Edukasi – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id Investing in Innovation Thu, 23 Nov 2023 04:53:24 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.2 https://designthinking.id/wp-content/uploads/2023/04/innovesia-logo-150x150.png Edukasi – Designthinking.id | Innovesia https://designthinking.id 32 32 Jawab Tantangan Bonus Demografi, Innovesia Bimbing Mahasiswa Unika Atma Jaya Kembangkan Ide Bisnis https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/ https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/#respond Tue, 24 Oct 2023 08:14:19 +0000 https://designthinking.id/?p=2232 Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi bisnis, kembali dipercaya menanamkan pola pikir design thinking bagi mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya melalui program Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB). Terkenal akan nilai-nilai kewirausahaannya, program AJIB menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide inovasi mereka dari sebuah konsep menjadi rencana bisnis yang matang.

Memiliki mayoritas penduduk yang didominasi usia produktif dengan 69,25% populasi berusia 15 sampai 64 tahun, Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi yang bisa menjadi anugerah sekaligus tantangan besar. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah setidaknya harus menyediakan 3,6 juta lapangan pekerjaan tiap tahunnya.

Atas dasar itulah, menanamkan jiwa pengusaha sedini mungkin menjadi salah satu opsi yang dinilai Menko Effendy mampu membawa Indonesia melewati puncak bonus demografi dengan baik.

“Bonus demografi menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi keuntungan ekonomi karena banyaknya penduduk usia kerja (produktif) yang berkorelasi dengan meningkatnya produktivitas. Namun, untuk menjadikan bonus demografi sebagai keuntungan ada syarat yang harus dipenuhi yakni penduduk usia produktif harus memiliki kompetensi untuk memenangkan persaingan,” ujar Fiter Bagus Cahyono, Direktur, Innovesia.

Menjadikan bonus demografi sebagai anugerah juga merupakan cita-cita Unika Atma Jaya yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk tak sekedar menjadi tenaga kerja tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi bangsa Indonesia.

“Kami melihat kalau semua orang maunya hanya bekerja dan tidak ada yang menciptakan lapangan pekerjaan, lama-lama tingkat persaingannya akan semakin keras, makin sulit dan tidak mungkin perusahaan yang sudah ada itu bisa menampung semua penduduk usia produktif di Indonesia. Jadi mau tidak mau harus ada pengusaha-pengusaha baru yang muncul yang memang bisa mengisi kekosongan di dalam pasar,” ujar Devi Angrahini A. Lembana, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) AJIB.

Mematangkan Ide Bisnis Melalui Design Thinking

Innovesia ajarkan pendekatan Design Thinking dalam Bootcamp Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Sumber: Innovesia)

Semangat inilah yang mendorong AJIB menyelenggarakan serangkaian bootcamp untuk membimbing mahasiswa Unika Atma Jaya yang tertarik berwirausaha untuk mematangkan ide bisnis secara intensif. Bootcamp sendiri merupakan bagian dari program inkubasi AJIB yang telah memasuki Angkatan ke-3.

Bootcamp dibuat karena kami melihat bahwa pengembangan ide bisnis itu perlu dilakukan secara intensif. Jadi, dengan bootcamp ini kami mencoba membuat kelas yang mendalam sehingga dalam waktu dua minggu, mahasiswa yang mengikuti program ini dapat fokus mengembangkan ide bisnis sampai bisa menghasilkan satu prototype dan agar mereka siap menceritakan ide bisnis mereka ke orang lain,” jelas Devi.

Sebanyak 27 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM), secara aktif terlibat dalam Bootcamp Design Thinking yang dibawakan Innovesia. 

Bertempat di Gedung K2 Unika Atma Jaya, Innovesia mengajak seluruh peserta menggunakan design thinking, sebuah pola pikir yang berpusat pada pengguna, untuk mengembangkan ide bisnis mereka dengan memusatkan calon pelanggan pada setiap langkah perumusan rencana bisnis mereka.

Selama empat hari, Innovesia secara intensif mengajarkan design thinking agar peserta mendapatkan first-hand-experience tentang bagaimana menemukan bisnis yang cocok dengan minat mereka selagi menjawab kebutuhan pasar. Dengan begitu, ide bisnis yang mereka kembangkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang belum terjawab atau bahkan terabaikan.

“Innovesia mengajak seluruh peserta untuk bisa menelusuri kembali ide awal mereka, agar ide bisnis yang mereka bangun didasarkan pada fakta dan data yang kuat akan esensi keberadaannya bagi target pelanggan,” ujar Fiter Bagus.

Pola pikir design thinking sendiri dipilih Unika Atma Jaya karena dinilai menjadi metode yang paling tepat untuk membuka pikiran mahasiswa agar dapat mengesampingkan asumsi dan perasaan mereka ketika merancang sebuah ide bisnis.

Innovesia menanamkan pendekatan Design Thinking pada Bootcamp Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Dok. Innovesia)

“Kami sudah beberapa kali bekerja bersama Innovesia dan kami lihat memang metode design thinking ini paling bisa diterapkan untuk mengajarkan mahasiswa. Hal terpenting adalah, kalau membuat atau mendirikan bisnis itu tidak bisa berdasarkan pikiran atau perasaan kita, atau hanya dengan menganalisa pesaing. Akan tetapi, harus benar-benar mendalami apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen. Inilah manfaat terbesar design thinking,” jelas Devi.

Selain dapat membimbing mahasiswa untuk merancang ide atau rencana bisnis yang sesuai kebutuhan pasar. Pola pikir design thinking juga dinilai Unika Atma Jaya relevan dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diajarkan universitas serta praktik nyata di lapangan.

“Pendekatan design thinking dari Innovesia kita lihat itu memang berkesinambungan dengan teori yang kami ajarkan di kelas juga dengan apa yang diterapkan di lapangan. Metode ini yang kami rasa merupakan pilihan terbaik untuk saat ini,” lanjut Devi.

Selama empat hari, Innovesia mengajarkan metode design thinking secara intensif. Mulai dari membimbing setiap peserta yang mengikuti program AJIB untuk menemukan ide bisnis yang sesuai kaidah design thinking, mengidentifikasi masalah untuk mencari peluang, memahami permasalahan tersebut dari sudut pandang calon pelanggan, sampai pada pencarian ide untuk memberikan solusi bagi pelanggan dalam bentuk prototype sederhana.

Tak hanya membimbing peserta mematangkan ide bisnis mereka melalui pendekatan design thinking, Innovesia turut memastikan bahwa setiap peserta mampu mengemas dan mengomunikasikan inovasi mereka secara menarik. Melalui kelas Proposal Writing yang digelar secara daring pada 4 September, Innovesia memastikan setiap peserta Bootcamp AJIB mampu membangun pitch deck yang efektif dan menguasai teknik dasar storytelling guna menunjukkan keunggulan inovasinya dengan baik.

Innovesia mengisi kelas Proposal Writing dalam Bootcam Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) (Sumber: Innovesia)

“Inovasi yang baik belum tentu punya dampak yang baik, dari segi revenue maupun sosial jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Kami berharap mahasiswa Unika Atma Jaya bisa mengomunikasikan ide inovasinya dengan sempurna, baik secara verbal maupun non verbal agar setiap goals atau tujuan dari ide tersebut bisa dikomunikasikan dengan jelas,” ujar Fiter Bagus.

Innovesia Mendorong Lahirnya Wirausaha Muda di Indonesia

Seperti Unika Atma Jaya, Innovesia berharap kedepannya akan semakin banyak universitas yang melihat pengembangan kewirausahaan sebagai hal yang krusial untuk dijadikan materi pengajaran dalam kurikulum perkuliahan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyambut masa puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030.

Menciptakan lebih banyak wirausaha juga sejalan dengan mandat Kementerian Koperasi dan UKM yang menargetkan Indonesia berada di peringkat ke-60 pada Global Entrepreneurship Index (GEI) dari saat ini di posisi ke-75 dari 132 negara. Target tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menjadi negara maju.

“Peringkat ini jelas menunjukkan bahwa peluang dunia kewirausahaan di Indonesia masih terbuka luas. Hal inilah yang membuat Innovesia optimis bahwa kehadiran program AJIB menjadi salah satu solusi dalam mencetak potensi wirausaha muda bagi Indonesia. Kami berharap akan semakin banyak perguruan tinggi yang melihat potensi serupa,” ujar Fiter Bagus.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/jawab-tantangan-bonus-demografi-innovesia-bimbing-mahasiswa-unika-atma-jaya-kembangkan-ide-bisnis/feed/ 0
Menciptakan Sistem Pendidikan yang Berfokus pada Siswa Melalui Design Thinking https://designthinking.id/edukasi/menciptakan-sistem-pendidikan-yang-berfokus-pada-siswa-melalui-design-thinking/ https://designthinking.id/edukasi/menciptakan-sistem-pendidikan-yang-berfokus-pada-siswa-melalui-design-thinking/#respond Wed, 13 Sep 2023 08:47:05 +0000 https://designthinking.id/?p=1567 Bukan rahasia lagi jika semakin banyak bisnis sukses menerapkan pendekatan design thinking untuk meningkatkan produk, pengalaman pelanggan hingga memberikan dampak yang luar biasa. Tapi mengapa kita membatasi penggunaan design thinking hanya pada bisnis?

Ketika berbicara mengenai design thinking, kita mungkin terpaku pada efektivitasnya dalam meningkatkan produk, pengalaman pelanggan, hingga memberikan dampak yang luar biasa bagi bisnis. Padahal, design thinking bukan sekedar alat untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Lebih dari itu, design thinking merupakan pola pikir yang mampu diadopsi dalam berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali pada ruang lingkup pendidikan.

Meskipun banyak sekolah hingga perguruan tinggi menggunakan design thinking guna memberdayakan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, pendekatan satu ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar mengajar secara keseluruhan.

Dalam dunia pendidikan, design thinking dengan fokus pada empati merupakan alat yang tepat untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi siswa serta merancang pengalaman belajar yang memenuhi kebutuhan.

Dengan berempati, tenaga pengajar mampu mengembangkan pemahaman akan kebutuhan siswa dan memungkinkan mereka untuk mendesain kurikulum, ruang belajar, hingga aktivitas belajar dan mengajar berdasarkan wawasan atas kebutuhan dan preferensi belajar siswa. Dengan begitu, proses belajar dan mengajar tentunya dapat lebih efektif dan partisipatif.

