilkan ide-ide yang tidak hanya solutif tapi juga baru dan beda,” kata Fiter Bagus.

,

Kini, perusahaan harus lebih terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai mitra, selain pelanggan dan pemasok mereka. Perusahaan juga harus menerapkan open innovation untuk tujuan yang lebih ambisius dan menjajaki peluang inovasi yang lebih luas.  

open innovation

Survei Capgemini Research Institute menunjukkan semakin banyak pemimpin inovasi bersedia mengeksplorasi lebih banyak peluang inovasi melalui kolaborasi bersama mitra konvensional seperti perusahaan di luar industri mereka, atau bahkan dengan pesaing. Sebanyak 50% pemimpin berkolaborasi dengan perusahaan dari industri lain dan bahkan 45% perusahaan memilih berkolaborasi dengan pesaing mereka.

3. Mengadopsi Pendekatan yang Disesuaikan untuk Setiap Mitra

3. Mengadopsi Pendekatan yang Disesuaikan untuk Setiap Mitra

Perlu diingat bahwa setiap organisasi memiliki perbedaan yang signifikan dalam cara mereka beroperasi atau berinovasi. Cara institusi akademik beroperasi pastilah berbeda dengan yang dilakukan startup atau organisasi nirlaba. Masing-masing dari mereka pasti memiliki cara kerja yang berbeda, kebutuhan serta harapan yang berbeda pula dari kolaborasi.

startup

Untuk mengatasi hambatan ini, sebaiknya buat tim fasilitator untuk membantu mitra inovasi dalam hal orientasi. Fasilitator dapat bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dan mitra inovasi untuk menetapkan harapan dan aturan keterlibatan, dan memperkuat hubungan di antara keduanya. Selain itu, fasilitator juga bertindak memastikan keterlibatan mitra dan partisipasi mereka dalam setiap inisiatif. 

Open Innovation Bersama Innovesia

Open Innovation
Open Innovation
Bersama Innovesia

Sebagai pionir ekosistem open innovation di Indonesia, Innovesia telah membantu perusahaan maupun instansi pemerintah berinovasi melalui open innovation. Termasuk mengembangkan kemitraan strategis dan membantu perusahaan menetapkan tujuan inovasi yang didasarkan pada kebutuhan pengguna. 

open innovation
open innovation.

Melalui layanan konsultasi end to end yang strategis, Innovesia turut membantu organisasi mengembangkan strategi, eksekusi dan implementasi inovasi termasuk open innovation untuk pengembangan bisnis, model bisnis, dan inovasi proses bisnis. Berdiri sejak 2015, Innovesia juga memiliki jaringan fasilitator yang luas dari berbagai latar belakang dan industri untuk dan memastikan berlangsungnya proses inovasi yang kolaboratif.

end to end
open innovation

Selain kemampuannya menjelajahi potensi inovasi dari luar organisasi, Innovesia juga berpengalaman membantu perusahaan menanamkan budaya inovasi untuk mengadopsi pola pikir inovasi yang tepat melalui pengembangan kapasitas atau sesi pelatihan.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/feed/ 0
Open Innovation Bawa Goldcorp Temukan Deposit Emas Senilai Rp38 Triliun https://designthinking.id/pertambangan/open-innovation-bawa-goldcorp-temukan-deposit-emas-senilai-rp38-triliun/ https://designthinking.id/pertambangan/open-innovation-bawa-goldcorp-temukan-deposit-emas-senilai-rp38-triliun/#respond Tue, 20 Jun 2023 04:22:49 +0000 https://designthinking.id/?p=1209 Dahulu, industri pertambangan terkenal akan kerahasiaan, dengan menyembunyikan operasional dan potensi tambang mereka dari dunia luar. Siapa sangka, perusahaan tambang Kanada, Goldcorp (kini Newmont Goldcorp) mampu merevolusi cara kerja industri yang sangat konvensional ini dengan mencoba sesuatu yang sangat inovatif, yakni kompetisi inovasi pencarian lokasi deposit emas. Kompetisi ini tak hanya membawa perusahaan melewati kebangkrutan, tapi juga membuka pintu bagi kejayaan mereka.

