Otomotif – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Fri, 17 Nov 2023 09:17:35 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Otomotif – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Kerja Sama Open Innovation Lintas Negara untuk Ciptakan Solusi Terdepan bagi Sektor Mobiltas https://designthinking.id/otomotif/kerja-sama-open-innovation-lintas-negara-untuk-ciptakan-solusi-terdepan-bagi-sektor-mobiltas/ https://designthinking.id/otomotif/kerja-sama-open-innovation-lintas-negara-untuk-ciptakan-solusi-terdepan-bagi-sektor-mobiltas/#respond Fri, 17 Nov 2023 09:17:35 +0000 https://designthinking.id/?p=2296 Plastic Omnium, perusahaan multinasional di sektor industri mobilitas, menandatangani perjanjian kemitraan dalam inovasi terbuka atau open innovation dengan dua institusi akademik internasional, Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat (AS) dan National Innovation Center by Excellence (NICE) di Tiongkok.

Dua inisiatif open innovation ini diharapkan mampu memperluas inovasi Plastic Omnium di empat sektor utama yakni penyimpanan dan transformasi energi, material baru dan daur ulang, penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mobilitas otonom, dan perangkat lunak onboard. Bersama kedua institusi akademik terkemuka tersebut, Plastic Omnium bertekad memperluas cakupan penelitian, pelatihan dan kolaborasi guna menjadi yang terdepan dalam menciptakan solusi teknologi terbaru di sektor mobilitas.

Dengan merangkul teknologi dan kolaborasi, inisiatif open innovation diyakini mampu membawa Plastic Omnium mencapai keunggulan kompetitif dan menjadi pemain utama dalam sektor mobilitas. Benefit ini tak lain diperoleh karena open innovation memungkinkan perusahaan asal Prancis itu untuk memanfaatkan ekosistem inovasi yang telah lama dibangun Massachusetts Institute of Technology dan National Innovation Center by Excellence.

Kemitraan dengan Massachusetts Institute of Technology misalnya, telah menawarkan peluang besar bagi Plastic Omnium untuk mengakses 65 laboratorium penelitian milik universitas terkemuka di AS tersebut. Belum lagi jumlah akademisi dan peneliti di Massachusetts Institute of Technology, yang bisa membantu dan mempercepat langkah Plastic Omnium dalam berinovasi. 

Bayangkan saja, melalui kemitraan dalam open innovation ini, Plastic Omnium dapat bekerja sama dengan 3.700 peneliti dan 1.200 perusahaan rintisan atau startup, yang berasal dari jaringan Massachusetts Institute of Technology. Besarnya sumber daya eksternal ini jelas menawarkan potensi yang sangat besar bagi Plastic Omnium untuk memperkuat posisi perusahaan di lanskap industri otomotif khususnya sektor mobilitas yang tengah berkembang pesat berkat kemajuan teknologi.

Sementara itu, kolaborasi Plastic Omnium dengan National Innovation Center by Excellence (NICE), memungkinkan perusahaan asal Prancis itu untuk bekerja sama dengan pusat penelitian dan perusahaan terkemuka di jantung industri Tiongkok. Sebagai konsorsium ilmu pengetahuan terbesar di Tiongkok, NICE sendiri telah mengembangkan keahlian mendalam di bidang material canggih, ilmu energi dan lingkungan, proses manufaktur, dan peralatan.

Kedua kemitraan baru ini menggambarkan bagaimana Plastic Omnium meningkatkan strategi open innovation sekaligus memperdalam hubungannya dengan pusat penelitian global. Pada bulan November 2022 misalnya, Plastic Omnium mengumumkan perjanjian penelitian untuk mengeksplorasi inovasi mobilitas listrik dengan Komisi Energi Alternatif dan Energi Atom Prancis (CEA). Bersama-sama, keduanya akan melakukan penelitian lanjutan guna mewujudkan sektor mobilitas yang lebih aman dan terhubung.

Didorong oleh inovasi sejak awal, Plastic Omnium terus berkomitmen mengembangkan dan memproduksi sistem eksterior cerdas, sistem pencahayaan, penyimpanan energi, dan solusi elektrifikasi untuk setiap sektor mobilitas. Atas dasar itu, open innovation dianggap sebagai langkah yang tepat dalam mewujudkan cita-cita Plastic Omnium sebagai pemimpin dunia yang senantiasa menawarkan pengalaman mobilitas yang unik, lebih aman dan berkelanjutan.

Managing Director Plastic Omnium, Félicie Burelle, menjelaskan kemitraan dengan Massachusetts Institute of Technology dan National Innovation Center by Excellence dalam open innovation merupakan bukti tekad Plastic Omnium untuk terus berinovasi dengan berbagai pelanggannya di beberapa kawasan paling dinamis di dunia. 

“Pada saat mobilitas berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh upaya para pelaku untuk saling mengalahkan dalam hal inovasi dan disrupsi, Plastic Omnium bertekad untuk menjadi yang terdepan dalam hal transformasi. Kemitraan baru dengan lembaga-lembaga terkemuka di dunia ini akan berperan dalam munculnya solusi teknologi baru untuk mobilitas,” jelas Félicie Burelle, seperti dilansir dari laman resmi Plastic Omnium.

Memulai open innovation tersebut, Plastic Omnium dan Massachusetts Institute of Technology akan mengadakan simposium pada tanggal 17 Oktober 2023 di Paris, Prancis, untuk mengkaji dampak kecerdasan buatan terhadap munculnya layanan dan praktik baru di sektor mobilitas. Acara ini akan dihadiri oleh dosen dan profesor dari tiga laboratorium Massachusetts Institute of Technology, serta perwakilan dari startup untuk berdiskusi dan memantik ide inovatif mengenai topik ini.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/kerja-sama-open-innovation-lintas-negara-untuk-ciptakan-solusi-terdepan-bagi-sektor-mobiltas/feed/ 0
Inspirasi Juli: 5 Perusahaan Melangkah Lebih Cepat dengan Open Innovation https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juli-5-perusahaan-melangkah-lebih-cepat-dengan-open-innovation/ https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juli-5-perusahaan-melangkah-lebih-cepat-dengan-open-innovation/#respond Fri, 11 Aug 2023 06:04:43 +0000 https://designthinking.id/?p=1451 Bulan Juli 2023 menjadi saksi tingginya semangat inovasi bagi bisnis, di mana berbagai perusahaan visioner telah merangkul semangat kolaborasi dalam berinovasi melalui open innovation.

Tak lagi sekedar mengandalkan pengetahuan internal, sejumlah perusahaan ternama mulai memahami pentingnya mengakomodasi ide-ide segar dan kreatif dari pihak eksternal perusahaan melalui open innovation. Mulai dari industri kesehatan, kedirgantaraan, kelistrikan, hingga perusahaan teknologi terkemuka dunia, Meta, turut serta menyelenggarakan open innovation untuk memaksimalkan dan mempercepat inovasi mereka.

Tak hanya perusahaan, efektivitas open innovation juga mulai diakui oleh para pemerintah sejumlah negara dalam memajukan taraf hidup hingga memperkuat ekosistem kewirausahaan suatu wilayah pemerintahan.

for sale

Menurut Fiter Bagus Cahyono, Direktur Innovesia –perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis– open innovation memungkinkan perusahaan untuk lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Kolaborasi bersama sejumlah pihak dengan latar belakang berbeda yang dimungkinkan open innovation juga mampu menghasilkan ide-ide yang revolusioner.

“Dengan memanfaatkan ide-ide eksternal melalui open innovation, perusahaan dapat mengidentifikasi tren baru lebih awal dan mengubah strategi mereka sesuai kebutuhan. Open innovation juga membuka pintu bagi masukan dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu. Hal ini tentu akan menghasilkan diversifikasi ide dan solusi, yang bisa memicu terciptanya konsep atau solusi baru yang revolusioner,”

Mengingat pentingnya kemampuan open innovation untuk menciptakan keunggulan kompetitif, tak heran jika banyak perusahaan dan pemerintah yang berkomitmen mengoptimalkan inovasi mereka melalui open innovation. Berikut lima ajang open innovation yang diusung perusahaan dan pemerintah ternama di dunia:

1.  Open Innovation AI Research Community

META (Sumber: REUTERS/Dado Ruvic)

Untuk tetap kompetitif di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berkembang pesat, raksasa teknologi, Meta, meluncurkan program Open Innovation AI Research Community. Mengusung pendekatan inovasi terbuka atau open innovation, program ini dirancang Meta untuk mendorong transparansi, inovasi, dan kolaborasi di bidang AI.

Diluncurkan pada pertengahan Juli 2023, Open Innovation AI Research Community akan membuka kesempatan bagi para profesor di universitas terakreditasi di manapun di dunia, untuk berkontribusi dalam agenda penelitian terkait tantangan paling mendesak seputar perkembangan AI di lapangan.

Bersama-sama mereka akan mengeksplorasi topik yang berkaitan dengan privasi, keselamatan, dan keamanan model bahasa besar atau large language models (LLM). Mereka juga akan diminta untuk memberikan masukan mengenai penyempurnaan model dasar, dan menetapkan agenda bagi penelitian kolaboratif di masa mendatang. Meta percaya, kolaborasi melalui open innovation menjadi langkah tepat bagi perusahaan untuk mempercepat penelitian mereka terkait AI.