Michael Schurr misalnya, seorang guru sekolah dasar di New York, Amerika Serikat, memanfaatkan design thinking untuk memaksimalkan kenyamanan para siswa ketika berada di kelas. Alih-alih mengubah tata ruang kelas berdasarkan keinginannya, Michael Schurr memutuskan berbicara langsung dengan siswanya untuk mencari tahu desain ruang kelas terbaik.

Berdasarkan masukan siswanya, Schurr lantas mendesain ulang ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan siswanya dengan lebih baik. Ia menurunkan papan buletin atau mading sehingga siswanya benar-benar dapat melihat isi mading dengan nyaman. Selain itu, Schurr juga menciptakan ruang semi-pribadi yang lebih nyaman bagi siswa untuk belajar.

Dengan perubahan ini, murid-murid Schurr dapat lebih terlibat secara mendetail selama belajar. Schurr juga bisa bergerak lebih leluasa ketika menghampiri siswanya, begitu juga sebaliknya. Sekarang, Schurr secara konsisten melibatkan siswanya untuk membantu membentuk pengalaman belajar yang lebih efektif.

Manfaat design thinking bagi dunia pendidikan juga terlihat dari program “Students Design For Education” atau SD4E, sebuah terobosan untuk membuat sekolah yang dirancang langsung oleh siswa sekolah menengah.

Bermitra dengan Business Innovation Factory, yang paham akan design thinking, sejumlah lembaga pendidikan di Amerika Serikat: Providence Public Schools, Departemen Pendidikan Rhode Island, Youth In Action, Nellie Mae Education Foundation, dan Rhode Island Foundation, memanfaatkan kekuatan kolektif dan kreativitas siswa untuk merancang pengalaman pendidikan yang benar-benar berpusat pada siswa.

Berangkat dari tuntutan dalam meningkatkan kinerja sekolah dan tingkat kelulusan siswanya, kolaborasi antar lembaga pendidikan itu melihat pentingnya pendekatan inovatif untuk mengubah sistem pendidikan. Alih-alih menghabiskan banyak waktu dalam mengembangkan kurikulum baru, kolaborasi ini memutuskan untuk melibatkan orang-orang yang terpengaruh secara langsung dengan sistem pendidikan tersebut, dan siapa lagi kalau bukan para siswa itu sendiri.

Untuk mengumpulkan wawasan para siswa, metode design thinking digunakan sebagai bagian dari meneliti kebutuhan para siswa, merefleksikan dan mengidentifikasi masalah utama, merancang model pendidikan baru.

Dengan menempatkan siswa sebagai pusat penyelesaian masalah, Students Design For Education telah memungkinkan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan dan menguji konsep-konsep baru yang inovatif bersama pemangku kepentingan yang berpengalaman, merancang pendidikan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri, dan mengubah cara pemangku kepentingan dalam melihat sistem pendidikan.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/menciptakan-sistem-pendidikan-yang-berfokus-pada-siswa-melalui-design-thinking/feed/ 0
Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Design Thinking https://designthinking.id/edukasi/meningkatkan-mutu-pendidikan-melalui-design-thinking/ https://designthinking.id/edukasi/meningkatkan-mutu-pendidikan-melalui-design-thinking/#respond Fri, 01 Sep 2023 06:46:02 +0000 https://designthinking.id/?p=1526 Design thinking adalah salah satu metode inovasi yang melibatkan empati, pengumpulan ide, pembuatan purwarupa atau prototype, dan pengujian. Pendekatan ini telah hadir selama bertahun-tahun dan kini kian populer di kalangan bisnis. 

Design thinking
prototype

Perusahaan besar seperti Google dan Apple misalnya, telah lama mengenal design thinking sebagai cara untuk menghasilkan solusi atas masalah yang kompleks. Tapi, tahukah bahwa design thinking juga menawarkan segudang manfaat ketika diterapkan dalam dunia pendidikan?

design thinking
design thinking

Seperti penerapannya pada bisnis, design thinking menawarkan cara pemecahan masalah dengan pendekatan kreatif dan sistematis yang juga bisa diadopsi para pelajar. Dewasa ini, di mana sistem pendidikan tradisional dianggap terlalu kaku karena hanya terfokus pada hafalan, design thinking bisa menjadi alat yang berharga untuk membantu pelajar keluar dari pola tersebut dan menuntun mereka untuk berpikir lebih kreatif. 

design thinking
design thinking

Dengan materi pembelajaran pada pendekatan masalah melalui empati yang merupakan fokus utama design thinking, pelajar dapat memahami bagaimana mempertimbangkan kebutuhan dan perspektif orang lain sehingga mampu menghasilkan solusi yang praktis dan inovatif. 

design thinking

Design thinking pada sisi lain juga mengajak para pelajar menemukan pengetahuan melalui eksplorasi, di mana para pelajar akan dituntun untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah hingga mengembangkan solusi potensial.

Design thinking

Potensi inilah yang turut dilihat Ayu Warsito, sosok Fasilitator Design Thinking di Indonesia. Menurut Ayu, design thinking dapat membantu pelajar menciptakan solusi yang tak hanya berguna bagi dirinya, tapi juga berdampak positif bagi sekitar. Atas dasar inilah Ayu merasa design thinking amat penting untuk diajarkan di lembaga pendidikan formal sebagai salah satu metode pemecahan masalah yang berfokus pada manusia.

design thinking
design thinking

“Metode design thinking dapat diajarkan sejak tingkat SD. Karena design thinking dapat mengembangkan pola pikir anak sebagai dasar untuk pemecahan masalah, serta pengembangan inovasi dan kreativitas di berbagai mata pelajaran,” kata Ayu Warsito, Fasilitator Design Thinking.

design thinking
design thinking

Ayu Warsito ketika mengajarkan pendekatan Design Thinking pada siswa di ajan Youth4Health (Dok. Innovesia)

Ayu Warsito ketika mengajarkan pendekatan Design Thinking pada siswa di ajan Youth4Health (Dok. Innovesia)

Selain membantu pelajar mengembangkan keterampilan kreatif, design thinking juga mengajarkan bagaimana cara merangkul berbagai perspektif, dan kreativitas orang lain dalam upaya menghasilkan solusi terbaik. Hal ini tentu akan mendorong pelajar untuk menghargai keragaman perspektif dan pengalaman yang ada di dunia. 

design thinking

Design thinking yang iteratif juga memberikan izin bagi pelajar untuk gagal dan belajar dari kesalahan, menerima umpan balik dan mengulangi proses berpikir tersebut.

Design thinking

Sifatnya yang adaptif juga membuat design thinking dapat diterapkan pada hampir semua mata pelajaran yang membutuhkan inovasi dan pemecahan masalah yang kreatif. Dalam mata pelajaran sains dan teknologi misalnya, pelajar dapat menggunakan design thinking untuk mengembangkan sumber energi berkelanjutan. Sementara dalam ilmu sosial, design thinking bisa mendorong pelajar untuk meningkatkan inklusi di berbagai aspek kehidupan.

design thinking
design thinking
design thinking

Tak heran jika mempelajari design thinking dapat membantu pelajar untuk memecahkan masalah di dunia nyata. Pelajar pada akhirnya dapat menggunakan pendekatan design thinking untuk membangun masyarakat dalam beradaptasi dengan tantangan yang muncul di kehidupan sehari-hari.

design thinking
design thinking

Ilmu itu juga yang didapat Trisna Kusuma ketika mempelajari design thinking. Mahasiswa Institusi Pendidikan Bogor yang pernah menjadi delegasi Indonesia pada Young People’s Action Team UNICEF itu paham betul pentingnya design thinking ketika harus terjun membantu masyarakat. Bergabung dalam ajang Youth Climate Action Camp dengan tema “From Rural to Climate Resilience Communities”, Trisna dan tim memanfaatkan pendekatan design thinking untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi para petani terkait perubahan iklim.

design thinking.
design thinking
design thinking

Menurut Trisna, design thinking membantunya untuk mengumpulkan masalah nyata para petani, mengesampingkan asumsi dan membantu menciptakan solusi yang tepat guna.

design thinking

“Banyak orang membuat program untuk membantu petani hanya dengan berasumsi ‘oh sepertinya petani butuh ini, butuh itu’ tanpa terjun langsung ke petani, tanpa survei ke mereka. Mereka hanya beranggapan dari asumsi pribadi saja. Sayangnya, setelah program yang disusun diimplementasikan, programnya tidak membuahkan hasil apa-apa karena program yang dibuat tidak dibutuhkan oleh para petani,” ujar Trisna.

Atas dasar inilah Trisna merasa pendekatan design thinking amat penting untuk diajarkan pada institusi pendidikan formal, terlebih di bangku perkuliahan mengingat salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat.

design thinking

“Design Thinking membantu kita mengesampingkan asumsi dan mendalami masalah langsung dari orang yang mengalaminya, dan itu sangat penting diajarkan di bangku kuliah karena dapat membantu mahasiswa misalnya dalam mendesain program yang tepat ketika melakukan pengabdian ke masyarakat seperti KKN,” jelas Trisna.

Menanamkan Pola Pikir Design Thinking Bersama Innovesia

Menanamkan Pola Pikir
Design Thinking
Design Thinking
Bersama Innovesia

Menyadari besarnya manfaat yang bisa diberikan design thinking dalam dunia pendidikan, Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi sekaligus salah satu pengadopsi awal design thinking di Indonesia, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama untuk menanamkan pola pikir satu ini.

design thinking
design thinking

Universitas Bina Nusantara atau BINUS UNIVERSITY misalnya, perguruan tinggi peraih penghargaan The Global Most Innovative Knowledge Enterprise (MIKE) Award selama 4 kali berturut-turut itu telah lama melihat potensi besar yang bisa didapat para mahasiswanya dari mempelajari design thinking. 

design thinking. 

