Pemerintahan – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Wed, 18 Oct 2023 01:36:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Pemerintahan – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Praktik Win-win Solution antara Perusahaan dan Startup di Basque Country, Spanyol https://designthinking.id/teknologi/praktik-win-win-solution-antara-perusahaan-dan-startup-di-basque-country-spanyol/ https://designthinking.id/teknologi/praktik-win-win-solution-antara-perusahaan-dan-startup-di-basque-country-spanyol/#respond Thu, 10 Aug 2023 09:58:32 +0000 https://designthinking.id/?p=1448 Program inovasi terbuka BIND 4.0 Open Innovation kembali menawarkan kesempatan bagi para startup untuk terhubung dengan 70 perusahaan terkemuka dalam program Accelerator. 

Dibuka untuk yang ke-8 kalinya, BIND 4.0 Open Innovation menawarkan kesempatan bagi startup yang masih dalam tahap pengembangan awal sekalipun untuk berkolaborasi bersama perusahaan besar demi mengambangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan. Adapun empat tema utama yang menjadi tantangan pada tahun ini mencakup industri cerdas atau manufaktur lanjutan, energi bersih dan keberlanjutan, teknologi kesehatan juga teknologi pangan.

Pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 di Basque Country, Spanyol, BIND  4.0 adalah inisiatif publik-swasta yang didanai oleh Pemerintah Basque dan Society for the Promotion of Industrial Innovation (SPRI Group), badan pengembangan bisnis pemerintah yang ditujukan mendorong inovasi dan pengembangan industri di wilayah Basque Country.

Bersama-sama, keduanya mencoba membangun Basque Country menjadi pusat industri dengan ekosistem kewirausahaan yang kuat. Hal ini dilakukan melalui open innovation yang menghubungkan startup inovatif dengan perusahaan industri terkemuka untuk memberikan solusi eksternal dalam menghadapi tantangan transformasi digital. 

Pendekatan inilah yang diakui BIND 4.0 sebagai win-win solution di mana perusahaan terkemuka di Basque Country dapat memanfaatkan keahlian dan ketangkasan startup. Sementara bagi startup, BIND 4.0 menawarkan akses ke pendanaan, pendampingan dan konsultasi bisnis yang amat berharga dari 70 perusahaan terkemuka. Pada sisi lain, para startup tetap dapat mempertahankan kekayaan intelektual mereka atas solusi yang dikembangkan melalui program akselerasi ini.

Tak heran jika pada tahun 2020, BIND 4.0 dianugerahi penghargaan European Enterprise Promotion Award oleh Komisi Eropa atau European Commission. Tak cuma itu, BIND 4.0 juga dinyatakan sebagai salah satu platform terbaik yang mendorong inovasi dalam ekosistem industri oleh perusahaan konsultasi internasional Gartner. 

Tahun ini, BIND 4.0 telah memprioritaskan program Accelerator pada startup yang tengah mengembangkan solusi di 12 kasus penggunaan atau use cases yang diusulkan oleh 70 perusahaan mitra BIND 4.0, berdasarkan kebutuhan bisnis mereka. 

Adapun ke-12 kasus tersebut mencakup: pemantauan siklus hidup produk dan rantai nilai atau value chain; meningkatkan dampak lingkungan melalui efisiensi energi dan penerapan prinsip keberlanjutan; digitalisasi dan optimalisasi proses internal; mobilitas; pemeliharaan sarana produksi; inovasi dalam proses industri untuk pengalaman pekerja atau pengguna akhir; robotika tingkat lanjut; meningkatkan pengalaman pengguna; inovasi elektrolisis; quality control; daur ulang serta ekonomi sirkular; dan terakhir menangkap, menganalisis, dan menilai biomarker.

Manfaat Open Innovation Bersama Startup

rfcab.org

Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan akan model bisnis yang berkelanjutan, perusahaan dituntut berkolaborasi untuk mengembangkan model bisnis atau teknologi melalui inovasi. Kini mengandalkan pengetahuan internal saja tak cukup, perusahaan bahkan yang mapan sekalipun diharuskan mengantisipasi perubahan industri dan pasar dengan mengandalkan wawasan eksternal, tak terkecuali startup. 

Ketika berbicara inovasi teknologi, perusahaan mapan cenderung tertinggal. Skalanya yang besar seringkali membuat mereka bergerak lambat. Pada sisi lain, startup memiliki kemampuan untuk bergerak cepat dan sangat terspesialisasi. Ketangkasan dan fleksibilitas mereka menjadikan startup lebih unggul dalam menciptakan solusi berbasis teknologi. 

