Google – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Tue, 17 Oct 2023 14:40:35 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Google – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Menelisik Cara Google Ciptakan Inovasi Pendidikan Melalui Design Thinking https://designthinking.id/edukasi/menelisik-cara-google-ciptakan-inovasi-pendidikan-melalui-design-thinking/ https://designthinking.id/edukasi/menelisik-cara-google-ciptakan-inovasi-pendidikan-melalui-design-thinking/#respond Tue, 22 Aug 2023 08:39:21 +0000 https://designthinking.id/?p=1495

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Belajar kode atau coding bukan hanya soal mengetahui simbol dan sintaksis. Lebih dari itu, belajar coding sejak dini diyakini mampu menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Kemampuan ini lahir karena melalui coding, anak-anak dapat terinspirasi untuk membangun hal-hal baru dan berinteraksi dengan serangkaian objek.

coding
coding
coding,
coding
coding
Our children must learn to code but the future lies in being human,
coding.

Pertama, coding membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Seperti yang Steve Jobs katakan: “Setiap orang harus tahu cara memprogram komputer, karena itu mengajari Anda cara berpikir.”

coding

Kedua, belajar coding memberi anak-anak alat untuk menjadi produsen dan bukan sekedar konsumen teknologi. Dengan begitu, anak-anak akan memiliki daya saing sebagai tenaga kerja mengingat coding dan pemrograman komputer diprediksi menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak diburu pencari kerja di masa depan.

coding
coding

Meski begitu, Google tak melihat coding dan pemrograman komputer sebagai keterampilan kerja. Menurut mereka, coding merupakan literasi dasar yang harus dipelajari semua orang. Menurut Google, coding harus diajarkan sedini mungkin bukan untuk memudahkan anak-anak mencari pekerjaan ketika sudah dewasa, tapi agar mereka memiliki keterampilan berpikir yang baik.

coding
coding
coding

Dengan pemikiran tersebut, Google Creative Lab datang ke IDEO, sebuah studio desain yang berfokus pada manusia atau human-centered design seperti design thinking, untuk membuat media pembelajaran coding yang sederhana dan interaktif bagi anak-anak tanpa melibatkan layar komputer.

human-centered design
design thinking,
coding

1. Inspiration

1. Inspiration

Project Bloks (Sumber: Google)

Project Bloks (Sumber: Google)

Untuk mulai membangun media belajar coding yang interaktif bagi anak-anak, Google Creative Lab bersama IDEO harus lebih dulu memahami bagaimana anak-anak berinteraksi dengan aktivitas pemrograman dan membuatnya menjadi lebih menarik bagi mereka. Tahap inilah yang disebut sebagai inspiration dalam design thinking, di mana Google dituntut untuk memahami dan merasakan permasalahan yang ada demi membantu menemukan solusi terbaik.

coding
inspiration
design thinking

Pasalnya, belajar pemrograman seperti coding bisa sangat melelahkan bahkan bagi orang dewasa sekalipun. Bagaimana tidak, untuk membangun aplikasi yang paling sederhana saja, seorang programmer dapat menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari di depan komputer. Tetapi mengingat kian pentingnya ilmu satu ini bagi dunia modern, banyak peneliti seperti di Google yang tergerak untuk membuatnya lebih menyenangkan dan mudah didekati, terutama untuk anak-anak dengan sedikit kesabaran.

coding
programmer

Atas dasar ini, Google hendak menciptakan metode pembelajaran coding, yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak, yang memungkinkan anak-anak mendapatkan landasan dalam konsep dasar komputasi.

coding,

2. Ideation

2. Ideation

Ragam blok pada Project Bloks dari Google (Sumber: Google)

Ragam blok pada Project Bloks dari Google (Sumber: Google)
hot

Setelah memahami tantangan yang dihadapi anak-anak, kini saatnya tim desainer mengumpulkan berbagai ide atau solusi dalam tahap ideation. Tim dari Google Creative Lab dan IDEO mendesain seperangkat blok guna menemukan cara anak-anak dapat belajar coding melalui objek nyata. Setiap blok diberi fungsi dan bentuk tertentu, membimbing anak-anak untuk mengatur, menggabungkan, dan mengatur ulang blok untuk membuat perintah dan mengontrol hal-hal seperti robot atau speaker di dunia nyata.

