Bisnis – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Thu, 23 Nov 2023 05:07:22 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Bisnis – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 4 Kunci Keberhasilan dalam Crowdsourcing https://designthinking.id/eksklusif/4-kunci-keberhasilan-dalam-crowdsourcing/ https://designthinking.id/eksklusif/4-kunci-keberhasilan-dalam-crowdsourcing/#respond Wed, 06 Sep 2023 06:16:49 +0000 https://designthinking.id/?p=1543 Crowdsourcing memang memungkinkan perusahaan atau organisasi lainnya untuk menghimpun ide atau sumber daya lainnya secara masif dari banyak orang dengan berbagai latar belakang. Namun, crowdsourcing tak hanya soal menghimpun ide dengan lebih cepat dan biaya yang lebih murah, tapi memastikan bahwa ide yang dihimpun mampu menjawab permasalahan dan kebutuhan perusahaan.

Digital Transformation Expert, Daniel Oscar Baskoro, menerangkan banyak perusahaan terjebak pada tahap kompetisi dalam praktik crowdsourcing, tanpa melanjutkan menuju tahap implementasi yang seharusnya.

“Dewasa ini crowdsourcing banyak digunakan perusahaan-perusahaan untuk menghimpun ide, gagasan atau masalah, tapi yang paling krusial ada miskonsepsi di sini, di mana perusahaan sering kali menyamakan crowdsourcing dengan kompetisi,” ujar pria lulusan Columbia University tersebut kerap luput dalam pelaksanaan crowdsourcing.

Pria yang telah membantu banyak perusahaan dan pemerintah mencapai tujuan organisasi melalui crowdsourcing selama lebih dari tujuh tahun itu menekankan bahwa esensi sejati dari crowdsourcing justru terletak pada bagaimana perusahaan memastikan dapat menghimpun ide-ide yang mampu diimplementasikan guna menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan dan bukan hanya sekadar pada tahap persaingan semata.

“Tak sedikit perusahaan yang melakukan crowdsourcing justru semua berhenti di competition dan itu bukan crowdsourcing. Karena crowdsourcing itu harus sampai pada implementasi dari ide atau solusi tersebut,” jelas Oscar menekankan.

Langkah lanjutan inilah yang dinilai Oscar kerap luput dalam pelaksanaan crowdsourcing. Padahal tanpa langkah-langkah konkret untuk mengimplementasikan solusi, potensi inovasi dari crowdsourcing tidak akan sepenuhnya dimanfaatkan.

Berikut empat langkah krusial untuk memastikan crowdsourcing lebih dari sekedar pengumpulan ide-ide, tetapi juga menjadi alat yang kuat untuk menghasilkan solusi nyata dan mendukung perkembangan perusahaan yang berkelanjutan.

1. Menetapkan Strategi dan Tujuan Crowdsourcing

Oscar menekankan dibutuhkan strategi atau metodologi secara end-to-end sebagai guide atau pedoman yang menuntun perusahaan mulai dari mengidentifikasi masalah utama mereka, menentukan target, menghimpun dan menyeleksi solusi, hingga membawa ide tersebut sebagai solusi untuk menyelesaikan tantangan atau masalah perusahaan.

“Kalau crowdsourcing mikirnya harus secara end-to-end, apa yang hendak kita solve, siapa target yang akan dihimpun masalahnya, bagaimana kita bisa mengkurasi masalah, kemudian tahapan crowdsourcing ide atau solusi, setelah itu pastikan solusi tadi bisa di-deliver menjadi sebuah program,” jelas Oscar.

Pola pikir inilah yang menurut Oscar kerap luput dilakukan oleh banyak perusahaan ketika berhadapan dengan crowdsourcing. Menurutnya, banyak langkah lain yang sudah harus ditetapkan sejak awal merencanakan crowdsourcing sehingga prosesnya tak berhenti usai mengumpulkan ide.

End-to-end ini yang terkadang suka lepas di perusahaan-perusahaan, jadi saya kira perlu memang ada satu framework untuk memastikan crowdsourcing ini ga cuma collecting the information, collecting the idea, tapi juga memikirkan langkah lanjutan setelah mendapatkan solusi tadi,” ujar sosok dibalik berbagai inovasi teknologi digital kemanusiaan.

2. Mengidentifikasi Masalah Secara Cermat

Mengidentifikasi masalah juga kerap disepelekan perusahaan ketika hendak melakukan crowdsourcing. Padahal, menentukan masalah yang tepat merupakan inti dari crowdsourcing. Menurut Oscar, tak sedikit perusahaan yang menentukan masalah berdasarkan asumsi yang belum tentu benar.

“Kadang-kadang orang melakukan crowdsourcing itu mikirin ngumpulin ide-ide saja, padahal yang tak kalah penting adalah mengumpulkan masalah, yang seharusnya juga dilakukan melalui crowdsourcing. Crowdsourcing masalahnya dulu baru solusinya,” tutur Oscar.

Dengan crowdsourcing, perusahaan akan mendapatkan wawasan tentang masalah nyata yang sebenarnya mereka hadapi karena masalah itu disampaikan langsung oleh banyak pengguna atau user mereka yang menjadi target crowdsourcing.

“Satu hal mendasar dalam crowdsourcing adalah menghilangkan asumsi. Karena ketika kita menghimpun masalah melalui crowdsourcing, we got all the problem from the real user. Sebaliknya, ketika masalahnya ditentukan berdasarkan asumsi, solusi yang dibuat sudah pasti tidak sesuai karena cara mereka mendapatkan masalahnya saja berdasarkan asumsi,” jelas Oscar.

Sosok Daniel Oscar Baskoro (Dok. Istimewa)

Selain itu, menghimpun masalah langsung dari user melalui crowdsourcing juga memungkinkan perusahaan menilai kedalaman masalah mereka berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

“Yang paling penting juga dari crowdsourcing kita bisa melihat kedalaman masalah yang dihadapi. Misalnya ketika ada ratusan orang menyebutkan masalah yang sama, maka masalah itu kemungkinan menjadi masalah utama yang benar-benar dihadapi masyarakat,” tutur Oscar menjelaskan.

3. Mempersiapkan Insentif Bagi Peserta

Mengingat inti dari crowdsourcing adalah ‘crowd’ atau keramaian, keberhasilan proyek crowdsourcing sangat bergantung pada memotivasi orang banyak untuk berkontribusi.

“Inti dari crowdsourcing adalah crowd-nya, bukan sekedar sourcing kalau tidak ada crowd maka bagaimana sourcing bisa dilakukan. Ketika berbicara terkait crowdsourcing kita harus memposisikan diri sebagai peserta dan berpikir apa yang membuat mereka mau turut berkontribusi atau urun daya,” ujar Oscar.

Menurut Oscar, perusahaan harus mampu mendorong publik atau target mereka untuk menyumbangkan pengetahuan atau keterampilannya. Dan salah satu metode yang sangat efektif untuk memberi insentif kepada target peserta adalah dengan mengadakan kompetisi di mana mereka bersaing satu sama lain untuk mendapatkan hadiah.

“Misalnya dulu ketika saya diminta mengumpulkan data-data pedagang kaki lima di suatu provinsi, saya berikan insentif berupa voucher pulsa kepada lima peserta yang memberikan data terbanyak. Jadi insentif itu penting untuk disiapkan di setiap proyek crowdsourcing,” jelasnya.

Meski, dorongan berupa insentif kian penting, Oscar menekankan insentif tak harus melulu berupa materi tapi juga bisa dalam bentuk penghargaan lain yang mampu mendorong partisipasi banyak orang.

“Insentif tidak melulu soal materi ya, jadi jangan sampai salah pemahaman. Insentif itu bisa berupa sertifikat, atau sistem penghargaan lain, misalnya penghargaan yang menyatakan bahwa yang mengirimkan ide berkontribusi terhadap Indonesia. Hal seperti itu bisa menjadi insentif juga,” tutur Oscar.