Dengan cepat mereka mampu menguasai teknologi yang disruptif seperti kecerdasan buatan (AI), Big Data, internet of things (IoT), robotik, dan lain sebagainya. Dua hal inilah yang membuat startup menjadi mitra yang cocok bagi perusahaan mapan untuk berkolaborasi dalam inovasi. Melalui kolaborasi seperti dalam open innovation, perusahaan mapan dapat memanfaatkan keahlian dan fleksibilitas startup untuk menghadapi tantangan bisnis. 

“Daripada memusatkan semua upaya inovasi dalam R&D internal, organisasi dapat memanfaatkan kreativitas dan pengetahuan tim internal dan eksternal melalui Inovasi Terbuka dan proyek inovatif dengan solusi yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis.

Menurut, Fiter Bagus, open innovation memiliki sejumlah manfaat utama bagi perusahaan, yakni mengurangi risiko dan biaya inovasi yang besar, berinovasi dengan cepat berkat ketangkasan startup, hingga memiliki spesialisasi di bidang tertentu.

“Dengan berinovasi bersama startup, perusahaan mendapatkan keuntungan yang signifikan karena potensi mereka untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan produktivitas, mendapatkan paparan model bisnis baru, dan meningkatkan penjualan dengan menemukan peluang baru untuk pertumbuhan,” jelas Fiter Bagus.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/praktik-win-win-solution-antara-perusahaan-dan-startup-di-basque-country-spanyol/feed/ 0
Qatar Luncurkan 7 Kompetisi Inovasi Berhadiah Miliaran Rupiah https://designthinking.id/teknologi/qatar-luncurkan-7-kompetisi-inovasi-berhadiah-miliaran-rupiah/ https://designthinking.id/teknologi/qatar-luncurkan-7-kompetisi-inovasi-berhadiah-miliaran-rupiah/#respond Fri, 04 Aug 2023 10:25:37 +0000 https://designthinking.id/?p=1414 Dewan Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) kembali mengumumkan peluang inovasi terbuka atau open innovation terbaru bersama Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim (MoECC), Hassan Food, Gulf Warehousing Company (GWC), Es’hailSat dan Aspire Academy. Dikembangkan dan diluncurkan oleh Dewan QRDI, program Qatar Open Innovation (QOI) menghubungkan entitas strategis, seperti lembaga pemerintah dan perusahaan lokal di Qatar dengan sekumpulan inovator.

Melalui Qatar Open Innovation (QOI), QDRI membuka kesempatan bagi para inovator di seluruh negeri untuk memamerkan produk dan ide inovasi mereka untuk mengatasi tantangan paling mendesak dalam lima bidang prioritas nasional Qatar, yaitu energi, kesehatan, keberlanjutan sumber daya, masyarakat, dan teknologi digital. 

Program Qatar Open Innovation (QOI) sekaligus membuka peluang unik bagi para inovator seperti startup untuk berkolaborasi dengan organisasi terkemuka, pakar industri, dan mentor untuk mengembangkan dan meningkatkan ide mereka.

Bagi inovator, solusi yang paling inovatif akan mendapatkan dana hingga USD 150.000 untuk mengembangkan serta menguji prototype mereka bersama para entitas strategis di Qatar, baik perusahaan swasta maupun lembaga pemerintahan Qatar. Sementara bagi perusahaan dan pemerintah, Qatar Open Innovation (QOI) membukakan pintu bagi para entitas ini untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan banyak inovator dan menciptakan peluang inovasi untuk memenuhi kebutuhan operasional atau strategis mereka.

Melansir laman resmi Qatar Research, Development and Innovation (QRDI), berikut tujuh peluang inovasi terbaru bagi para inovator di Qatar: 

1. Pengumpulan dan Pelaporan Data Otonom di Lokasi Terpencil

Ilustrasi (Sumber: QDRI)

Bersama Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim (MoECC), QRDI membuka peluang inovasi bagi startup, usaha kecil menengah (UKM), dan perusahaan teknologi yang mampu menghadirkan solusi inovatif yang mengatasi tantangan kompleks dalam mengumpulkan dan melaporkan sampel tanah di lokasi terpencil di Qatar. Bertajuk Autonomous Data Collection and Reporting in Remote Ground Locations, peluang inovasi ini ditujukan untuk pengembangan sistem pengumpulan dan pelaporan data sampel tanah yang mampu mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time dan tentunya akurat.