BINUS UNIVERSITY (Dok. BINUS UNIVERSITY)

BINUS UNIVERSITY (Dok. BINUS UNIVERSITY)

Sebagai mitra, Innovesia berkolaborasi bersama BINUS UNIVERSITY dalam mengembangkan silabus serta menyusun modul dasar pembelajaran design thinking untuk kelas Entrepreneurship Track. Innovesia bersama jaringan expert yang dimilikinya juga turut mengajarkan pola pikir satu ini kepada mahasiswa BINUS UNIVERSITY yang mengikuti kelas tersebut.

design thinking
expert

Pola pikir design thinking diyakini BINUS UNIVERSITY tak hanya mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa, tapi juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah sampai pada membuat solusi yang benar-benar mampu menyelesaikan masalah tersebut.

design thinking

“Karena penerapannya pada entrepreneur, kami ingin supaya anak-anak bisa membuat suatu inovasi yang baru, dan itu tidak hanya soal menciptakan produk atau bisnis baru. Tapi juga mengajarkan mahasiswa dalam menemukan atau mengidentifikasi masalah yang ada untuk kemudian membuat solusinya. Dengan design thinking ini, mahasiswa juga diharapkan mampu mengasah kemampuan problem solving mereka,” ujar Raissa Listy Almanda, Entrepreneurship and Incubation Section Head di Center for Innovation, Design, and Entrepreneurship Research (CIDER) BINUS International

entrepreneur
design thinking
problem solving

Meski tujuan utamanya adalah mendorong mahasiswa untuk berinovasi, Raissa tak menampik jika design thinking turut membantu mengembangkan kemampuan interpersonal atau soft skill seperti keterampilan komunikasi ketika diharuskan melakukan immersion kepada target pelanggan.

design thinking
soft skill
immersion

“Banyak sekali kemampuan yang diasah ketika mempelajari design thinking. Karena design thinking mengharuskan mahasiswa melakukan immersion, bertemu dengan target customer, berdiskusi bersama mereka, dan menggali insight atau masalah yang mereka alami. Jadi, banyak social skill yang secara tidak langsung juga diajarkan, salah satunya kemampuan berkomunikasi,” jelas Raissa.

design thinking.
design thinking
immersion
customer,
insight
social skill

Lebih dari itu, kemampuan berpikir kritis mahasiswa juga dinilai Raissa turut terasah ketika mempelajari design thinking. Pasalnya, design thinking mengajarkan mahasiswa untuk menciptakan solusi berdasarkan fakta dan bukan asumsi mereka semata

design thinking.
click this link here now
design thinking

Setelah mengidentifikasi masalah, design thinking juga mengharuskan mahasiswa menganalisa dan menciptakan solusi dan itu mengasah critical thinking juga,” lanjut Raissa.


design thinking
critical thinking

Telah diajarkan selama lebih dari satu dekade, design thinking diyakini  BINUS UNIVERSITY sebagai metode yang tepat untuk mengajarkan mahasiswa menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, seraya mengasah ragam keterampilan personal yang berguna dan menjadi bekal untuk masa depan mereka.


design thinking

“Jadi design thinking tak hanya mengajarkan mahasiswa bagaimana caranya membangun bisnis yang menguntungkan, tapi mereka juga punya skill yang applicable yang bisa mereka terapkan di manapun, tidak terbatas di bidang entrepreneurship saja. Kalau misalnya nanti mereka kerja di perusahaan, atau misalnya mengerjakan hal lain, metode ini bisa dipakai,” ujar Raissa.

design thinking
skill
applicable
entrepreneurship

]]>
https://designthinking.id/edukasi/meningkatkan-mutu-pendidikan-melalui-design-thinking/feed/ 0
Menelisik Cara Google Ciptakan Inovasi Pendidikan Melalui Design Thinking https://designthinking.id/edukasi/menelisik-cara-google-ciptakan-inovasi-pendidikan-melalui-design-thinking/ https://designthinking.id/edukasi/menelisik-cara-google-ciptakan-inovasi-pendidikan-melalui-design-thinking/#respond Tue, 22 Aug 2023 08:39:21 +0000 https://designthinking.id/?p=1495

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Dengan design thinking, Google sukses menciptakan pengalaman belajar baru bagi anak-anak untuk melakukan eksperimen coding secara interaktif.

Belajar kode atau coding bukan hanya soal mengetahui simbol dan sintaksis. Lebih dari itu, belajar coding sejak dini diyakini mampu menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Kemampuan ini lahir karena melalui coding, anak-anak dapat terinspirasi untuk membangun hal-hal baru dan berinteraksi dengan serangkaian objek.

coding
coding
coding,
coding
coding
Our children must learn to code but the future lies in being human,
coding.

Pertama, coding membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Seperti yang Steve Jobs katakan: “Setiap orang harus tahu cara memprogram komputer, karena itu mengajari Anda cara berpikir.”

coding

Kedua, belajar coding memberi anak-anak alat untuk menjadi produsen dan bukan sekedar konsumen teknologi. Dengan begitu, anak-anak akan memiliki daya saing sebagai tenaga kerja mengingat coding dan pemrograman komputer diprediksi menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak diburu pencari kerja di masa depan.

coding
coding

Meski begitu, Google tak melihat coding dan pemrograman komputer sebagai keterampilan kerja. Menurut mereka, coding merupakan literasi dasar yang harus dipelajari semua orang. Menurut Google, coding harus diajarkan sedini mungkin bukan untuk memudahkan anak-anak mencari pekerjaan ketika sudah dewasa, tapi agar mereka memiliki keterampilan berpikir yang baik.

coding
coding
coding

Dengan pemikiran tersebut, Google Creative Lab datang ke IDEO, sebuah studio desain yang berfokus pada manusia atau human-centered design seperti design thinking, untuk membuat media pembelajaran coding yang sederhana dan interaktif bagi anak-anak tanpa melibatkan layar komputer.

human-centered design
design thinking,
coding

1. Inspiration

1. Inspiration

Project Bloks (Sumber: Google)

Project Bloks (Sumber: Google)

Untuk mulai membangun media belajar coding yang interaktif bagi anak-anak, Google Creative Lab bersama IDEO harus lebih dulu memahami bagaimana anak-anak berinteraksi dengan aktivitas pemrograman dan membuatnya menjadi lebih menarik bagi mereka. Tahap inilah yang disebut sebagai inspiration dalam design thinking, di mana Google dituntut untuk memahami dan merasakan permasalahan yang ada demi membantu menemukan solusi terbaik.

coding
inspiration
design thinking

Pasalnya, belajar pemrograman seperti coding bisa sangat melelahkan bahkan bagi orang dewasa sekalipun. Bagaimana tidak, untuk membangun aplikasi yang paling sederhana saja, seorang programmer dapat menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari di depan komputer. Tetapi mengingat kian pentingnya ilmu satu ini bagi dunia modern, banyak peneliti seperti di Google yang tergerak untuk membuatnya lebih menyenangkan dan mudah didekati, terutama untuk anak-anak dengan sedikit kesabaran.

coding
programmer

Atas dasar ini, Google hendak menciptakan metode pembelajaran coding, yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak, yang memungkinkan anak-anak mendapatkan landasan dalam konsep dasar komputasi.

coding,

2. Ideation

2. Ideation

Ragam blok pada Project Bloks dari Google (Sumber: Google)

Ragam blok pada Project Bloks dari Google (Sumber: Google)
hot

Setelah memahami tantangan yang dihadapi anak-anak, kini saatnya tim desainer mengumpulkan berbagai ide atau solusi dalam tahap ideation. Tim dari Google Creative Lab dan IDEO mendesain seperangkat blok guna menemukan cara anak-anak dapat belajar coding melalui objek nyata. Setiap blok diberi fungsi dan bentuk tertentu, membimbing anak-anak untuk mengatur, menggabungkan, dan mengatur ulang blok untuk membuat perintah dan mengontrol hal-hal seperti robot atau speaker di dunia nyata.

ideation.
coding

Selama tahap ideation, tim desainer juga mencoba berbagai media pembelajaran fisik lain seperti sketsa, inti busa, kertas, Play-Doh, dan cetakan 3D untuk melihat bagaimana perubahan bentuk media pembelajaran mempengaruhi pengalaman belajar anak-anak. Semua hal ini dilakukan agar lebih memahami apa yang mampu memperdalam keterlibatan anak-anak, dan meningkatkan keingintahuan mereka.

ideation,

Proses ideation juga membimbing tim desainer untuk memikirkan kembali anak-anak sebagai target pengguna. Hal ini membuat mereka menyadari bahwa solusi yang mereka buat haruslah mengikuti naluri alami anak-anak. Mengingat anak-anak baru belajar membaca dari kiri ke kanan, tim kemudian mengubah susunan perintah coding yang tadinya dari atas ke bawah menjadi dari kiri ke kanan.

ideation
coding

3. Implementation

3. Implementation

Project Bloks dari Google (Sumber: Google)

Project Bloks dari Google (Sumber: Google)

Untuk lebih memahami bagaimana fitur sistem memungkinkan cara baru untuk berinteraksi dengan blok mereka, Google melakukan prototyping dengan merancang “Coding Kit”, yang berisi satu set blok untuk pengajaran pemrograman. Dalam design thinking, prototyping kian krusial untuk mengubah ide menjadi sesuatu yang nyata dan mengujinya.

prototyping
design thinking, prototyping

Selama beberapa bulan pengujian, Google bekerja dengan lebih dari 150 anak untuk memahami bagaimana mereka bermain dengan Coding Kit tersebut. Hasilnya mengejutkan. Program pembelajaran yang didesain untuk memenuhi kebutuhan anak-anak itu memungkinkan mereka dengan cepat memahami prinsip-prinsip pemrograman.

Dalam menit pertama, anak-anak dapat mengetahui cara menghubungkan blok dan mengarahkannya. Dalam lima menit pertama, mereka juga memahami urutan eksekusi, dan sebagian besar dari mereka melepas dan mengganti sejumlah keping blok dengan mudah di Base Board.