4. Melindungi Informasi Rahasia Perusahaan dan HaKI

Meski crowdsourcing memberikan akses terhadap ide-ide dari publik, sifat keterbukaan ini juga bisa menjadi masalah tersendiri khususnya terkait hal-hal yang mungkin menguntungkan kompetitor. Ketika suatu perusahaan memutuskan menggelar crowdsourcing, mereka turut mengumumkan masalah yang dimiliki perusahaan. Ada juga potensi risiko terhadap reputasi perusahaan, di mana bisnis mereka misalnya dianggap kehabisan ide.

Menghadapi masalah ini, Oscar menegaskan perusahaan diharuskan untuk membingkai masalah mereka khususnya jika menyentuh hal yang kian sensitif. Begitu juga dengan solusi yang diterima. Penting untuk memastikan isu sensitif dan solusi yang didapat dari crowdsourcing tetap menjadi kerahasiaan perusahaan.

“Masalah perusahaan mungkin harus kita buka ke publik tapi harus kita framing sebaik mungkin agar tidak ada rahasia yang keluar. Begitu juga dengan solusi. Perusahaan harus jaga solusi jangan sampai kemana-mana dan masalah perusahaan juga jangan sampai keluar kemana-mana itu harus jadi rahasia perusahaan,” jelas Oscar.

Perusahaan juga harus merumuskan syarat dan ketentuan yang mengatur pelaksanaan proyek crowdsourcing dapat membantu mendefinisikan hubungan antara peserta serta hak dan kewajiban mereka terkait dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual atas informasi atau ide apapun yang peserta berikan ke perusahaan melalui crowdsourcing.

]]>
https://designthinking.id/eksklusif/4-kunci-keberhasilan-dalam-crowdsourcing/feed/ 0
Tiga Langkah Kunci Tingkatkan Efektivitas Open Innovation, Salah Satunya adalah Kolaborasi dengan Kompetitor https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/ https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/#respond Thu, 06 Jul 2023 05:14:01 +0000 https://designthinking.id/?p=1273 open innovation.
open innovation
startup,
open innovation

Fiter Bagus, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, menuturkan open innovation menjadi kian krusial untuk membantu perusahaan dengan cepat merespon segala bentuk perubahan dan tantangan bisnis terkini dan di masa depan.

open innovation

“Dalam konteks saat ini, organisasi perlu menerapkan praktik inovasi terbuka tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan R&D dalam berinovasi, tetapi juga untuk secara radikal memikirkan kembali strategi bisnis, bahkan untuk memenuhi tuntutan tujuan keberlanjutan perusahaan,” jelas Fiter Bagus.

Dengan lingkungan bisnis yang makin kompleks, open innovation menjadi lebih relevan dari sebelumnya dengan 71% perusahaan mengaku berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan. Sayangnya, masih banyak perusahaan kesulitan mencapai hasil optimal dari open innovation.

open innovation
open innovation
open innovation.
The Power of Open Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation

Ketika diminta menilai kualitas hasil atau output yang dicapai, 45% perusahaan mengaku lebih menyadari hasil positif ketika berkolaborasi bersama pelanggan diikuti pemasok dengan 40% suara. Sementara hanya 38% perusahaan yang memperoleh hasil positif ketika berkolaborasi dengan startup dalam open innovation. Padahal, mayoritas atau sekitar 65% pemimpin open innovation atau mereka yang telah berpengalaman luas mempraktikan open innovation lebih memilih bekerja sama dengan startup dibandingkan mitra eksternal lainnya.

output
startup
open innovation.
open innovation
open innovation
startup

Selain itu, hambatan lain dalam open innovation juga berasal kurangnya keselarasan inisiatif dan visi serta strategi antar mitra yang dirasakan oleh sekitar 58% perusahaan. Minimnya budaya yang mendorong perusahaan untuk mengambil risiko juga menjadi kendala terbesar penerapan open innovation. Hampir dua pertiga atau sekitar 64% organisasi menyebutkan kurangnya budaya seperti itu menjadi tantangan utama dalam menerapkan open innovation.

open innovation
open innovation.
open innovation.

Kabar baiknya, ada tiga langkah mudah yang perlu perusahaan lakukan untuk memastikan praktik open innovation yang dilakukan membuahkan hasil positif. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

open innovation

1. Membangun Landasan Open Innovation yang tepat

1. Membangun Landasan
Open Innovation
Open Innovation
yang tepat

Mengingat hambatan utama open innovation berasal dari minimnya keselarasan inisiatif dan visi antar mitra, perusahaan harus memiliki pondasi yang jelas dan tepat ketika menerapkan open innovation. Mulailah membangun pondasi dengan menetapkan tujuan yang hendak dicapai dari praktik open innovation yang akan dilakukan dan mengembangkan budaya serta pola pikir yang tepat.

open innovation
open innovation.
open innovation

Selanjutnya, pastikan tujuan itu selaras dengan visi dan strategi organisasi. Pasalnya, tujuan inilah yang akan memandu perusahaan dalam memilih mitra inovasi yang tepat dan menetapkan ekspektasi. Setelah mendapatkan mitra inovasi yang potensial, perusahaan wajib mempertimbangkan manfaat kolektif bagi perusahaan juga mitra inovasi. Open innovation juga mengharuskan perusahaan untuk terbuka terhadap data dan berbagi pengetahuan dengan para mitra agar inovasi bersama yang nantinya dihasilkan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal.

Open innovation
get the deal

“Kemitraan yang kuat didirikan atas dasar pertukaran nilai. Agar open innovation benar-benar berfungsi, perusahaan harus mempertimbangkan manfaat dan dampak kolektif dari kolaborasi agar pihak-pihak yang terlibat dapat sama-sama bertumbuh dengan baik,” jelas Fiter Bagus.

open innovation

2. Memperluas Ruang Lingkup Open Innovation

2. Memperluas Ruang Lingkup
Open Innovation
Open Innovation

Mengingat kompleksitas lingkungan bisnis saat ini, penting bagi perusahaan untuk berinovasi secara kolaboratif di berbagai bidang. Menurut Capgemini Research Institute, perusahaan yang telah menyadari hasil positif dari open innovation berencana memperluas inovasi mereka di area bisnis baru yang bahkan berpotensi lebih berisiko.

open innovation

“Risiko adalah aspek yang berhubungan erat dengan inovasi. Atas dasar itu, alih-alih menghindari risiko, perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang aman bagi tim inovasi untuk beroperasi. Lingkungan yang aman ini sendiri mencakup kebebasan untuk membuat kesalahan dan kegagalan, yang merupakan faktor kunci keberhasilan inovasi. Dengan begitu proses inovasi akan mampu menghasilkan ide-ide yang tidak hanya solutif tapi juga baru dan beda,” kata Fiter Bagus.

,

Kini, perusahaan harus lebih terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai mitra, selain pelanggan dan pemasok mereka. Perusahaan juga harus menerapkan open innovation untuk tujuan yang lebih ambisius dan menjajaki peluang inovasi yang lebih luas.  

open innovation

Survei Capgemini Research Institute menunjukkan semakin banyak pemimpin inovasi bersedia mengeksplorasi lebih banyak peluang inovasi melalui kolaborasi bersama mitra konvensional seperti perusahaan di luar industri mereka, atau bahkan dengan pesaing. Sebanyak 50% pemimpin berkolaborasi dengan perusahaan dari industri lain dan bahkan 45% perusahaan memilih berkolaborasi dengan pesaing mereka.

