Asian Games Hangzhou – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Tue, 07 Nov 2023 07:26:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Asian Games Hangzhou – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Asian Games Hangzhou Rendah Karbon dengan Platform Kecerdasan Buatan https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-rendah-karbon-dengan-platform-kecerdasan-buatan/ https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-rendah-karbon-dengan-platform-kecerdasan-buatan/#respond Mon, 16 Oct 2023 06:46:39 +0000 https://designthinking.id/?p=1637 Maskot memang menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan satu acara dan acara lainnya. Dalam konteks Asian Games, setiap maskot memiliki keunikan karena menggambarkan budaya dan nilai-nilai dari negara tuan rumah, begitu juga dengan Asian Games di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Sekilas, tak ada yang berbeda dengan Congcong, Lianlian, dan Chenchen, tiga boneka robot berjuluk ”The Smart Triplets” atau ”Si Kembar Tiga yang Cerdas” dipilih sebagai maskot Asian Games Hangzhou. Ketiganya dipilih sebagai lambang transformasi peradaban baik di Hangzhou maupun Tiongkok yang mengombinasikan warisan budaya dengan keunggulan ragam inovasi teknologi.

Uniknya, ketiga boneka itu dilengkapi dengan QR code atau kode batang yang bisa dipindai. Namun, bukan deskripsi atau arti dari masing-masing maskot yang muncul melainkan sumber produksi hingga jejak karbon atau carbon footprint yang dihasilkan dari proses produksinya.

Ketika di klik, tautan menunjukkan bahwa Chenchen, Congcong, dan Lianlian—memiliki jejak karbon masing-masing sebesar 1,59 kilogram setara karbon dioksida (kg CO2e) per produk. Besaran emisi itu dilaporkan berasal dari penggunaan listrik, bahan baku, dan pengemasan.

Boneka maskot Asian Games ke-19 (Sumber: hangzhou22.cn)

Namun, berkat komitmen produsen dan pemerintah Tiongkok dalam penggunaan energi bersih, jejak karbon setiap boneka dari salah satu maskot itu berhasil dikurangi hingga 0,15 kg CO2e per item, serta mereduksi emisi 1,59 kg CO2e setiap produk dengan skema kredit karbon. Artinya, 1,59 kg CO2e emisi yang sebelumnya dihasilkan dari produksi boneka itu telah berhasil dihilangkan.

Melalui platform ini, para atlet, relawan, kru dan seluruh tamu undangan yang tinggal di Asian Games Villages mengetahui besaran emisi dari setiap aktivitas atau produk yang mereka temui di kawasan tersebut. Harapannya, partisipan dapat terdorong untuk mengadopsi aktivitas atau gaya hidup rendah karbon selama menikmati Asian Games Hangzhou.

Langkah ini diambil Alibaba Cloud untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan mengingat emisi berbasis konsumsi dari produksi barang dan jasa serta aktivitas rumah tangga menyumbang sekitar 53% dari total emisi karbon dioksida di Tiongkok pada tahun 2019, menurut  penelitian Chinese Academy of Sciences yang diterbitkan pada tahun 2021.

Untuk lebih memotivasi peserta Asian Games Hangzhou, Alibaba Cloud juga menyiapkan rewards bagi peserta. Di mana baik atlet, kru, relawan dan tamu undangan yang tinggal di kawasan Asian Games Villages dapat memindai kode batang untuk mencatat aktivitas rendah karbon mereka di aplikasi web. Mulai dari tidak menggunakan kantong plastik ketika berbelanja di supermarket, menggunakan kendaraan umum bertenaga listrik, hingga mengambil foto piring bersih usai makan untuk mengurangi limbah makanan.

Semakin banyak aktivitas rendah karbon yang mereka lakukan, partisipan dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan pin bertema Asian Games edisi terbatas dan produk yang bersertifikat rendah karbon, seperti tas, pakaian, dan boneka di Low Carbon Store yang berdiri di Asian Games Villages.