Mengingat sebagian besar tanah Qatar terdiri dari pasir dan kerikil, yang diklasifikasikan sebagai tanah gurun dengan tingkat kesuburannya yang rendah, kemampuan menahan air yang buruk, dan tingkat salinitas yang tinggi, solusi yang diberikan haruslah dapat diandalkan dan mampu beroperasi dengan baik di medan yang keras. 

cheapest

Selain itu, sistem atau perangkat yang dikembangkan dari tantangan inovasi ini harus memenuhi sejumlah kriteria lain seperti efisiensi, biaya perawatan rendah, kompatibel dengan peralatan dan perangkat lunak lain, sistem antarmuka yang ramah pengguna dan menimbulkan risiko minimal bagi operator manusia dan lingkungan. Akan lebih baik jika solusi yang diberikan dilengkapi dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin atau machine learning.

2. Teknologi Pemantauan Stres atau Status Emosional Atlet Profesional

Ilustrasi (Sumber: QDRI)

Pengembangan monitor detak jantung telah memungkinkan atlet amatir dan profesional untuk memantau aktivitas fisik mereka selama berolahraga. Namun, atlet profesional hanya mampu memantau sifat fisik utama yang mengindikasikan stres emosional atau fisik dalam lingkungan laboratorium dan bukan saat berolahraga.

Atas dasar itu, Aspire Academy dan Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) membuka peluang inovasi untuk mengembangkan perangkat teknologi yang mampu memantau status emosional para atlet. Tentunya, inovasi ini harus bisa dikenakan atau wearable seperti pakaian, gelang, kalung, atau teknologi kinetik lainnya yang memungkinkan pemantauan status fisik atlet secara terus-menerus selama 24/7.

3. Teknologi Pengukuran dan Penilaian Asupan Makanan

Ilustrasi (Sumber: QDRI)

Berusaha menjadi institusi olahraga terkemuka, Aspire Academy mengundang startup, UKM, dan perusahaan teknologi untuk menciptakan semacam sistem yang dapat mengukur dan menilai asupan makanan para atlet secara objektif. Pasalnya, gizi seimbang merupakan salah satu aspek terpenting yang mempengaruhi perkembangan dan performa atlet.

Meskipun aplikasi pelacakan makanan dan pemantauan kalori memfasilitasi atlet untuk melaporkan asupan makanan mereka, asupan yang dilaporkan terkadang tidak tepat. Saat ini, tidak ada metodologi yang akurat dan konsisten untuk penilaian asupan makanan yang diadopsi di seluruh dunia. 

Atas dasar itu, Aspire Academy sedang mencari teknologi cerdas yang dapat mengukur dan menilai makronutrien dan profil energi dari makanan yang dimakan oleh para atlet di prasmanan milik Aspire Academy. Singkatnya, tantangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknologi pengukuran asupan diet baru yang dapat dengan mudah diadopsi dan diskalakan untuk makan prasmanan publik.

4. Perangkat Pelacak Tidur yang Akurat untuk Atlet Profesional

Ilustrasi (Sumber: QDRI)

Terbuka hingga 18 Agustus 2023, QRDI dan Aspire Academy mendorong inovasi dalam bidang olahraga profesional untuk menjadikan Qatar sebagai negara terdepan dalam bidang olahraga. Berupaya mengembangkan atlet muda Qatar, masalah gizi buruk dan kurang tidur masih menjadi masalah besar. Pasalnya, bukti klinis menunjukkan bahwa mempertahankan rutinitas tidur yang teratur sangat penting untuk memaksimalkan kinerja fisik yang optimal.

Untuk mengatasi masalah ini, Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) dan Aspire Academy sedang mencari perangkat yang dapat dipakai dan dapat memantau serta memberikan perincian struktural dari kebiasaan tidur dan pola istirahat para atlet. Hal ini mencakup durasi tidur total, kualitas, tahapan, dan ritme sirkadian. Alat pemantau ini diharapkan didukung oleh perangkat lunak, yang dapat menguraikan pendataan, mengolah data dan memberikan keluaran berupa kebiasaan tidur.

5. Pemantauan Telemetri Jarak Jauh untuk Satelit Geostasioner

Ilustrasi (Sumber: Es’hailsat)

Es’hailSat, operator satelit terkemuka yang menyediakan layanan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) yang tengah mengoperasikan dua satelit Geostationary Earth Orbit (GEO), dihadapkan pada masalah teknis di mana mereka harus mengirimkan teknisi ke Es’hailSat Teleport yang berjarak 74 kilometer dari kantor pusat Es’hailSat di Doha, Qatar.