3. Mengadopsi Pendekatan yang Disesuaikan untuk Setiap Mitra

3. Mengadopsi Pendekatan yang Disesuaikan untuk Setiap Mitra

Perlu diingat bahwa setiap organisasi memiliki perbedaan yang signifikan dalam cara mereka beroperasi atau berinovasi. Cara institusi akademik beroperasi pastilah berbeda dengan yang dilakukan startup atau organisasi nirlaba. Masing-masing dari mereka pasti memiliki cara kerja yang berbeda, kebutuhan serta harapan yang berbeda pula dari kolaborasi.

startup

Untuk mengatasi hambatan ini, sebaiknya buat tim fasilitator untuk membantu mitra inovasi dalam hal orientasi. Fasilitator dapat bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dan mitra inovasi untuk menetapkan harapan dan aturan keterlibatan, dan memperkuat hubungan di antara keduanya. Selain itu, fasilitator juga bertindak memastikan keterlibatan mitra dan partisipasi mereka dalam setiap inisiatif. 

Open Innovation Bersama Innovesia

Open Innovation
Open Innovation
Bersama Innovesia

Sebagai pionir ekosistem open innovation di Indonesia, Innovesia telah membantu perusahaan maupun instansi pemerintah berinovasi melalui open innovation. Termasuk mengembangkan kemitraan strategis dan membantu perusahaan menetapkan tujuan inovasi yang didasarkan pada kebutuhan pengguna. 

open innovation
open innovation.

Melalui layanan konsultasi end to end yang strategis, Innovesia turut membantu organisasi mengembangkan strategi, eksekusi dan implementasi inovasi termasuk open innovation untuk pengembangan bisnis, model bisnis, dan inovasi proses bisnis. Berdiri sejak 2015, Innovesia juga memiliki jaringan fasilitator yang luas dari berbagai latar belakang dan industri untuk dan memastikan berlangsungnya proses inovasi yang kolaboratif.

end to end
open innovation

Selain kemampuannya menjelajahi potensi inovasi dari luar organisasi, Innovesia juga berpengalaman membantu perusahaan menanamkan budaya inovasi untuk mengadopsi pola pikir inovasi yang tepat melalui pengembangan kapasitas atau sesi pelatihan.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/feed/ 0
Metode Lean Startup: Cara Startup Membangun Bisnis Berbasis Pelanggan https://designthinking.id/edukasi/metode-lean-startup-cara-startup-membangun-bisnis-berbasis-pelanggan/ https://designthinking.id/edukasi/metode-lean-startup-cara-startup-membangun-bisnis-berbasis-pelanggan/#respond Fri, 09 Jun 2023 07:12:11 +0000 https://designthinking.id/?p=1171 Terlalu banyak startup memulai bisnis berbekal ide untuk produk atau jasa yang menurut mereka diinginkan orang. Mereka kemudian menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menyempurnakan produk tersebut tanpa pernah menunjukkan ide produk atau prototype sederhana kepada calon pelanggan. 

startup
prototype

Parahnya, startup bahkan tidak pernah meluangkan waktu untuk berbicara dengan calon pelanggan dalam menentukan apakah produk yang mereka kerjakan itu menarik atau tidak. Alih-alih berbicara kepada pelanggan, banyak startup hanya tertarik membicarakan kehebatan produk mereka di depan venture capital untuk mendapatkan pendanaan. Inilah yang terjadi, ketika startup akhirnya merilis produk mereka ke pasar, tidak ada konsumen yang tertarik dengan apa yang mereka tawarkan, startup tersebut pun gagal.

startup
startup
venture capital
startup
startup
startup
user need.
startup
startup
startup

Padahal kegagalan sejenis ini sepenuhnya bisa dicegah jika startup mau meluangkan waktu mereka untuk berkomunikasi dan memahami kebutuhan calon pelanggan sebelum mengembangkan suatu produk. Metodologi inilah yang dikenal luas dengan sebutan “lean startup”.

startup

Secara definisi, lean startup adalah metode yang ditujukan untuk membuat dan mengelola startup dan mendapatkan produk yang diinginkan ke tangan pelanggan dengan lebih cepat. Berbeda dengan model bisnis tradisional, lean startup tidak dimulai dengan pengembangan rencana bisnis melainkan mencari model bisnis yang sesuai kebutuhan pasar. 

lean startup
startup
lean startup
lean startup

Jika saat ini Anda berpikir untuk membuat bisnis dan sedang mencari metode untuk melakukannya, sebaiknya Anda memahami perbedaan antara metodologi lean startup dan metodologi tradisional. Mengetahui apa yang dibutuhkan oleh metodologi lean akan membantu Anda menentukan apakah metode tersebut tepat untuk Anda dan bisnis Anda.

Definisi Lean Startup dan Perbedaannya dengan Pendekatan Bisnis Tradisional

Definisi
Lean Startup
Lean Startup
dan Perbedaannya dengan Pendekatan Bisnis Tradisional

Konsep lean startup pertama kali dikenal pada awal tahun 2000-an dan berkembang menjadi metodologi pada sekitar tahun 2010, yang dikembangkan oleh pengusaha Steve Blank dan Eric Ries. Pada 2011, Ries menerbitkan ikhtisar bertajuk The Lean Startup. Metodologi ini diciptakan untuk meminimalkan risiko bawaan yang muncul saat membangun startup

lean startup
The Lean Startup
startup

Metode lean startup telah mengubah bahasa yang digunakan startup untuk mendeskripsikan pekerjaan mereka. Jika pendekatan tradisional berpusat pada pengembangan produk secara diam-diam untuk menghindari peringatan pesaing potensial terhadap peluang pasar, lean startup justru mendorong pengusaha untuk terjun ke pasar mencari model bisnis yang tepat dan akhirnya menguji ide yang mereka miliki. Umpan balik yang diterima dari calon pelanggan kemudian digunakan untuk mengulangi produk dan memperbaikinya.

lean startup
startup
lean startup

Pendekatan tradisional umumnya mengharuskan startup membuat rencana bisnis yang menjabarkan semua tujuan dan ide mereka tentang bagaimana mereka akan mencapai kesuksesan. Rencana ini biasanya mencakup besarnya peluang, masalah yang harus dipecahkan, dan solusi yang akan diberikan oleh usaha baru tersebut, juga perkiraan pendapatan, keuntungan, dan arus kas dalam lima tahun kedepan. 

startup

Begitu startup memiliki rencana bisnis yang matang dan memperoleh uang dari investor, mereka akan mulai menginvestasikan ribuan jam kerja untuk membuat produknya sempurna dengan sedikit masukan dari calon pelanggan atau bahkan tidak sama sekali. Umpan balik calon pelanggan dalam hal ini hanya dilibatkan setelah startup mencoba menjual produknya.

startup
startup

Sebaliknya, metodologi lean startup bertentangan dengan standar yang telah lama digunakan pada pendekatan tradisional. Pasalnya, metode ini justru memandang umpan balik pelanggan jauh lebih penting daripada kerahasiaan.

lean
startup

Harvard Business Review
,
lean startup

Dengan begitu, mereka akan meringkas hipotesis mereka dalam kerangka kerja dan mengujinya di antara pelanggan untuk mendapatkan umpan balik. Pengusaha selanjutnya menggunakan umpan balik pelanggan untuk merekayasa ulang produk mereka.

Dengan mengujikan idenya kepada pelanggan, startup dapat mengukur minat konsumen terhadap produk dan menentukan bagaimana produk mungkin perlu disempurnakan. Proses inilah yang disebut sebagai pembelajaran yang divalidasi. 

startup

Ketika pelanggan tidak bereaksi seperti yang diinginkan, startup dapat dengan cepat menyesuaikan diri untuk kembali mengembangkan produk yang diinginkan konsumen dan menghindari penggunaan sumber daya yang tidak perlu dalam pembuatan dan pengembangan produk.

startup

Memahami kebutuhan itu penting karena harapan konsumen selalu tinggi. Kebutuhan pelanggan membantu kami untuk mengungkapkan dan memahami siapa konsumen kami, dan keadaan atau faktor  yang mengarahkan mereka untuk menggunakan produk atau layanan.