Meski menuai kesuksesan, prototyping membuat tim desainer menemukan adanya kekurangan pada desain Coding Kit mereka. Pasalnya, beberapa anak kesulitan memahami konsep perulangan dalam coding. Anak-anak juga kesulitan mengidentifikasi kesalahan dalam program mereka. Untuk menyelesaikan hal ini, tim desainer dari Google kemudian menyertakan sejumlah alat debugging semacam umpan balik langsung yang membantu anak-anak melihat masalah dengan coding mereka sebelum menjalankannya.

prototyping
coding
debugging
coding

Project Bloks, Sebuah Inovasi untuk Pendidikan

Project Bloks, Sebuah Inovasi untuk Pendidikan

Dengan memahami kebutuhan nyata anak-anak, Google Creative Lab berhasil menciptakan Project Bloks, sebuah media pembelajaran interaktif yang memungkinkan anak-anak cara menyusun coding menggunakan blok fisik.

coding

Seperti namanya, Project Bloks terdiri dari elemen fisik berbentuk blok, yang terdiri dari pucks atau keping, base board dan brain board. Ketika dihubungkan bersama, ketiga blok ini dapat membentuk semacam urutan perintah yang sederhana. Pucks misalnya terdiri dari kepingan blok yang berisi jenis kontrol yang berbeda, seperti saklar hidup atau mati maupun panah arah. 

pucks
base board
brain board
Pucks

Sementara base board merupakan jenis blok yang dilengkapi komponen elektronik dan memiliki konektor di semua sisi, sehingga dapat disatukan dalam sejumlah konfigurasi dan memungkinkan aliran pemrograman yang berbeda. Terakhir, brain board adalah unit pemrosesan dari keseluruhan Project Bloks. Blok satu ini bertugas menerima perintah dari base board, menafsirkan perintah itu, dan mengirimkannya melalui koneksi WiFi atau Bluetooth ke perangkat yang terhubung.

base board
brain board
base board

Dengan menggabungkan blok-blok ini, anak-anak dapat menciptakan alur kerja yang mengajarkan konsep dasar pemrograman seperti urutan, perulangan, dan pengambilan keputusan. Project Bloks berfokus pada kesederhanaan, kreativitas, dan interaksi fisik untuk memperkenalkan anak-anak pada dasar-dasar pemrograman. 

Inovasi ini jelas merupakan contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendidik anak-anak tentang literasi digital dengan cara yang intuitif dan menyenangkan. Dengan Project Bloks, tenaga pengajar juga dapat mengembangkan cara baru dalam mengajar dan mengeksplorasi pemrograman karena sifatnya yang adaptif.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/menelisik-cara-google-ciptakan-inovasi-pendidikan-melalui-design-thinking/feed/ 0
Inovasi Hadapi Tech Winter, Innovesia Bekali Peserta di UI Innovation War 2023 https://designthinking.id/edukasi/inovasi-hadapi-tech-winter-innovesia-bekali-peserta-di-ui-innovation-war-2023/ https://designthinking.id/edukasi/inovasi-hadapi-tech-winter-innovesia-bekali-peserta-di-ui-innovation-war-2023/#respond Wed, 16 Aug 2023 07:14:21 +0000 https://designthinking.id/?p=1473 Bertema “Resilient Business Strategy: Turning Volatility into Opportunity with Dynamic Up-to-Date Solution”, kompetisi business plan dan business case tingkat nasional itu ditujukan untuk meningkatkan kreativitas para peserta dalam menciptakan rencana bisnis yang berkelanjutan, juga menyediakan inovasi dan strategi dalam memecahkan business case nyata di tengah fenomena tech winter.

business plan
business case
tech winter
startup
startup
rapid growth.
startup

Namun, dengan berangsur pulihnya kondisi dunia dari pandemi Covid-19 ditambah meningkatnya laju inflasi dan kondisi geopolitik yang tak stabil, mendorong Bank Sentral Amerika Serikat untuk kembali meningkatkan suku bunganya bahkan hingga menyentuh tujuh kali lipat pada tahun 2022. Sayangnya, peningkatan suku bunga ini turut menjadi cikal bakal adanya tech Winter, sebuah kondisi dimana perusahaan startup satu per satu runtuh karena berkurangnya dana investasi yang mereka terima dari para investor.

tech Winter
startup. 

Fenomena ini menjadi tantangan besar yang diangkat UI Innovation War 2023 tahun ini. Pasalnya, fenomena tech winter telah memaksa perusahaan seperti startup untuk tak cuma mengejar rapid growth tapi mulai berfokus pada pertumbuhan profit. Fenomena tech winter jelas menuntut startup untuk berinovasi, menciptakan sumber pendapatan atau revenue stream baru tanpa lagi harus membakar uang demi menarik lebih banyak pelanggan.

tech winter
startup
rapid growth
tech winter
startup
revenue stream

Atas dasar itu, ajang Workshop Business Case Competition and Mini Case Trial ini diharapkan mampu menambah wawasan, menumbuhkan kreativitas dan kemampuan analitis para peserta untuk menjawab tantangan bisnis yang kompleks.

Workshop ini adalah ajang di mana para peserta dapat menambah wawasan dan inspirasi di era inovasi dan teknologi yang berkembang pesat bagi bisnis. Dengan tujuan untuk memperkaya wawasan dan pemahaman tentang berbagai aspek bisnis, acara ini menghadirkan serangkaian webinar dengan speaker ternama yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya masing-masing,” ujar Caturangga Argya, Vice Project Officer UI Innovation War 2023, dalam sambutannya pada Sabtu (5/8).

Workshop

Poster ajang UI Innovation War 2023 (Sumber: Istimewa)

Poster ajang UI Innovation War 2023 (Sumber: Istimewa)

Pada kesempatan kali ini, Innovesia dipercaya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) selaku penyelenggara UI Innovation War 2023 untuk menyediakan studi kasus yang menjadi bahan diskusi para peserta selama workshop berlangsung. Dalam waktu 45 menit, para peserta diharapkan dapat berkolaborasi untuk memecahkan masalah bisnis secara inovatif dan visioner. Innovesia dalam hal ini juga terlibat dalam menilai hasil studi para peserta dalam mini case competition.

workshop
mini case competition.

“Acara ini juga menyelenggarakan mini case competition di mana peserta akan menghadapi tantangan sebenarnya dalam rangkaian kasus yang menarik. Dalam 45 menit, para peserta diharapkan mampu menerapkan kemampuan analitis, kreativitas dan kerja tim mereka dalam menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks,” jelas Caturangga Argya.

mini case competition

Fiter Bagus Cahyono selaku Direktur Innovesia berpendapat, Workshop Business Case Competition and Mini Case Trial memberi kesempatan bagi para peserta untuk mengasah keterampilan mereka dalam menciptakan ide bisnis dengan belajar langsung dari kasus bisnis di dunia nyata.

“Dengan adanya UI Innovation War, mahasiswa yang menjadi peserta diharapkan mampu mengasah keterampilannya dalam melihat situasi bisnis terkini serta ke depan dan mengaplikasikan pola pikir jangka panjang agar bisnis yang dijalani bisa berkelanjutan,” ujar Fiter Bagus.

Selain menyediakan studi kasus untuk diselesaikan, Mia Astari Vice President of Corporate Innovation yang mewakili Innovesia, juga membekali para peserta dengan pendekatan design thinking untuk membantu para peserta membangun atau menciptakan inovasi produk, layanan atau model bisnis yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan atau pasar. 

design thinking

Dengan materi design thinking, Mia berharap para peserta mampu menciptakan ide bisnis yang benar-benar menjawab kebutuhan target penggunanya atau product market-fit dan bukan mengedepankan teknologi atau fiturnya.

design thinking,
product market-fit

Design thinking merupakan sebuah jembatan dalam pembangunan Kanvas Model Bisnis yang membantu pendefinisian Segmen Pelanggan dan Proposisi Nilai yang ditawarkan untuk pengguna. Dengan design thinking, pelaku bisnis bisa mendalami kebutuhan pelanggan dan memperbaiki produknya agar kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan dan keberlanjutan bisnis bisa dipertahankan,” ujar Mia Astari.

Design thinking

Mia Astari sebagai salah satu pemateri dalam UI Innovation War 2023. (Sumber: Tangkapan Layar)

Mia Astari sebagai salah satu pemateri dalam UI Innovation War 2023. (Sumber: Tangkapan Layar)

Pada kesempatan yang sama, Mia juga memberikan pemahaman terkait kanvas model bisnis atau business model canvas (BMC) yang akan menuntun para peserta menyusun ide bisnis mereka dengan lebih terstruktur. Dengan BMC, para peserta dituntun melihat hubungan logis antara komponen-komponen dalam bisnis mereka dan membantu mereka menemukan proposisi nilai. BMC juga dapat berguna untuk menguji konsistensi keterkaitan antara satu komponen dapat memiliki pengaruh terhadap komponen lainnya.

business model canvas

Adapun setelah penyelenggaraan Workshop Business Case Competition and Mini Case Trial, ajang UI Innovation War 2023 akan dilanjutkan dengan Workshop Business Plan Competition dan Business Model Canvas Trial untuk membantu para peserta membangun bisnis mereka dengan cara yang ahli. 

Para peserta nantinya juga akan dibekali dengan serangkaian kegiatan pendampingan atau mentoring untuk menguatkan rancangan bisnis mereka sebelum mempresentasikannya di hadapan dewan juri. Rangkaian workshop, mentoring dan kompetisi UI Innovation War 2023 ini tak lain ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan di kalangan remaja.

mentoring
workshop, mentoring

“Innovesia berharap, ke depannya akan semakin banyak kegiatan atau kompetisi seperti UI Innovation War 2023 untuk pengembangan jiwa kewirausahaan sedini mungkin, juga meningkatkan keterampilan pelajar dalam analisis bisnis, dan pemecahan masalah melalui serangkaian workshop dan pendampingan atau mentoring,” ujar Fiter Bagus.

workshop
mentoring,”

Innovesia selalu terbuka akan kesempatan baik seperti ini dalam mendukung pengembangan kapabilitas generasi masa depan Indonesia demi kemajuan bangsa.

you can find out more

]]>
https://designthinking.id/edukasi/inovasi-hadapi-tech-winter-innovesia-bekali-peserta-di-ui-innovation-war-2023/feed/ 0
Tiga Langkah Kunci Tingkatkan Efektivitas Open Innovation, Salah Satunya adalah Kolaborasi dengan Kompetitor https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/ https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/#respond Thu, 06 Jul 2023 05:14:01 +0000 https://designthinking.id/?p=1273 open innovation.
open innovation
startup,
open innovation

Fiter Bagus, Direktur Innovesia, perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, menuturkan open innovation menjadi kian krusial untuk membantu perusahaan dengan cepat merespon segala bentuk perubahan dan tantangan bisnis terkini dan di masa depan.

open innovation

“Dalam konteks saat ini, organisasi perlu menerapkan praktik inovasi terbuka tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan R&D dalam berinovasi, tetapi juga untuk secara radikal memikirkan kembali strategi bisnis, bahkan untuk memenuhi tuntutan tujuan keberlanjutan perusahaan,” jelas Fiter Bagus.