2. Imagineering by Daher

Daher (Sumber: Daher).

Daher, produsen pesawat terbang dan pemasok peralatan industri terkemuka asal Prancis, mengumumkan peluncuran program inovasi terbuka atau open innovation pada Juni 2023. Bertajuk “Imagineering by Daher”, program open innovation ini bertujuan memanfaatkan kecerdasan kolektif untuk merangsang transformasi dan dekarbonisasi di sektor aeronautika.

Imagineering by Daher disusun berdasarkan lima pedoman utama, yakni #explore yang mencakup pemantauan tren baru di industri kedirgantaraan, #connect untuk menciptakan lebih banyak sinergi antar pelaku industri, #test yang ditujukan untuk mematangkan solusi agar tidak hanya berhenti sebagai konsep, #scale yang berfokus pada kolaborasi untuk percepatan peluncuran solusi melalui aliansi strategis dan yang terakhir #communicate untuk menawarkan peluang karir yang besar di industri kedirgantaraan.

3. The BIND 4.0 Open Innovation Platform

BIND 4.0 Open Innovation (Sumber: SPRI Group)

Program inovasi terbuka BIND 4.0 Open Innovation kembali menawarkan kesempatan bagi para startup untuk terhubung dengan 70 perusahaan terkemuka dalam program Accelerator. Dibuka untuk yang ke-8 kalinya, BIND 4.0 Open Innovation menawarkan kesempatan bagi startup yang masih dalam tahap pengembangan awal sekalipun untuk berkolaborasi bersama perusahaan besar demi mengambangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.

BIND 4.0 adalah inisiatif publik-swasta yang didanai oleh pemerintah Basque di Spanyol dan Society for the Promotion of Industrial Innovation (SPRI Group). Inisiatif ini menawarkan perusahaan terkemuka di Basque Country kesempatan memanfaatkan keahlian dan ketangkasan startup. Sementara bagi startup, BIND 4.0 menawarkan akses ke pendanaan, pendampingan dan konsultasi bisnis yang amat berharga.

4. Aspire Academy

Tampak luar venue olahraga Aspire Academy (Sumber: Aspire Academy)

Berusaha menjadi institusi olahraga terkemuka, Aspire Academy meluncurkan tiga kompetisi inovasi melalui platform inovasi Qatar Open Innovation (QOI). Akademi olahraga yang berpusat di Doha, Qatar, itu mengundang startup dan perusahaan teknologi untuk menciptakan semacam sistem atau teknologi yang mampu memantau dan meningkatkan kesehatan para atlet.

Adapun ketiga kompetisi inovasi itu mencakup pengembangan perangkat teknologi yang mampu memantau status emosional para atlet, menciptakan teknologi cerdas yang dapat mengukur dan menilai makronutrien dan profil energi dari makanan yang dikonsumsi oleh para atlet di prasmanan milik Aspire Academy, terakhir mengembangkan perangkat yang dapat memantau serta memberikan perincian struktural dari kebiasaan tidur dan pola istirahat para atlet, termasuk durasi tidur total, kualitas, tahapan, dan ritme sirkadian. 

5. Gerresheimer

Tampak luar kantor utama Gerresheimer (Sumber: Gerresheimer)

Perusahaan terkemuka di industri farmasi dan kesehatan, Gerresheimer mengajak para startup, perusahaan, mahasiswa, dan peneliti untuk mengembangkan solusi terapi baru di seluruh rantai nilai perawatan kesehatan yang memenuhi kebutuhan banyak kelompok pasien. Dibuka hingga 27 Agustus 2023, solusi terbaik nantinya akan menerima hadiah uang 4.000 Euro (Rp66 juta) dan kesempatan bekerja sama dengan Gerresheimer untuk pengembangan lebih lanjut.

“Gagasan untuk mengizinkan pasien melanjutkan perawatan di rumah kapanpun sangat berharga. Kami sangat percaya bahwa akses ke layanan kesehatan harus senyaman dan semudah mungkin, terutama bagi pasien yang berada dalam situasi yang menantang, misalnya selama atau setelah terapi kanker,” kata Maike Wolf, Kepala Inovasi di Gerresheimer.

]]>
https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juli-5-perusahaan-melangkah-lebih-cepat-dengan-open-innovation/feed/ 0
Bersama Innovesia, Shell Mobility Ciptakan Peluang Bisnis Baru Melalui Inovasi https://designthinking.id/otomotif/bersama-innovesia-shell-mobility-ciptakan-peluang-bisnis-baru-melalui-inovasi/ https://designthinking.id/otomotif/bersama-innovesia-shell-mobility-ciptakan-peluang-bisnis-baru-melalui-inovasi/#respond Tue, 08 Aug 2023 09:20:14 +0000 https://designthinking.id/?p=1439 Menjadi peritel di sektor mobilitas terbesar di dunia tak lantas membuat Shell Mobility berpuas diri. Tersebar di lebih dari 46.000 lokasi dengan 32 juta pelanggan secara global, Shell Mobility terus berupaya menjadi pemain utama di sektor mobilitas yang tak hanya menawarkan pembelian bahan bakar minyak (BBM), tapi juga penggantian pelumas dan pencucian mobil. Bahkan kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pengendara seperti makanan dan minuman.

Dengan semangat itulah, Shell Mobility memutuskan perlunya berinovasi untuk tetap relevan di lanskap bisnis yang terus berubah. Namun, perjalanan inovasi Shell Mobility tidaklah mulus. Dihadapkan pada banyak ide inovasi justru membuat Michael Tumengkol yang sempat menduduki posisi Head of Organizational Development and Learning di Shell Mobility Indonesia mengalami kesulitan.

you can try this out

“Sebelum berinovasi kita berdiskusi bersama banyak pihak di Shell Mobility. Tapi kesimpulannya sederhana, bahwa kita perlu berinovasi mengenai bagaimana kita mengkonstruksi ide, karena idenya banyak tapi cenderung serabutan. Kita kesulitan menerjemahkan ide jadi action,” ujar Michael Tumengkol, yang kini menjabat sebagai Global Learning and Development Advisor di Shell.

Kesulitan menerjemahkan banyaknya ide inovasi yang terkumpul, lantas membuat Michael berpikir perlunya mempelajari pendekatan atau pola pikir yang akan membantu Shell Mobility berinovasi secara terstruktur. Saat itulah Michael memutuskan untuk bekerja sama dengan Innovesia dalam tujuan menanamkan pendekatan inovasi yang tepat.

“Jadi pertimbangan awal kita untuk berinovasi maksudnya adalah membuat pendekatan yang terstruktur dalam menerjemahkan berbagai ide baru menjadi rencana dan action,” lanjut Michael.

Innovesia dipercaya Shell menanamkan pola pikir design thinking kepada pegawai Shell Mobility melalui lokakarya “Innovation by Design for Shell Mobility Indonesia”. Diselenggarakan secara daring serta luring untuk observasi dan wawancara pada Februari 2021, workshop design thinking ditujukan melatih manajerial Shell Mobility dan retailer agar mampu menghasilkan solusi inovatif untuk mempertahankan dan meningkatkan profitabilitas. 

Lebih dari 30 peserta yang terdiri dari sejumlah departemen di Shell Mobility ikut serta mempelajari pendekatan design thinking dari Innovesia yang mencakup tiga tahapan besar, yakni inspiration yang menuntut mereka memahami masalah dengan mempelajari kebutuhan pelanggan melalui imersi, ideation yang membantu Shell Mobility membingkai wawasan dari masalah yang ditemui dan menghasilkan ragam solusi inovatif, juga implementation di mana para peserta lokakarya harus mewujudkan solusi mereka dalam bentuk prototype.

Dari banyaknya pendekatan pemecahan masalah, design thinking dipilih Michael karena pendekatan satu ini mudah dipelajari dan bisa menuntun Shell Mobility memahami masalah utama yang mereka hadapi, menentukan ide inovasi mana yang paling dibutuhkan dan mewujudkan ide itu dari sekedar konsep menjadi solusi nyata.

“Kalau design thinking karena itu adalah hal sederhana untuk menerjemahkan ide jadi rencana, kita bisa melihat bahwa design thinking adalah sesuatu yang bisa dipelajari secara cepat dan orang bisa menangkap konsepnya dengan mudah serta menerjemahkan idenya menjadi action,” jelas Michael.

Dengan bimbingan dari sejumlah fasilitator Innovesia, para peserta yang dibagi ke dalam enam kelompok tak hanya dibimbing untuk memahami akar masalah dari sudut pandang konsumen, tapi juga menghadirkan solusi dan bagaimana mengeksekusi ide tersebut ke dalam situasi bisnis sebenarnya melalui business model canvas.

Pada tahap inilah para peserta dari Shell Mobility diajarkan memetakan solusi pada sejumlah faktor eksternal, seperti seberapa besar ide inovasi itu diinginkan atau mampu menciptakan nilai bagi pelanggan. Para peserta juga dituntut untuk mengkritisi kelayakan ide inovasi serta memetakan konsekuensi implementasi ide inovasi tersebut terhadap keuangan perusahaan. Dengan begitu, ide inovasi yang nantinya diimplementasikan sudah pasti tepat sasaran.