Memahami Lean Startup dengan Design Thinking

Memahami
Lean Startup
Lean Startup
dengan
Design Thinking
Design Thinking

Metode lean startup sejatinya mengadvokasi konsep pengembangan iteratif dan agile, yang mengharuskan pengusaha membangun prototype dengan cepat, dan mengujikannya ke pasar untuk mengukur keberhasilan produk tanpa menghabiskan sumber daya yang tidak perlu. Adapun data yang dihasilkan dari proses pengujian ini nantinya digunakan dalam fase pembangunan berikutnya. Tahapan ini juga telah dikenal luas dalam pendekatan design thinking.

lean startup
agile
prototype
design thinking.

Design thinking didasarkan pada metode ilmiah yang diadaptasi dalam bisnis, khususnya dalam menciptakan produk, layanan, dan pengalaman yang berakar pada pengalaman manusia atau dalam hal ini adalah calon pelanggan.

Design thinking
design thinking

prototype
Design thinking

Seperti lean startup, hipotesis dalam design thinking diperoleh melalui riset untuk memahami kebutuhan pelanggan. Design thinking dalam hal ini menawarkan cara untuk mengumpulkan dan memahami data subjektif dan kualitatif, seperti keinginan, kebutuhan, serta pengalaman pribadi pelanggan, dan menyoroti kebutuhan utama yang perlu dipenuhi hingga mengembangkan solusi atas kebutuhan itu.

lean startup,
design thinking
Design thinking

Setelahnya, tahap design thinking menuntut penggunanya mengembangkan prototype atas solusi yang dimiliki dan mengujinya kepada pelanggan. Fase pengujian ini akan dengan cepat menyoroti setiap kekurangan desain yang perlu ditangani. Proses design thinking yang iteratif meningkatkan kemampuan seseorang untuk mempertanyakan masalah, meragukan asumsi dan implikasinya. Karena itulah pengaplikasian design thinking mendorong startup untuk menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhan nyata pelanggan.

design thinking
prototype
design thinking
design thinking
look here
startup
design thinking
design thinking
product market-fit

Berdiri sejak 2015, Innovesia telah membantu lebih dari 100 perusahaan, pemerintah, organisasi dan institusi pendidikan secara lokal dan global untuk berinovasi dengan  mengimplementasikan metodologi design thinking. Dengan begitu, bisnis dapat mengembangkan pemahaman terbaik tentang pelanggan, kebutuhan mereka, dan masalah yang mendasari pengembangan produk atau layanan yang ingin diciptakan atau perbaiki. 

design thinking.
 
workshop design thinking
workshop

Dengan pendekatan Human Centered Design, Innovesia membantu IUWASH Tangguh untuk mengembangkan prototype Open Source Real-Time Water Pressure Sensor yang diinstal di dua PDAM di Kota Bogor dan Kota Bekasi dalam proyek pengembangan OSH yang didanai oleh USAID.

Human Centered Design
prototype

]]>
https://designthinking.id/edukasi/metode-lean-startup-cara-startup-membangun-bisnis-berbasis-pelanggan/feed/ 0
Empat Alasan Mengapa Inovasi Berdampak pada Keberhasilan Bisnis https://designthinking.id/edukasi/empat-alasan-mengapa-inovasi-berdampak-pada-keberhasilan-bisnis/ https://designthinking.id/edukasi/empat-alasan-mengapa-inovasi-berdampak-pada-keberhasilan-bisnis/#respond Mon, 08 May 2023 09:30:57 +0000 https://designthinking.id/?p=664 Banyak bisnis terkenal karena alasan berbeda, mulai dari produknya yang laris, layanannya yang menakjubkan, loyalitas pelanggan yang kuat, atau bahkan kampanye iklan yang membekas. Namun yang jelas, mereka semua memiliki faktor keberhasilan yang sama, yakni inovasi.

Inovasi telah dikenal luas sebagai ‘seperangkat alat’ yang membantu para pemimpin bisnis untuk mempertahankan dan tetap relevan dalam lingkungan bisnis. Lanskap kompetitif saat ini sangat bergantung pada inovasi.

Amazon misalnya, perusahaan yang dirintis Jeff Bezos itu berhasil memanfaatkan inovasi di bidang teknologi untuk menciptakan model bisnis yang sama sekali baru. Begitu juga Netflix, layanan streaming yang awalnya menawarkan layanan pengiriman DVD sewaan untuk menargetkan pelanggan yang tidak tertarik menonton film terbaru itu, berhasil meraih keunggulan kompetitif dengan beralih ke layanan streaming yang menyediakan segala jenis film dan serial.

streaming

Di tengah industri yang penuh dengan ketidakpastian dan kompleksitas ini, sangat penting untuk menciptakan model operasi yang mendorong inovasi dan produktivitas. Sebuah bisnis bahkan diyakini tidak akan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif jika tidak memasukan inovasi sebagai bagian dari strategi bisnis secara keseluruhan.

Tapi, apa yang sebenarnya yang dimaksud dengan inovasi dan mengapa ia sangat penting bagi keberlangsungan suatu bisnis?

Pengertian Inovasi

Pengertian Inovasi

Inovasi mengacu pada memperkenalkan kebaruan dalam produk, layanan, strategi, atau model bisnis. Secara definisi, inovasi merupakan seperangkat proses yang dilakukan individu atau organisasi untuk membuat konsep produk, proses, dan ide baru, atau untuk mendekati produk, proses, dan ide yang ada dengan cara baru.

Dengan kata lain, tidak semua ide kreatif selalu mengarah pada inovasi karena itu tidak selalu menghasilkan solusi yang layak untuk masalah.

Sederhananya inovasi adalah produk, layanan, model bisnis, atau strategi yang baru dan berguna. Inovasi tidak harus berupa terobosan besar dalam teknologi atau model bisnis baru, tetapi bisa sesederhana peningkatan layanan pelanggan perusahaan atau fitur yang ditambahkan ke produk yang sudah ada.

Mengapa Inovasi Penting Bagi Kesuksesan Bisnis?

Mengapa Inovasi Penting Bagi Kesuksesan Bisnis?

Ungkapan “beradaptasi atau mati” seakan telah menjadi slogan yang tepat dalam dunia bisnis saat ini. Kemajuan teknologi besar-besaran dalam dekade terakhir telah memaksa bisnis untuk terus beradaptasi dan berkembang dari sebelumnya.

Kabar baiknya, perkembangan teknologi turut membawa banyak peluang baru bagi bisnis. Sebuah studi Northeastern University mencatat hampir separuh orang Amerika setuju bahwa pertumbuhan teknologi telah menjadi peningkatan terbesar dalam hidup mereka. 

Northeastern University

Sebagai hasilnya, perusahaan yang merangkul inovasi memiliki keuntungan yang cukup besar dalam memenuhi permintaan pelanggan mereka. Dengan kata lain, bisnis tidak akan mampu bertahan jika mereka tidak merangkul inovasi dan perubahan.

Di tengah kemajuan bisnis dan industri yang tidak bisa dihindari, inovasi dapat membantu perusahaan tetap berada di depan kompetisi dan sekaligus mengembangkan perusahaan dalam prosesnya. Berikut adalah tiga alasan mengapa inovasi sangat penting untuk bisnis:

1. Membantu perusahaan tumbuh

1. Membantu perusahaan tumbuh

Bukan lagi rahasia apabila stagnasi bisa sangat merugikan bisnis, dan untuk menghadapi ini, inovasi menawarkan peluang untuk meningkatkan produktivitas perusahaan sehingga mampu tetap bertahan di dunia yang sangat kompetitif saat ini.