Dengan lingkungan bisnis yang makin kompleks, open innovation menjadi lebih relevan dari sebelumnya dengan 71% perusahaan mengaku berencana meningkatkan investasi dalam open innovation setidaknya hingga dua tahun ke depan. Sayangnya, masih banyak perusahaan kesulitan mencapai hasil optimal dari open innovation.

open innovation
open innovation
open innovation.
The Power of Open Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation

Ketika diminta menilai kualitas hasil atau output yang dicapai, 45% perusahaan mengaku lebih menyadari hasil positif ketika berkolaborasi bersama pelanggan diikuti pemasok dengan 40% suara. Sementara hanya 38% perusahaan yang memperoleh hasil positif ketika berkolaborasi dengan startup dalam open innovation. Padahal, mayoritas atau sekitar 65% pemimpin open innovation atau mereka yang telah berpengalaman luas mempraktikan open innovation lebih memilih bekerja sama dengan startup dibandingkan mitra eksternal lainnya.

output
startup
open innovation.
open innovation
open innovation
startup

Selain itu, hambatan lain dalam open innovation juga berasal kurangnya keselarasan inisiatif dan visi serta strategi antar mitra yang dirasakan oleh sekitar 58% perusahaan. Minimnya budaya yang mendorong perusahaan untuk mengambil risiko juga menjadi kendala terbesar penerapan open innovation. Hampir dua pertiga atau sekitar 64% organisasi menyebutkan kurangnya budaya seperti itu menjadi tantangan utama dalam menerapkan open innovation.

open innovation
open innovation.
open innovation.

Kabar baiknya, ada tiga langkah mudah yang perlu perusahaan lakukan untuk memastikan praktik open innovation yang dilakukan membuahkan hasil positif. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

open innovation

1. Membangun Landasan Open Innovation yang tepat

1. Membangun Landasan
Open Innovation
Open Innovation
yang tepat

Mengingat hambatan utama open innovation berasal dari minimnya keselarasan inisiatif dan visi antar mitra, perusahaan harus memiliki pondasi yang jelas dan tepat ketika menerapkan open innovation. Mulailah membangun pondasi dengan menetapkan tujuan yang hendak dicapai dari praktik open innovation yang akan dilakukan dan mengembangkan budaya serta pola pikir yang tepat.

open innovation
open innovation.
open innovation

Selanjutnya, pastikan tujuan itu selaras dengan visi dan strategi organisasi. Pasalnya, tujuan inilah yang akan memandu perusahaan dalam memilih mitra inovasi yang tepat dan menetapkan ekspektasi. Setelah mendapatkan mitra inovasi yang potensial, perusahaan wajib mempertimbangkan manfaat kolektif bagi perusahaan juga mitra inovasi. Open innovation juga mengharuskan perusahaan untuk terbuka terhadap data dan berbagi pengetahuan dengan para mitra agar inovasi bersama yang nantinya dihasilkan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal.

Open innovation
get the deal

“Kemitraan yang kuat didirikan atas dasar pertukaran nilai. Agar open innovation benar-benar berfungsi, perusahaan harus mempertimbangkan manfaat dan dampak kolektif dari kolaborasi agar pihak-pihak yang terlibat dapat sama-sama bertumbuh dengan baik,” jelas Fiter Bagus.

open innovation

2. Memperluas Ruang Lingkup Open Innovation

2. Memperluas Ruang Lingkup
Open Innovation
Open Innovation

Mengingat kompleksitas lingkungan bisnis saat ini, penting bagi perusahaan untuk berinovasi secara kolaboratif di berbagai bidang. Menurut Capgemini Research Institute, perusahaan yang telah menyadari hasil positif dari open innovation berencana memperluas inovasi mereka di area bisnis baru yang bahkan berpotensi lebih berisiko.

open innovation

“Risiko adalah aspek yang berhubungan erat dengan inovasi. Atas dasar itu, alih-alih menghindari risiko, perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang aman bagi tim inovasi untuk beroperasi. Lingkungan yang aman ini sendiri mencakup kebebasan untuk membuat kesalahan dan kegagalan, yang merupakan faktor kunci keberhasilan inovasi. Dengan begitu proses inovasi akan mampu menghasilkan ide-ide yang tidak hanya solutif tapi juga baru dan beda,” kata Fiter Bagus.

,

Kini, perusahaan harus lebih terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai mitra, selain pelanggan dan pemasok mereka. Perusahaan juga harus menerapkan open innovation untuk tujuan yang lebih ambisius dan menjajaki peluang inovasi yang lebih luas.  

open innovation

Survei Capgemini Research Institute menunjukkan semakin banyak pemimpin inovasi bersedia mengeksplorasi lebih banyak peluang inovasi melalui kolaborasi bersama mitra konvensional seperti perusahaan di luar industri mereka, atau bahkan dengan pesaing. Sebanyak 50% pemimpin berkolaborasi dengan perusahaan dari industri lain dan bahkan 45% perusahaan memilih berkolaborasi dengan pesaing mereka.

3. Mengadopsi Pendekatan yang Disesuaikan untuk Setiap Mitra

3. Mengadopsi Pendekatan yang Disesuaikan untuk Setiap Mitra

Perlu diingat bahwa setiap organisasi memiliki perbedaan yang signifikan dalam cara mereka beroperasi atau berinovasi. Cara institusi akademik beroperasi pastilah berbeda dengan yang dilakukan startup atau organisasi nirlaba. Masing-masing dari mereka pasti memiliki cara kerja yang berbeda, kebutuhan serta harapan yang berbeda pula dari kolaborasi.

startup

Untuk mengatasi hambatan ini, sebaiknya buat tim fasilitator untuk membantu mitra inovasi dalam hal orientasi. Fasilitator dapat bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dan mitra inovasi untuk menetapkan harapan dan aturan keterlibatan, dan memperkuat hubungan di antara keduanya. Selain itu, fasilitator juga bertindak memastikan keterlibatan mitra dan partisipasi mereka dalam setiap inisiatif. 

Open Innovation Bersama Innovesia

Open Innovation
Open Innovation
Bersama Innovesia

Sebagai pionir ekosistem open innovation di Indonesia, Innovesia telah membantu perusahaan maupun instansi pemerintah berinovasi melalui open innovation. Termasuk mengembangkan kemitraan strategis dan membantu perusahaan menetapkan tujuan inovasi yang didasarkan pada kebutuhan pengguna. 

open innovation
open innovation.

Melalui layanan konsultasi end to end yang strategis, Innovesia turut membantu organisasi mengembangkan strategi, eksekusi dan implementasi inovasi termasuk open innovation untuk pengembangan bisnis, model bisnis, dan inovasi proses bisnis. Berdiri sejak 2015, Innovesia juga memiliki jaringan fasilitator yang luas dari berbagai latar belakang dan industri untuk dan memastikan berlangsungnya proses inovasi yang kolaboratif.

end to end
open innovation

Selain kemampuannya menjelajahi potensi inovasi dari luar organisasi, Innovesia juga berpengalaman membantu perusahaan menanamkan budaya inovasi untuk mengadopsi pola pikir inovasi yang tepat melalui pengembangan kapasitas atau sesi pelatihan.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/tiga-langkah-kunci-tingkatkan-efektivitas-open-innovation-salah-satunya-adalah-kolaborasi-dengan-kompetitor/feed/ 0
Riset Ungkap Crowdsourcing Jadi Model Open Innovation Paling Efektif Bagi Bisnis https://designthinking.id/edukasi/riset-ungkap-crowdsourcing-jadi-model-open-innovation-paling-efektif-bagi-bisnis/ https://designthinking.id/edukasi/riset-ungkap-crowdsourcing-jadi-model-open-innovation-paling-efektif-bagi-bisnis/#respond Wed, 05 Jul 2023 06:52:20 +0000 https://designthinking.id/?p=1257 Open innovation telah terbukti membantu perusahaan menghadapi kompleksitas lingkungan bisnis yang menuntut mereka berinovasi secara kolaboratif di berbagai bidang. Dari berbagai model open innovation, crowdsourcing dinilai perusahaan sebagai cara berinovasi paling efektif dalam menjawab tantangan bisnis saat ini.

Open innovation
open innovation, crowdsourcing
crowdsourcing

Crowdsourcing
hackathon
crowdsourcing,
open innovation
crowdsourcing
crowdsourcing
open innovation

Selain crowdsourcing, 34% perusahaan yang disurvei juga melaporkan efektivitas program akselerator dan inkubator sebagai sarana berinovasi. Namun, jumlahnya jelas terpaut jauh dengan banyaknya perusahaan yang mengakui efektivitas crowdsourcing. 

crowdsourcing,
crowdsourcing. 

Berbeda dengan crowdsourcing, akselerator dan inkubator sendiri merupakan sarana berinovasi di mana perusahaan mendukung startup dengan penawaran yang layak atau memfasilitasi mereka untuk dapat berkembang secara pesat. Sebagai timbal balik, perusahaan yang membuat program dapat menerapkan atau mengadopsi teknologi yang dimiliki startup untuk perkembangan bisnisnya.

crowdsourcing,

startup
startup

Perbedaan yang signifikan dalam tingkat efektivitas ini sekaligus menunjukkan bahwa selain crowdsourcing, sebagian besar model open innovation belum terbukti efektif secara konsisten untuk sebagian besar organisasi. Begitu juga dengan model klien ventura atau venture client model yang hanya dinilai efektif oleh 32% perusahaan.

crowdsourcing,
open innovation
venture client model

Di antara model open innovation, open innovation lab dinilai paling tidak efektif di mana hanya 24% perusahaan yang melaporkan efektivitas model ini. Secara definisi, open innovation lab merupakan semacam pusat inovasi atau ruang kreasi bersama yang disiapkan oleh perusahaan untuk mendorong inovasi dengan melibatkan entitas eksternal seperti startup, pelanggan, dan lain sebagainya.

open innovation, open innovation lab
open innovation lab

startup
The Power of Open Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All
open innovation lab
open innovation lab

Walau memiliki nilai efektivitas yang berbeda-beda, model open innovation yang diadopsi perusahaan umumnya bervariasi sesuai dengan filosofi inovasi masing-masing perusahaan. Misalnya, sebuah perusahaan mungkin lebih memilih venture client model, di mana perusahaan dapat bermitra dengan startup sebagai klien pertama mereka, untuk mengakses produk startup dan mengintegrasikannya dengan bisnis perusahaan. 

open innovation
venture client model,
startup
startup

Sedangkan, perusahaan lain mungkin lebih suka bekerja sama dengan pihak-pihak eksternal melalui open innovation lab yang memungkinkan mereka menawarkan sumber daya perusahaan dengan imbalan kontrol yang lebih besar atas hasil dan kekayaan intelektual yang diciptakan bersama di laboratorium tersebut.

open innovation lab

Selain itu, umumnya open innovation yang dijalankan perusahaan tidak terbatas pada satu jenis model saja. Capgemini Research Institute mencatat, hampir semua dari 1.000 perusahaan yang disurvei telah menerapkan lebih dari satu model open innovation. 

open innovation
my review here
open innovation. 