Terlebih, metode design thinking mewajibkan prototype untuk diujikan kepada para calon pelanggan sehingga Shell Mobility sebagai inovator mampu melihat apakah ide inovasi atau solusi yang mereka kembangkan diterima baik atau tidak. Umpan balik dari pelanggan inilah yang digunakan untuk meningkatkan atau memperbaiki ide inovasi tersebut.

Terciptanya Dua Peluang Bisnis Baru

Adapun selama dua bulan menjalankan lokakarya Innovation by Design for Shell Mobility Indonesia bersama Innovesia, para peserta tak hanya berhasil mengembangkan satu tapi enam buah ide inovasi yang kemudian diwujudkan dalam bentuk prototype. Dua diantaranya bahkan diimplementasikan sebagai bentuk layanan baru di Shell Mobility.

Kedua inovasi itu adalah pojok kuliner dan Shell Smart Club Apps atau yang kini dikenal sebagai Shell Go+. Pojok kuliner sendiri merupakan penambahan komoditas makanan lokal khususnya produk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Shell Select. Dengan pojok kuliner, diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan pengendara roda dua ke SPBU Shell.

Pojok kuliner di Shell Select.

Berkat pendekatan design thinking yang ditanamkan Innovesia melalui lokakarya, Shell Mobility paham betul pentingnya mengidentifikasi kebutuhan target pelanggan setiap lokasi SPBU Shell, yang tentunya berbeda-beda. Wawasan inilah yang menuntun Shell Mobility untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai target pelanggan mereka dan kebutuhannya guna menyediakan produk yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Yang pertama, dikembangkan adalah yang pojok kuliner di Shell Indonesia. Jadi memang sedikit dikembangkan karena kita mengidentifikasi lebih jelas setiap toko [Shell Select] itu bisa punya pojok kuliner yang berbeda-beda dan itukan tergantung siapa supplier-nya siapa konsumen yang biasa kesitu dan apa yang mereka mau. Nah itu yang kita terapkan terus mulai dari produk apa yang harus ditaruh di mana, dan berapa banyak,” jelas Michael.

Sementara itu, Shell SmartClub hadir dalam bentuk aplikasi di ponsel yang lebih mudah dan praktis, yang menawarkan kemudahan bagi konsumen Shell untuk menemukan lokasi SPBU Shell terdekat, bertransaksi secara digital hingga mendapatkan berbagai keuntungan lainnya di Shell.

Tampilan aplikasi Shell Go+ (Sumber: Shell Indonesia)

Menurut Michael, ide membuat aplikasi sudah lama terpikirkan oleh Shell Mobility. Namun, lagi-lagi kesulitan mewujudkan ide menjadi produk nyata membuat Shell Mobility belum bisa mengeksekusi ide itu hingga mengikuti lokakarya design thinking bersama Innovesia.

“Shell Smart Club Apps ini yang kita kembangkan menjadi aplikasi mobile Shell untuk memudahkan transaksi di SPBU Shell. Itu dari workshop bersama Innovesia. Memang idenya sudah ada dari sebelum workshop ya, tapi ketika mengikuti workshop ini diakselerasi menggunakan design thinking itu tadi,” ujar Michael.

Menanamkan Pola Pikir yang Berharga

Meski lokakarya design thinking bersama Innovesia mendorong Shell Mobility menciptakan peluang bisnis baru, Michael menekankan bahwa keuntungan utama lokakarya tersebut adalah perubahan pola pikir pegawai Shell Mobility.

Menurut Michael, mengenal design thinking memungkinkan pegawai untuk meninggalkan ketakutan yang dulu mereka rasakan ketika berinovasi. Rasa takut ini juga yang telah menghambat upaya Shell Mobility untuk mewujudkan ide inovasi mereka. Poin inilah yang masih melekat di Shell, meski lokakarya telah berakhir pada 2020 silam.

“Setelah workshop, saya lihat ya cara orang menerjemahkan ide jadi action itu memang bergeser [menjadi lebih baik]. Ada beberapa hal yang mereka implementasikan. Mereka jadi lebih berani. Misalnya, kita coba saja terlebih dahulu, ide tidak harus perfect, minimal MVP [minimum viable product],” tutur Michael.

Bahkan Michael menuturkan bahwa pola pikir seperti ini tak hanya tertanam pada mereka yang mengikuti lokakarya design thinking bersama Innovesia, tapi juga ditularkan kepada mereka yang tidak mengikuti lokakarya tersebut. Kini, pendekatan design thinking menjadi salah satu cara berpikir yang masih digunakan Shell Mobility dalam pekerjaan sehari-hari.

“Cara berpikir seperti itu digunakan terlepas ini sudah di luar workshop. Bahkan di level lain, pembicaraan seperti itu masih berlangsung. TIdak perlu perfect, minimum MVP kita coba saja, kita trial nanti kita evaluasi lagi itu jadi pendekatan yang sering kita lakukan,” lanjut Michael.

Ketika ditanya mengenai pengalamannya berinovasi bersama Innovesia, Michael mengaku lokakarya yang diselenggarakan pada 2020 lalu menjadi pengalaman yang berharga bagi Shell Mobility.

“Berharga, maksudnya memang pengalaman belajarnya singkat tapi yang berharga itu kita belajar mengenai cara berpikirnya, framework-nya, langkah-langkahnya dan dari waktu belajar yang singkat, cara berpikir itu tetap bisa dipakai sampai kapanpun,” tutup Michael.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/bersama-innovesia-shell-mobility-ciptakan-peluang-bisnis-baru-melalui-inovasi/feed/ 0
5 Langkah Renault Group Ciptakan Revolusi Mobilitas Industri Otomotif Lewat Open Innovation https://designthinking.id/otomotif/5-langkah-renault-group-ciptakan-revolusi-mobilitas-industri-otomotif-lewat-open-innovation/ https://designthinking.id/otomotif/5-langkah-renault-group-ciptakan-revolusi-mobilitas-industri-otomotif-lewat-open-innovation/#respond Wed, 02 Aug 2023 08:28:29 +0000 https://designthinking.id/?p=1401 “Inovasi datang dari keterbukaan terhadap dunia, dan inspirasi kreatif datang dari tempat yang tak terduga.”

Kalimat itulah yang akan kita temui ketika menjelajah laman resmi Renault Group, produsen kendaraan multinasional Prancis yang terkenal akan kecanggihan teknologinya. Bahkan, kelahiran Renault sendiri tak lepas dari inovasi sang pendiri, Louis Renault, yang berhasil menciptakan transmisi penggerak langsung atau direct-drive transmission yang revolusioner pada 1890.

Kini 120 tahun berlalu, Renault Group tak henti berinovasi. Mereka justru melebarkan sayap inovasi dengan merangkul pihak eksternal dan bersama-sama menciptakan terobosan baru dalam sektor manufaktur kendaraan dan mobilitas. Semua dilakukan demi menciptakan mobilitas dan teknologi baru agar dapat diakses oleh khalayak seluas mungkin. Tak terkecuali jika harus berkolaborasi dengan para kompetitor.

Bagi Renault Group, kendaraan masa depan hanya akan lahir dengan menggabungkan kreativitas internal dan eksternal melalui inovasi terbuka atau open innovation. Menurut Renault Group, open innovation memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan ide-ide inovasi dari mitra, universitas, perusahaan rintisan dan lain sebagainya seraya mempromosikan kreativitas perusahaan.

Open innovation membuka jalan bagi Renault Group untuk mengimbangi kehadiran teknologi baru yang disruptif dan merespon perubahan itu dengan menciptakan layanan dan solusi mobilitas baru kepada pelanggan mereka. Pendekatan inilah yang membuat Renault Group tetap unggul meski sudah berdiri lebih dari seratus tahun. 

Mulai dari berkolaborasi bersama perusahaan rintisan atau startup, akademisi, hingga kompetitor, berikut program open innovation Renault Group:

1. Alliance Innovation Labs

Logo Alliace Innovation Lab (Sumber: Nissan News USA)

basics

Berdiri sejak 2011 di Silicon Valley, Alliance Innovation Lab merupakan pusat inovasi hasil kolaborasi Renault Group, Nissan dan Mitsubishi. Menggabungkan inovasi teknologi dan bisnis, Alliance Innovation Lab ditujukan untuk mendorong lahirnya era baru dalam sektor mobilitas yang berfokus pada tiga bidang, yakni kendaraan listrik dan ekosistemnya, kesejahteraan dalam berkendara, dan menciptakan layanan baru.

Menjalin kemitraan dengan universitas, organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan laboratorium inovasi lainnya, Alliance Innovation Lab menjadi sarana bagi Renault Group, Nissan dan Mitsubishi untuk memanfaatkan peluang inovasi dan keterampilan eksternal untuk menjelajahi topik baru, membuat prototype dan mengujinya, serta mempelajari potensi dan dinamika pasar.