Inovasi menghadirkan ide-ide baru kepada para pemimpin bisnis untuk meningkatkan efisiensi dengan sumber daya minimum, serta mengurangi bisnis dan risiko lainnya. Meskipun proses inovasi membutuhkan banyak usaha karena membuat perusahaan memikirkan kembali produk atau model bisnis secara menyeluruh, hal ini dapat mengarah pada perluasan yang memungkinkan untuk meningkatkan skala bisnis dengan cepat.

The Boston Consulting Group,

Selain itu, The Boston Consulting Group, mencatat bahwa organisasi yang secara konsisten mendapatkan peringkat tinggi dalam “50 perusahaan paling inovatif” tahunan semuanya terus berkembang selangkah lebih maju dari kompetitor mereka karena senantiasa menghargai dampak positif dari inovasi.

The Boston Consulting Group,

Berpikir inovatif juga dapat membantu manajer dan eksekutif mengembangkan kampanye pemasaran yang unik untuk membantu meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan, dan tentunya memberi perusahaan keunggulan kompetitif.

2. Membantu bisnis membedakan dirinya

2. Membantu bisnis membedakan dirinya

Didorong oleh keinginan untuk menghadirkan produk terbaik, inovasi memungkinkan perusahaan membuat versi yang lebih baik dari apa yang sudah dimilikinya. Inovasi mendorong perusahaan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu yang berbeda dari orang lain yang beroperasi di bidang yang sama dengan bisnis kita. Ini tentu akan membuat bisnis menjadi sangat kuat dalam industri atau pasar yang terlalu jenuh.

get more information

Ketika berinovasi untuk mengembangkan atau memperbarui produk, perusahaan akan mampu menghasilkan produk atau layanan yang lebih canggih atau bahkan sama sekali baru dan membuat kompetitor tertinggal. Inovasi sejenis ini diyakini mampu menjadi semacam disrupsi bagi industri yang telah ada. 

Meskipun inovasi harus berfokus pada pelanggan, berinovasi dengan mengutamakan keunikan dan dengan cara yang berbeda dari orang lain, juga dapat menjadi elemen yang mampu menonjolkan identitas brand dan strategi bisnis.

brand

3. Memecahkan masalah bisnis yang kompleks

3. Memecahkan masalah bisnis yang kompleks

Tak ada bisnis yang tumbuh tanpa masalah. Ketidakpastian dan situasi bisnis yang kompleks yang dipicu oleh pandemi Covid-19 saat ini juga dapat memperburuk keadaan bisnis.

Hanya dengan menguasai siklus manajemen produk tidak dapat membantu manajer atau eksekutif dalam memecahkan masalah bisnis yang rumit. Atas dasar itu, setiap bisnis perlu menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks secara bijaksana dan efektif, sangat penting untuk menggunakan ide-ide inovatif.

Melansir laman Emiritus, bisnis harus menggunakan sumber eksternal seperti data, riset, observasi dan juga  internal untuk mengembangkan ide-ide inovatif untuk memecahkan masalah bisnis yang kompleks.

Emiritus,

4. Mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan

4. Mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan

Inovasi memotivasi dan menginspirasi karyawan untuk menemukan cara-cara baru dalam meningkatkan pekerjaan mereka dan meningkatkan produktivitas.

Produktivitas sendiri sangat penting bagi bisnis karena ini membantu mereka menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan menemukan solusi baru atau menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu tanpa menghabiskan sumber daya. Sekaligus memberi keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lain yang terjebak dalam sistem mereka yang kian tertinggal.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/empat-alasan-mengapa-inovasi-berdampak-pada-keberhasilan-bisnis/feed/ 0
Empat Keuntungan Utama Inovasi Bagi Keberlangsungan Startup https://designthinking.id/edukasi/empat-keuntungan-utama-inovasi-bagi-keberlangsungan-startup/ https://designthinking.id/edukasi/empat-keuntungan-utama-inovasi-bagi-keberlangsungan-startup/#respond Wed, 12 Apr 2023 05:45:00 +0000 https://designthinking.id/?p=443 Berbekal ide baru yang disruptif disertai semangat berbisnis yang membara, jutaan startup terjun ke dunia bisnis setiap tahunnya. Sayangnya, ide baru baik yang sangat visioner sekalipun sering kali tak mampu menjamin keberhasilan bisnis yang dibangun.

safe
startup

Secara definisi, startup adalah organisasi yang bertujuan meluncurkan model bisnis yang baru atau bahkan membuka pasar baru. Model bisnis dalam hal ini mengacu pada satu dari empat aspek, yakni produk, proses, bisnis, dan pelanggan. Startup memang identik dengan produk atau jasa yang unik. Namun, kreativitas dalam menciptakan produk atau jasa yang amat baru atau revolusioner tidaklah cukup membawa startup menuju kesuksesan.

startup
Startup
startup
The Global Startup Ecosystem Report 2022

startup
startup
startup
venture capital

Dari banyaknya startup yang gagal, analisa majalah ekonomi Forbes mencatat sebanyak 95% startup gagal di tahun pertama karena kurangnya ide baru atau inovasi. Sangat jelas bahwa inovasi memang kian krusial atau bahkan bisa dibilang sebagai jiwa startup. 

startup
startup
startup.

Terlebih, percepatan digitalisasi yang diciptakan pandemi Covid-19 telah mendorong kelahiran startup lebih cepat dari sebelumnya. Artinya, lanskap persaingan antar startup dan potensi munculnya kompetitor kian besar. Dalam lingkungan yang serba cepat ini, sangat penting bagi para startup  untuk terus berinovasi jika mereka ingin bertahan.

startup
startup
startup

Mengapa Inovasi Sangat Krusial Bagi Startup

Mengapa Inovasi Sangat Krusial Bagi
Startup
Startup

Banyak startup percaya bahwa kebaruan yang mereka bawa sangat menarik sehingga apa yang mereka tawarkan sudah pasti laku di pasaran. Tanpa berbicara pada target konsumen, startup sepenuhnya mempercayakan asumsi atau penilaian mereka. Akhirnya, mereka membuat solusi untuk masalah yang tidak dimiliki siapa pun. Padahal, startup harusnya menemukan model bisnis dengan memahami apa yang harus dibangun dan untuk siapa.

startup
startup
startup
startup,
startup
startup
No User Needs”.

Banyak startup merasa berhasil ketika sudah mengantongi dana dari investor. Meski mendapatkan investasi memang hal besar bagi startup, mengumpulkan banyak uang tidak menjamin kesuksesan.

startup
startup,

Investor umumnya hendak diyakinkan bahwa ide suatu startup yang didukungnya memiliki potensi dan dapat menghasilkan uang lewat ide-ide mereka yang revolusioner. Sedangkan pasar cenderung membutuhkan hasil nyata dan praktis. Jika apa yang dihasilkan tidak mampu menyelesaikan masalah konsumen, maka startup akan lebih dulu kehilangan sumber daya mereka sebelum menjajaki tangga kesuksesan.

startup
startup

Keuntungan Inovasi Bagi Startup

Keuntungan Inovasi Bagi Startup
Startup

Startup perlu melihat inovasi dari sudut yang berbeda. Alih-alih sekedar menjadi kreatif dengan produk unik, startup harus bisa berinovasi dengan mempertimbangkan kebutuhan industri atau pasar tertentu. Goals inilah yang coba dicapai metode berpikir design thinking yang berpusat pada manusia. 