ideation.
coding

Selama tahap ideation, tim desainer juga mencoba berbagai media pembelajaran fisik lain seperti sketsa, inti busa, kertas, Play-Doh, dan cetakan 3D untuk melihat bagaimana perubahan bentuk media pembelajaran mempengaruhi pengalaman belajar anak-anak. Semua hal ini dilakukan agar lebih memahami apa yang mampu memperdalam keterlibatan anak-anak, dan meningkatkan keingintahuan mereka.

ideation,

Proses ideation juga membimbing tim desainer untuk memikirkan kembali anak-anak sebagai target pengguna. Hal ini membuat mereka menyadari bahwa solusi yang mereka buat haruslah mengikuti naluri alami anak-anak. Mengingat anak-anak baru belajar membaca dari kiri ke kanan, tim kemudian mengubah susunan perintah coding yang tadinya dari atas ke bawah menjadi dari kiri ke kanan.

ideation
coding

3. Implementation

3. Implementation

Project Bloks dari Google (Sumber: Google)

Project Bloks dari Google (Sumber: Google)

Untuk lebih memahami bagaimana fitur sistem memungkinkan cara baru untuk berinteraksi dengan blok mereka, Google melakukan prototyping dengan merancang “Coding Kit”, yang berisi satu set blok untuk pengajaran pemrograman. Dalam design thinking, prototyping kian krusial untuk mengubah ide menjadi sesuatu yang nyata dan mengujinya.

prototyping
design thinking, prototyping

Selama beberapa bulan pengujian, Google bekerja dengan lebih dari 150 anak untuk memahami bagaimana mereka bermain dengan Coding Kit tersebut. Hasilnya mengejutkan. Program pembelajaran yang didesain untuk memenuhi kebutuhan anak-anak itu memungkinkan mereka dengan cepat memahami prinsip-prinsip pemrograman.

Dalam menit pertama, anak-anak dapat mengetahui cara menghubungkan blok dan mengarahkannya. Dalam lima menit pertama, mereka juga memahami urutan eksekusi, dan sebagian besar dari mereka melepas dan mengganti sejumlah keping blok dengan mudah di Base Board.

Meski menuai kesuksesan, prototyping membuat tim desainer menemukan adanya kekurangan pada desain Coding Kit mereka. Pasalnya, beberapa anak kesulitan memahami konsep perulangan dalam coding. Anak-anak juga kesulitan mengidentifikasi kesalahan dalam program mereka. Untuk menyelesaikan hal ini, tim desainer dari Google kemudian menyertakan sejumlah alat debugging semacam umpan balik langsung yang membantu anak-anak melihat masalah dengan coding mereka sebelum menjalankannya.

prototyping
coding
debugging
coding

Project Bloks, Sebuah Inovasi untuk Pendidikan

Project Bloks, Sebuah Inovasi untuk Pendidikan

Dengan memahami kebutuhan nyata anak-anak, Google Creative Lab berhasil menciptakan Project Bloks, sebuah media pembelajaran interaktif yang memungkinkan anak-anak cara menyusun coding menggunakan blok fisik.

coding

Seperti namanya, Project Bloks terdiri dari elemen fisik berbentuk blok, yang terdiri dari pucks atau keping, base board dan brain board. Ketika dihubungkan bersama, ketiga blok ini dapat membentuk semacam urutan perintah yang sederhana. Pucks misalnya terdiri dari kepingan blok yang berisi jenis kontrol yang berbeda, seperti saklar hidup atau mati maupun panah arah. 

pucks
base board
brain board
Pucks

Sementara base board merupakan jenis blok yang dilengkapi komponen elektronik dan memiliki konektor di semua sisi, sehingga dapat disatukan dalam sejumlah konfigurasi dan memungkinkan aliran pemrograman yang berbeda. Terakhir, brain board adalah unit pemrosesan dari keseluruhan Project Bloks. Blok satu ini bertugas menerima perintah dari base board, menafsirkan perintah itu, dan mengirimkannya melalui koneksi WiFi atau Bluetooth ke perangkat yang terhubung.

base board
brain board
base board

Dengan menggabungkan blok-blok ini, anak-anak dapat menciptakan alur kerja yang mengajarkan konsep dasar pemrograman seperti urutan, perulangan, dan pengambilan keputusan. Project Bloks berfokus pada kesederhanaan, kreativitas, dan interaksi fisik untuk memperkenalkan anak-anak pada dasar-dasar pemrograman. 