Karena tak efisien, Es’hailSat memerlukan solusi pemantauan jarak jauh di mana Insinyur dapat memantau telemetri dari satelit dari mana saja dengan koneksi internet dan mengidentifikasi potensi masalah sebelum melakukan perjalanan ke situs Es’hailSat Teleport. Dengan memfasilitasi reaksi yang lebih cepat dan meminimalkan downtime, solusi pemantauan jarak jauh akan memastikan penyediaan layanan berkelanjutan oleh Es’hailSat.

Es’hailSat mengundang inovasi dari para inovator yang mampu mengembangkan pemantauan telemetri jarak jauh yang idealnya berbasis cloud dengan pengembangan potensial untuk pemeliharaan prediktif menggunakan pengembangan kecerdasan buatan atau machine learning di masa mendatang. Adapun batas akhir pengiriman proposal adalah 1 Agustus 2023.

6. Melacak dan Menelusuri Inventaris Gudang

Sebagai penyedia solusi logistik dan rantai pasokan terkemuka di Qatar, Gulf Warehousing Company (GWC) bersama QRDI meluncurkan peluang inovasi menciptakan teknologi yang memungkinkan pelacakan stok inventaris gudang otomatis. GWC mencari solusi inovatif yang mengurangi ketergantungan pada personel dan meningkatkan keamanan dan efisiensi bagi pelanggan mereka.

Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu: melacak stok inventaris secara otomatis pada tingkat pengemasan yang berbeda, mengaktifkan pelacakan inventaris berkelanjutan atau semi-kontinu, kompatibel dengan sistem manajemen gudang atau warehouse management systems (WMS), hingga memberikan akurasi pemeriksaan stok hingga 99%.

7. Budidaya Selada dalam Ruangan yang Layak Secara Komersial dalam Kondisi Kering

Ilustrasi pertanian dalam ruang (Sumber: QDRI)

Masalah keamanan pangan yang muncul dan aksesibilitas lahan pertanian yang subur, telah menyebabkan permintaan global akan pendekatan inovatif untuk pertanian. Saat ini, teknologi pertanian dalam ruangan seperti pertanian vertikal menjadi semakin populer karena kemampuannya mengelola sumber daya secara efisien dan menghasilkan makanan berkualitas tinggi. Khususnya di daerah dengan sumber daya tanah dan air terbatas, seperti Qatar.

Sejalan dengan Visi Nasional Qatar 2030 untuk mendukung pembangunan lingkungan di Qatar, Hassad Food menantang para inovator untuk menciptakan teknologi pertanian dalam ruangan yang inovatif untuk pertanian sayuran berdaun, khususnya selada, yang layak secara komersial. Beberapa kriteria di antaranya, teknologi pertanian yang diciptakan haruslah dapat dialihkan ke produk sayuran lain yang diminati, kompatibel dengan sumber energi hijau dan pastinya tahan di kondisi cuaca yang keras di Qatar.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/qatar-luncurkan-7-kompetisi-inovasi-berhadiah-miliaran-rupiah/feed/ 0
Wujudkan Mimpi Sebagai Pusat Inovasi Dunia, Qatar Pilih Open Innovation https://designthinking.id/teknologi/wujudkan-mimpi-sebagai-pusat-inovasi-dunia-qatar-pilih-open-innovation/ https://designthinking.id/teknologi/wujudkan-mimpi-sebagai-pusat-inovasi-dunia-qatar-pilih-open-innovation/#respond Thu, 03 Aug 2023 09:25:07 +0000 https://designthinking.id/?p=1409 Mengenali manfaat kolaborasi, Dewan Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) terus memperluas peluang inovasi melalui Qatar Open Innovation (QOI). Pertama kali diuncurkan pada 2022, program inovasi terbuka ini menghubungkan entitas strategis, seperti lembaga pemerintah dan perusahaan lokal di Qatar dengan sekumpulan inovator.

http://www.espooblues.net/

Didirikan pada 2018, Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengembangkan strategi nasional yang akan mengoptimalkan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi (RDI) dan membantu mewujudkan tujuan dan ambisi Qatar. Melalui Qatar Open Innovation (QOI), inovator di seluruh negeri berkesempatan memamerkan produk dan ide inovasi mereka untuk mengatasi tantangan paling mendesak dalam lima bidang prioritas nasional Qatar, yaitu energi, kesehatan, keberlanjutan sumber daya, masyarakat, dan teknologi digital. 

Bersama perusahaan dan instansi pemerintah, Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) bekerja sama untuk mengidentifikasi peluang inovasi di lima bidang prioritas yang telah ditentukan untuk mendorong produktivitas dan menciptakan kemakmuran ekonomi, sebagaimana diuraikan dalam Strategi QRDI 2030. Program ini sekaligus membuka peluang unik bagi para inovator seperti startup untuk berkolaborasi dengan organisasi terkemuka, pakar industri, dan mentor untuk mengembangkan dan meningkatkan ide mereka.