Memperluas jangkauan open innovation, Alliance Innovation Lab turut didirikan di Tel Aviv, Israel. Sebagai salah satu dari lima negara teratas dengan ekosistem paling kondusif untuk startup sekaligus rumah bagi lembaga penelitian akademis, Israel dipercaya menawarkan peluang besar untuk melahirkan inovasi terdepan dalam bidang sensor, keamanan siber, konektivitas, data, dan kecerdasan buatan.

Memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi di Asia Timur, Alliance Innovation Lab dibuka di Shanghai, China. Di negeri tirai bambu, pusat inovasi yang mengedepankan kolaborasi ini berfokus pada penelitian dan pengembangan sistem mengemudi otonom atau autonomous driving, kendaraan pintar atau smart connected vehicles dan tentunya kendaraan listrik yang menjadi fokus utama Renault Group.

2. Software République

Logo Software République (Sumber: Software République)

Berkolaborasi bersama Atos, Dassault Systèmes, Orange, Thales Group, dan STMicroelectronics, Renault Group meluncurkan Software République, sebuah ekosistem open innovation untuk mewujudkan mobilitas yang cerdas, aman, dan berkelanjutan. Menyatukan keahlian mereka dalam kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan big data, Renault Group bersama lima perusahaan terkemuka berencana mengembangkan perangkat lunak yang mampu meningkatkan pengalaman berkendara.

Terdapat tiga fokus utama inovasi Software République, yakni meningkatkan keselamatan dan pengalaman pengemudi dengan solusi terkoneksi yang inovatif, menjadikan mobilitas lebih aman, berkelanjutan, dan lebih efisien, serta meningkatkan pengalaman pengguna kendaraan listrik. 

Hanya dalam beberapa bulan setelah diluncurkan, Software République telah mengambil langkah penting untuk memajukan inovasi guna memenuhi tantangan mobilitas. Langkah ini telah memungkinkan terciptanya penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan di sektor swasta, publik dan akademisi. 

Bersama-sama mereka tengah mengerjakan lebih dari 30 proyek penelitian dan pengembangan perangkat lunak yang diyakini mampu membawa era baru bagi sektor mobilitas. Pada tahun 2025, Software République berkomitmen meluncurkan 10 penawaran produk dan layanan baru.

“Kendaraan tidak lagi menjadi titik sentral rantai nilai otomotif, karena perangkat lunak, elektronik, dan sistem kecerdasan tertanam semakin menentukan nilai dan penggunaan kendaraan untuk kebutuhan dan layanan mobilitas baru. Kami ingin bekerja sama dengan mitra di Software République untuk memposisikan diri kami sebagai pelopor dalam rantai nilai mobilitas baru ini,” ujar Luca de Meo selaku CEO Renault Group.

3. Alliance Ventures

Dikenal seringkali menjadi yang terdepan dalam hal cara baru untuk mengembangkan dan meningkatkan inovasi, startup menjadi sasaran utama Alliance Ventures, sebuah venture capital yang didirikan aliansi otomotif terbesar di dunia: Renault Group, Nissan Motor Corporation, dan Mitsubishi Motors Corporation. 

Dengan semangat berinovasi, Alliance Ventures didirikan ketiganya untuk mendorong percepatan pertumbuhan startup pada sektor industri otomotif. Terutama mobilitas, kendaraan listrik, dan sistem pengemudi otonom. Diluncurkan pada 2018, Alliance Ventures ditujukan mendukung startup dengan model bisnis disruptif baik dalam pengembangan bisnis mereka, menjalin kemitraan, hingga menawarkan platform inovasi bersama. 

Pendekatan Alliance Ventures terdiri dari mengidentifikasi teknologi inovatif dan model bisnis yang menawarkan nilai strategis tertinggi dan sinergi terbaik dengan anggota Aliansi. Kemudian, Aliansi yang terdiri dari Renault, Nissan dan Mitsubishi akan memanfaatkan efisiensi pasar dari struktur modal ventura untuk berinvestasi dalam proyek yang menjanjikan dan secara aktif berkolaborasi.

Visi utama Alliance Ventures sendiri tak lepas dari membentuk masa depan sektor mobilitas. Penggabungan keunggulan aliansi dengan talenta dan ide terbaik di pasar melalui inovasi terbuka, sekaligus menciptakan nilai finansial dan sinergi strategis bagi anggota Renault, Nissan dan Mitsubishi memungkinkan visi tersebut dapat tercapai.

4. Proyek SCOOP 

Ilustrasi inovasi Systems COOPerative (Sumber: Renault)

Berkolaborasi dengan berbagai organisasi di Prancis seperti Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, otoritas manajemen infrastruktur, universitas, dan pusat penelitian, Renault Group ikut andil dalam proyek SCOOP atau Systems COOPerative. Dilangsungkan sejak 2014, SCOOP adalah proyek percontohan pada sistem transportasi cerdas kooperatif (ITS) yang memungkinkan pengendara untuk menerima dan mengeluarkan peringatan tentang bahaya, kecelakaan, dan lain sebagainya demi  meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

Di bawah proyek SCOOP, Renault Group juga berkolaborasi dengan Sanef, operator jalan tol, untuk lebih mengembangkan komunikasi antara kendaraan otonom dan infrastruktur jalan. Keduanya bekerja sama untuk membentuk mobil masa depan dengan mengintegrasikan infrastruktur, menggunakan konektivitas dari mobil ke mobil dan ke infrastruktur atau V2X, sebuah sistem yang dikembangkan dalam kerangka proyek SCOOP Eropa.

Renault Group sendiri telah terlibat dalam proyek ini sejak awal, mengingat peningkatan keselamatan berkendara juga merupakan salah satu prioritas perusahaan. Proyek SCOOP juga menjadi salah satu langkah nyata Renault untuk menciptakan mobil dengan sistem yang terkoneksi.

5. Rouen Normandy Autonomous Lab (RNAL)

Proyek Rouen Normandy Autonomous Lab (RNAL) (Sumber: Renault Group)

Renault Group juga merupakan bagian dari proyek Rouen Normandy Autonomous Lab (RNAL), yang didirikan bersama Transdev–sebuah perusahaan swasta internasional yang mengoperasikan angkutan umum–dan lima organisasi lainnya. Bersama-sama, mereka berkomitmen menguji layanan mobilitas otonom end-to-end di jalan terbuka.

Dengan keahliannya masing-masing, ketujuh perusahaan menggabungkan kemampuan mutakhir mereka untuk mengembangkan solusi transportasi yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan utama RNAL sendiri adalah untuk bereksperimen dan mengembangkan layanan transportasi tanpa pengemudi.

Renault Group dan Transdev misalnya bekerja sama melengkapi kendaraan dengan kamera, pemindai laser (LiDAR), GPS diferensial, penglihatan 360 derajat dan teknologi pemetaan untuk membangun representasi tiga dimensi dari lingkungan sekelilingnya secara real-time. Dengan begitu, mobil dapat mendeteksi, menemukan, dan mengidentifikasi objek bergerak dan tidak bergerak di sekitar mereka.

Peluang Inovasi di Industri Otomotif Melalui Open Innovation

Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi yang mengubah gaya hidup konsumen telah memengaruhi semua industri tak terkecuali pada industri otomotif. Perubahan itulah yang menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dan memperkenalkan produk serta layanan baru. 

Dalam industri otomotif, perkembangan teknologi telah melahirkan kendaraan otonom, kendaraan listrik dan layanan mobilitas yang sepenuhnya menuntut kebutuhan akan solusi infrastruktur teknologi informasi yang terintegrasi dan memaksa produsen kendaraan untuk beradaptasi. Produsen mobil kini tak lagi hanya bertugas memproduksi kendaraan tapi juga menjadi penyedia layanan mobilitas dan hal ini menuntut mereka untuk merangkul model bisnis baru dan sistem teknologi informasi yang mendukung kebaruan tersebut.

McKinsey dalam laporan bertajuk Cybersecurity In Automotive Mastering The Challenge, memperkirakan hampir 100 juta barisan kode perangkat lunak dibutuhkan untuk mengontrol dan mengoperasikan subsistem yang membentuk mobil modern. Menurutnya, perangkat lunak akan mewakili hingga 30 persen dari komponen nilai kendaraan pada 2030 mendatang.

Untuk tetap relevan dan kompetitif, produsen kendaraan dituntut membangun solusi infrastruktur teknologi informasi yang terintegrasi. Seperti Renault Group, perusahaan diharuskan mengubah strategi inovasi mereka dengan merangkul pendekatan open innovation yang memungkinkan mereka berkolaborasi dengan siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan infrastruktur teknologi yang mereka butuhkan.

Open innovation memungkinkan perusahaan otomotif untuk berkolaborasi dengan perusahaan teknologi, termasuk startup, yang berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan otonom, sistem kecerdasan buatan, platform mobilitas, dan tentunya keamanan siber. Dengan menggandeng mitra eksternal ini, perusahaan otomotif dapat memperoleh akses ke teknologi terbaru dan pandangan yang segar tentang perkembangan industri.