Telefónica, misalnya. Perusahaan telekomunikasi multinasional asal Spanyol yang merupakan salah satu operator telepon dan penyedia jaringan seluler terbesar di dunia itu memiliki banyak kendaraan untuk menjalankan open innovation. Beberapa di antaranya, yakni Telefónica Ventures yang berinvestasi di sejumlah startup; program akselerator startup bernama Wayra; Wayra Builder; dan Open Future yang merupakan program kolaborasi startup melalui berbagai inisiatif, termasuk jaringan ruang kolaborasi fisik.

open innovation
startup
startup
startup

Mengapa Crowdsourcing Begitu Efektif?

Mengapa
Crowdsourcing
Crowdsourcing
Begitu Efektif?

Dalam konteks inovasi, crowdsourcing kian populer dalam beberapa tahun terakhir karena memungkinkan perusahaan menggunakan sumber daya dari luar untuk memunculkan ide-ide baru selagi menghemat waktu dan biaya. Crowdsourcing jelas lebih hemat biaya daripada mempekerjakan tim ahli baru untuk proyek baru. Dengan crowdsourcing, perusahaan cukup menawarkan sejumlah hadiah untuk memotivasi pihak eksternal dalam menciptakan solusi untuk perusahaan.

crowdsourcing
Crowdsourcing
crowdsourcing,
crowdsourcing
crowdsourcing

“Salah satu manfaat utama crowdsourcing adalah latar belakang peserta yang beragam. Mereka bisa berasal dari status sosial ekonomi yang berbeda, pengalaman yang berbeda, dan bahkan lintas negara. Saat perusahaan menggelar crowdsourcing, mereka juga mengundang kelompok peserta yang sangat beragam dan memberikan berbagai perspektif tentang masalah yang dihadapi perusahaan. Alhasil, bisnis memperoleh ide atau solusi dari berbagai latar belakang budaya dan sosial ekonomi,” jelas Fiter Bagus.

crowdsourcing
crowdsourcing

Sebagai sosok berpengalaman dalam open innovation, Fiter Bagus menilai crowdsourcing tidak hanya membantu bisnis dalam mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi, tapi juga membantu bisnis memperkuat hubungan antara perusahaan dan konsumen.

open innovation,
crowdsourcing

Crowdsourcing merupakan alat pemasaran paling cerdas karena dapat menjadi sarana memasarkan nama perusahaan mereka ke khalayak luas dan melibatkan mereka dengan cara yang menyenangkan. Bahkan, crowdsourcing yang berorientasi pada konsumen juga mampu menciptakan lebih banyak keterlibatan atau loyalitas konsumen,” lanjut Fiter Bagus.

Crowdsourcing
crowdsourcing
crowdsourcing,
crowdsourcing

Sebagai pionir ekosistem open innovation di Indonesia, Innovesia telah dipercaya berbagai perusahaan dari industri yang berbeda-beda, untuk membantu mereka memanfaatkan sumber daya eksternal dalam berinovasi tak terkecuali melalui crowdsourcing. Melalui open innovation, Innovesia dipercaya menjelajahi potensi inovasi dari luar perusahaan untuk mengembangkan kemitraan strategis dan kolaborasi untuk ide-ide inovatif.

open innovation
crowdsourcing.
open innovation,
Narrowband Internet of Things
Boosting Innovator and Greenovator in the Mining Industry

Sejak berdiri pada 2015 sampai saat ini, Innovesia selalu terbuka bagi siapa saja yang bersemangat memanfaatkan segala sumber daya dalam berinovasi.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/riset-ungkap-crowdsourcing-jadi-model-open-innovation-paling-efektif-bagi-bisnis/feed/ 0
Open Innovation Bantu Perusahaan Atasi Keterbatasan Sumber Daya dalam Berinovasi https://designthinking.id/edukasi/open-innovation-bantu-perusahaan-atasi-keterbatasan-sumber-daya-dalam-berinovasi/ https://designthinking.id/edukasi/open-innovation-bantu-perusahaan-atasi-keterbatasan-sumber-daya-dalam-berinovasi/#respond Thu, 22 Jun 2023 07:44:11 +0000 https://designthinking.id/?p=1227 Gartner CMO Brand Strategy and Innovation Survey
Harvard Business Review

Profesor emeritus perilaku organisasi di McMaster University, Min Basadur yang pernah meneliti preferensi dan peran inovasi lebih dari 100.000 karyawan dari banyak institusi ternama di 84 negara, menjelaskan setidaknya perusahaan membutuhkan empat tipe inovator di perusahaan agar inovasi yang mereka lakukan berhasil.

Keempat tipe inovator itu adalah: generator yang memiliki kemampuan mengidentifikasi masalah dan solusi berdasarkan pengalaman langsung mereka; conceptualizer yang mampu mendefinisikan dan memahami masalah melalui analisis secara menyeluruh; optimizer yang cerdas dalam hal mengevaluasi ide inovasi dan menyarankan solusi; lalu implementers yang antusias untuk langsung mengambil tindakan.

generator
my explanation
conceptualizer
optimizer
implementers

Tanpa salah satu dari keempatnya, perusahaan jelas akan kesulitan. Misalnya, tanpa generator maka perusahaan akan kehilangan peluang untuk berinovasi karena gagal mengidentifikasi masalah. Namun, memiliki generator saja tidak cukup pasalnya mereka tidak mampu mengartikulasikan pemahaman yang jelas tentang masalah secara spesifik atau potensi solusinya.

generator
generator
Gartner CMO Brand Strategy and Innovation Survey
The Deloitte Innovation Survey

Selain itu, survei yang sama juga mencatat kendala lain yang turut menghambat aktivitas inovasi perusahaan. Di antaranya kurangnya kepemimpinan dan keterampilan manajemen, permintaan barang atau jasa baru yang tidak pasti, kurangnya akses ke keuangan, minimnya ketersediaan penyedia teknologi untuk melatih dan menerapkan teknologi baru, dan kurangnya kesempatan untuk pembuatan prototipe dan eksperimen.

Temuan kedua studi tersebut menunjukkan bahwa hambatan utama untuk inovasi terutama berasal dari lingkungan internal organisasi. Kabar baiknya, perusahaan dapat berinovasi dengan mengandalkan sumber daya eksternal perusahaan melalui open innovation.

open innovation.

Memanfaatkan Sumber Daya Eksternal untuk Berinovasi

Memanfaatkan Sumber Daya Eksternal untuk Berinovasi

Apabila inovasi umumnya dilakukan secara mandiri oleh perusahaan dan sangat bergantung pada pengetahuan dan sumber daya internal, open innovation membuka peluang bagi perusahaan di industri manapun untuk menjalankan inovasi melalui kolaborasi dengan pihak lain di luar perusahaan.

open innovation

Dengan berkolaborasi, open innovation mampu mengatasi masalah keterbatasan yang dihadapi perusahaan seperti kurangnya sumber daya manusia, kurangnya anggaran dan kesulitan perusahaan dalam mengadopsi teknologi. Pasalnya, open innovation membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan untuk mendapatkan pengetahuan atau bahkan solusi atas suatu permasalahan dari pihak internal dan eksternal perusahaan.

open innovation
open innovation

Melalui open innovation, perusahaan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku bisnis di industri yang sama hingga lintas industri, startup, universitas, komunitas, bahkan masyarakat luas.

open innovation,
startup,
The Power of Minds: How Open Innovation Offers Benefits For All 2023
, open innovation

Hasil positif dari aktivitas open innovation turut dilaporkan berbagai perusahaan dari industri berbeda. Di mana, 60% perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi dan teknologi melaporkan bahwa open innovation mampu membawa dampak positif bagi bisnis mereka. Disusul, sektor ritel dan otomotif di mana lebih dari 55% perusahaan di kedua sektor melaporkan hasil yang sama.

open innovation
open innovation
open innovation
open innovation
open innovation

Berinovasi Melalui Open Innovation di Indonesia

Berinovasi Melalui
Open Innovation
Open Innovation
di Indonesia

Meyakini pentingnya open innovation dalam lanskap industri sekarang ini, Innovesia sebagai perusahaan yang berfokus pada inovasi turut mendorong terlaksananya kolaborasi inovasi melalui open innovation. Pada 2017, Innovesia dipercaya memperkenalkan open innovation dalam Evidence Summit 2017.

open innovation
open innovation.
open innovation

Evidence Summit ditujukan untuk mengumpulkan semua pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan ibu dan bayi untuk berkolaborasi dalam memadukan data penelitian atau bukti-bukti. Dalam salah satu rangkaian acara Evidence Summit, AIPI mengumpulkan semua pemangku kepentingan yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), akademisi, lembaga penelitian, sektor swasta, lembaga donor atau bantuan, dan berbagai pihak lainnya untuk berbagi dan menyajikan data aktual.

Data-data inilah yang diharapkan mampu memberikan rekomendasi bagi kebijakan pemerintah dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir.

open innovation

]]>
https://designthinking.id/edukasi/open-innovation-bantu-perusahaan-atasi-keterbatasan-sumber-daya-dalam-berinovasi/feed/ 0
Empathy Map: Cara Bisnis Lebih Mengenal Calon Pelanggan https://designthinking.id/edukasi/empathy-map-cara-bisnis-lebih-mengenal-calon-pelanggan/ https://designthinking.id/edukasi/empathy-map-cara-bisnis-lebih-mengenal-calon-pelanggan/#respond Fri, 16 Jun 2023 05:21:00 +0000 https://designthinking.id/?p=1212 Empathy Map.