Pemenang inovasi dengan solusi yang paling inovatif akan mendapatkan dana hingga USD 150.000 untuk mengembangkan serta menguji prototype mereka bersama para entitas strategis di Qatar, baik perusahaan swasta maupun lembaga pemerintahan Qatar. Tak hanya itu, Qatar Open Innovation (QOI) menawarkan inovator akan akses ke pasar baru hingga memperoleh dukungan dalam membangun bisnis mereka di Qatar atau membentuk kemitraan resmi untuk membantu meluncurkan dan memperluas usaha mereka.

“Kami bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan inovasi yang sejalan dengan area prioritas Qatar. Inovator terpilih akan memiliki kesempatan berharga untuk berkolaborasi dengan mitra percontohan tepercaya dan menguji teknologi inovatif mereka, membuka jalan untuk implementasi skala besar di masa depan. Kami mendorong lanskap penelitian, pengembangan, dan inovasi Qatar ke depan,” ujar Haya Al-Ghanim, Direktur Program RDI di QRDI.

Sementara bagi perusahaan dan pemerintah, Qatar Open Innovation (QOI) membukakan pintu bagi para entitas ini untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan banyak inovator dan menciptakan peluang inovasi untuk memenuhi kebutuhan operasional atau strategis mereka. Belum lagi banyaknya layanan dukungan yang ditawarkan Qatar Research, Development and Innovation (QRDI), termasuk kesempatan untuk membentuk kemitraan, dan membangun organisasi yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Qatar Open Innovation adalah langkah penting menuju pertumbuhan ekosistem inovasi Qatar yang sedang berkembang. Dengan menawarkan peluang inovasi kepada perusahaan serta bakat lokal dan internasional, program ini menjembatani antara pemikir paling cerdas dan pemilik peluang inovasi, juga membantu memposisikan Qatar sebagai negara yang didorong oleh keberlanjutan dan inovasi,” ujar Omar Ali Al Ansari, Sekretaris Jenderal Dewan QRDI.

Tahun ini, Dewan Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) kembali mengumumkan peluang inovasi terbuka atau open innovation terbaru bersama Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim (MoECC), Hassan Food, Gulf Warehousing Company (GWC), Es’hailSat dan Aspire Academy.

Peluang inovasi yang dibuka pun sangat beragam, mulai dari mengatasi tantangan kompleks dalam mengumpulkan dan melaporkan sampel tanah di lokasi terpencil di Qatar, menciptakan serangkaian teknologi yang mampu melacak kesehatan atlet profesional, hingga mengembangkan pemantauan telemetri jarak jauh yang idealnya berbasis cloud untuk Es’hailSat.

Ekosistem Open Innovation di Indonesia

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2003, open innovation menjadi semakin krusial untuk mengatasi kesenjangan kompetensi internal dalam rangka berinovasi dan mencapai keunggulan kompetitif. Kini, manfaat open innovation tak hanya dikenali bagi bisnis, tapi juga dalam skala negara seperti yang diyakini Qatar dengan meluncurkan program Qatar Open Innovation (QTI).

Melalui open innovation, Qatar Research, Development and Innovation (QRDI) berhasil mengundang para pemikir paling cemerlang dan perusahaan paling inovatif untuk mengembangkan teknologi dan solusi terobosan untuk sektor prioritas di Qatar. Berkat Qatar Open Innovation, Qatar telah meluncurkan lebih dari dua ribu proyek inovasi bersama 65 entitas dan ribuan inovator. Bersama-sama mereka mendorong Qatar menjadi salah satu negara inovatif di dunia.

Di Indonesia, semangat kolaborasi untuk inovasi menjadi salah satu yang coba ditanamkan Innovesia melalui layanan open innovation yang ditawarkan. Sebagai salah pelopor ekosistem open innovation di Indonesia, Innovesia paham betul bagaimana open innovation mampu menciptakan peluang dan mempercepat proses inovasi melalui kolaborasi. Dengan berkolaborasi, baik perusahaan maupun pemerintah dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan dari pihak eksternal, termasuk akademisi, pemasok, startup, pelanggan bahkan kompetitor untuk mengembangkan ide inovasi dan mengimplementasikannya dengan cepat.

Innovesia bahkan dipercaya Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) untuk menyelenggarakan ajang open innovation pertama mereka. Sebagai institusi pendidikan dan penelitian medis terbesar dan paling maju di Indonesia dan Asia Tenggara, IMERI berkomitmen mengadakan open innovation kesehatan pertamanya pada 2017 silam.