Startup
startup
Goals
design thinking

Dengan kata lain, inovasi sangat penting untuk pemecahan masalah, peningkatan produktivitas, dan selangkah lebih maju dari persaingan. Berikut empat keuntungan terbesar yang dapat diperoleh bisnis apa pun termasuk startup dari inovasi:

startup

1. Memberi keunggulan kompetitif

1. Memberi keunggulan kompetitif

Inovasi adalah jawaban bagi risiko stagnasi yang dihadapi bisnis. Melalui inovasi, perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Pasalnya, inovasi mendorong perusahaan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu yang berbeda dan dengan design thinking, inovasi yang dihasilkan tentu akan sesuai kebutuhan pelanggan. Tak heran, jika inovasi mampu memberi startup keunggulan atas persaingan dan membantu mereka menjadi dan tetap menjadi pemimpin pasar. 

design thinking,
startup

Uber misalnya, lewat inovasi yang berfokus pada manusia, perusahaan transportasi itu berhasil mematahkan monopoli yang dimiliki taksi. Sebelumnya, waktu dan lokasi merupakan masalah besar dalam bisnis taksi. Kita harus harus berada di lokasi dekat transit taksi atau menghubungi perusahaan taksi terkait untuk melakukan penjemputan.

Berusaha mengatasi masalah tersebut, Uber menawarkan aplikasi di mana penawaran dan permintaan layanan transportasi dapat dipenuhi melalui platform digital. Inovasi yang menyelesaikan masalah konsumen yang dilakukan Uber tentu membuat bisnis transportasi yang selama ini didominasi taksi terganggu.

rideshare

2. Membuat startup lebih efisien

2. Membuat startup lebih efisien

Inovasi mempermudah penyelesaian masalah serta tantangan besar. Perlu diingat bahwa inovasi tak hanya mengenai menciptakan produk atau layanan baru, tapi  juga dapat diimplementasikan terkait sistem, manajemen, dan banyak lainnya.

Tak ayal, ide-ide yang inovasi hasilkan mampu meningkatkan efisiensi dengan sumber daya minimum, serta mengurangi risiko lainnya. Hal ini tentu mendorong startup ke arah perluasan yang memungkinkan mereka untuk scale up atau meningkatkan skala bisnis dengan cepat.

startup
scale up

3. Bersaing dengan perusahaan yang lebih besar

3. Bersaing dengan perusahaan yang lebih besar

Banyak perusahan besar yang mapan dan terkemuka dalam suatu industri cenderung bermain aman dengan hanya melakukan peningkatan produk atau layanan secara kecil-kecilan. Padahal, mereka memiliki memiliki lebih banyak sumber daya yang dapat mereka gunakan dan dapat dengan mudah menerapkan dan mengadopsi teknologi baru. Untuk bersaing dengan mereka, startup perlu selangkah lebih maju dan mengadopsi budaya inovasi.

startup

Seperti Uber, Netflix juga merupakan contoh terbaik dari bagaimana suatu inovasi dapat bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Layanan streaming film itu awalnya menawarkan layanan pengiriman DVD sewaan dengan hanya menargetkan pelanggan yang tidak tertarik untuk menonton film yang baru dirilis. Dengan begitu, Netflix berupaya menyelesaikan masalah konsumen dari segmen yang kurang penting dari industri film Blockbuster. 

streaming

Netflix kemudian mempertahankan keunggulan kompetitif dengan beralih ke layanan streaming yang menyediakan segala jenis film dan serial, yang menarik dan menaklukkan industri Blockbuster sepenuhnya. 

streaming

4. Menciptakan hambatan masuk bagi pesaing

4. Menciptakan hambatan masuk bagi pesaing

Bisa dikatakan, menjadi inovator adalah cara terbaik untuk tetap berada di puncak industri. Namun, ingatlah bahwa satu ide bagus menghasilkan seribu pengikut dan bukan tidak mungkin kompetitor baru akan mampu mengalahkan pendahulunya.

Tak sedikit startup yang berhasil merebut pasar dengan meluncurkan teknologi yang benar-benar mengguncang industri tetapi justru gagal mempertahankan keunggulan mereka di kemudian hari karena mereka tidak dapat mengikuti laju inovasi atau bahkan berhenti berinovasi. Oleh karena itu, sangat ideal bagi startup untuk terus memikirkan tingkat inovasi berikutnya untuk selalu berada satu langkah di depan para pesaing.

startup
startup

Menyadari pentingnya inovasi bagi bisnis, Google mendorong inovasi dari dalam perusahaan dengan menetapkan jam atau hari kerja khusus bagi karyawannya untuk memecahkan masalah dan bereksperimen tanpa harus khawatir gagal. Google juga mendirikan inkubator internal untuk memelihara dan melanjutkan ide-ide potensial. Berkat konsep ini, Google mampu menghadirkan sejumlah produk inovatif seperti Hangout, Maps, dan banyak lagi.

Ketika setiap orang di startup berfokus pada inovasi berfokus pelanggan, tidak ada orang yang dapat menghentikan kita untuk mencapai puncak industri. Pada akhirnya ini akan membuat startup lebih efisien dan memberikan keunggulan dibandingkan yang lain.

startup

Berhasilnya Bobobox dari Kegagalan sang Founder

Berhasilnya
Bobobox dari Kegagalan sang Founder
Founder

Bobobox

Bobobox

Siapa yang tak mengetahui Bobobox, startup di bidang akomodasi yang sukses menawarkan solusi penginapan murah dan nyaman dengan belasan cabang di Pulau Jawa. Namun, siapa sangka dibalik kesuksesan Bobobox ternyata merupakan buah dari kegagalan yang pernah menghantui salah satu pendirinya, Indra Gunawan. Dalam wawancaranya bersama Antara, Bobobox bukanlah pengalaman pertama Indra dalam ranah startup.

startup
Antara,
startup.

Tepat setelah berhasil membuat usaha rintisan di bidang game yang kemudian diakuisisi Emtek, pria kelahiran Bandung itu ternyata pernah gagal dalam membangun startup baru “cantik.com”. Sayangnya, marketplace khusus fesyen wanita yang ia bangun bersama rekannya itu harus kandas.

game
startup
marketplace

Dalam pengakuannya, Indra mengatakan kegagalan itu terjadi karena mereka tidak mengerti apa-apa terkait industri fesyen wanita, terlepas dari pesatnya pertumbuhan industri tersebut di Indonesia.

fesyen
enggak
Antara
.

Meski sempat meninggalkan dunia startup untuk berkarier sebagai konsultan di sebuah perusahaan internasional, kecintaannya untuk menciptakan produk yang solutif, membuatnya memutuskan untuk sekali lagi membangun startup dengan persiapan yang lebih matang.

startup
startup

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Indra dan rekannya menyadari bahwa untuk menciptakan produk yang memiliki skalabilitas luas, mereka harus menciptakan sesuatu yang mampu menjadi solusi atas suatu permasalahan. Termasuk memenuhi kebutuhan primer yang belum terfasilitasi maksimal.

Indra yang merupakan keluarga dari pemilik dan pengelola Hotel Nyland di Bandung itu kemudian menyadari ada satu masalah yang bisa ia selesaikan. Permasalahan itu bukan lain berasal dari bisnis hotel keluarganya yang memakan biaya besar, namun pemasukan yang cenderung tetap. 

Berbekal masalah bisnis hotel yang harus stabil dan kebutuhan tidur masyarakat, Indra lantas memantapkan dirinya untuk mempelajari bisnis hotel kapsul yang saat itu tengah marak di dunia. Dari perjalanannya menyusuri banyak hotel kapsul di Asia Tenggara dan Amerika, Indra menemukan meski perkembangannya sangat baik, hotel kapsul rata-rata hanya bisa membuka dua sampai tiga cabang karena masalah kepemilikan aset di lokasi strategis.