Semua bermula ketika Goldcorp hampir mengalami kebangkrutan. Pada tahun 2000, tambang emas Goldcorp yang berlokasi di Red Lake, Ontario, Kanada terus mencatatkan kinerja buruk. Mereka hanya mampu menghasilkan 50.000 ons emas dalam setahun. Merasa putus asa, sang CEO, Rob McEwen mengumpulkan seluruh ahli geologi Goldcorp dan meminta mereka untuk menemukan lebih banyak emas di tambang Red Lake milik mereka.

Siapa sangka, ahli geologi berhasil menemukan potensi emas yang signifikan terkubur lebih dalam di bawah tambang tersebut. Jumlahnya bahkan diyakini 30 kali lipat lebih besar dari produksi tahunan Goldcorp. Namun, penemuan itu tak lantas menyelesaikan masalah. Pasalnya, perusahaan tak bisa menentukan lokasi titik pencarian awal mengingat setiap proses eksplorasi cenderung memakan waktu dan biaya yang mahal.

Menghadapi kebuntuan, Rob McEwen lantas memilih langkah berani. Alih-alih mempekerjakan para pakar, McEwen saat itu memilih menggelar crowdsourcing yang merupakan salah satu jenis open innovation.

crowdsourcing
open innovation.

Ide itu dipilihnya usai terinspirasi oleh konferensi tahunan Massachusetts Institute of Technology atau MIT, yang ia hadiri pada tahun 1999. Saat itu, McEwen mendengar bagaimana Linus Torvalds menggunakan internet sebagai sumber kolaboratif untuk membangun sistem operasi perangkat lunak Linux. Atas dasar itu, ia memilih melakukan hal yang sama.

Perburuan Emas Melalui Kompetisi Inovasi The Goldcorp Challenge

Perburuan Emas Melalui Kompetisi Inovasi The Goldcorp Challenge

Meski keputusannya sempat dinilai kontroversial, McEwen tetap menyelenggarakan kompetisi inovasi atau crowd contest bertajuk The Goldcorp Challenge. Ia menerbitkan semua data geologi penelitian perusahaan yang dimulai sejak 1948 dan menantang siapa saja untuk menemukan lokasi deposit emas yang terkubur di bawah tambang mereka di Red Lake.

crowd contest

“Saya akan memberikan CAD 575.000 [sekitar Rp3,6 miliar, kurs tahun 2000] kepada siapa saja yang mampu memberikan lokasi tepat di mana emas berada di tambang emas Red Lake,” tulis McEwen pada laman resmi Goldcorp, seraya mengakui bahwa mereka tidak dapat menemukan lokasi deposit emas yang sulit dipahami.

Dalam beberapa minggu, Goldcorp menerima lebih dari 1.000 kiriman ide inovasi yang datang dari seluruh dunia. Tercatat kompetisi ini diikuti sejumlah ahli geologi, matematikawan, perwira militer, mahasiswa, dan bahkan konsultan.

Kompetisi ini pada akhirnya dimenangkan oleh kolaborasi antara Fractal Graphics, dan Taylor Wall and Associates, yang keduanya berasal dari Australia. Memanfaatkan data Goldcorp, keduanya berhasil membuat peta tambang tiga dimensi (3D), yang menyertakan grafik komputer canggih. 

Dengan peta ini, Goldcorp dapat mengidentifikasi 110 lokasi deposit di tambang Red Lake, di mana 50% di antaranya berada di lokasi yang sebelumnya tidak diketahui oleh perusahaan. Dari sana, Goldcorp mampu menggali emas yang bernilai lebih dari CAD 6 miliar (sekitar Rp38 triliun, kurs tahun 2000). Tak hanya untung besar, kompetisi ini sekaligus membawa Goldcorp menjadi menjadi perusahaan pertambangan emas yang paling menguntungkan.


.