Dalam ajang tersebut, Innovesia membantu IMERI menyelenggarakan hackathon terbesar yang fokus pada inovasi kesehatan dan medis di Indonesia. Sebanyak 200 inovator yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu bergabung dalam open innovation yang ditujukan membantu IMERI menjawab sejumlah tantangan yang dihadapinya.

Berhadiah Rp50.000.000, IMERI menantang para inovator untuk mengembangkan teknologi inovatif dalam dunia pendidikan kedokteran, membuat dukungan digital untuk penelitian dan perangkat medis, serta teknologi kesehatan digital yang mampu mengoptimalkan perawatan pasien.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/wujudkan-mimpi-sebagai-pusat-inovasi-dunia-qatar-pilih-open-innovation/feed/ 0
7 Produk dan Jasa yang Dibuat Melalui Design Thinking, Ada dari Indonesia! https://designthinking.id/teknologi/7-produk-dan-jasa-yang-dibuat-melalui-design-thinking-ada-dari-indonesia/ https://designthinking.id/teknologi/7-produk-dan-jasa-yang-dibuat-melalui-design-thinking-ada-dari-indonesia/#respond Thu, 15 Jun 2023 08:23:22 +0000 https://designthinking.id/?p=1190 design thinking

Bahkan, mulai dari perusahaan rintisan atau startup, organisasi nirlaba, hingga perusahaan besar sekalipun telah mengadopsi pendekatan design thinking yang mengarahkan mereka pada ide-ide inovatif sesuai kebutuhan penggunanya. Sebut saja, perusahaan teknologi medis multinasional Amerika GE HealthCare, raksasa platform streaming dunia Netflix, mesin pencari terbesar Google, dan masih banyak lagi. Mereka terkenal kerap mengadopsi design thinking untuk mengembangkan solusi yang efektif ketika dihadapkan dengan masalah bisnis. 

startup
design thinking
streaming
design thinking

Tapi, apa yang membuat design thinking begitu berguna bagi keberlangsungan bisnis?

design thinking

Tak seperti metode inovasi lainnya, design thinking mengedepankan pola pikir untuk berempati dengan masalah yang berfokus pada manusia, untuk kemudian menemukan pendekatan dan ide-ide inovatif melalui visualisasi dan prototype. Dengan begitu, apa yang dihasilkan oleh design thinking baik produk maupun layanan sudah pasti memenuhi kebutuhan pengguna. 

design thinking
prototype
design thinking
State of the Connected Customer

Selain itu, design thinking menekankan pada siklus berpikir terus-menerus, dengan menyediakan ruang untuk improvisasi secara kontinyu dalam berempati-uji-kegagalan-sukses-empati dan sebagainya. Proses yang berulang inilah yang mampu meningkatkan kemampuan seseorang untuk mempertanyakan masalah, meragukan asumsi dan implikasinya. Atas dasar itu, penerapan design thinking mampu mendorong perusahaan untuk menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhan nyata pelanggan mereka.

design thinking
design thinking

Berikut 7 produk dan jasa yang diciptakan menggunakan pendekatan design thinking:

design thinking:

1. Kebun Agrowisata Pulung Kencana

1. Kebun Agrowisata Pulung Kencana

Tidak memiliki sumber daya alam dan destinasi pariwisata yang kompetitif, Bupati Tulang Bawang Barat atau Tubaba periode 2014-2022, Umar Ahmad tergerak meningkatkan kompetensi masyarakat Kabupaten Tubaba melalui lokakarya design thinking bersama Innovesia. Melibatkan 1.000 penduduk Tubaba, Umar menyadari banyak hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Tubaba, mulai dari kesehatan, pendidikan gratis, pertanian dan masih banyak lagi.

design thinking

Kebun Agrowisata Pulung Kencana (Sumber: tampabatas.com)

Kebun Agrowisata Pulung Kencana (Sumber: tampabatas.com)

Dari 50 ide inovasi yang terkumpul dan dibuat menjadi prototype, Umar mewujudkan salah satunya, yaitu Kebun Agrowisata Pulung Kencana yang edukatif. Di dalam taman agrowisata ini dikembangkan berbagai jenis tanaman buah-buahan unggul. Kebun Agrowisata Pulung Kencana juga menjadi lokasi riset dan praktik pertanian tentang berbagai tanaman, yang pada akhirnya akan dilepaskan ke petani untuk dikembangkan lebih lanjut.

prototype

2. MASKIT

2. MASKIT

Dengan bimbingan Direktorat dan Inovasi Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia serta Innovesia, keempat mahasiswa menciptakan terobosan masker dengan filter berteknologi karbon aktif dan nano silver yang dapat diganti dan efektif membunuh bakteri dan polusi lebih dari 90 persen. 