Empathy Map merupakan visualisasi kolaboratif yang dapat kita gunakan untuk mengartikulasikan apa yang kita ketahui tentang pengguna tertentu. Mengingat berempati adalah tahapan pertama dalam design thinking, Empathy Map membantu kita memahami semua perasaan, pikiran, keluhan, harapan, dan kebiasaan target pengguna. Tujuan utamanya adalah pemahaman tentang kebutuhan pengguna, sekaligus membantu proses pengambilan keputusan.

Empathy Map
design thinking, Empathy Map

Mengapa Empathy Map Diperlukan?

Mengapa
Empathy Map
Empathy Map
Diperlukan?

Berempati bukanlah hal yang mudah, banyak orang yang kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan dan keinginan terpendam mereka, entah itu karena keterbatasan bahasa, rasa tertekan atau rasa takut untuk terbuka kepada orang lain. Oleh karena itu, Empathy Map dibutuhkan untuk membangun landasan bersama untuk memahami serta memprioritaskan kebutuhan pengguna yang hendak kita desain.

Empathy Map

Empathy Map menyediakan empat area utama yang membantu kita memusatkan perhatian pada pengguna sekaligus memberikan gambaran umum tentang pengalaman mereka. Pasalnya, proses pemetaan melalui Empathy Map dapat membantu menyatukan pengamatan penelitian dan mengungkapkan wawasan yang lebih dalam tentang kebutuhan pengguna. 

Empathy Map

Ada sejumlah manfaat lain yang bisa kita dapat ketika menggunakan Empathy Map, yakni membantu menyaring dan mengkategorikan pengetahuan tentang pengguna, membantu kita menemukan kesenjangan pengetahuan antara kita dan pengguna. Selain itu, Empathy Map juga merupakan cara yang cepat dan mudah untuk mengilustrasikan sikap dan perilaku pengguna. Dengan begitu, tim desain dapat memiliki pemahaman yang sama terkait pengguna yang terhindar dari bias dan asumsi pribadi.

Empathy Map

Cara Membuat Empathy Map

Cara Membuat Empathy Map

Empathy Map

Empathy Map (Sumber: Medium.com)

Empathy Map (Sumber: Medium.com)

Membuat Empathy Map tidaklah sulit, kita hanya membutuhkan lembaran kertas berukuran besar atau papan tulis, sticky notes, dan spidol. Lalu gambarlah sketsa yang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan empat kuadran Empathy Map, yang mencerminkan empat ciri utama yang ditunjukkan atau dimiliki pengguna selama tahap observasi. Adapun empat kuadran Empathy Map yang disepakati bersama mencakup perkataan atau say, tindakan atau do, berpikir atau think, juga perasaan atau feel. Keempat kuadran ini dimaksudkan untuk memahami apa yang pengguna katakan, lakukan, pikirkan dan apa yang mereka rasakan. 

Empathy Map
sticky notes
Empathy Map
Empathy Map
say,
do,
think,
feel

Meski terlihat cukup mudah, menentukan apa yang pengguna pikirkan dan rasakan harus didasarkan pada pengamatan dan analisis yang cermat terhadap perilaku pengguna, umpan balik yang mereka berikan, saran, percakapan tertentu dan sejumlah faktor lainnya. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai empat kuadran Empathy Map:

Empathy Map

Apa yang Pengguna Katakan?

Apa yang Pengguna Katakan?

Kuadran ‘katakan’ (say) menuntut kita untuk memahami apa yang dikatakan pengguna secara selama wawancara atau observasi. Tuliskan perkataan penting dan kata kunci yang dikatakan pengguna selama proses tersebut. Sebaiknya, tuliskan temuan dalam bentuk kutipan langsung kata demi kata.

say)

Apa yang Pengguna Lakukan?

Apa yang Pengguna Lakukan?

Mengisi kuadran ‘lakukan’ (do), kita dituntut menuliskan aktivitas fisik yang dilakukan pengguna selama proses pengamatan. Aktivitas fisik dalam hal ini bisa berupa interaksi dengan suatu produk atau layanan, bagaimana mereka berperilaku, atau bagaimana cara mereka menyampaikan sesuatu. Jangan lupa mencatat bagaimana perilaku mereka berubah tergantung lokasi, keadaan dan lain sebagainya.

do),

Apa yang Pengguna Pikirkan?

Apa yang Pengguna Pikirkan?

Setelah menyelesaikan elemen luar yang bisa kita tangkap secara langsung, fokus empati kita pindahkan ke dalam pikiran pengguna untuk mengeksplorasi pikiran yang bersifat internal bagi mereka. Untuk melakukan ini, kita harus memposisikan diri sebagai pengguna dan menebak atau menyimpulkan apa yang kemungkinan mereka pikirkan dan mengapa mereka enggan mengutarakan pemikirannya.

Apa yang Pengguna Rasakan?

Apa yang Pengguna Rasakan?

Seperti kuadran think, kuadran feel juga menuntut kita memahami yang tersirat dan dalam hal ini adalah emosi pengguna. Pada tahap ini, kita harus bisa menangkap perasaan seperti menyenangkan, membantu, frustasi, hambatan dan rintangan yang dialami pengguna. Untuk menggali perasaan pengguna, kita bisa bertanya seputar kekhawatiran atau pengalaman pengguna dan bagaimana mereka melihat kedua hal itu.

think,
feel

Setelah mengisi keempat kuadran, langkah selanjutnya adalah membuat kesimpulan atas ragam wawasan tersebut untuk membantu kita memecahkan tantangan yang dihadapi. Sebaiknya, ambil gambar atau buat versi digital dari Empathy Map itu untuk dibagikan ke anggota tim lain agar semua memiliki pemahaman yang sama dan membantu mereka meningkatkan pengalaman pengguna.

Empathy Map

Membangun Empati Bersama Innovesia

Membangun Empati Bersama Innovesia

Innovesia pernah dipercaya UNICEF Indonesia untuk mempelajari pemahaman siswa sekolah mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Indonesia. MKM masih menjadi tantangan tersendiri bagi para murid di Indonesia karena kurangnya edukasi yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi dan pemahaman yang belum memadai.

Terlebih, masih banyak murid yang menilai menstruasi sebagai momok menakutkan. Hal itu tidak lain terjadi karena rasa tidak nyaman yang dialami murid perempuan. Masalah lain juga timbul dari perundungan yang mereka terima, terlebih jika tampak noda menstruasi pada rok murid perempuan.

Situasi inilah yang melatari kerja sama UNICEF dan Innovesia untuk memahami permasalahan nyata yang dialami murid terkait menstruasi di lima kota besar di indonesia yakni, Surabaya, Banda Aceh, Kupang, Makassar dan Jayapura. Pemahaman ini dibutuhkan untuk selanjutnya membangun kesadaran murid dan sekolah tentang pentingnya MKM.

Dari tahap berempati inilah kemudian dihasilkan sejumlah prototype untuk mengedukasi para murid terkait menstruasi, khususnya MKM itu sendiri. Beberapa prototype di antaranya, pembuatan sarana informasi dan edukasi seperti mading kelas atau sekolah, website, buku cerita hingga aplikasi mobile yang tidak hanya mampu memberikan edukasi tapi juga menghubungkan para murid dengan para pakar untuk bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai MKM.

prototype
prototype
website,
mobile

Innovesia percaya, empati merupakan hal krusial bagi siapapun yang hendak berinovasi. Empati bahkan menjadi langkah pertama yang diyakini Innovesia harus dilakukan pada tahap awal inovasi. Dengan berempati, setiap organisasi akan mampu mengidentifikasi masalah pengguna dan menciptakan solusi yang sesuai. Dengan kata lain, wawasan dari berempati inilah yang nanti berlaku sebagai pedoman berinovasi. Alhasil, solusi yang diciptakan sudah pasti tepat sasaran.

Selain yang telah disebutkan di atas, Innovesia juga terbuka dalam menanamkan pola pikir tersebut pada kalangan mahasiswa berbagai universitas, misalnya dalam program Atma Jaya Inkubator Bisnis (AJIB) di UNIKA Atma Jaya juga kepada mahasiswa Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (MMUI). Di MMUI sendiri, Innovesia telah dipercaya mengajarkan pola pikir design thinking, sebuah pendekatan yang dimulai dengan memahami kebutuhan penggunanya.

design thinking,

]]>
https://designthinking.id/edukasi/empathy-map-cara-bisnis-lebih-mengenal-calon-pelanggan/feed/ 0
Mengenal Crowdsourcing, Bentuk Open Innovation yang Mampu Tingkatkan  Awareness Perusahaan https://designthinking.id/edukasi/mengenal-crowdsourcing-bentuk-open-innovation-yang-mampu-tingkatkan-awareness-perusahaan/ https://designthinking.id/edukasi/mengenal-crowdsourcing-bentuk-open-innovation-yang-mampu-tingkatkan-awareness-perusahaan/#respond Wed, 14 Jun 2023 05:19:00 +0000 https://designthinking.id/?p=1185 Digitalisasi tak hanya menuntut bisnis untuk cepat beradaptasi dengan perubahan lanskap industri, tapi juga menghadirkan cara baru dalam berbisnis. Kehadiran internet misalnya telah memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan beragam keterampilan dan keahlian banyak orang di luar perusahaan tanpa menimbulkan biaya yang besar, inilah yang disebut dengan crowdsourcing.

crowdsourcing.