Semua keuntungan itu tak lepas dari pilihan McEwen untuk mencari bantuan ahli dari luar perusahaan, sebuah langkah yang belum pernah dilakukan oleh perusahaan pertambangan. McEwen memang bukan penambang, ia juga tak berasal dari latar belakang pertambangan. Sebelum bekerja di Goldcorp, ia lebih dahulu bekerja di bisnis investasi. Namun siapa sangka, pilihan out-of-the-box McEwen justru membawa Goldcorp yang tadinya berjuang dengan kebangkrutan menjadi perusahaan paling menguntungkan dalam industri pertambangan.

out-of-the-box

Open Innovation sebagai Solusi Inovasi Industri Pertambangan

Open Innovation
Open Innovation
sebagai Solusi Inovasi Industri Pertambangan

Mengingat lokasi tambang yang pertama kali dibuka pada tahun 1930-an dan menjadi urat nadi ekonomi lokal selama lima dekade itu, Integra Gold Corp menduga ada deposit emas yang cukup besar terkubur lebih dalam dan menunggu untuk ditemukan. Singkatnya, Integra sedang mencari orang untuk membantu mereka mengolah data pertambangan agar dapat menentukan lokasi yang tepat dari deposit emas yang belum dimanfaatkan.

open innovation

Melalui kompetisi ini, Goldcorp membawa ide-ide baru ke industri, dan menjembatani kesenjangan antara praktik pertambangan tradisional dan inovasi digital dan teknologi. Setiap tahunnya, peserta ditantang memberikan solusi atas beberapa tantangan dan peluang paling mendesak yang dihadapi pertambangan, khususnya Goldcorp.

Bersama Innovesia, MIND ID Menyelenggarakan BIGMIND Innovation Award 2022

Bersama Innovesia, MIND ID Menyelenggarakan BIGMIND Innovation Award 2022

Di Indonesia sendiri, perusahaan tambang sudah tak asing dengan open innovation. BUMN holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, turut menyelenggarakan kompetisi inovasi bertajuk Boosting Innovator and Greenovator in the Mining Industry atau BIGMIND Innovation Award 2022.

open innovation.
Boosting Innovator and Greenovator in the Mining Industry

BIGMIND Innovation Award 2022 sendiri terdiri dari tiga kategori utama, yaitu Continuous Improvement (menciptakan efisiensi), New Revenue Stream (berpotensi menumbuhkan pendapatan baru), dan Greenovator dengan 7 topik atau area inovasi yaitu: Proses Bisnis, Digitalisasi, Eksplorasi, Pertambangan, Proses Industri (Pengolahan & Pemurnian), serta CCUS dan Dekarbonisasi. Open innovation ini terbuka untuk berbagai jenis komoditas strategis di bawah pengelolaan MIND ID Group, yaitu aluminium, batubara, bauksit, emas, nikel, tembaga, timah, dan logam tanah jarang.

Open innovation

Tercatat sebanyak 225 karya inovasi anak bangsa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia diterima di dalam kompetisi ini. Ratusan karya inovasi itu lalu dikerucutkan menjadi 42 tim semifinalis dan diseleksi kembali menjadi 20 tim finalis, di mana terdapat 11 finalis pada kategori konseptual dan 9 finalis pada kategori implementasi. 

take a look at the site here

Setelahnya, seluruh finalis dibekali kegiatan mentoring oleh beberapa pakar dan juga dari tim internal MIND ID, yang berkaitan dengan karya inovasi masing-masing finalis selama satu bulan. Para peserta juga mengikuti lokakarya mengenai sejumlah topik untuk mempersiapkan karya inovasi dan diri mereka sebelum memasuki tahap penjurian final.

mentoring

Di akhir kompetisi, terpilih enam pemenang untuk masing-masing kategori implementasi dan konseptual, dan satu juara terfavorit. Adapun karya inovasi juara akan ditinjau lebih lanjut dalam kegiatan inkubasi untuk diikutsertakan dalam kompetisi inovasi internasional, juga diimplementasikan dalam operasional MIND ID.