Inovasi ini jelas merupakan contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendidik anak-anak tentang literasi digital dengan cara yang intuitif dan menyenangkan. Dengan Project Bloks, tenaga pengajar juga dapat mengembangkan cara baru dalam mengajar dan mengeksplorasi pemrograman karena sifatnya yang adaptif.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/menelisik-cara-google-ciptakan-inovasi-pendidikan-melalui-design-thinking/feed/ 0
Patriotamat Locakzp https://designthinking.id/teknologi/kolaborasi-google-dan-aliz-hadirkan-ai-generatif-pada-google-cloud-platform/ https://designthinking.id/teknologi/kolaborasi-google-dan-aliz-hadirkan-ai-generatif-pada-google-cloud-platform/#respond Fri, 28 Jul 2023 09:34:56 +0000 https://designthinking.id/?p=1383 Menggelar acara “GAIN INSIGHT: The future of innovation with Generative AI” pada Rabu (26/7), Google bersama , siap melepaskan gelombang produktivitas baru bagi bisnis dengan menghadirkan kemampuan AI generatif baru ke portofolio Google Cloud Platform. Dengan kemampuan AI generatif yang luar biasa, pengembang dan bisnis dapat dengan cepat berinovasi dengan kecerdasan buatan (AI) secara aman dan bertanggung jawab.

Sebagai mitra Google Cloud eksklusif, Aliz menawarkan solusi ahli dalam infrastruktur, analisis data, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin atau machine learning, dan pengembangan aplikasi. Aliz sendiri merupakan perusahaan konsultasi, dan pelatihan end-to-end yang berfokus pada teknologi cloud, machine learning dan Big Data.

Berkolaborasi bersama Google, Aliz menawarkan pengembangan layanan cloud yang tangguh untuk Google Cloud Platform dengan memanfaatkan kemampuan AI generatif. Bersama-sama, keduanya bertujuan mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih produktif.

Adapun salah satu kemampuan AI generatif yang didemonstrasikan pada acara tersebut adalah kemampuannya untuk mengakses data kompleks secara intuitif. Di mana AI generatif mampu mencari, menavigasi, dan mengekstrak wawasan dan pemahaman dari sejumlah besar data yang tersimpan pada Google Cloud seraya memastikan keamanan dan kerahasiaan data tersebut.

Menurut penelitian McKinsey & Company, dampak AI generatif pada produktivitas bisnis dapat menambah nilai triliunan dolar bagi ekonomi global. Dalam studi bertajuk McKinsey memperkirakan bahwa AI generatif dapat menambah sekitar USD 2,6 triliun hingga USD 4,4 triliun bagi ekonomi global per tahun di 63 kasus penggunaan yang dianalisis.

AI generatif kuat diyakini akan berdampak signifikan di semua sektor industri. Menurut McKinsey, AI generatif memiliki potensi untuk mengubah anatomi pekerjaan, menambah kemampuan pekerja individu dengan mengotomatiskan beberapa aktivitas individu mereka. AI generatif berpotensi mengotomatiskan aktivitas kerja yang menyerap 60 hingga 70 persen waktu karyawan saat ini.

Mengenai kolaborasi Google bersama Aliz, Doddi Priyambodo selaku Google Cloud Solutions Consultant di Google menjelaskan, bekerja dengan pihak eksternal seperti Aliz memberikan Google kemampuan untuk tetap relevan dalam sektor kecerdasan buatan. Termasuk membantu mengatasi tantangan dunia digital yang berubah dengan cepat.

“Tren AI dan inovasi AI eksponensialnya tengah meningkat, jadi sulit untuk tetap catch up. Apa yang kita ketahui sekarang, mungkin besok sudah berbeda lagi, mungkin besok sudah ada hal yang baru. Selain itu, kita pasti kesulitan dalam menginformasikan semua hal ini ke customer kita serta membuat semua [pihak] mengadopsi teknologi AI yang ada dan Google buat. So there’s partner came in, dan Aliz ini adalah salah satu partner Google,” ujar Doddi kepada Innovesia selepas acara GAIN INSIGHT: The future of innovation with Generative AI pada Rabu (26/7).