Membantu Perusahaan Mengurangi Emisi

Platform Energy Expert dalam gelaran Asian Games ke-19 (Sumber: alizila)

Alibaba Cloud juga menerapkan platform keberlanjutan Energy Expert untuk membantu mengurangi emisi dalam produksi produk berlisensi Asian Games dan operasional harian toko-toko di Asian Games Villages, seperti dalam produksi boneka maskot Asian Games Hangzhou. Melalui platform Energy Expert, pabrik Hangzhou Kayford Branding Co., Ltd yang memproduksi boneka Lianlian telah sukarela mengurangi emisi karbon.

Menariknya, perusahaan seperti Hangzhou Kayford Branding Co., Ltd tidak lagi perlu membangun ruang server sendiri mengingat platform Energy Expert berbasis teknologi cloud computing atau komputasi awan.

Cloud memanfaatkan internet sebagai pusat pengolahan dan manajemen data, serta pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang memudahkan kerja manusia. Inilah yang terjadi pada Energy Expert, dengan memungkinkan setiap perusahaan dari berbagai industri menghitung besaran jejak karbon dari operasional serta keseluruhan value chain mereka.

“Dengan teknologi (Energy Expert), industri mengetahui jejak karbonnya dan berupaya membatasinya,” kata William Xiong, Wakil Presiden, Alibaba Cloud Intelligence dan General Manager Enterprise Service Cloud.

Selama gelaran Asian Games Hangzhou, platform berbasis Energy Expert yang disediakan Alibaba Cloud telah menarik lebih dari 310.000 kunjungan untuk berpartisipasi dalam kegiatan rendah karbon di seluruh kawasan Asian Games Villages. Lebih dari 7 ton karbon juga berhasil dikurangi sejak pembukaan desa Asian Games Hangzhou pada tanggal 16 September. Sementara di luar ajang Asian Games, Energy Expert telah melayani sekitar 2.900 perusahaan.

“Alibaba Cloud telah terbukti keahliannya dalam mendukung inisiatif keberlanjutan organisasi dan acara olahraga dengan teknologi digital,” kata William Xiong, Wakil Presiden, Alibaba Cloud Intelligence dan General Manager Enterprise Service Cloud.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-rendah-karbon-dengan-platform-kecerdasan-buatan/feed/ 0
Asian Games Hangzhou Buktikan Komitmen Tiongkok Menuju Sustainability https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-buktikan-komitmen-tiongkok-menuju-sustainability/ https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-buktikan-komitmen-tiongkok-menuju-sustainability/#respond Fri, 13 Oct 2023 08:05:13 +0000 https://designthinking.id/?p=1639

Gelaran Asian Games Hangzhou tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet bertalenta, tetapi juga ajang unjuk gigi pemerintah Tiongkok dalam memerangi perubahan iklim.

Setelah melewati 15 hari kompetisi olahraga yang sengit, Asian Games ke-19 resmi berakhir dengan upacara penutupan yang berlangsung di Stadion Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Lebih dari 12.000 atlet dari seluruh Asia merayakan pencapaian dan kerja keras mereka selama berkompetisi di 480 cabang olahraga.

Uniknya, meski tanpa atraksi kembang api yang identik dengan perayaan, upacara penutupan Asian Games Hangzhou tetap berlangsung meriah berkat pertunjukkan pesta audiovisual yang didukung oleh teknologi mutakhir. Berkat teknologi kontrol numerik komputer atau computer numerical control (CNC), lapangan stadion diubah menjadi layar dengan 40.000 titik cahaya. Teknologi ini berhasil mengubah rumput lapangan sepak bola menjadi palet warna raksasa yang menyambut para atlet dengan warna dan gambar penuh kilau yang senantiasa berubah-ubah.