“Dari situ keluarlah ide bahwa unit kapsul saya harus yang modular (tidak permanen) dengan efisiensi ruang dalam unitnya, dan tidak harus memiliki set lokasi. Karena saya melihat startup harus scalable dan asset light,” ungkap Indra.

scalable
asset light

Meski begitu, Indra tak ujug-ujug langsung membuat hotel kapsul di Indonesia. Untuk menguji idenya, Indra membuat prototype dengan mengubah satu kamar di Hotel Nyland menjadi konsep kapsul dengan menempatkan satu set “pods” atau dua unit boks atas-bawah. Ia pun meminta resepsionis hotel untuk menawarkan kamar kapsul itu dengan harga diskon 50 persen. Tak disangka, okupansi unit kapsul di Hotel Nyland mencapai 98 persen hanya dalam waktu sebulan sejak diluncurkan. 

prototype

Akhirnya pada Bulan Juni 2018, hotel kapsul berteknologi tinggi pertama di Indonesia, Bobobox, pertama di Pasir Kaliki Bandung pun berdiri. Tak seperti hotel kapsul lainnya, Bobobox memberikan pengalaman tidur berkualitas, di mana pengunjung dapat menyesuaikan kapsul atau pod seperti yang kita inginkan, mulai dari warna lampu dan lainnya. 

Kini, Bobobox telah memiliki lebih dari 15 cabang yang tersebar pada tujuh kabupaten dan kota di Pulau Jawa dengan berbagai jenis fasilitas mulai dari Bobohotel, Boboliving dan Bobocabin. Tak berhenti di situ, Bobobox juga berhasil mendapatkan investasi Series A dengan total 11,5 juta dolar AS pada 2020 silam. Pencapaian ini lantas membuat Bobobox mulai membidik daerah di luar Pulau Jawa.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/empat-keuntungan-utama-inovasi-bagi-keberlangsungan-startup/feed/ 0
Tiga Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Mulai Berinovasi https://designthinking.id/edukasi/tiga-pertanyaan-yang-harus-dijawab-sebelum-mulai-berinovasi/ https://designthinking.id/edukasi/tiga-pertanyaan-yang-harus-dijawab-sebelum-mulai-berinovasi/#respond Wed, 05 Apr 2023 11:13:05 +0000 https://designthinking.id/?p=801 Sama halnya dengan memulai bisnis, menentukan inovasi apa yang harus kita lakukan juga merupakan perkara besar. Memunculkan ide inovasi yang bernilai adalah langkah awal dalam mencapai keunggulan kompetitif. 

Perlu diingat, Ide inovasi tidak cukup hanya sekedar menarik, baru atau unik, tapi  juga harus memenuhi kebutuhan pasar. Inilah yang membedakan inovasi dan kreativitas.

Kreativitas dalam bisnis mengarah pada penumbuhan ide-ide unik dan kebaruan. Kedua komponen ini memang merupakan komponen kunci dari inovasi. Sedangkan inovasi tak hanya sekedar menghasilkan kebaruan tapi juga harus berguna.

Artinya, tidak semua ide kreatif selalu mengarah pada inovasi karena tidak selalu menghasilkan solusi yang layak atau dapat memecahkan masalah, baik yang dihadapi pelanggan atau bisnis itu sendiri.

Inovasi tidak harus berupa terobosan besar dalam teknologi atau menghasilkan model bisnis baru, tetapi bisa sesederhana peningkatan layanan perusahaan atau menambahkan fitur baru ke produk yang sudah ada. Tujuannya, agar produk atau layanan yang dibuat lebih memenuhi kebutuhan pelanggan yang senantiasa berkembang seiring zaman.

Lantas, bagaimana cara menemukan ide inovasi yang tak hanya unik tapi juga memenuhi kebutuhan pasar? Untuk menjawab ini, ada baiknya bagi kita untuk melakukan brainstorming. 

brainstorming. 
Brainstorming

Ketika melakukan brainstorming, ingatlah bahwa tidak ada ide yang buruk. Sebaiknya, tetap buka kesempatan seluas mungkin hingga semua yang terlibat selama proses brainstorming bisa merasa bebas dalam melontarkan ide asal tetap berkaitan dengan masalah atau topik yang dibahas.

brainstorming,
brainstorming

Cobalah untuk mengembangkan gagasan satu sama lain untuk mencapai wawasan baru. Hal ini memungkinkan memantik ide baru dan menyempurnakan ide yang telah ditampung selama brainstorming berjalan.

brainstorming

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa kita lontarkan selama proses brainstorming  untuk menghasilkan ide inovasi yang sukses:

brainstorming

1. Apakah ada solusi yang lebih mudah?

1.
Apakah ada solusi yang lebih mudah?

Mengingat bisnis yang sukses adalah mereka yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, menciptakan produk atau layanan yang bisa mempermudah hidup seseorang bisa menjadi jalan menuju kesuksesan. 

Tengoklah bagaimana marketplace seperti Amazon bisa menjadi perusahaan ritel paling sukses berkat inovasi model bisnis yang dihadirkannya. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Jeff Bezos berhasil menjadi raksasa ritel setelah mempermudah aktivitas berbelanja masyarakat.

marketplace

Atas dasar itu, salah satu cara untuk memulai brainstorming ide inovasi adalah dengan bertanya ‘tugas apa yang bisa saya permudah?’. Untuk mempermudah tahap ini, cobalah untuk memahami teori pekerjaan yang harus diselesaikan.

brainstorming

Dikembangkan oleh Profesor di Harvard Business School, Clayton Christensen, jobs be done teori memberikan pemahaman bahwa orang atau konsumen membeli berbagai produk atau layanan untuk melakukan apa yang Christensen sebut sebagai pekerjaan yang perlu konsumen selesaikan.

jobs be done

Teori ini berguna untuk memahami motivasi pelanggan dan mengapa beberapa produk berhasil sementara yang lain gagal. Dengan mengidentifikasi dan memahami pekerjaan yang coba dilakukan pelanggan, kita akan mampu mengembangkan produk yang bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna. Hal ini tentu akan meningkatkan potensi keberhasilan inovasi.

2. Bisakah membuat solusi yang lebih mudah diakses?

2. Bisakah membuat solusi yang lebih mudah diakses?

Ingatlah bahwa inovasi kerap berkembang dari ide-ide sederhana. Karenanya, inovasi tak melulu soal menciptakan produk atau layanan baru. 

blog

Memperbarui produk atau mempermudah akses ke suatu produk yang telah dikenal luas juga menjadi ide inovasi yang tak kalah berharga. Apalagi, ada banyak produk dan layanan bermanfaat yang hanya tersedia pada lokasi tertentu sehingga menimbulkan kesenjangan akses. Oleh karena itu, menawarkan produk serupa dengan akses yang lebih mudah juga termasuk inovasi.

Pendirian Airbnb membuktikan menjawab pertanyaan kedua ini bisa berbuah manis. Saat Brian Chesky dan Joe Gebbia menciptakan Airbnb, industri akomodasi bukanlah hal baru. Telah banyak hotel atau penginapan yang lebih kecil hadir dan saling bersaing. Tapi, keduanya mendapati bahwa sangat sulit untuk menemukan penginapan selama acara-acara lokal berskala besar.

Mengenali peluang inovasi, Chesky dan Gebbia lantas menyusun solusi untuk memenuhi kebutuhan penginapan jangka pendek yang mudah diakses. Alhasil, mereka memutuskan membuat website untuk menyewakan tiga tempat tidur di apartemen mereka bagi orang-orang yang datang ke San Francisco untuk menghadiri konferensi desain. Dibanderol dengan harga sekitar Rp1 juta per kamar yang termasuk murah, ketiga kamar itu langsung diminati.

Dari sana, Chesky dan Gebbia menambahkan Nathan Blecharczyk yang ditugaskan membangun platform untuk menghubungkan orang-orang yang memiliki kamar cadangan dengan para pelancong yang membutuhkan tempat menginap. Siapa sangka ide sederhana tersebut kini telah berkembang menjadi startup dengan valuasi USD31 miliar atau sekitar Rp 413 triliun.

Mengingat ada banyak sekali industri dan perusahaan yang penawarannya tidak dapat diakses oleh segmen pasar tertentu atau selama periode tertentu, cobalah untuk  mempertimbangkan bagaimana kita dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang terabaikan tersebut.