Doddi Priyambodo selaku Google Cloud Solutions Consultant di Google. (Sumber: Google Indonesia – Aliz)

Selain itu menurut Doddi, kolaborasi bersama Aliz membantu Google menemukan celah dan mengevaluasi produk atau layanannya berdasarkan umpan balik yang diberikan Aliz. Dengan begitu, pengembangan AI generatif pada Google Cloud Platform bisa lebih maksimal.

“Kenapa kita bermitra dengan Aliz dan salah satu benefitnya adalah kita bisa gain feedback. Ini penting dan Google harus memastikan feedback ini masuk ke proses pengembangan sebagai improvement for our products,” lanjut Doddi.

Sebagai informasi, Google Cloud memang tengah memperkenalkan sejumlah teknologi untuk membantu bisnis mengadopsi inovasi AI generatif. Salah satunya adalah ketersediaan Generative AI Support on Vertex AI dan Generative AI App Builder.

Generative AI support in Vertex AI sendiri memungkinkan pengembang dan pebisnis yang menggunakan platform Vertex AI Google Cloud untuk membangun dan menerapkan model machine learning dan aplikasi AI dalam skala besar. Layanan ini dilengkapi dengan Model Garden yang memberi data scientist dan praktisi AI di perusahaan akses ke model AI generatif siap pakai. Menurut Google, Model Garden memiliki 60 model lebih baik dari Google maupun sejumlah mitranya.

apply now

Pada sisi lain, Generative AI App Builder dapat membantu pebisnis bahkan pemerintah juga ingin membangun perpesanan antarmuka dan asisten digital bertenaga AI milik mereka sendiri tanpa harus membangunnya dari nol.

Kolaborasi Mempercepat Pengembangan Model AI Generatif

Terdiri dari para insinyur, pakar industri, dan profesional di dunia digital, kolaborasi Aliz bersama Google memungkinkan mereka membangun platform penyimpanan kumpulan data besar terintegrasi AI, yang diyakini mampu membantu setiap bisnis dan organisasi untuk menghadapi tantangan dunia digital yang selalu berubah. Semua itu dimungkinkan dengan kolaborasi.

“Kolaborasi tak terkecuali pada model open source membuat percepatan pengembangan model generatif AI menjadi sepuluh kali lebih cepat. Sebaliknya, jika dikembangkan secara mandiri sudah pasti lebih lambat karena mereka tidak bisa mengujinya dan tidak mendapatkan second opinion,” ujar Zsigmond Csüllög, Director of Business Development di Aliz untuk kawasan Asia Pasifik.

Zsigmond Csüllög, Director of Business Development di Aliz. (Sumber: Google Indonesia – Aliz)

Kolaborasi bersama Aliz telah memungkinkan raksasa teknologi Google untuk mengadopsi keahlian yang Aliz tawarkan dalam sektor kecerdasan buatan dan machine learning. Aspek inilah yang dikenal sebagai manfaat kolaborasi, seperti yang diakui oleh 51% perusahaan dalam survei  Capgemini Research Institute.

Dalam laporan terbaru bertajuk , Capgemini mencatat 51% perusahaan mengaku kolaborasi atau open innovation membantu mereka dalam mengadopsi penggunaan atau penerapan teknologi baru dalam bisnis mereka. Tak hanya itu, pendekatan sejenis ini juga membantu 58% perusahaan untuk mengatasi tantangan teknis yang mereka hadapi dalam mengukur skalabilitas teknologi baru.

Tak heran jika semakin banyak perusahaan yang mulai berkolaborasi dengan perusahaan teknologi untuk mempermudah mereka beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Survei yang sama menunjukkan 55% dari 1.000 organisasi mengaku telah mulai terlibat dalam open innovation bersama startup teknologi atau dalam dalam dua tahun terakhir. Hal ini tak terlepas dari terobosan teknologi yang mereka miliki.

Sebagai salah satu perusahaan konsultasi yang mempopulerkan open innovation di Indonesia, Innovesia, membuka peluang seluas-luasnya bagi para perusahaan untuk menemukan mitra kolaborasi yang selaras dengan kebutuhan dan visi perusahaan. Berdiri sejak 2015, Innovesia telah membantu lebih dari 100 perusahaan, instansi pemerintah dan institusi pendidikan untuk berinovasi. Melalui kolaborasi, Innovesia mendorong perusahaan berinovasi secara cepat dan tentunya tepat guna.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/kolaborasi-google-dan-aliz-hadirkan-ai-generatif-pada-google-cloud-platform/feed/ 0