]]>
https://designthinking.id/pertambangan/open-innovation-bawa-goldcorp-temukan-deposit-emas-senilai-rp38-triliun/feed/ 0
7 Produk dan Jasa yang Dibuat Melalui Design Thinking, Ada dari Indonesia! https://designthinking.id/teknologi/7-produk-dan-jasa-yang-dibuat-melalui-design-thinking-ada-dari-indonesia/ https://designthinking.id/teknologi/7-produk-dan-jasa-yang-dibuat-melalui-design-thinking-ada-dari-indonesia/#respond Thu, 15 Jun 2023 08:23:22 +0000 https://designthinking.id/?p=1190 design thinking

Bahkan, mulai dari perusahaan rintisan atau startup, organisasi nirlaba, hingga perusahaan besar sekalipun telah mengadopsi pendekatan design thinking yang mengarahkan mereka pada ide-ide inovatif sesuai kebutuhan penggunanya. Sebut saja, perusahaan teknologi medis multinasional Amerika GE HealthCare, raksasa platform streaming dunia Netflix, mesin pencari terbesar Google, dan masih banyak lagi. Mereka terkenal kerap mengadopsi design thinking untuk mengembangkan solusi yang efektif ketika dihadapkan dengan masalah bisnis. 

startup
design thinking
streaming
design thinking

Tapi, apa yang membuat design thinking begitu berguna bagi keberlangsungan bisnis?

design thinking

Tak seperti metode inovasi lainnya, design thinking mengedepankan pola pikir untuk berempati dengan masalah yang berfokus pada manusia, untuk kemudian menemukan pendekatan dan ide-ide inovatif melalui visualisasi dan prototype. Dengan begitu, apa yang dihasilkan oleh design thinking baik produk maupun layanan sudah pasti memenuhi kebutuhan pengguna. 

design thinking
prototype
design thinking
State of the Connected Customer

Selain itu, design thinking menekankan pada siklus berpikir terus-menerus, dengan menyediakan ruang untuk improvisasi secara kontinyu dalam berempati-uji-kegagalan-sukses-empati dan sebagainya. Proses yang berulang inilah yang mampu meningkatkan kemampuan seseorang untuk mempertanyakan masalah, meragukan asumsi dan implikasinya. Atas dasar itu, penerapan design thinking mampu mendorong perusahaan untuk menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhan nyata pelanggan mereka.

design thinking
design thinking

Berikut 7 produk dan jasa yang diciptakan menggunakan pendekatan design thinking:

design thinking:

1. Kebun Agrowisata Pulung Kencana

1. Kebun Agrowisata Pulung Kencana

Tidak memiliki sumber daya alam dan destinasi pariwisata yang kompetitif, Bupati Tulang Bawang Barat atau Tubaba periode 2014-2022, Umar Ahmad tergerak meningkatkan kompetensi masyarakat Kabupaten Tubaba melalui lokakarya design thinking bersama Innovesia. Melibatkan 1.000 penduduk Tubaba, Umar menyadari banyak hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Tubaba, mulai dari kesehatan, pendidikan gratis, pertanian dan masih banyak lagi.

design thinking

Kebun Agrowisata Pulung Kencana (Sumber: tampabatas.com)

Kebun Agrowisata Pulung Kencana (Sumber: tampabatas.com)

Dari 50 ide inovasi yang terkumpul dan dibuat menjadi prototype, Umar mewujudkan salah satunya, yaitu Kebun Agrowisata Pulung Kencana yang edukatif. Di dalam taman agrowisata ini dikembangkan berbagai jenis tanaman buah-buahan unggul. Kebun Agrowisata Pulung Kencana juga menjadi lokasi riset dan praktik pertanian tentang berbagai tanaman, yang pada akhirnya akan dilepaskan ke petani untuk dikembangkan lebih lanjut.

prototype

2. MASKIT

2. MASKIT

Dengan bimbingan Direktorat dan Inovasi Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia serta Innovesia, keempat mahasiswa menciptakan terobosan masker dengan filter berteknologi karbon aktif dan nano silver yang dapat diganti dan efektif membunuh bakteri dan polusi lebih dari 90 persen. 

Filter MASKIT (Sumber: Kemenristek)

Filter MASKIT (Sumber: Kemenristek)

3. Uber Eats

3. Uber Eats

Menyadari bahwa layanan yang diciptakannya harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di setiap kota yang berbeda-beda, desainer Uber Eats secara teratur melakukan perjalanan ke pasar yang berbeda untuk merasakan budaya makanan,  dan mempelajari infrastruktur transportasi dan logistik. Tim desainer juga mewawancarai mitra pengiriman, pekerja restoran, dan konsumen untuk membangun pemahaman menyeluruh tentang berbagai pasar dan pelanggan Uber Eats.