Paham betul akan pentingnya kolaborasi bagi industri otomotif, Innovesia sebagai salah satu pendorong ekosistem open innovation di Indonesia, membuka kesempatan bagi perusahaan yang bergerak di bidang ini untuk menemukan mitra inovasi yang tepat. Melalui layanan konsultasi end-to-end yang strategis dan layanan open innovation, Innovesia membantu perusahaan otomotif untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak eksternal, seperti startup, universitas, dan lembaga penelitian. 

Melalui open innovation, Innovesia senantiasa memperluas jaringan perusahaan untuk mendapatkan akses ke pengetahuan dan teknologi terbaru. Bersama Innovesia, perusahaan otomotif dapat terus menghadirkan inovasi yang relevan, berdampak positif, dan memenuhi kebutuhan masyarakat masa depan.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/5-langkah-renault-group-ciptakan-revolusi-mobilitas-industri-otomotif-lewat-open-innovation/feed/ 0
Patriotamat Locakzp https://designthinking.id/otomotif/5-perusahaan-ciptakan-masa-depan-berkelanjutan-melalui-open-innovation/ https://designthinking.id/otomotif/5-perusahaan-ciptakan-masa-depan-berkelanjutan-melalui-open-innovation/#respond Mon, 31 Jul 2023 06:13:26 +0000 https://designthinking.id/?p=1375 Pemanasan global dan krisis iklim telah menjadi tantangan serius yang dihadapi dunia saat ini. Kekeringan, gelombang panas, dan banjir telah lebih sering terjadi dengan intensitas yang semakin parah dari sebelumnya. Di hadapan perubahan iklim, dekarbonisasi menjadi salah satu prioritas utama untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan.

Melalui Paris Agreement 2015, pemerintah lintas negara bersama-sama berkomitmen membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Kesepakatan itu turut mendorong perusahaan dari berbagai industri berlomba menetapkan target dan membuat komitmen untuk mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi.

Secara definisi, dekarbonisasi mengacu pada proses pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari aktivitas manusia di atmosfer. Tujuan dekarbonisasi tidak lain adalah menghilangkan emisi karbon dioksida. Adapun untuk mencapai dekarbonisasi, perusahaan dituntut mengadopsi pendekatan inovatif untuk mempercepat peralihan dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan sumber energi rendah karbon.

Sadar tak bisa melakukannya seorang diri, banyak perusahaan berkolaborasi melalui open innovation untuk mempercepat langkah mereka mencapai net zero emission atau emisi nol bersih. Melalui open innovation, perusahaan lintas industri sekalipun dapat berbagi pengetahuan untuk mencapai solusi yang lebih baik dan lebih efektif.

Artikel ini akan mengeksplorasi lima perusahaan yang telah melangkah maju, memerangi perubahan iklim melalui pendekatan open innovation. Dengan membuka pintu untuk ide-ide out of the box dari mitra eksternal, kelima perusahaan ini telah memimpin jalan dalam menciptakan solusi dekarbonisasi yang berdampak nyata dan memberikan contoh inspiratif bagi sektor industri lainnya.

Berikut lima perusahaan inovatif yang bertekad mencapai dekarbonisasi melalui open innovation sebagai upaya menyelamatkan bumi dari dampak perubahan iklim yang semakin serius:

1. Shell

Shell (Sumber: Ina Fassbender/Afp/Getty Images)

Sebagai perusahaan energi dan petrokimia terkemuka di dunia, Shell turut andil dalam dekarbonisasi. Perusahaan asal Inggris itu bahkan menargetkan untuk menjadi perusahaan energi dengan emisi nol bersih atau net-zero emission (NZE) pada tahun 2050 mendatang. Untuk mencapai itu semua, Shell bermitra dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dunia untuk mengembangkan dan menerapkan solusi digital dalam skala besar di seluruh rantai bisnis mereka.

Menurut Shell, dekarbonisasi memerlukan upaya yang signifikan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Karenanya Shell memilih strategi open innovation secara global untuk berkolaborasi dengan mitra bisnis, universitas dan lembaga penelitian, pemasok, dan bahkan konsumen Shell itu sendiri. 

Startup dan pengusaha membawa pola pikir yang berbeda dan perspektif baru dalamke tantangan net-zero emission. Mereka dapat bergerak lebih cepat daripada organisasi besar dan lebih mudah melakukan hal-hal baru. Hal ini membuat mereka sangat cocok untuk perusahaan seperti Shell, yang kurang gesit, tetapi dapat menawarkan dukungan finansial yang kuat, kapasitas teknis yang luas, dan akses mudah ke mitra dan pasar global,” ujar Akilah LeBlanc, General Manager Commercial Innovation Partnerships di Shell, seperti dilansir dari laman resmi Shell.

2. Unilever

Logo Unilever (Sumber: Unilever)

Sebagai perusahaan manufaktur, pemasaran dan distribusi barang konsumsi, Unilever sadar akan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari tingkat konsumsi produk saat ini. Alasan inilah yang mendorong Unilever untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan untuk membantu konsumen mengurangi dampak iklim. Unilever berkomitmen mengganti formula setiap produk pembersih yang berasal dari bahan bakar fosil dengan bahan terbarukan pada 2030. 

Pasalnya, sebagian besar produk detergen yang beredar di pasar saat ini mengandung bahan kimia, yang terbuat dari bahan baku bahan bakar fosil. Bahan kimia inilah yang menjadi penyumbang emisi karbon terbesar dari seluruh siklus hidup produk detergen. Atas dasar itu, Unilever menilai beralih dari bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil dalam formulasi produk akan menjadi peluang besar untuk mengurangi jejak karbon.

Pada 2021 misalnya, Unilever bersama LanzaTech dan India Glycols  berhasil memproduksi surfaktan dari bahan terbarukan untuk merek detergen OMO. Surfaktan yang umumnya terbuat dari bahan bakar fosil adalah bahan penting untuk menciptakan busa dalam produk detergen, mulai dari sabun cuci piring hingga detergen.

3. L’Oréal

L’Oréal (Sumber: lbeaute.mx)

Pemanasan global dan krisis iklim yang tak terelakan juga membuat jenama kecantikan ternama L’Oréal mempercepat upaya mencapai target keberlanjutan atau sustainability. Melalui program bertajuk “L’Oréal for the Future”, L’Oréal merangkul pendekatan open innovation sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mewujudkan operasional bisnis yang lebih ramah lingkungan.

boutique

Ada tiga komitmen dalam program L’Oreal for The Future. Pertama, L’Oreal bertransformasi untuk memastikan aktivitas perusahaan menjalankan batasan-batasan lingkungan (planet) dalam upaya pengendalian dampak terhadap iklim, air, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam.

Kedua, L’Oreal berkomitmen memberdayakan pihak-pihak dalam ekosistem bisnis dengan membantu mereka bertransisi ke dunia yang lebih berkelanjutan. Ketiga, membantu mengatasi tantangan dunia, dengan mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan yang mendesak. 

“Dengan program L’Oréal for the Future, kami telah menetapkan target keberlanjutan yang ambisius untuk dicapai pada tahun 2030, termasuk bahwa 95% bahannya akan berasal dari sumber hayati, berasal dari mineral yang melimpah atau dari proses sirkuler. Karenanya kita perlu memikirkan kembali cara mencari dan memproduksi bahan-bahan yang diperlukan. Untuk mencapai hal ini, kami berkolaborasi dengan berbagai mitra eksternal, termasuk perusahaan rintisan, demi memperoleh keahlian baru dan mempercepat inovasi. Misalnya, kami mengeksplorasi penggunaan biologi sintetik dan fermentasi,” ujar Laurent Chantalat, manajer senior untuk inovasi terbuka R&I dan kemitraan startup teknologi mendalam di L’Oréal, seperti dilansir dari laporan Capgemini.

4. Daher

Daher dan Ascendance Flight Technologies mengumumkan kolaborasi strategis. (Sumber: Daher)

Daher, perusahaan kedirgantaraan ternama Prancis, juga mengumumkan kolaborasi strategis bersama Ascendance Flight Technologies, perusahaan rintisan Prancis dan perintis di pasar penerbangan rendah karbon. 

Kolaborasi antara Daher dan Ascendance Flight Technologies semakin menggarisbawahi ambisi Daher Group untuk meningkatkan inovasi dan mempercepat dekarbonisasi aktivitas perusahaan, dengan penekanan khusus pada divisi pesawatnya. Keduanya akan meneliti cara-cara baru hibridisasi sistem propulsi pesawat Daher berdasarkan teknologi yang dikembangkan Ascendance Flight Technologies.

“Kami senang bisa bermitra dengan Ascendance Flight Technologies. Sebagai pemain utama dalam penerbangan umum, Daher Group berkomitmen penuh untuk mencapai tujuan dekarbonisasi penerbangan pada tahun 2050, dan mengambil langkah maju yang signifikan menuju tujuan tersebut pada dekade ini,” ujar Didier Kayat, CEO Daher Group, seperti dilansir dari .

5. MIND ID

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia, menggelar kompetisi Boosting Innovator and Greenovator in the Mining Industry atau BIGMIND Innovation Award 2022.