3. Apa yang dapat ditingkatkan?

3. Apa yang dapat ditingkatkan?

Cara lain untuk memunculkan ide inovasi yang potensial adalah dengan memperhatikan penawaran produk yang sukses di sekitar, kemudian coba pikirkan cara untuk menjadikan produk tersebut lebih baik.

Karena inovasi lebih mengutamakan kegunaan daripada kebaruan, jika kita dapat mengidentifikasi cara yang lebih nyaman untuk memberikan layanan yang ada, ini juga bisa menjadi peluang bagi bisnis kita. 

Cobalah memikirkan perusahaan yang dikagumi dan bayangkan bagaimana kita dapat meningkatkan produk mereka. Apakah dengan membawanya ke lokasi atau pasar baru, atau dengan menambahkan fitur baru pada produk tersebut dengan harapan bisa lebih memuaskan pelanggan, atau hanya dengan menciptakan produk serupa dengan harga yang lebih murah.

Tak bisa dipungkiri, pengurangan biaya memang merupakan salah satu perbaikan yang dapat memberikan dampak signifikan. Menentukan cara membuat kualitas yang setara dengan produk terkemuka dan menawarkannya dengan harga yang lebih murah memiliki potensi besar. Inilah yang terjadi di industri smartphone, dengan banyak produsen yang berupaya mengadopsi fitur terbaru iPhone pada produk mereka dan menawarkannya dengan harga yang jauh lebih murah.

smartphone

]]>
https://designthinking.id/edukasi/tiga-pertanyaan-yang-harus-dijawab-sebelum-mulai-berinovasi/feed/ 0
Design Thinking vs Metode Ilmiah, Mana yang Lebih Unggul? https://designthinking.id/edukasi/design-thinking-vs-metode-ilmiah-mana-yang-lebih-unggul/ https://designthinking.id/edukasi/design-thinking-vs-metode-ilmiah-mana-yang-lebih-unggul/#respond Wed, 15 Mar 2023 10:32:00 +0000 https://designthinking.id/?p=734 Di dunia bisnis yang berkembang begitu cepat saat ini, design thinking semakin populer karena berhasil menjadi kunci kesuksesan banyak organisasi terkemuka selama beberapa dekade terakhir. Namun, tahukah Anda bahwa dasar pemikiran design thinking sebenarnya berasal dari masa yang lebih jauh bahkan sebelum dunia mengenal filsuf Aristoteles.

design thinking
design thinking

Ketika memahami design thinking dengan baik, kita pasti sudah memahami bahwa metode inovasi satu ini didasarkan pada metode ilmiah yang diadaptasi dalam bisnis. Terutama dalam menciptakan produk, layanan, dan pengalaman yang berakar pada pengalaman manusia atau dalam hal ini adalah pelanggan.

design thinking

Metode ilmiah sendiri merupakan suatu prosedur atau cara pemecahan masalah dengan menggunakan langkah-langkah yang telah tersusun secara sistematis. Adapun prosedur ini mencakup observasi, seringkali eksperimen, dan penalaran induktif. 

Lebih lanjut, metode ilmiah dimulai dengan mengidentifikasi dan merumuskan masalah melalui berbagai cara, melakukan kajian literatur, membuat hipotesis yang kemudian diuji melalui eksperimen tambahan untuk melihat seberapa akurat hipotesis tersebut. Jika data pengamatan tidak mendukung hipotesis yang telah dirumuskan, kita dituntut untuk kembali mengeksplorasi kemungkinan yang didukung oleh hasil.

Proses ini tak jauh berbeda dengan design thinking. Pada artikel sebelumnya, kita telah mengenal bagaimana design thinking dilakukan melalui lima tahap mulai dari emphatize, lalu merumuskan masalah dan menseleksi solusi

design thinking.
design thinking
emphatize,

Dilanjutkan membuat prototype sampai test atau pengujian prototype. Semua ini dilakukan secara sistematis dan non-linear untuk selalu memvalidasi ide demi menghasilkan solusi berbasis yang berdampak dan tepat sasaran. 

prototype
test
navigate to these guys
prototype

Hanya saja, semua prosedur pemecahan masalah dalam design thinking dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. Dengan kata lain, design thinking adalah metode ilmiah yang diperluas untuk mencakup observasi terhadap perilaku pelanggan, termasuk emosi di balik perilaku mereka. Data itulah yang pada akhirnya digunakan untuk menciptakan solusi bagi masalah bisnis yang kompleks.

design thinking
design thinking

Metode Ilmiah Berbasis Manusia

Metode Ilmiah Berbasis Manusia
design thinking
design thinking 

Jika metode ilmiah unggul dalam memahami data objektif dan kuantitatif, design thinking menawarkan cara untuk mengumpulkan dan memahami data subjektif dan kualitatif, seperti keinginan, kebutuhan, serta pengalaman pribadi pelanggan. 

design thinking

Jenis data ini sangat membantu pada tahap awal proyek inovasi ketika mungkin banyak yang tidak perusahaan ketahui, bahkan masalah apa yang ingin kita selesaikan. Pada tahap awal inilah hipotesis dibentuk dari data dan wawasan pelanggan yang dikumpulkan dengan berempati.

Alih-alih hanya berbasis pada teori dan teori, hipotesis dalam design thinking diperoleh melalui riset untuk memahami kebutuhan pelanggan. Entah melalui wawancara langsung, atau mengamati interaksi mereka dengan produk. Melalui proses ini, tim dapat berempati dengan pelanggan dan tentunya memahami mereka sebagai manusia, bukan data semata.

design thinking

Innovesia percaya, inovasi tidak berasal dari teknologi, produk atau fitur, tetapi dari kebutuhan manusia, pola pikir, dan empati. Anggaplah seperti ini, jika inovasi hanya didasarkan pada metode ilmiah dan bukan design thinking, perusahaan hanya berupaya memproduksi produk terbaik dengan parameter yang diciptakan sendiri tanpa ada validasi bahwa pelanggan benar-benar membutuhkan fitur atau produk baru itu.

design thinking,

Dengan kata lain, parameter ini didasarkan pada asumsi perusahaan mengenai apa yang mungkin akan disukai atau dibutuhkan pelanggan. Walau perusahaan telah melalui riset, data yang dikumpulkan umumnya terbatas, misalnya mengenai tren masa lalu. Tetap saja, tanpa verifikasi maka tak ada yang bisa menjamin asumsi itu benar atau dalam kasus ini, tren masa lalu itu akan kembali disukai pelanggan.

Atas dasar itu, karena design thinking bekerja atau melibatkan pelanggan aktual dan tidak dibatasi oleh asumsi, maka hipotesis yang dirumuskan tentu akan lebih bermakna dan akurat. Setelah memiliki kumpulan kecil hipotesis yang divalidasi berdasarkan pemahaman induktif tentang pelanggan, kita selanjutnya siap untuk memecahkan masalah bisnis.

design thinking

Tiga tahap design thinking selanjutnya berlaku sebagai eksperimen, dimana dapat menguji konsep mana yang paling sesuai dengan parameter yang ditetapkan. Jika sukses, maka kita berhasil menciptakan produk yang kebutuhan pelanggan dan meningkatkan penjualan. Namun jika yang terjadi malah sebaliknya, fase pengujian akan dengan cepat menyoroti setiap kekurangan desain yang perlu ditangani. 

design thinking

Artinya, kita perlu kembali meninjau tahap empati atau menjalankan beberapa sesi pembuatan ide lagi sebelum membuat prototipe yang berhasil. Mengulangi proses design thinking bisa meningkatkan pemahaman tentang produk dan penggunanya sedalam mungkin.

design thinking

]]>
https://designthinking.id/edukasi/design-thinking-vs-metode-ilmiah-mana-yang-lebih-unggul/feed/ 0