Filter MASKIT (Sumber: Kemenristek)

Filter MASKIT (Sumber: Kemenristek)

3. Uber Eats

3. Uber Eats

Menyadari bahwa layanan yang diciptakannya harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di setiap kota yang berbeda-beda, desainer Uber Eats secara teratur melakukan perjalanan ke pasar yang berbeda untuk merasakan budaya makanan,  dan mempelajari infrastruktur transportasi dan logistik. Tim desainer juga mewawancarai mitra pengiriman, pekerja restoran, dan konsumen untuk membangun pemahaman menyeluruh tentang berbagai pasar dan pelanggan Uber Eats.

Tak hanya itu, Uber melalui program Fireside chats secara rutin mengundang mitra driver, pekerja restoran, dan konsumen ke kantor mereka untuk mendiskusikan pengalaman mereka dengan Uber Eats. Sesi ini memberikan Uber cara yang mudah untuk berempati dengan pelanggannya.


driver

4. Airbnb

4. Airbnb
host
founder

Ketika Airbnb menyadari bahwa orang-orang skeptis terhadap akomodasi yang tersedia, mereka mengunjungi semua mitra di New York, berbicara dengan tuan rumah dan menyadari bahwa kualitas foto yang buruk memang menjadi masalah bisnis mereka.

Dari sana, Airbnb mengirim tiga orang untuk mengunjungi seluruh daftar properti pelanggan, dan membantu mereka mengambil foto berkualitas tinggi. Hasilnya, pendapatan mingguan Airbnb meningkat menjadi USD 400 per minggu. Angka ini sekaligus menjadi peningkatan keuangan pertama yang dilihat perusahaan dalam lebih dari delapan bulan. Hingga kini, Airbnb terus mendorong karyawannya untuk menguji ide dan memahami orang yang menggunakan platform mereka.

5. GE Healthcare

5. GE Healthcare

Berempati terhadap ketakutan anak-anak akan proses pemeriksaan medis di rumah sakit, khususnya dengan mesin MRI, Doug Dietz seorang arsitek yang telah lama bekerja di GE HealthCare, mengembangkan desain MRI yang ramah anak. 

Mesin MRI ramah anak karya GE HealthCare melalui design thinking. (Sumber: GE HealthCare)

Mesin MRI ramah anak karya GE HealthCare melalui design thinking. (Sumber: GE HealthCare)
design thinking.

Berkat solusi kreatifnya, skor kepuasan pasien naik 90%. Anak-anak tidak menderita kecemasan lagi. Mesin MRI ramah anak itu juga memudahkan anak-anak untuk tetap diam selama prosedur, yang pada gilirannya mencegah dokter untuk mengulangi pemindaian. Artinya, lebih banyak pasien yang dapat dipindai setiap harinya.

6. Voting Solutions for All People (VSAP)

6. Voting Solutions for All People (VSAP)

Sebagai yurisdiksi pemungutan suara terbesar di Amerika Serikat, Los Angeles, menghadapi masalah ketika sistem pemungutan suara yang dirancang pada tahun 1960-an, mulai ketinggalan zaman dan rentan. Pemerintah LA kemudian berkolaborasi dengan Digital Foundry, Cambridge Consultants, dan IDEO, menciptakan perangkat pemungutan suara baru yang intuitif.

Mesin pemungutan suara Voting Solutions for All People (VSAP) yang dibuat melalui pendekatan design thinking. (Sumber: VSAP)

Mesin pemungutan suara Voting Solutions for All People (VSAP) yang dibuat melalui pendekatan design thinking. (Sumber: VSAP)
design thinking.
more hints

Dengan memahami seluruh kebutuhan penduduk dari semua latar belakang, termasuk orang dengan penglihatan rendah atau tuli, menggunakan kursi roda, keterbatasan bahasa dan ketidakmampuan belajar, tim menciptakan mesin pemungutan suara yang dapat disesuaikan untuk pengalaman pengguna yang berbeda.