Selama 85 menit, ribuan atlet dan tamu undangan yang datang disuguhkan dengan layar proyeksi visual yang memperlihatkan simbol-simbol dari setiap cabang olahraga, proyeksi seribu teratai dan bunga osmanthus raksasa yang merupakan ciri khas Hangzhou. Tak luput pembawa obor digital yang diberi nama “Pioneer” yang melambangkan jutaan orang dalam estafet obor digital.

Upacara penutupan Asia Games ke-19 di Hangzhou, Tiongkok (Sumber: CMG)

Menggabungkan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), Asian Games Hangzhou telah mengurangi emisi jejak karbon melalui penggantian pesta kembang api yang berpolusi dengan kemeriahan audiovisual yang terkesan nyata nan memukau.

“Melalui bunga virtual, Anda dapat merasakan kekuatan alam, kemanusiaan, dan teknologi,” ujar Cui Wei, Wakil Direktur Upacara Penutupan Asian Games ke-19.

Digelar di tengah tantangan keberlanjutan yang semakin digaungkan, pemerintah Tiongkok telah mengambil sikap tegas dalam komitmennya menyelenggarakan Asian Games ke-19 secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk dalam hal pembangunan venue, pasokan energi, dan operasional acara.

Venue Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Stadion Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok (Sumber: Xinhua)

Di antara 56 venue yang digunakan dalam gelaran Asian Games ke-19 di Hangzhou, hanya 12 venue di antaranya yang baru dibangun sementara puluhan sisanya sekedar direvitalisasi atau dibangun sementara untuk gelaran tersebut. Pembangunan venue-pun dilakukan dengan menganut prinsip ramah lingkungan, cerdas dan hemat sepenuhnya.

Qiu Peihuang, Direktur Departemen Venue, Komite Penyelenggara Asian Games Hangzhou, menjelaskan pembangunan venue dilakukan dengan melibatkan teknologi building information modeling (BIM) yang mampu mensimulasikan seluruh informasi terkait proyek pembangunan ke dalam model tiga dimensi.

Venue Asian Games ke-19 di Hangzhou, Tiongkok (Sumber: Hangzhou2022.cn)

Selain dari proses konstruksi, seluruh venue Asian Games ke-19 di Hangzhou dipastikan menggunakan listrik ramah lingkungan. Bersumber dari tenaga fotovoltaik di Cekungan Qaidam, Kota Jiayuguan, dan Dataran Tinggi Loess di barat laut Tiongkok, serta energi angin dari Hami, Daerah Otonomi Uygur Xinjiang, gelaran Asian Games ke-19 diyakini telah  memangkas penggunaan 76.000 ton batubara dan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 15.200 metrik ton.

“Semua listrik kami adalah listrik ramah lingkungan. Semua venue harus menggunakan listrik ramah lingkungan selama kompetisi,” ujar Qiu Peihuang.

Walaupun ajang Asian Games ke-19 di Hangzhou telah berakhir, gedung-gedung olahraga yang baru dibangun khusus untuk ajang olahraga se-Asia itu akan dialih fungsikan menjadi pusat kebugaran bagi warga setempat.

Qiu Peihuang menekankan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk mengalih fungsikan venue Asian Games menjadi lokasi komersial seperti konser musik, pesta, atau bahkan kompetisi olahraga tingkat lokal dan nasional. Semuanya telah dipikirkan dengan matang bahkan sebelum proses konstruksi dilakukan.

“Kami telah sepenuhnya mempertimbangkan penggunaan kembali tempat dalam periode perencanaan dan konstruksi. Di satu sisi banyak venue yang akan menjadi pusat kebugaran warga di beberapa daerah, dan di sisi lain banyak venue yang akan bekerjasama dengan perusahaan komersial. Sebenarnya, selama setahun terakhir operasi uji coba, banyak venue telah mengadakan konser, pesta, kegiatan olahraga,” tutur Qiu Peihuang.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/asian-games-hangzhou-buktikan-komitmen-tiongkok-menuju-sustainability/feed/ 0