Tak hanya itu, Uber melalui program Fireside chats secara rutin mengundang mitra driver, pekerja restoran, dan konsumen ke kantor mereka untuk mendiskusikan pengalaman mereka dengan Uber Eats. Sesi ini memberikan Uber cara yang mudah untuk berempati dengan pelanggannya.


driver

4. Airbnb

4. Airbnb
host
founder

Ketika Airbnb menyadari bahwa orang-orang skeptis terhadap akomodasi yang tersedia, mereka mengunjungi semua mitra di New York, berbicara dengan tuan rumah dan menyadari bahwa kualitas foto yang buruk memang menjadi masalah bisnis mereka.

Dari sana, Airbnb mengirim tiga orang untuk mengunjungi seluruh daftar properti pelanggan, dan membantu mereka mengambil foto berkualitas tinggi. Hasilnya, pendapatan mingguan Airbnb meningkat menjadi USD 400 per minggu. Angka ini sekaligus menjadi peningkatan keuangan pertama yang dilihat perusahaan dalam lebih dari delapan bulan. Hingga kini, Airbnb terus mendorong karyawannya untuk menguji ide dan memahami orang yang menggunakan platform mereka.

5. GE Healthcare

5. GE Healthcare

Berempati terhadap ketakutan anak-anak akan proses pemeriksaan medis di rumah sakit, khususnya dengan mesin MRI, Doug Dietz seorang arsitek yang telah lama bekerja di GE HealthCare, mengembangkan desain MRI yang ramah anak. 

Mesin MRI ramah anak karya GE HealthCare melalui design thinking. (Sumber: GE HealthCare)

Mesin MRI ramah anak karya GE HealthCare melalui design thinking. (Sumber: GE HealthCare)
design thinking.

Berkat solusi kreatifnya, skor kepuasan pasien naik 90%. Anak-anak tidak menderita kecemasan lagi. Mesin MRI ramah anak itu juga memudahkan anak-anak untuk tetap diam selama prosedur, yang pada gilirannya mencegah dokter untuk mengulangi pemindaian. Artinya, lebih banyak pasien yang dapat dipindai setiap harinya.

6. Voting Solutions for All People (VSAP)

6. Voting Solutions for All People (VSAP)

Sebagai yurisdiksi pemungutan suara terbesar di Amerika Serikat, Los Angeles, menghadapi masalah ketika sistem pemungutan suara yang dirancang pada tahun 1960-an, mulai ketinggalan zaman dan rentan. Pemerintah LA kemudian berkolaborasi dengan Digital Foundry, Cambridge Consultants, dan IDEO, menciptakan perangkat pemungutan suara baru yang intuitif.

Mesin pemungutan suara Voting Solutions for All People (VSAP) yang dibuat melalui pendekatan design thinking. (Sumber: VSAP)

Mesin pemungutan suara Voting Solutions for All People (VSAP) yang dibuat melalui pendekatan design thinking. (Sumber: VSAP)
design thinking.
more hints

Dengan memahami seluruh kebutuhan penduduk dari semua latar belakang, termasuk orang dengan penglihatan rendah atau tuli, menggunakan kursi roda, keterbatasan bahasa dan ketidakmampuan belajar, tim menciptakan mesin pemungutan suara yang dapat disesuaikan untuk pengalaman pengguna yang berbeda.

7. Bedsider

7. Bedsider

Kehamilan yang tidak direncanakan telah menjadi masalah besar di kalangan remaja berusia 18 hingga 29 tahun di Amerika Serikat. Mengatasi masalah ini, National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy atau yang kini dikenal dengan Power to Decide bersama IDEO berupaya mengidentifikasi kebutuhan akan dukungan kontrasepsi yang komprehensif. 

birth control.
prototype

Hasilnya, Bedsider terbukti mampu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Di mana dari seluruh wanita berusia 18 hingga 29 tahun yang berpartisipasi dalam uji coba terkontrol acak selama setahun, wanita yang berada di dalam kelompok Bedsider memiliki 2,54 kali lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/7-produk-dan-jasa-yang-dibuat-melalui-design-thinking-ada-dari-indonesia/feed/ 0