7. Bedsider

7. Bedsider

Kehamilan yang tidak direncanakan telah menjadi masalah besar di kalangan remaja berusia 18 hingga 29 tahun di Amerika Serikat. Mengatasi masalah ini, National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy atau yang kini dikenal dengan Power to Decide bersama IDEO berupaya mengidentifikasi kebutuhan akan dukungan kontrasepsi yang komprehensif. 

birth control.
prototype

Hasilnya, Bedsider terbukti mampu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Di mana dari seluruh wanita berusia 18 hingga 29 tahun yang berpartisipasi dalam uji coba terkontrol acak selama setahun, wanita yang berada di dalam kelompok Bedsider memiliki 2,54 kali lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/7-produk-dan-jasa-yang-dibuat-melalui-design-thinking-ada-dari-indonesia/feed/ 0
Pengembangan Makerspace sebagai Pusat Industrialisasi Inovasi https://designthinking.id/pemerintahan/pengembangan-makerspace-sebagai-pusat-industrialisasi-inovasi/ https://designthinking.id/pemerintahan/pengembangan-makerspace-sebagai-pusat-industrialisasi-inovasi/#respond Thu, 07 Nov 2019 09:55:00 +0000 https://designthinking.id/?p=1079

her latest blog

Makedonia memiliki keistimewaan dikunjungi oleh Kementerian Perindustrian Indonesia untuk “FGD tentang Pengembangan Makerspace sebagai Pusat Industrialisasi Inovasi”. Kami membahas Making Indonesia 4.0 dengan memaksimalkan ruang pembuat untuk inkubator bisnis, untuk menciptakan bakat dan menginkubasi pengembangan produk desain.

quality

]]>
https://designthinking.id/pemerintahan/pengembangan-makerspace-sebagai-pusat-industrialisasi-inovasi/feed/ 0
Melatih Inovasi Melalui Design Thinking untuk Sesparlu Kemenlu https://designthinking.id/pemerintahan/melatih-inovasi-melalui-design-thinking-untuk-sesparlu-kemenlu/ https://designthinking.id/pemerintahan/melatih-inovasi-melalui-design-thinking-untuk-sesparlu-kemenlu/#respond Tue, 15 Oct 2019 01:33:00 +0000 https://designthinking.id/?p=1109 great post to read

see it here

Pada tanggal 15 Oktober 2019, Danny Kosasih, Co-Founder Innovesia memberikan materi tentang “Practising Innovation Through Design Thinking” kepada para Senior Diplomats di Sesparlu (Sekolah Staff dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri). Sesi kedua ini merupakan bagian dari program Executive Education yang diampu oleh IPMI International Business School.

Tujuan dari program ini adalah membentuk Entrepreneurial Mindset dan meningkatkan kemampuan Leadership serta Managerial para calon Pimpinan di Kemenlu, untuk siap mengisi posisi strategis seperti Konjen dan Dubes di berbagai negara. Dalam beberapa tahun ke depan, Kemenlu akan lebih aktif dalam membangun posisi strategis Indonesia dalam perdagangan internasional, serta perekonomian global.

#ForeigAndTradeAffairs #InternationalTrade #Diplomacy #DesignThinking

]]>
https://designthinking.id/pemerintahan/melatih-inovasi-melalui-design-thinking-untuk-sesparlu-kemenlu/feed/ 0
Melatih Inovasi Melalui Design Thinking untuk Para Pimpinan Diplomasi Senior di Lingkungan Kemenlu https://designthinking.id/pemerintahan/melatih-inovasi-melalui-design-thinking-untuk-para-pimpinan-diplomasi-senior/ https://designthinking.id/pemerintahan/melatih-inovasi-melalui-design-thinking-untuk-para-pimpinan-diplomasi-senior/#respond Mon, 24 Jun 2019 06:46:00 +0000 https://designthinking.id/?p=1132 Kementerian Luar Negeri RI berperan aktif tidak hanya dalam diplomasi politik dan keamanan internasional, tetapi juga dalam perdagangan dan bisnis internasional. Para diplomat Indonesia adalah ujung tombak dan pembuka gerbang pengembangan usaha dari Indonesia ke dunia internasional.

Karena itu, para calon pemimpin dan diplomat senior dalam lingkungan Kementerian Luar Negeri RI dilatih dengan berbagai keahlian dan kemampuan, termasuk pemahaman tentang bagaimana menciptakan inovasi. Kemarin, saya berkesempatan untuk memberikan sesi Practising Innovation Through Design Thinking di Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (SESPARLU), batch 62, yang dipimpin oleh IPMI International Business School.

Setiap peserta adalah diplomat senior yang telah lama berkecimpung dalam menjalin hubungan internasional. Dalam sesi workshop kemarin, mereka sangat antusias dalam menggali kebutuhan target pengguna, membangun ide, dan mengembangkan pola pikir inovatif untuk memperkuat peran aktif Indonesia di dunia internasional. #DesignThinking

]]>
https://designthinking.id/pemerintahan/melatih-inovasi-melalui-design-thinking-untuk-para-pimpinan-diplomasi-senior/feed/ 0