Menggandeng Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, MIND ID melalui BIGMIND Innovation Award 2022 berupaya meningkatkan pertumbuhan industri pertambangan yang berkelanjutan dengan mengundang kontribusi riset dan inovasi anak bangsa melalui perkembangan teknologi digital demi memperkuat tata kelola operasional industri. Adapun dekarbonisasi menjadi salah satu dari tujuh topik utama yang dapat dieksplorasi para inovator.

Kompetisi inovasi ini berhasil melahirkan ragam inovasi berkelanjutan, seperti pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai fuel dan reductant pada proses peleburan timah, inovasi green technology pemanfaatan red mud (produk samping pemurnian alumina) sebagai sumber besi (fe) dengan metode bioflokulasi selektif. Juga pengembangan alat Electrolysis Management System (EMS) multi Anoda-Katoda berbasis Internet of Things sebagai upaya peningkatan unjuk kerja sel electrorefining di industri pemurnian logam.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/5-perusahaan-ciptakan-masa-depan-berkelanjutan-melalui-open-innovation/feed/ 0
Patriotamat Locakzp https://designthinking.id/otomotif/percepat-transformasi-bisnis-perusahaan-kedirgantaraan-ternama-prancis-pilih-open-innovation/ https://designthinking.id/otomotif/percepat-transformasi-bisnis-perusahaan-kedirgantaraan-ternama-prancis-pilih-open-innovation/#respond Mon, 24 Jul 2023 05:22:33 +0000 https://designthinking.id/?p=1361 , produsen pesawat terbang dan pemasok peralatan industri terkemuka asal Prancis, mengumumkan peluncuran program inovasi terbuka atau open innovation pada Juni 2023. Bertajuk “Imagineering by Daher”, program open innovation ini bertujuan memanfaatkan kecerdasan kolektif untuk merangsang transformasi dan dekarbonisasi di sektor aeronautika.

Dalam konteks di mana industri pesawat terbang, khususnya aeronautika, harus dihadapkan pada perkembangan teknologi dan tantangan dekarbonisasi seraya mengelola rantai pasokan yang sempat dilemahkan oleh pandemi Covid-19 dan krisis geopolitik, Daher sebagai pemimpin industri berkomitmen mendukung ekosistem startup dan meningkatkan volume produksi melalui open innovation.

“Dalam lanskap ekonomi dan ekologi yang berubah dengan cepat saat ini, kita perlu menetapkan ambisi sektor industri baru dalam menanggapi tantangan yang muncul lebih awal, bekerja sama dalam memulai kembali proyek, dan mempercepat peluncuran inovasi industri dengan memperkuat hubungan antara Daher dan ekosistem inovatifnya,” kata Sébastien Leroy, direktur Open Innovation di Daher, seperti dilansir dari .

Berkaca dari kesuksesan aktivitas open innovation DaherLab yang telah memfasilitasi munculnya lebih dari 100 proyek manufaktur sejak diluncurkan pada 2014, Daher kembali meluncurkan Imagineering by Daher sebagai lanjutan atas komitmennya memanfaatkan kecerdasan kolektif bagi kemajuan industri. Adapun program ini juga merupakan bagian integral dari rencana strategis “Take off 2027” oleh Daher, yang berfokus pada multi-lokal lintas fungsi yang lebih besar dengan dukungan dan keahlian dari tiga pusat teknologi regionalnya di Prancis.

Ketiga pusat teknologi yang dimiliki Daher antara lain: Log’in, yakni platform percepatan inovasi untuk industri logistik masa depan; Shap’in yang merupakan pusat keunggulannya yang didedikasikan untuk komposit aerostruktur generasi baru; dan Fly’in, sebuah pusat pengembangan untuk industri penerbangan umum masa depan

Imagineering by Daher disusun berdasarkan lima pedoman utama, yakni #explore, #connect, #test, #scale dan #communicate.

1. #Explore: Monitoring new and emerging trends in Daher’s own industry and beyond

Pedoman pertama mencakup pemantauan tren baru dan yang muncul di industri kedirgantaraan, di mana tim Imagineering by Daher akan mengidentifikasi tren yang muncul dan menganalisis potensi dampaknya terhadap industri kedirgantaraan dengan melakukan studi dan survei tinjauan ke masa depan di berbagai sektor.

2. #Connect: Creating more synergies between industry players

Pedoman kedua ditujukan menciptakan lebih banyak sinergi antar pelaku industri dengan mendorong dan memfasilitasi sinergi internal dan eksternal serta kolaborasi bisnis.

3. #Test: Growing together

Pedoman selanjutnya mencakup aktivitas mematangkan solusi agar tidak hanya berhenti sebagai konsep. Menurut Daher, kolaborasi di masa depan harus melampaui tahap ini dengan melakukan prototyping, program produk minimum yang layak atau Minimum Viable Product (MVP), proyek percontohan, dan lain sebagainya yang didasarkan pada tingkat kematangan solusi dan kemampuan Daher dan pasarnya untuk mewujudkannya.

4. #Scale: Accelerating rollouts

Ditujukan untuk peluncuran, pedoman keempat ini memfokuskan kolaborasi untuk percepatan peluncuran solusi melalui aliansi strategis dalam bentuk kemitraan, suntikan modal ventura, atau pembangunan ventura perusahaan.

5. #Communicate: Making careers more attractive

Terakhir, pedoman kelima ditujukan untuk membuat sektor industri kedirgantaraan lebih menarik bagi karyawan potensial yang berbakat dengan menyoroti hubungan erat antara inovasi dan manufaktur, serta keragaman peluang karir yang besar.

“DaherLab memungkinkan kami menjelajahi teknologi baru dan tren penggunaan produk sambil menjalankan lebih dari 100 proyek selama 10 tahun terakhir yang menguji solusi potensial dalam kondisi dunia nyata,” lanjut Sébastien Leroy.

Adapun untuk setiap proyek open innovation Imagineering by Daher, perusahaan akan melakukan perhitungan dampak keuangan dan lingkungan secara sistematis dan divalidasi dengan para pemangku kepentingan. Contohnya termasuk proyek yang sudah selesai menggunakan solusi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh startup Kipsum untuk mengurangi konsumsi energi di bangunan industri sebesar 15% sampai 25%, dan daur ulang sisa wol kaca dari pembuatan selimut isolasi penerbangan sebagai hasil dari lokal solusi ekonomi sirkular dari startup Re-vert.

“Imagineering by Daher adalah alat baru yang berani dan kuat yang akan memungkinkan kami menjelajahi jalan baru, menjalin hubungan yang lebih kuat, dan secara substansial mempercepat pengujian dan peluncuran ide yang lebih inovatif,” ujar Gabriel Raffour, manajer program Imagineering by Daher.

Kemitraan Lainnya dengan Startup Ascendance Flight Technologies

hop over to this web-site

Kemitraan Daher dan Ascendance Flight Technologies.

Pada akhir Juni lalu, Daher juga mengumumkan kolaborasi strategis bersama , perusahaan rintisan lokal Prancis yang memenangi penghargaan French Tech 2030. Bersama-sama, keduanya akan meneliti cara-cara baru hibridisasi sistem propulsi pesawat Daher berdasarkan teknologi yang dikembangkan Ascendance Flight Technologies.

Kolaborasi antara Daher dan Ascendance Flight Technologies semakin menggarisbawahi ambisi Daher Group untuk meningkatkan inovasi dan mempercepat dekarbonisasi aktivitas perusahaan, dengan penekanan khusus pada divisi pesawatnya. 

Sebagai informasi, Ascendance Flight Technologies adalah perusahaan rintisan Prancis dan perintis di pasar penerbangan rendah karbon. Didirikan pada tahun 2018, perusahaan ini mengembangkan solusi, teknologi, dan perangkat keras untuk menghibridisasi sistem propulsi, dan memanfaatkan potensi hibridisasi untuk mempercepat transisi ke model mobilitas udara yang baru.

“Kami senang bisa bermitra dengan Ascendance Flight Technologies. Sebagai pemain utama dalam penerbangan umum, Daher Group berkomitmen penuh untuk mencapai tujuan dekarbonisasi penerbangan pada tahun 2050, dan mengambil langkah maju yang signifikan menuju tujuan tersebut selama dekade ini,” ujar Didier Kayat, CEO Daher Group, seperti dilansir dari .

Startup yang berbasis di Toulouse, Prancis ini akan menyumbangkan keahliannya dalam arsitektur, pemodelan, integrasi, dan pengujian sistem propulsi listrik-hibrid untuk kolaborasi dengan Daher. Pada sisi lain, Ascendance Flight Technologies akan dapat menguji teknologinya pada pesawat kategori CS23 yang sukses, dirancang dan dipasarkan oleh Daher.

”Daher adalah pabrikan pesawat kelas atas, dengan tingkat keahlian teknis yang sangat tinggi dan pesawat yang dihormati dan terkenal di segmen pasarnya. Jadi kami senang memiliki kesempatan untuk menyumbangkan keahlian dan teknologi kami kepada grup Prancis milik keluarga ini, yang dengannya kami berbagi tujuan untuk mempercepat dekarbonisasi penerbangan,” ujar Jean-Christophe Lambert, Co-Founder sekaligus CEO Ascendance Flight Technologies.