Dilihat dari definisinya, crowdsourcing merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk menghimpun banyak orang demi mencapai suatu tujuan. Melalui crowdsourcing, perusahaan dapat memanfaatkan pengetahuan dan perilaku orang lain untuk menawarkan sejumlah keuntungan. Dengan internet, orang-orang ini tidak hanya terbatas pada suatu demografi saja tapi juga di seluruh dunia.

crowdsourcing
crowdsourcing,

Salah satu contoh penerapan crowdsourcing terkemuka adalah Wikipedia. Siapa yang tak kenal Wikipedia, ketika mencari suatu informasi secara daring, Wikipedia menjadi ensiklopedia online yang langsung direkomendasikan mesin pencari atau search engine. Faktanya, Wikipedia bekerja dengan pendekatan crowdsourcing dengan membuka akses bagi siapa saja untuk menyunting atau menulis suatu informasi.

crowdsourcing
online
search engine.
crowdsourcing

Begitu juga dengan aplikasi penyedia informasi lalu lintas, Waze, yang mendorong pengemudi untuk melaporkan sendiri kecelakaan dan insiden jalan raya lainnya untuk memberikan informasi real-time yang diperbarui kepada pengguna aplikasi lainnya. Dalam hal ini, crowdsourcing melibatkan perolehan pekerjaan, informasi, atau opini dari sekelompok besar orang yang mengirimkan data mereka melalui Internet.

real-time
crowdsourcing

Namun, crowdsourcing juga bisa menjadi salah satu pendekatan inovasi yang menguntungkan bagi bisnis. Melalui crowdsourcing, perusahaan dapat memperoleh layanan, ide atau konten yang dibutuhkan dari masyarakat umum. 

crowdsourcing
crowdsourcing,

Crowdsourcing Sebagai Pendekatan dalam Berinovasi

Crowdsourcing
Crowdsourcing
Sebagai Pendekatan dalam Berinovasi

Dalam konteks inovasi, crowdsourcing merupakan jenis open innovation atau inovasi terbuka yang memungkinkan perusahaan menggunakan sumber daya dari luar untuk memunculkan ide-ide baru.

crowdsourcing
open innovation

Pendekatan crowdsourcing kian populer dalam beberapa tahun terakhir karena membantu bisnis memanfaatkan orang-orang dengan keterampilan atau pemikiran berbeda seraya menghemat waktu dan biaya. Crowdsourcing menawarkan berbagai perspektif yang membantu perusahaan memecahkan masalah dengan lebih baik.

crowdsourcing
Crowdsourcing

Banyak bisnis dan organisasi telah mengadopsi pendekatan crowdsourcing untuk mengumpulkan ide karena memungkinkan mereka mendapatkan sumber daya yang lebih luas dan beragam daripada hanya menggantungkannya pada karyawan internal perusahaan. Karena melalui crowdsourcing, perusahaan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat sambil memastikan bahwa bisnis memperoleh ide atau solusi dari berbagai latar belakang budaya dan sosial ekonomi. 

crowdsourcing
crowdsourcing

Dengan kata lain, crowdsourcing memungkinkan perusahaan dapat mencari ide atau solusi terbaik, bahkan yang tak terpikirkan sebelumnya. Seringkali, crowdsourcing yang berorientasi pada konsumen juga mampu menciptakan lebih banyak keterlibatan atau loyalitas konsumen.

crowdsourcing
crowdsourcing

Dari beragam jenis crowdsourcing, crowd contest bisa dibilang lebih populer. Crowd contest sebenarnya memiliki konsep yang sama dengan kompetisi inovasi. Melalui crowd contest, perusahaan dapat memungkinkan masyarakat luas untuk membuat atau mendesain sesuatu.

crowdsourcing, crowd contest
Crowd contest
crowd contest,

Netflix misalnya, raksasa layanan streaming asal Amerika Serikat itu pernah menyelenggarakan crowd contest bertajuk Netflix Prize. Pada 2006, Netflix membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menciptakan algoritma rekomendasi tontonan yang lebih baik dan efektif dari algoritma yang dikenakan Netflix saat itu. Kompetisi yang berlangsung selama tiga tahun itu diikuti 40.000 tim dari hampir 190 negara.

streaming
crowd contest

Jauh sebelum itu, perusahaan pertambangan Goldcorp juga pernah menyelenggarakan crowd contest. Pada tahun 2000, perusahaan tambang emas Kanada itu menemukan potensi emas sebanyak 30 kali dari yang biasa diproduksi Goldcorp dalam setahun. Namun, perusahaan tidak dapat menentukan di mana harus mulai mencari emas tersebut. Pada satu sisi, setiap proses eksplorasi cenderung memakan waktu dan biaya.

crowd contest.

Sang CEO, Rob McEwen lantas memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berani. Ia memutuskan untuk melakukan crowd contest dengan menerbitkan seluruh data geologi Goldcorp. Dengan hadiah uang tunai sebesar CAD 575.000 (sekitar Rp3,6 miliar, kurs tahun 2000), McEwen menantang para ahli dari seluruh dunia untuk mencoba menemukan lokasi pasti emas tersebut.

crowd contest

crowd contest

Keuntungan Crowdsourcing dalam Meningkatkan Awareness Perusahaan

Keuntungan
Crowdsourcing
Crowdsourcing
dalam Meningkatkan
Awareness
Awareness
Perusahaan

Selain mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi, crowdsourcing dapat membantu bisnis memperkuat hubungan antara perusahaan dan konsumen. Pasalnya, pendekatan inovasi ini juga merupakan salah satu alat pemasaran paling cerdas yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia. Menurut Trendhunter, crowdsourcing dapat menjadi sarana memasarkan nama perusahaan mereka ke khalayak luas dan melibatkan mereka dengan cara yang menyenangkan. 

crowdsourcing
crowdsourcing

Pada sisi lain, crowdsourcing juga menguntungkan peserta. Tak hanya soal hadiah yang bisa diperoleh, peserta juga bisa menjadikan crowdsourcing sebagai batu loncatan yang ideal bagi talenta muda yang ingin mengembangkan solusi dalam bidang yang diminatinya.

crowdsourcing
crowdsourcing

Beberapa perusahaan memilih crowdsourcing sebagai bentuk pendekatan sosial dengan mengasosiasikan perusahaan mereka dengan tujuan mulia, di mana hadiah yang diberikan lebih bermakna dari sekedar uang tunai. Kompetisi Radically Porsche misalnya, memberikan kesempatan kepada desainer dari seluruh dunia untuk merancang sisi luar Porsche Cayman. Alih-alih memberikan uang tunai, kompetisi yang diikuti 1.153 peserta itu menghadiahkan beasiswa untuk program magister di Scuola Politecnica di Design di Milan, Italia.

crowdsourcing

Penerapan Crowdsourcing di Indonesia

Penerapan
Crowdsourcing
Crowdsourcing
di Indonesia

Pada 2019, Telkomsel menyelenggarakan kompetisi bernama Inovasi Industrial IoT bersama Telkomsel 2019 atau InnOvaTe 2019 untuk menemukan solusi terbaik atas permasalahan, yang meliputi unsur pemantauan indikator keselamatan kerja serta  efisiensi energi dan optimalisasi produktivitas jalur produksi dengan mengadopsi teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things) Telkomsel. 

basics
Narrowband Internet of Things

Adapun teknologi NB-IoT tersebut merupakan teknologi telekomunikasi yang dirancang secara khusus sehingga mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif dengan penggunaan daya yang efisien. 

Dalam pelaksanaannya, Telkomsel mempercayai Innovesia, sebuah perusahaan konsultasi yang berfokus pada inovasi, sebagai penasihat untuk menjalankan InnOvaTe 2019.

Pada kolaborasi ini, Innovesia membantu para peserta menerapkan pola pikir design thinking dalam proses berinovasi terkait tantangan yang diberikan selama kompetisi. Dengan bimbingan sejumlah fasilitator, setiap peserta dibantu untuk mematangkan ide inovasi IoT mereka agar sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan terkini di sektor industri telekomunikasi. 

design thinking

Pada acara puncak Hack Day yang berlangsung 23-24 Juli 2019 di Jakarta, 37 tim yang terpilih selama roadshow ditantang untuk menghadirkan solusi IoT di bidang perindustrian dalam waktu 24 jam.  

Hack Day
roadshow

Setelah melalui serangkaian roadshow dan hack day yang terdiri dari workshop, sesi tanya jawab dan pengembangan prototype, dan penilaian dewan juri, terpilih tiga kelompok pemenang Telkomsel InnOvaTe 2019. Mereka adalah  Manpro.id, Tuni dan Traffobit.  

roadshow
hack day
workshop,
prototype,

Manpro.id dipilih karena fokus menawarkan solusi pada penyediaan layanan project management software, dengan memanfaatkan IoT untuk efisiensi kebutuhan operasional alat produksi alat-alat berat melalui pencatatan waktu/timesheet operator yang dilakukan secara real-time. 

project management software
timesheet
real-time.

Selanjutnya, Tuni mengadopsi NB-IoT dengan menghadirkan solusi untuk memonitor kondisi lingkungan sehingga dapat mengurangi resiko kerugian produksi saat proses pembakaran pada industri tambang batu bara. Sedangkan Traffobit memanfaatkan teknologi NB-IoT untuk  memonitor dan menganalisa parameter energi pada trafo distribusi listrik agar dapat mendeteksi kondisi abnormal dan maksimalisasi efisiensi daya.

Tiga kelompok pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa dana pengembangan dan kesempatan untuk mengikuti program inkubasi Telkomsel Innovation Center (TINC). Di sana, ketiga tim dapat mengakselerasi perkembangan bisnis dari solusi yang telah diciptakan, termasuk pemanfaatan fasilitas  IoT Lab Telkomsel.

Selain Innovesia, InnOvate 2019 juga berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, Asosiasi IoT Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Makedonia, serta didukung oleh IoT Innova Lab, InnoXtion, dan Connectinc.

Tidak hanya itu, Innovesia turut dipercaya sebagai mitra bagi UNICEF dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam crowdsourcing bertajuk “Youth for Health Innovation Challenge”. Diadakan di Bandung dan Banda Aceh pada 2022, Youth for Health Innovation Challenge mengundang remaja usia 10 sampai dengan 19 tahun untuk mengatasi tantangan kesehatan di masa depan, termasuk faktor risiko penyakit tidak menular akibat kesehatan mental, bahaya merokok dan polusi udara yang berdampak pada perubahan iklim.

crowdsourcing

Dalam program tersebut, remaja yang berpartisipasi diberikan tantangan untuk menemukan cara yang inovatif dengan menyuarakan ide, pemikiran, dan aspirasi mereka dalam mengatasi tantangan kesehatan di masa depan yang muncul. Youth for Health Innovation Challenge juga membekali para remaja dengan pengetahuan kontekstual, keterampilan abad ke-21, dan proses merancang ide-ide inovatif mereka menjadi keluaran yang dapat ditransfer ke komunitas mereka masing-masing.

]]>
https://designthinking.id/edukasi/mengenal-crowdsourcing-bentuk-open-innovation-yang-mampu-tingkatkan-awareness-perusahaan/feed/ 0