Startup jadi Mitra Inovasi Pilihan Banyak Perusahaan

Belakangan ini, startup telah berhasil menumbuhkan kepercayaan sebagai mitra inovasi banyak perusahaan. Sebuah survei terhadap 1.000 perusahaan oleh menunjukkan, 55% dari 1.000 organisasi yang disurvei mengaku telah mulai terlibat dalam open innovation bersama startup teknologi dalam dalam dua tahun terakhir.

Lebih dari 50% perusahaan percaya bahwa open innovation terutama dengan startup mampu mempercepat perusahaan beradaptasi dengan teknologi baru. Startup dalam hal ini memiliki proses kerja yang cepat dengan terus bereksperimen. 

Dengan metode Lean Startup, mereka mengambil risiko dengan menguji produk yang belum sepenuhnya siap untuk melihat bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk atau layanan tersebut. Namun, langkah-langkah inilah yang pada akhirnya membuat mereka melakukan sesuatu dengan benar.

“Sulit bagi perusahaan besar untuk menghasilkan model bisnis baru karena bias yang mereka miliki. Dalam hal ini, startup lebih baik dalam mengejar ide atau terobosan yang benar-benar baru dan mengubah pasar dalam waktu yang lebih singkat dan dengan anggaran yang lebih sedikit,” tutur Fiter Bagus, Direktur , perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis.

Selain itu, bermitra dengan startup dalam open innovation juga memungkinkan bisnis untuk mengeksekusi proyek dengan lebih cepat. Alih-alih menghabiskan banyak waktu untuk perizinan, startup membangun hipotesis bisnis dengan cepat dan mengujinya ke pasar.

“Perusahaan besar yang berkolaborasi dengan startup dapat meniru cara kerja mereka dan mengembangkan solusi atau inovasi dengan jauh lebih cepat daripada jika mereka melakukannya sendiri secara internal,” ujar Fiter Bagus.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/percepat-transformasi-bisnis-perusahaan-kedirgantaraan-ternama-prancis-pilih-open-innovation/feed/ 0
Inspirasi Juni: Tiga Perusahaan Menggebrak Industri Melalui Open Innovation https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juni-tiga-perusahaan-menggebrak-industri-melalui-open-innovation/ https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juni-tiga-perusahaan-menggebrak-industri-melalui-open-innovation/#respond Wed, 05 Jul 2023 10:12:52 +0000 https://designthinking.id/?p=1261 Pada Juni 2023, perusahaan-perusahaan kembali mencuri perhatian berkat keberanian mereka dalam berkolaborasi lintas industri untuk memastikan pertumbuhan perusahaan sambil menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari kisah inspiratif tiga perusahaan dalam menerapkan strategi open innovation untuk mengatasi tantangan bisnis dan mencapai keunggulan kompetitif. Berikut tiga perusahaan yang membuka pintu bagi kolaborasi dan merubah paradigma bisnis:

open innovation

1. Unilever

1. Unilever
sustainable
open innovation.

Intelligent Protein Design Technology™ di Laboratorium Arzeda. (Sumber: Dok. Arzeda)

Intelligent Protein Design Technology™ di Laboratorium Arzeda. (Sumber: Dok. Arzeda)

Berkolaborasi bersama  Arzeda, sebuah perusahaan biologi sintetik yang memproduksi jenis protein dan enzim baru dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, Unilever menggabungkan ilmu fisika dan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat jenis enzim rendah karbon yang mampu menggantikan penggunaan bahan kimia apapun yang diperoleh dari bahan bakar fosil dalam produksi detergen.

Peter ter Kulve, yang menjabat sebagai Unilever Home Care President, menuturkan kolaborasinya dengan Arzeda telah mendukung strategi Clean Future di Unilever, yang mencakup komitmen untuk mengubah produk detergen mereka menjadi lebih ramah lingkungan sambil tetap mempertahankan kinerja pada tingkat yang sama atau bahkan lebih baik.

Clean Future

“Sebagai bagian dari strategi Clean Future Unilever, kami berinvestasi dalam teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk pembersih generasi berikutnya, yang berkelanjutan dan berkinerja tinggi. Kemajuan yang dibuat hanya dalam 18 bulan dengan teknologi Arzeda menunjukkan bagaimana konvergensi AI dan biologi adalah gamechanger untuk industri seperti perawatan di rumah,” kata Peter ter Kulve.

Clean Future
gamechanger
you could check here

2. Hyundai Motor Group

2. Hyundai Motor Group
startup
startup

Hwang Yunseong, Wakil presiden dan Kepala Departemen Investasi Open Innovation di Hyundai Motor Group, berbicara di acara “HMG Open Innovation Tech Day” yang diadakan di Seoul, Korea Selatan pada 15 Juni. (Sumber: Hyundai Motor Group)

Hwang Yunseong, Wakil presiden dan Kepala Departemen Investasi Open Innovation di Hyundai Motor Group, berbicara di acara “HMG Open Innovation Tech Day” yang diadakan di Seoul, Korea Selatan pada 15 Juni. (Sumber: Hyundai Motor Group)

Sejak 2017, Hyundai Motor Group memang aktif melihat potensi open innovation sebagai sarana perusahaan mengamankan mesin pertumbuhan bisnis mereka melalui kolaborasi bersama ratusan startup di seluruh dunia. Bahkan, perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Seoul itu telah menginvestasikan KRW 1,3 triliun (Rp15 triliun) dalam open innovation bersama startup di berbagai area bisnis, termasuk elektrifikasi, konektivitas, kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan, robotika, layanan mobilitas dan lainnya.

open innovation
startup
open innovation
startup

Hingga saat ini, Hyundai Motor Group mengoperasikan pusat inovasi bernama ‘CRADLE’ di Amerika Serikat, Jerman, Israel, China, dan Singapura. Di Korea sendiri, Hyundai Motor Group juga telah mendirikan program akselerator bertajuk ‘ZER01NE’, yang merupakan pusat open innovation untuk memfasilitasi kolaborasi antara startup dan berbagai departemen di bawah Hyundai.

open innovation
startup

“Kami akan membangun ekosistem koeksistensi dengan berinvestasi secara aktif dalam startup yang memberikan wawasan penting dalam penciptaan solusi mobilitas cerdas dan berkelanjutan di masa depan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup umat manusia,” kata Hwang Yunseong, Wakil Presiden dan Kepala Departemen Eksekusi Open Innovation di Hyundai Motor Group.

3. L’Oréal 

3. L’Oréal 
open innovation
beauty experience

Pemotongan pita pada acara peluncuran “North Asia Big Bang Beauty Tech & Innovation Challenge” di Viva Technology, Paris, Prancis pada 15 Juni 2023. (Sumber: Dok. L’Oréal)

Pemotongan pita pada acara peluncuran “North Asia Big Bang Beauty Tech & Innovation Challenge” di Viva Technology, Paris, Prancis pada 15 Juni 2023. (Sumber: Dok. L’Oréal)

Di Korea Selatan, L’Oréal akan bermitra dengan kementerian terkait untuk mendukung pertumbuhan startup di bidang perangkat kecantikan, teknologi kecantikan, juga diagnosis kulit. L’Oréal juga bermitra dengan J-Startup dan startup asal Jepang Hello Tomorrow untuk memanfaatkan kemajuan bioteknologi dalam produk kecantikan. Sementara di China, L’Oréal telah merintis program Big Bang selama tiga tahun, berkolaborasi dengan 1.500 startup asal China dan menginkubasi lebih dari 50 proyek.

startup
startup
startup

“Di L’Oréal, kami merangkul dan memelihara inovasi, dan percaya pada open innovation melalui kemitraan. Oleh karena itu, kami bekerja dengan startup inovatif, usaha kecil dan menengah, institusi serta pemerintah untuk menginspirasi dan terinspirasi. Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan startup dari China, Korea, dan Jepang melalui program Big Bang, dan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi,” ujar Barbara Lavernos, Deputy CEO L’Oréal Group, yang bertanggung jawab atas Riset, Inovasi, dan Teknologi.

open innovation
startup
startup

]]>
https://designthinking.id/teknologi/inspirasi-juni-tiga-perusahaan-menggebrak-industri-melalui-open-innovation/feed/ 0
Jalani Open Innovation Bersama Startup Sejak 2017, Hyundai Motor Group Ciptakan Sistem Win-win Solution https://designthinking.id/otomotif/jalani-open-innovation-bersama-startup-sejak-2017-hyundai-motor-group-ciptakan-sistem-win-win-solution/ https://designthinking.id/otomotif/jalani-open-innovation-bersama-startup-sejak-2017-hyundai-motor-group-ciptakan-sistem-win-win-solution/#respond Wed, 21 Jun 2023 10:39:36 +0000 https://designthinking.id/?p=1221 open innovation

open innovation

Sebagai produsen mobil ternama Korea Selatan, Hyundai Motor Group memang telah melihat potensi open innovation sebagai sarana perusahaan mengamankan mesin pertumbuhan bisnis mereka melalui kolaborasi bersama perusahaan rintisan atau startup di seluruh dunia. Sedikitnya 200 startup telah berpartisipasi dalam program ini.

open innovation
startup
startup

Investasi Hyundai Motor Group sendiri dicurahkan di berbagai area bisnis, termasuk elektrifikasi, konektivitas, kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan, robotika, layanan mobilitas dan lainnya. Besaran investasi yang dilakukan Hyundai pun berbeda-beda di mana nilai investasi terbesar dikeluarkan perusahaan pada segmen layanan mobilitas dengan nilai investasi sekitar KRW 700 miliar, yang ditujukan pada sejumlah proyek termasuk Grab di Singapura dan OLA di India.

Disusul segmen elektrifikasi dan konektivitas, yang masing-masing mendapatkan investasi senilai KRW 280 miliar (Rp3,2 triliun) dan KRW 126 miliar (Rp1,4 triliun). Hyundai Motor Group juga telah menginvestasikan KRW 60 miliar (Rp694 miliar) untuk AI, dan 54 miliar (Rp625 miliar) untuk autonomous driving atau sistem pengemudi otonom. Tak ketinggalan juga investasi senilai KRW 25 miliar (Rp289 miliar) yang dikeluarkan Hyundai untuk energi terbarukan yang mencakup hidrogen.

“Startup yang dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat melalui teknologi atau layanan inovatif adalah perusahaan yang kami cari,” kata Hwang Yunseong, Wakil Presiden dan Kepala Departemen Eksekusi Open Innovation di Hyundai Motor Group. 

Dalam rilis resmi perusahaan, Hyundai Motor Group menjelaskan bahwa inisiatif open innovation perusahaan sebagian besar diwujudkan dalam empat jenis investasi. Pertama, mengidentifikasi tren baru di industri yang cepat berubah. Kedua, mempromosikan kerja sama atau kolaborasi yang sesuai dengan sinergi strategis yang diharapkan perusahaan. Ketiga, mengamankan kapabilitas bisnis dengan cepat, dan terakhir mempercepat pembangunan startup dengan teknologi dan area bisnis yang dibutuhkan Hyundai Motor Group.

open innovation
startup

Ragam Program dan Keberhasilan Open Innovation Hyundai

Ragam Program dan Keberhasilan
Open Innovation
Open Innovation
Hyundai

Hingga saat ini, Hyundai Motor Group mengoperasikan pusat inovasi bernama ‘CRADLE’ di lima negara, yakni Amerika Serikat, Jerman, Israel, China, dan Singapura. Di Korea sendiri, Hyundai Motor Group juga telah mendirikan program akselerator bertajuk ‘ZER01NE’, yang merupakan pusat open innovation untuk memfasilitasi kolaborasi antara startup dan berbagai departemen di bawah Hyundai.

open innovation
startup

Sejak didirikan pada 2018, ZER01NE, telah merekrut startup untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi inovatif mereka. Tak hanya itu, Hyundai Motor Group juga telah memperluas inisiatif open innovation mereka ke berbagai area di luar industri mobil. Misalnya, melalui program ‘ZER01NE Playground’ sebagai wadah kolaborasi perusahaan dengan para seniman dan kreator.

startup
open innovation

Tak ketinggalan program startup in-house bernama ‘ZER01NE Company Builder’, yang menjadi ajang bagi para eksekutif dan karyawan Hyundai Motor Group untuk mendorong pertumbuhan startup. 

startup in-house
startup. 

Melalui program ZER01NE, Hyundai Motor Group berhasil mendorong pertumbuhan startup lebih cepat. Salah satunya IONITY, perusahaan infrastruktur pengisian daya mobil listrik berkecepatan tinggi Eropa itu merupakan contoh representatif dari hasil sukses melalui investasi Hyundai.

startup

Hwang Yunseong, Wakil presiden dan Kepala Departemen Investasi Open Innovation di Hyundai Motor Group, berbicara di acara “HMG Open Innovation Tech Day” yang diadakan di Seoul, Korea Selatan pada 15 Juni. (Sumber: Hyundai Motor Group)
Hwang Yunseong, Wakil presiden dan Kepala Departemen Investasi Open Innovation di Hyundai Motor Group, berbicara di acara “HMG Open Innovation Tech Day” yang diadakan di Seoul, Korea Selatan pada 15 Juni. (Sumber: Hyundai Motor Group)

Hwang Yunseong, Wakil presiden dan Kepala Departemen Investasi Open Innovation di Hyundai Motor Group, berbicara di acara “HMG Open Innovation Tech Day” yang diadakan di Seoul, Korea Selatan pada 15 Juni. (Sumber: Hyundai Motor Group)

Investasi Hyundai Motor Group telah mendorong IONITY untuk membangun sekitar 450 stasiun pengisian daya telah dibangun di 24 negara Eropa, dengan sekitar 2.000 pengisi daya berkecepatan tinggi. Hyundai Motor juga berkolaborasi dengan IONITY untuk menyediakan paket premium yang memungkinkan pengguna IONIQ 5, yang merupakan mobil listrik produksi Hyundai, menggunakan fasilitas pengisian daya perusahaan selama satu tahun.

ZER01NE juga membawa perusahaan kendaraan listrik berperforma tinggi Kroasia, Rimac Automobili, tumbuh pesat dengan nilai perusahaan sebesar 2,2 miliar euro (Rp35 triliun). Hingga kini, Rimac Automobili telah berkontribusi pada kemajuan teknologi kendaraan listrik performa tinggi di Hyundai Motor dan Kia melalui berbagai open innovation.

open innovation.

Kolaborasi Hyundai Motor Group dan perusahaan teknologi pengenalan suara Amerika Serikat, SoundHound, juga berkontribusi terhadap layanan pengenalan suara atau voice recognition untuk sejumlah mobil Hyundai, Kia, dan Genesis yang dijual di Amerika Utara dan India.

voice recognition

Terus Berinovasi Melalui Open Innovation

Terus Berinovasi Melalui
Open Innovation
Open Innovation

Kedepannya, Yunseong mengatakan Hyundai Motor Group akan melanjutkan strategi kolaborasi mereka dengan beragam startup, yang akan mengubah masa depan industri berdasarkan ide-ide kreatif.

startup,

“Kami akan membangun ekosistem koeksistensi dengan berinvestasi secara aktif dalam startup yang memberikan wawasan penting dalam penciptaan solusi mobilitas cerdas dan berkelanjutan di masa depan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup umat manusia,” kata Hwang Yunseong.

Dalam hal ini, Hyundai Motor Group berencana memperluas kolaborasinya dengan startup dalam sejumlah segmen baru seperti sirkulasi sumber daya, karbon rendah, semikonduktor, dan teknologi kuantum.

startup

“Tujuan kami adalah menciptakan sistem win-win solution dengan berinvestasi secara aktif dan mendorong startup yang menciptakan nilai pelanggan baru dan memberi kami wawasan penting selama kerja sama,” kata Hwang Yunseong.

win-win solution
startup
Startup
open innovation
The Power of minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation
startup

Selain itu, open innovation juga memudahkan perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru. Capgemini mencatat open innovation telah membantu 58% perusahaan untuk mengatasi tantangan teknis yang mereka hadapi dalam menskalakan teknologi baru. Sementara, 51% perusahaan terbantu dalam mengadopsi penggunaan atau penerapan teknologi baru dalam bisnis mereka.

open innovation
open innovation

Kolaborasi PGN dan Startup di Indonesia dalam Open Innovation

Kolaborasi PGN dan Startup di Indonesia dalam
Open Innovation
Open Innovation
startup

PGN menilai pentingnya mendorong pertumbuhan startup di sektor energi terutama yang ramah lingkungan. Atas dasar itu, PGN melalui PGN Energy Startup Competition 2019 mengajak startup dan pengembang teknologi untuk bersama-sama mengembangkan inovasi di bidang gas dan energi terbarukan yang bermanfaat bagi Indonesia.

startup
startup

Sebanyak 131 startup yang berfokus pada teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, bergabung dalam PGN Energy Startup Competition 2019. Sebelum memetakan solusi atau ide inovasinya, para peserta dari kalangan startup lebih dulu diberikan wawasan tentang gas hijau dan energi dengan teknologi yang dapat digunakan seperti machine learning dan kecerdasan buatan. Mereka selanjutnya diberikan kebebasan dalam pemanfaatan teknologi, seperti loT, Big Data, Al, dan Machine Learning.

startup
startup
have a peek at this web-site
machine learning

Pada kerja sama ini, Innovesia dipercaya PGN menyelenggarakan roadshow di empat kota yaitu, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Kompetisi kemudian dilanjutkan dengan rangkaian bootcamp di Megamendung, Bogor, untuk mematangkan ide inovasi setiap peserta, yang diikuti pitching day di Jakarta.

roadshow
bootcamp
pitching day
startup
Startup

Adapun Plasmator Kamira menggunakan sistem pirolisis, katalis, pemisahan asam dan destilasi sehingga minyak solar yang dihasilkan bisa setara dengan solar yang ada di pasaran dengan kandungan sulfur dan emisi yang rendah, dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau untuk industri.

]]>
https://designthinking.id/otomotif/jalani-open-innovation-bersama-startup-sejak-2017-hyundai-motor-group-ciptakan-sistem-win-win-solution/feed/ 0